Home Blog Page 116

Apple TV Tayangkan Balapan Formula 1 Austria Secara Gratis

Sumbawanews.com,- Tidak perlu langganan—siapa pun bisa menyaksikan seluruh rangkaian balapan Formula 1 Grand Prix Austria secara langsung dan gratis melalui aplikasi Apple TV. Acara yang berlangsung mulai 26 Juni ini mencakup semua sesi: latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan utama, tanpa batasan akses.

Sesi latihan pertama dimulai pada 26 Juni pukul 07.30 waktu Timur AS, diikuti sesi kedua pada pukul 11.00 waktu yang sama. Kualifikasi berlangsung esok harinya, 27 Juni, pukul 10.00, dan balapan puncak akan berlangsung pada 28 Juni pukul 09.00 waktu Timur AS. Penonton hanya perlu membuka aplikasi Apple TV di perangkat apa pun—tidak perlu akun berlangganan, tidak perlu login, dan tidak ada iklan yang mengganggu.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi ambisius Apple untuk memperkuat kehadirannya di dunia olahraga langsung. Sejak awal 2026, Apple telah memegang hak siar eksklusif Formula 1 di Amerika Serikat, dan menurut perusahaan, jumlah penonton streamingnya telah melampaui ekspektasi bahkan di musim pertama. Meski memiliki hak eksklusif, Apple justru memilih untuk berbagi konten dengan mitra strategis: beberapa balapan ditayangkan ulang di Netflix, sementara balapan tertentu juga diputar di bioskop IMAX sebagai pengalaman sinematik.

Selain Formula 1, Apple juga terus mengeksplorasi peluang di liga olahraga lain. Pernah menayangkan pertandingan Major League Soccer yang seluruhnya direkam menggunakan iPhone, kini platform ini rutin menayangkan pertandingan ganda Major League Baseball setiap Jumat malam, menambah daftar konten olahraga langsung yang kian beragam.

Langkah Apple ini bukan sekadar promosi teknologi, tapi juga sinyal kuat bahwa akses terhadap olahraga elite kini semakin demokratis—tanpa biaya, tanpa batas, dan tanpa kompromi kualitas.

Hotel Sultan Dieksekusi, Tamu Kehilangan Barang Tanpa Peringatan

Sumbawanews.com,- Eksekusi pengosongan Hotel Sultan di Jakarta berlangsung ricuh pada Kamis, 18 Juni 2026, menyisakan luka tak terduga bagi para tamu yang tak bersalah. Lutfhi (39), seorang warga Surabaya yang sedang menjalani perjalanan dinas, baru menyadari bencana yang menimpanya saat kembali ke kamarnya setelah seharian beraktivitas di luar. Pintu kamar terbuka lebar, barang-barang pribadinya—pakaian, alat mandi, hingga sepatu—hilang tanpa jejak. Di tengah kekacauan, ia baru tahu: hotel yang ia inap itu sedang dieksekusi oleh negara.

Bukan kebetulan, tapi ketidaktahuan yang berbiaya mahal. Sejak pagi, Lutfhi melihat kawat berduri dipasang di halaman depan hotel. Ia sempat meminta izin melewati area itu untuk menuju tempat kerja, dan petugas hotel mengizinkannya. “Saya pikir itu hanya demo biasa,” ujarnya. Pihak hotel, menurut Lutfhi, tak pernah memberi peringatan apapun—bahkan hingga malam sebelumnya, informasi yang diberikan hanyalah: “Layanan tetap berjalan.”

Ketika ia kembali sore hari, suasana berubah drastis. Lobi penuh petugas TNI-Polri, tim verifikasi berseragam hijau memeriksa setiap kamar, dan pintu-pintu kamar tamu terbuka lebar tanpa izin. Saat ia bertanya ke seorang petugas keamanan, jawabannya membuatnya terdiam: “Lho, gak tau tah kalau hotelnya dieksekusi?”

Tak ada komunikasi resmi. Tak ada surat pemberitahuan. Tak ada evakuasi terencana. Hanya keheningan yang membiarkan tamu—yang telah membayar—menjadi korban tak bersalah dalam proses hukum yang berjalan tanpa empati. Barang-barang yang hilang, meski bernilai finansial, bukanlah yang paling menyakitkan. “Yang bikin sedih, saya nggak punya pilihan. Kalau tahu, saya sudah bawa semuanya dan pergi. Sekarang saya jalan-jalan pakai baju batik dan celana pendek, sepatu ketinggalan, kayak orang ngungsi,” katanya sambil menenteng tas seadanya.

Ia mencoba mencari manajemen hotel—tapi tak seorang pun yang bisa dihubungi. Resepsionis sepi, petugas keamanan hanya berjaga, bukan melayani. Dengan kunci akses yang masih di tangan, Lutfhi mengembalikannya ke meja resepsionis—tanpa ada yang menerima. Ia pun pergi, meninggalkan sisa malam yang seharusnya ia habiskan di kamar yang sudah ia bayar. Di luar, ia harus merogoh kocek tambahan untuk menginap di hotel lain, mengganti pakaian yang raib, dan menyelesaikan agenda kerja yang tak bisa ditunda.

Kisah Lutfhi bukan sekadar cerita pribadi. Ia mewakili ratusan tamu lain yang terjebak dalam proses eksekusi yang berjalan tanpa protokol kemanusiaan. Padahal, menurut hukum dan etika pelayanan publik, pihak yang menjalankan eksekusi—terlepas dari dasar hukumnya—wajib memastikan hak-hak warga sipil yang tak terlibat dalam sengketa tetap terlindungi. Termasuk hak atas keamanan barang, informasi yang jelas, dan perlindungan dari kerugian tak terduga.

Eksekusi Hotel Sultan memang telah rampung. Negara kembali menguasai Blok 15, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi. Tapi di balik kemenangan hukum itu, ada jejak kaki yang terlupakan: seorang pria dari Surabaya yang pulang dengan pakaian seadanya, sepatu tertinggal, dan kepercayaan pada sistem yang retak.

KPK Tampilkan Drama Musikal “Sidik” Lawan Korupsi di TIM

Sumbawanews.com,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar drama musikal bertajuk “Sidik” di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 4 hingga 6 Desember 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia. Pertunjukan ini dirancang bukan sekadar hiburan, tapi sebagai medium edukasi yang menggugah kesadaran publik tentang bahaya korupsi dan pentingnya integritas dalam kehidupan berbangsa.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menjelaskan bahwa enam sesi pertunjukan akan dibagi secara strategis: dua sesi khusus untuk tamu undangan—termasuk pegiat antikorupsi, pendidik, penyuluh, dan mitra strategis—serta empat sesi terbuka untuk masyarakat umum. “Ini adalah upaya kami untuk menyentuh kelompok yang paling berpengaruh, sekaligus memperluas jangkauan ke publik luas,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK.

Kerja sama ini digawangi oleh Da Lopez Entertainment, produser kreatif yang dipimpin oleh Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez. Pemilihan mitra ini bukan semata karena popularitas, melainkan berdasarkan portofolio kuat dalam mengangkat tema kebangsaan, hukum, dan tata kelola negara melalui seni pertunjukan. “Mereka punya kemampuan menyampaikan pesan serius dengan cara yang menyentuh hati,” kata Amir, menekankan bahwa proses pengadaan dilakukan sesuai Peraturan LKPP Nomor 5 Tahun 2021.

Yang menarik, empat sesi untuk masyarakat umum dikelola sepenuhnya secara komersial oleh Da Lopez Entertainment, tanpa menggunakan anggaran KPK. Ini memungkinkan peningkatan kapasitas penonton tanpa membebani keuangan lembaga. “Kami ingin pertunjukan ini tidak hanya berhenti di ruang tertutup, tapi menjadi gerakan sosial yang bisa diakses siapa saja—bahkan yang tidak biasa datang ke acara antikorupsi,” tambah Amir.

Andovi da Lopez mengungkapkan bahwa naskah “Sidik” terinspirasi dari kasus nyata yang pernah ditangani KPK, meski detailnya sengaja dirahasiakan untuk menjaga unsur kejutan dan keotentikan narasi. “Kami tidak ingin membuat drama yang terlalu teoritis. ‘Sidik’ adalah cerita tentang manusia—penyidik, koruptor, dan masyarakat yang terdampak. Ada air mata, ada keberanian, ada konsekuensi,” ujarnya.

Pertunjukan ini dirancang dengan pendekatan sinematik dan musikal yang intens, menggabungkan alur dramatis, lirik yang menggugah, dan tata panggung yang memukau. Penonton yang ingin menyaksikan sesi berbayar dapat memperoleh informasi tiket melalui akun Instagram resmi Da Lopez Entertainment.

Dengan menggabungkan seni, hukum, dan teknologi komunikasi, KPK berharap “Sidik” bukan sekadar pertunjukan, tapi titik balik dalam budaya antikorupsi di Indonesia—di mana kejujuran bukan lagi pilihan, tapi keharusan.

BPBD Sumbawa Gelar Simulasi Table Top Exercise Banjir Kecamatan Moyo Utara

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menggelar Simulasi Table Top Exercise (TTX) Banjir Desa Kikin, Kamis (18/06). Sebab Jika merujuk pada dokumen Kajian Risiko Bencana dan Perubahan Iklim di Kecamatan Moyo Utara, tahun 2025, banjir merupakan salah satu ancaman bencana prioritas yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.

Baca Juga: BPBD Sumbawa Gelar Lokakarya Pembentukan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana

Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor curah hujan yang meningkat, kondisi topografi, serta karakteristik aliran sungai dan sistem drainase yang belum optimal, sehingga meningkatkan potensi terjadinya banjir di wilayah desa. Sejalan dengan hasil kajian itu, Desa Kukin telah menyusun Rencana Kontinjensi (Renkon) Banjir sebagai dokumen perencanaan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kejadian banjir.

Renkon ini memuat skenario ancaman, mekanisme respons, peran para pihak, serta prosedur penanganan darurat yang disepakati sebagai pedoman ketika terjadi kondisi darurat banjir di tingkat desa.

Namun demikian, keberadaan dokumen Renkon perlu diuji untuk memastikan tingkat pemahaman, kesiapan, dan efektivitas implementasinya di tingkat masyarakat dan para pemangku kepentingan desa. Salah satu metode yang digunakan untuk menguji dokumen tersebut adalah melalui simulasi Table Top Exercise (TTX), yaitu latihan berbasis diskusi terstruktur yang menggambarkan skenario kejadian bencana secara bertahap.

Pelaksanaan Simulasi TTX Banjir di Desa Kukin menjadi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait, mulai dari pemerintah desa, relawan, masyarakat, hingga unsur terkait lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi, memperjelas peran dan tanggung jawab, serta meningkatkan kapasitas desa dalam merespons kejadian banjir secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Kegiatan tersebut bertujuan Meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir melalui simulasi TTX berbasis skenario.

Meningkatkan pemahaman perangkat desa dan masyarakat tentang risiko dan dampak banjir. Menguji Renkon untuk kesiapan desa dalam merespon situasi dan pengambilan keputusan pada saat darurat banjir secara cepat dan tepat. Mengidentifikasi kelemahan (gap) dalam rencana dan mekanisme penanganan banjir di desa. Dan Mendorong partisipasi dan peran aktif masyarakat, termasuk kelompok rentan dalam upaya kesiapsiagaan bencana.

Output yang hendak dicapai dalam kegiatan ini yakni Laporan hasil simulasi TTX berupa hasil kegiatan yang memuat jalannya simulasi, temuan utama, dan dokumentasi. Perangkat desa dan masyarakat telah memiliki pemahaman tentang mekanisme respon darurat dan pengambilan keputusan saat terjadi bencana banjir. Serta Adanya rekomendasi perbaikan kesiapsiagaan desa dalam menghadapi bencana banjir, termasuk penguatan koordinasi, alur respon, dan peran masing-masing pihak. (Using)

Inspektorat Gelar Rakor Penguatan Pengawasan

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Pengawasan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi pengawasan internal pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan akuntabel. Rapat tersebut berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (18/06/2026).

Baca Juga: Wabup Ansori Tutup Lomba Saraqal

Rapat dihadiri oleh para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Camat Se-Kabupaten Sumbawa, serta para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Dalam arahannya, Wakil Bupati H. Mohammad Ansori menegaskan bahwa pengawasan merupakan salah satu instrumen penting dalam memastikan seluruh program dan kegiatan pemerintah berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap perangkat daerah harus memiliki komitmen yang kuat dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi hasil pemeriksaan, khususnya yang disampaikan oleh BPK.

Menurutnya, tindak lanjut atas rekomendasi BPK bukan hanya menjadi kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. la meminta seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan koordinasi dan mempercepat penyelesaian tindak lanjut rekomendasi yang masih menjadi perhatian.

Selain itu, Wabup juga menekankan pentingnya Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) sebagai pedoman dalam pelaksanaan fungsi pengawasan internal. Melalui program tersebut, Inspektorat diharapkan mampu menjalankan peran pembinaan, pendampingan, serta pengawasan secara efektif guna mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Pengawasan yang kuat bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai upaya memastikan seluruh kegiatan pemerintahan berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

la juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk menjadikan pengawasan sebagai bagian dari budaya kerja organisasi, sehingga tercipta pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara Inspektorat dan seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan akuntabilitas, mempercepat tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik di Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Sumbawa Didi Hermansyah, S.E, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rapat Koordinasi Penguatan Pengawasan bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bebas dari penyimpangan.

la menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dalam rakor tersebut adalah percepatan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, tindak lanjut rekomendasi BPK merupakan indikator penting dalam mengukur komitmen pemerintah daerah terhadap perbaikan tata kelola keuangan dan administrasi pemerintahan. (Using)

Proyek CCTV-Sidik Jari Rp300 M Diduga Fiktif

Sumbawanews.com,- Jakarta – Kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengungkapkan fakta mencengangkan dalam pemeriksaan di Kejaksaan Agung: proyek pengadaan 5.000 unit CCTV dan alat sidik jari senilai lebih dari Rp300 miliar diduga fiktif, tanpa pernah terpasang di lapangan.

Dalam pemeriksaan Kamis (18/6/2026), Krisna mengatakan, Sony—yang kini mengajukan diri sebagai justice collaborator—mengungkapkan bahwa kontrak pengadaan teknologi pemantauan ini sudah berjalan sejak sebelum dirinya dilantik sebagai Waka BGN. Kontrak tersebut, kata Krisna, diberikan melalui mekanisme outsourcing kepada sebuah vendor dengan janji memasang perangkat di 5.000 titik SPPG (Sentra Pangan Pendidikan Gizi) di seluruh Jakarta.

“Pak Sony menanyakan langsung ke vendor: ‘Di mana CCTV dan alat sidik jari itu dipasang? Tunjukkan di SDN 01 Jakarta Timur.’ Tapi vendor tidak bisa menunjukkan satu pun perangkat yang terpasang,” ujar Krisna di Gedung Jampidsus Kejagung.

Lebih lanjut, Krisna menjelaskan bahwa meski uang Rp300 miliar lebih telah dikeluarkan oleh BGN, hasil fisiknya nihil. Tidak ada bukti instalasi, tidak ada laporan pemeliharaan, dan tidak ada data operasional yang bisa diverifikasi. “Ini bukan sekadar kelalaian. Ini adalah pengadaan fiktif yang terstruktur,” tegasnya.

Sony, menurut keterangan kuasa hukumnya, bahkan sempat meminta dokumentasi visual dari vendor sebagai bukti pelaksanaan kontrak—tapi permintaan itu diabaikan. Kondisi ini, lanjut Krisna, memperkuat dugaan bahwa anggaran besar itu hanya menjadi alat pencucian uang, sementara anak-anak penerima manfaat MBG (Makan Bergizi Gratis) tetap tidak terlindungi oleh sistem pemantauan yang seharusnya menjamin transparansi.

Pengungkapan ini menjadi terobosan besar dalam kasus korupsi MBG yang sedang diselidiki Kejagung. Jika terbukti, proyek ini bukan hanya merugikan negara, tapi juga mengkhianati misi sosial program pangan untuk anak-anak sekolah dasar.

Kejagung kini tengah memverifikasi data yang disampaikan Sony, termasuk menelusuri identitas vendor yang terlibat dan siapa saja pihak yang menyetujui pembayaran tanpa bukti fisik. Dalam pemeriksaan sebelumnya, Sony juga mengaku memiliki daftar lebih dari 40 nama yang terlibat dalam berbagai skema korupsi di BGN—termasuk di proyek-proyek lain yang diduga serupa.

Dengan pengungkapan ini, kasus MBG tidak lagi hanya berputar pada distribusi makanan, tapi juga pada sistem teknologi yang seharusnya menjadi garda depan akuntabilitas—namun justru menjadi celah terbesar untuk korupsi bermodus digital.

MNC Peduli dan MNC Tourism Edukasi Gizi di Sukabumi

Sumbawanews.com,- Sukabumi — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan gizi keluarga, MNC Peduli bersama MNC Tourism menggelar kegiatan edukasi gizi dan demonstrasi masak sehat di Kampung Cibilik, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang diikuti antusias oleh puluhan ibu rumah tangga ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Para peserta mendapatkan penyuluhan langsung dari ahli gizi tentang pentingnya pola makan seimbang bagi ibu hamil dan balita, dengan penekanan pada pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diakses dan terjangkau. Tak hanya teori, mereka juga diajak terlibat aktif dalam praktik memasak sehat, memadukan nutrisi dengan rasa yang menggugah selera.

Chef Badru dari Lido Lake Resort by MNC Hotel memandu demo masak dengan menu sederhana namun bernutrisi tinggi: lele dan pisang. “Keduanya bukan hanya mudah ditemukan di sekitar kita, tapi juga kaya protein dan kalori yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak dan pemulihan ibu pasca melahirkan,” ujar Chef Badru. Ia menekankan bahwa masakan sehat tidak harus rumit atau mahal—yang penting adalah keberagaman, keseimbangan, dan kebiasaan yang konsisten.

Fitri Handayani, salah satu peserta, mengaku terbantu dengan ilmu yang diberikan. “Saya biasa masak cuma pakai nasi dan ikan asin. Sekarang tahu kalau lele dan pisang bisa jadi menu harian yang enak dan bikin anak-anak semangat makan,” katanya. Ia berharap kegiatan serupa bisa berlanjut, karena tidak hanya mengubah resep, tapi juga pola pikir tentang makanan sebagai fondasi kesehatan keluarga.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sejumlah program MNC Peduli di Sukabumi, termasuk pemberian asupan tambahan di posyandu dan kampanye food rescue yang sebelumnya telah menyentuh ribuan warga. Dengan menggabungkan pendidikan, praktik langsung, dan sentuhan profesional dari chef, inisiatif ini tidak hanya menyampaikan pesan gizi, tapi juga membangkitkan semangat kreativitas ibu-ibu dalam menyajikan makanan yang sehat, lezat, dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang humanis dan berbasis komunitas, MNC Peduli dan MNC Tourism membuktikan bahwa perubahan nyata dalam kesehatan masyarakat bisa dimulai dari dapur rumah—bukan hanya dari kebijakan tingkat nasional, tapi dari kesadaran setiap keluarga untuk memilih lebih baik.

Dedolarisasi Menggema, Putin Ajak ASEAN Pakai Mata Uang Lokal

Sumbawanews.com,- Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mendesak negara-negara ASEAN untuk segera beralih dari transaksi berbasis dolar AS ke mata uang nasional masing-masing, dalam upaya memperkuat kedaulatan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat. Seruan ini disampaikan Putin usai KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia, Kamis (19/6/2026), yang dihadiri seluruh pemimpin negara anggota blok Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Dalam pidatonya, Putin menekankan bahwa pergeseran ini bukan sekadar strategi finansial, melainkan kebutuhan strategis di tengah ketidakstabilan geopolitik global. “Penting untuk beralih dari transaksi keuangan dalam dolar ke mata uang nasional,” ujarnya, mengacu pada kesepakatan para peserta KTT untuk meningkatkan volume dan kualitas perdagangan bilateral. Langkah ini, menurutnya, akan mempercepat efisiensi transaksi, mengurangi biaya konversi, dan melindungi ekonomi dari tekanan sanksi eksternal yang selama ini menghambat akses ke sistem perbankan global.

Rusia, yang telah lama mengurangi penggunaan dolar akibat sanksi Barat pasca-invasi Ukraina, kini menjadi salah satu pionir dalam promosi sistem pembayaran berbasis mata uang lokal. Di forum ini, Putin menawarkan kerja sama teknis dan infrastruktur keuangan untuk mendukung transisi tersebut, termasuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas yang terintegrasi antar bank sentral.

Selain perdagangan, Rusia juga berkomitmen memperluas ekspor produk bernilai tambah tinggi ke ASEAN—mulai dari pupuk, obat-obatan, hingga peralatan industri—sekaligus menjanjikan pasokan energi dan pangan yang stabil. Moskow menilai ASEAN sebagai mitra strategis dengan pertumbuhan permintaan energi yang terus melonjak, sementara Rusia tetap menjadi salah satu eksportir minyak dan gas terbesar dunia.

KTT yang berlangsung selama dua hari itu juga menghasilkan Rencana Aksi Rusia-ASEAN 2026–2030, sebuah dokumen komprehensif yang mencakup kerja sama di bidang politik, keamanan, transportasi, ekonomi digital, ilmu pengetahuan, dan energi. Salah satu pilar utamanya adalah penguatan konektivitas fisik, melalui pengembangan jalur kereta api dan pelabuhan maritim yang menghubungkan Eropa dengan Asia Tenggara.

Dokumen konsep kerja sama energi pun disepakati sebagai peta jalan jangka panjang, mengingat kebutuhan energi ASEAN diproyeksikan tumbuh lebih dari 50% dalam dekade mendatang. Dengan demikian, kerja sama ini bukan hanya soal transaksi mata uang, tetapi tentang membangun arsitektur ekonomi baru yang mandiri, berkelanjutan, dan bebas dari dominasi satu mata uang.

Langkah Putin ini semakin menguatkan tren global yang kini disebut “dedolarisasi”—gerakan yang mulai diikuti oleh China, India, Brasil, dan sejumlah negara berkembang. Di Indonesia sendiri, upaya serupa telah mulai terlihat, dengan penggunaan rupiah dalam perdagangan bilateral dengan Malaysia dan Thailand yang terus meningkat, serta uji coba sistem pembayaran lintas batas berbasis rupiah di Hong Kong.

Dengan KTT ini, Rusia tidak hanya memperdalam hubungan ekonomi dengan ASEAN, tetapi juga menawarkan alternatif sistem keuangan global yang lebih inklusif—sebuah sinyal kuat bahwa dominasi dolar AS sebagai mata uang dominan dunia mulai goyah, dan masa depan perdagangan internasional akan semakin beragam, berbasis kekuatan ekonomi regional.

Ketua Yayasan MBG Ditetapkan sebagai Tersangka

Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung menetapkan Glory Harimas Sihombing, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025–2026. Ia diduga menyerahkan uang dalam bentuk rupiah maupun valuta asing kepada mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebagai imbalan untuk memperoleh posisi sebagai mitra penyedia layanan gizi.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa Glory, sebagai pihak swasta, sengaja mengajukan yayasan yang tidak memenuhi syarat teknis untuk menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tujuannya: memperoleh kontrak pengadaan barang yang seharusnya diberikan kepada lembaga yang sah dan kompeten.

Kasus ini menjadi bagian dari jaringan korupsi yang melibatkan lima tersangka sebelumnya, termasuk Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, Asep Yusuf Somantri, dan Andri Mulyono, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal. Seluruhnya terlibat dalam manipulasi tata kelola program MBG yang seharusnya menjangkau anak-anak sekolah di daerah terpencil.

Korupsi ini tidak hanya merusak mekanisme distribusi bantuan, tetapi juga menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah. Data Kejagung mencatat, sebanyak 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 tablet, dan 5.400 televisi 75 inci—semua barang yang seharusnya diberikan kepada siswa—diproses dengan harga jauh di atas pasar, melalui kontrak fiktif dan perusahaan bayangan.

Glory kini ditahan selama 20 hari di Rutan Salemba Cabang Kejagung. Penyidik terus menggali keterlibatan pihak lain, termasuk kemungkinan adanya jaringan lebih luas yang memanfaatkan program pangan nasional sebagai alat pencucian uang dan keuntungan pribadi.

Program MBG, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah dasar, justru menjadi sumber kerugian besar akibat penyalahgunaan wewenang dan kolusi sistemik. Kejagung menegaskan, tidak ada lagi ruang bagi pelaku korupsi, baik dari jajaran pemerintah maupun pihak swasta yang memanfaatkan program publik untuk keuntungan pribadi.

Akai Luncurkan MPC One G2 dan Key 37 G2 dengan Performa Lebih Tangguh

Sumbawanews.com,- Kedua perangkat produksi musik andalan Akai, MPC One dan Key 37, kini hadir dalam versi terbaru yang jauh lebih kuat. Dengan peningkatan signifikan pada spesifikasi hardware dan software, kedua alat ini kini mampu menangani proyek musik yang lebih kompleks tanpa kompromi pada kecepatan atau stabilitas.

MPC One G2 dan Key 37 G2 dilengkapi prosesor 8-core terbaru, meningkatkan daya pemrosesan hingga tiga kali lipat dibanding generasi sebelumnya. Kapasitas RAM pun dinaikkan dari 2GB menjadi 4GB, sementara penyimpanan internal melonjak dari 32GB menjadi 64GB. Hasilnya? Waktu muat proyek menjadi jauh lebih cepat, kemampuan menangani banyak instrumen virtual naik dari delapan menjadi 32, dan jumlah track stereo paralel meningkat dari delapan menjadi 16—jumlah yang cukup untuk membangun lagu utuh tanpa perlu beralih ke DAW.

Kedua perangkat menjalankan sistem operasi MPC 3.9 terbaru, yang menyediakan antarmuka linear arranger lengkap, alur kerja pengaturan yang lebih luas, dan mesin sintetis baru yang memungkinkan pencipta musik membangun komposisi utuh secara mandiri. Layar sentuh warna 7 inci memudahkan navigasi dan kontrol secara intuitif, sementara konektivitas USB-C memungkinkan integrasi mulus dengan berbagai DAW di komputer, sekaligus berfungsi sebagai saluran perekaman audio langsung dari sumber eksternal seperti ponsel, tablet, atau bahkan phonograph.

Tak hanya itu, kedua perangkat sudah dilengkapi paket perangkat lunak lengkap sejak keluar kotak, termasuk akses gratis ke virtual instrument Analog Dreams dari Native Instruments. Integrasi ini semakin diperkuat setelah Native Instruments resmi bergabung di bawah naungan yang sama dengan Akai, membuka jalan bagi kolaborasi konten lebih dalam di masa depan.

MPC One G2 dijual seharga $800, sementara Key 37 G2 dengan keyboard 37 tombol berharga $1.000. Perbedaan utama antar keduanya terletak pada fungsionalitas: MPC One G2 ideal untuk produser beat berbasis sampel, sementara Key 37 G2 menjadi pilihan sempurna bagi penulis lagu tradisional yang menginginkan kontrol fisik atas melodi dan akor. Keduanya kini tersedia secara global, menawarkan pengalaman produksi musik yang lebih cepat, lebih dalam, dan lebih bebas—tanpa harus bergantung pada komputer.

Berita Terkini

Jeda Minum di Piala Dunia 2026 Picu Perdebatan, Klopp Beri Perspektif Tak Terduga

Sumbawanews.com,- Jurgen Klopp, mantan pelatih Liverpool dan salah satu sosok paling dihormati dalam dunia sepak bola modern, menyampaikan pandangan tak biasa terkait jeda hidrasi...

Sespimti Polri Cetak Pemimpin Masa Depan dengan Data dan Teknologi

Sumbawanews.com,- Di tengah gelombang transformasi digital yang mengubah peta keamanan nasional, Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 menjadi...

Bagnaia Resmi Bergabung dengan Aprilia untuk Musim 2027, Kontrak Empat Tahun

Sumbawanews.com,- Pembalap Italia Francesco Bagnaia resmi mengikat kontrak empat tahun dengan tim Aprilia di ajang MotoGP, mulai musim 2027 hingga 2030. Keputusan ini mengukuhkan...

Jepang Lawan Swedia, Samurai Biru Buru Kemenangan Lolos 32 Besar

Sumbawanews.com,- Timnas Jepang siap menghadapi Swedia dalam laga penentuan grup di Piala Dunia 2026, Jumat (25/6/2026) dini hari pukul 04.00 WIB di AT&T Stadium,...

Berita Utama