Home Blog Page 3199

DFC Unifil Pimpin Sertijab Dansatgas Indobatt di Lebanon

(Pen Konga XXIII-L/Unifil. Senin, 18 Desember 2017). Deputy Force Commander (DFC) Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) Majour General Shivaram Kharel, beberapa waktu lalu memimpin serah terima jabatan (sertijab) Komandan Satgas Indonesian Battalion (Dansatgas Indobatt) Konga XXIII/K-Unifil Letkol Inf Yudi Gumilar, S.pd kepada Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P. dalam suatu upacara TOA (Transfer of Authority), bertempat di Rubb Hall Unifil HQ Naqoura, Lebanon.

 

Sertijab Dansatgas Indobatt Konga XXIII-K/Unifil Letkol Inf Yudi Gumilar, S.pd kepada Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.I.P. ditandai dengan penyerahan Pataka dan Tongkat Komando, dan dilaksanakan bersamaan dengan satuan tugas lainnya yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda Unifil 2016-2017.  Sertijab ini menandakan bahwa Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.I.P. resmi menjabat sebagai Dansatgas Indobat Konga XXIII-L/Unifil 2017-2108.

 

Mengawali sambutannya, DFC Unifil Majour General Shivaram Kharel mengucapkan banyak terimakasih kepada Letkol Inf Yudi Gumilar S.pd dan seluruh anggota Satgas Indobatt Konga XXIII-K/Unifil yang telah banyak berkontribusi dalam tugas misi perdamaian di Lebanon, dan selamat datang kepada Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.I.P sebagai Dansatgas Indobatt yang baru.

 

“Kami percaya Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil di bawah pimpinan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.I.P. akan mampu berbuat lebih baik lagi selama menjalankan tugas di daerah misi ini,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Majour General Shivaram Kharel selaku Inspektur Upacara menyampaikan bahwa atas nama Unifil secara umum mengapresiasi profesionalitas Kontingen Garuda  dan Indonesian Battalion khususnya, yang keberadaannya dirasakan langsung oleh masyarakat Lebanon.

 

Dengan selesainya sertijab tersebut, maka otoritas kendali operasional Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil akan bertugas mengontrol wilayah tanggung jawabnya (Area of Resposibility/AOR) di Lebanon Selatan seluas kurang lebih 112 Km, antara lain meliputi wilayah Adshit Alqusayr, Al Qantara, Ghandhuriyah, Az Ziqiyah, Deir Siriane, El Adesse, Rabbat Talame, Markaba, Tallusa, dan Houla.

 

Sementara itu, Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P. menyampaikan bahwa menjadi perwakilan negara dalam suatu Peace Keeping Operation tidaklah mudah, namun sejalan dengan motto ‘Garuda Hebat’, kami akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan, profesionalisme serta disiplin sebagai modal dalam pelaksanaan setiap tugas serta menunjukkan moril dan etika yang santun khas Indonesia untuk menarik simpati masyarakat setempat. “Inilah modal kami agar bisa menjaga citra Indonesia pada umumnya dan TNI pada khususnya,” katanya usai melaksanakan kegiatan TOA.

 

Bagi Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.I.P, penugasan misi ke Lebanon bukan kali yang pertama dan sudah tidak asing lagi. Pada tahun 2009-2010, beliau pernah bertugas disana dan tergabung dalam Satgas Indobatt Konga XXIII-D/Unifil, dimana saat itu Letkol Inf Arfan berpangkat Kapten dan menjabat sebagai Kasiops Satgas. (Badar/Puspen TNI)

Berita Foto : Panglima TNI Hadiri Peluncuran Buku Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri acara peluncuran dan penyerahan 100 buku kepada TNI Angkatan Udara oleh Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim di Skadron Udara 31 Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu (17/12/2017). (Mad/Puspen TNI)

Komandan Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Kunjungi Blue Line

(Pen Konga XXIII-L/Unifil. Sabtu, 16 Desember 2017). Diawal masa tugasnya, Komandan Batalion Mekanis Yonmek (Indobatt) Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto mengunjungi Blue Line sebagai batas netral antara Lebanon-Israel di Lebanon Selatan, Jumat (15/12/2017).

 

Dalam kunjungannya, Letkol Inf Arfan Johan didampingi mantan Komandan Satgas Indobatt Konga XXIII-K/Unifil Letkol Inf Yudi Gumilar S,pd yang sudah selesai masa bhakti dan beberapa Perwira Staf Indobatt lainnya.

 

Adapun lokasi yang dikunjunginya antara lain, TP34 dimana lokasi ini berbatasan langsung dengan wilayah Israel yang hanya di batasi oleh kawat berduri. Dari laporan anggota yang sedang melaksanakan tugas, diwilayah ini rawan pelanggaran batas wilayah sempat terjadi beberapa kali insiden pelanggaran tapi masih bisa diatasi.

 

Selanjutnya Letkol Inf Arfan Johan mengunjungi TP35 yang tingkat kerawanannya relatif hampir sama dengan TP34, dilanjutkan ke TP36 dan TP37. “Kepada seluruh anggota yang sedang bertugas untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan pedomani semua aturan-aturan UN yang berlaku,” tegasnya.

 

Melanjutkan kunjungannya, Letkol Inf Arfan mengunjungi Kompi A untuk mengecek kesiapan anggota, karena Kompi A ini adalah Kompi terdepan yang langsung berbatasan dengan Israel.

 

Selesai memberikan pengarahan kepada perwira di jajaran Kompi, Letkol Inf Arfan melanjutkan perjalanan ke Panorama Point, UNP (United National Post) 9-15 UNP 9-63 dan kunjungan diakhiri di Kompi B dengan melaksanakan Sholat Jumat bersama para anggota di Kompi tersebut. (Badar/Puspen TNI)

Kapuspen TNI : Tidak Benar Panglima TNI Menyetujui Oknum Militer Diadili Di Peradilan Umum

(Puspen TNI).  Terkait dengan pemberitaan di berbagai media massa  yang menyatakan bahwa  Panglima TNI menyetujui kasus pidana oknum militer akan diselesaikan di peradilan umum adalah TIDAK BENAR. Demikian ditegaskan Kapuspen TNI Mayjen TNI M.S. Fadhilah di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (16/12/2017).

 

Lebih lanjut disampaikan Kapuspen TNI Mayjen TNI M.S. Fadhilah bahwa pemberitaan yang dilansir oleh beberapa media TIDAK BENAR dan sudah diplesetkan redaksionalnya. “Adapun penjelasan Panglima TNI yang sebenarnya adalah Kita yang jelas siapa yang salah kita adili, rasa ​keadilan harus ada. Kita sedang bicarakan masalah harmonisasi antara KUHPM dan KUHP biar​ tidak ada pasal yang double. Dihukum di ​umum dituntut di militer. Tapi pada dasarnya kita akan tegakkan (hukum),” kata Kapuspen TNI.

 

Kapuspen TNI Mayjen TNI M.S. Fadhilah mengatakan  bahwa sesuai pasal 24 ayat 2 UUD 1945 menyatakan bahwa peradilan militer berkedudukan setara dengan peradilan umum berada di bawah Makamah Agung RI.  Sampai saat ini TNI telah memiliki perangkat hukum yang sudah mapan dan mampu mewadai serta menangani segala persoalan hukum secara tepat dan berkeadilan.

 

“Institusi TNI merupakan organisasi yang memiliki kekhususan  dalam pelaksanaan tugasnya (lec spesialis), Undang-Undang Nomor 31 tahun 1997 tentang peradilan militer sampai saat ini masih berlaku dan belum ada perubahan sehingga tindak pidana yang dilakukan oknum TNI dilaksanakan di peradilan militer,” ungkap Mayjen TNI Fadhilah.

 

Terkait wacana tindak pidana yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI di peradilan umum, Kapuspen TNI Mayjen TNI M.S. Fadhilah menjelaskan bahwa dalam prosesnya perlu dilaksanakan kajian khusus yang mendalam disertai dasar hukum yang jelas. Keberadaan peradilan umum dan peradilan militer sama-sama dijamin oleh konstitusi.

 

Kapuspen TNI mengatakan bahwa TNI sangat menjunjung tinggi supremasi hukum sehingga TNI akan selalu menempatkan hukum sebagai Panglima. Terhadap oknum prajurit TNI yang berbuat dan bertindak indiplisiner dan melanggar hukum, maka akan diberi sanksi dan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum. Yakinlah bahwa apabila ada oknum prajurit TNI yang melakukan tindak pidana akan diadili sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Semoga dengan pelurusan melalui klarifikasi ini tidak terjadi bias dan menimbulkan interprestasi yang keliru di masyarakat,” tutup Kapuspen TNI. (Badar/Puspen TNI)

Berita Foto : Panglima TNI Hadiri Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia

(Puspen TNI). Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., hadir mendampingi Presiden RI Joko Widodo pada Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia yang diikuti 20.000 orang pemuda dari Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Nahdatul Ulama  dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (KOKAM) Muhammadiyah bertempat di Lapangan Siwa Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman Yogyakarta, Sabtu (16/12/2017). (Badar/Puspen TNI)

FAHRI HAMZAH DI MUKTAMAR KAMMI: TAFSIR & AKTUALISASI MUSLIM NEGARAWAN HARUS SEGERA DIRUMUSKAN

Medan,Sumbawanews.com.- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah Fraksi PKS mengatakan bahwa sejak organisasi kepemudaan Islam KAMMI ia dirikan pada 1998, terus terjadi eksplorasi atas ide-ide tentang “Muslim Negarawan” yang menjadi tagline visi organisasi itu. Oleh sebab itu menjelang 20 tahun usianya, “Tafsir atas visi itu harus dirumuskan dan dibukukan kemudian diaktualisasikan.”

Fahri Hamzah menyampaikan hal itu saat memberikan kuliah kebangsaan di depan sekitar 600 peserta Muktamar ke-10 KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), Jumat (15/12) di Aula Madinatul Hujjaj, Asrama Haji Medan, Sumatera Utara. Muktamar sendiri telah berlangsung sejak hari Minggu (10/12) diikuti perwakilan dari seluruh Indonesia.

“Peran sejarah organisasi mahasiswa dalam situasi sekarang ini, salah satunya adalah melawan pikiran-pikiran salah, diantaranya pikiran-pikiran yang melawan negara di satu sisi dan melawan agama di sisi lain,” kata politisi PKS dari Sumbawa, NTB.

KAMMI sendiri adalah organisasi yang lahir pada masa reformasi, didirikan pada 29 Maret 1998. Fahri Hamzah adalah deklaratornya. Saat kegiatan berakhir, Muktamar sedang berlangsung dan memasuki tahap sidang untuk memilih dan menetapkan pengurus baru periode 2017-2019.(Es)

PKS Jika Tidak Sanggup Penuhi Perintah Pengadilan, Fahri Hamzah Persilahkan PKS Gugat Ke Kasasi

Jakarta,Sumbawanews.com- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyarankan DPP PKS menerima putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menolak upaya banding atas gugatannya. Jika tidak puas, dia menantang PKS mengajukan kasasi.

“Kalau para elite PKS tidak puas dengan dua keputusan pengadilan, atau tiga putusan pengadilan yaitu tentang provisi, pengadilan tingkat PN Jaksel tingkat I dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tingkat II silakan saja mengajukan kasasi,” ujar Fahri di kediamannya, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Fahri menilai, sikap DPP PKS yang tidak menerima hasil putusan pengadilan menunjukkan tidak ada semangat rekonsiliasi dengan dirinya.

Dia menilai pimpinan DPP PKS saat ini hanya ingin mengedepankan kepentingan pribadi dibanding partai.

“Itu menjelaskan bahwa dari awal memang motifnya bukan rekonsiliasi. Padahal dulu mengirim pesan pada saya terima saja hasilnya apa. Saya diminta menerima hasil kalau saya kalah. Tapi ternyata DPP-nya tidak mau menerima hasil kalau mereka yang kalah dan sudah dua kali kalah ini atau tiga kali malah dengan provisi tapi terus saja tidak mau menerima kekalahan,” katanya.

Dia mengingatkan agar DPP PKS tidak bersikap tidak mau kalah karena akan menghadapi tahun-tahun politik. Dia khawatir PKS akan tergerus suaranya pada Pemilu 2019 jika para elite politiknya mengedepankan kepentingan pribadi.

“Elite-elite PKS yang menggunakan partai ini untuk kepentingan pribadi, untuk dendam pribadi, dan untuk emosi pribadi. Itu akan membuat partai ini hancur dan semua yang berkeringat, berdarah, di bawah menjadi korban,” tegasnya.

Seperti diketahui, Fahri Hamzah kembali memenangkan gugatan melawan PKS. Hal ini setelah Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding yang dilakukan PKS atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Putusan PN Jaksel kala itu memenangkan Fahri yang menggugat pemecatannya oleh PKS. Pengacara Fahri, Mujahid Latief mengatakan hari ini sudah mendapatkan surat pemberitahuan isi putusan PT DKI Jakarta nomor 539/PDT/2017 /PT.DKI.

Surat itu berisi tentang putusan PT DKI Jakarta nomor 334/PDT/2017/PT DKI 24 Oktober 2017 dalam perkara DPP PKS (pembanding) melawan Fahri Hamzah (terbanding).

Dia menjelaskan makna dari putusan ini adalah permohonan banding yang diajukan oleh tergugat ditolak PT DKI Jakarta. Seluruh isi putusan PN Jaksel 2016 telah dikuatkan oleh PT DKI Jakarta.

“Yang intinya menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan nomor 14/Pdt.G/2016/PN.Jkt.Sel. tanggal 14 Desember 2016,” kata Mujahid. (Es)

Dirgahayu Ke-3 Bakamla RI

sumbawanews.com,- Bakamla RI menginjak usia ke-3 tahun.  Dalam rangka memperingatinya, Bakamla RI menggelar upacara peringatan HUT ke-3 dipimpin Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., di Taman Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017).

 

Upacara diikuti seluruh jajaran pimpinan Bakamla RI  dan tersusun dari beberapa peleton upacara, tidak hanya personel Bakamla RI, namun juga dari TNI AL, TNI AU, Baharkam Polri, PSDKP, Basarnas, Lemsaneg, dan Bea Cukai. Terlihat hadir sebagai tamu undangan Sesmenko Polhukam Letjen TNI Yoedi Swastono beserta para tamu undangan dari instansi maritim lain yaitu SopsAD, SopsAL, Koarmabar, BNN, Ditpolair Polda Metro Jaya, BNPT, Kemenhan, Bea Cukai, Kolinlamil, Kodim 0501, Bapeten, Basarnas, PSDKP, dan BMKG.

 

Dalam sambutannya, Kepala Bakamla RI menyatakan akan selalu teguh mengawal komitmen dan tujuan mulian didirikannya Bakamla RI. Dengan komitmen tersebut, katanya, Bakamla RI akan terus bekerja dan berkarya memberikan yang terbaik dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup bangsa.

 

Disisi lain, Bakamla RI perlu menata diri dan membenahi berbagai kekurangan dan kelemahan yang ada agar ke depannya mampu mentransformasikan diri sebagai institusi penjaga keamanan dan keselamatan laut yang handal, modern dan dibanggakan oleh bangsa dan negara.

Lebih lanjut Laksdya Ari juga berpesan agar senantiasa melakukan introspeksi diri, melihat kekurangan, baik dalam bidang operasi, manajemen, kualitas, kapasitas, dan kapabilitas SDM, sarana dan prasarana serta anggaran maupun output organisasi.

 

Seluruh prestasi yang disandang, lanjutnya, tidak terlepas dari kerja keras dan pengabdian tanpa pamrih seluruh pengawak Bakamla RI.

Bakamla RI dan TNI AL Gelar Operasi Khusus amankan Rumpon Di Laut Seram

sumbawanews.com,- Bakamla RI bersama TNI AL memulai Operasi khusus pengamanan rumpon illegal di Laut Seram, Kamis (14/12/2017).

 

Dengan menggunakan kapal TNI AL KRI Soputan-923 serta melibatkan sejumlah personel dari Satgas 115, operasi khusus yang dilaksanakan guna mendukung Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) ini ditujukan untuk mengangkat dan mengamankan rumpon ilegal.

 

Hal ini sejalan dengan penekanan yang pernah disampaikan Menteri KKP Susi Pujiastuti selaku Komandan Satgas 115 dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Satgas 115, agar mentertibkan rumpon-rumpon ilegal yang terdapat di beberapa wilayah perairan Indonesia, dikarenakan keberadaan rumpon-rumpon tersebut mengganggu aktivitas perikanan nelayan setempat.

 

Sebagaimana diketahui bahwa rumpon merupakan salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dilaut, baik laut dangkal maupun laut dalam dengan tujuan untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul disekitar rumpon sehingga ikan mudah untuk ditangkap. Dengan adanya rumpon-rumpon tersebut, gerombalan ikan yang seharusnya bermigrasi dari satu wilayah ke wilayah lain menjadi tertahan di titik-titik tertetu yang telah dipasangi rumpon. Hal ini tentunya sangat merugikan bagi nelayan tradisional yang tidak memiliki kemampuan membuat rumpon maupun berlayar sampai ke tengah laut untuk mencari ikan.

 

Sebagai negara yang memiliki hak berdaulat dalam pengelolaan sumber daya alam di wilayah teritorial dan ZEE-nya, Indonesia harus melindungi hak nelayan tradisional untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam berusaha mencari ikan di wilayah perairan Indonesia. Oleh karenanya, Operasi patroli Bakamla RI hadir guna mendukung pengamanan tersebut.

 

Laut Sulawesi dan Laut Seram merupakan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI) yang mengandung sumber daya perikanan yang cukup besar. Sejak beberapa puluh tahun yang lalu, sumber daya perikanan di wilayah ini khususnya ikan tuna dan cakalang menjadi primadona ekspor, bahkan banyak Kapal Ikan Asing (KIA) asal Philipina yang mencari ikan sampai ke wilayah ini tanpa ijin. Dari beberapa negara di kawasan, Jepang dan Philipina merupakan negara yang sudah menerapkan penggunaan rumpon secara modern dimana rumpon-rumpon tersebut telah dilengkapi dengan alat pendeteksi ikan yang dapat dimonitor dari kapal penangkapnya.

 

Pada Operasi Nusantara IX Bakamla RI yang digelar pada bulan Nopember dan Desember tahun lalu (2016), melalui unsur KP Orca-03 milik PSDKP-KKP dan KRI Soputan-923 milik TNI AL 2016, Bakamla RI berhasil mengamankan 34 buah rumpon ilegal yang tersebar di Laut Sulawesi, khususnya di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) yang berbatasan dengan Philipina.

 

Dalam beberapa hari kedepan, KRI Soputan yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Petrus Indra Cahyadi dan tim yang tergabung dalam Satgas 115 ini diharapkan dapat mengangkat dan mengamankan sejumlah rumpon ilegal yang banyak merugikan nelayan tradisional tersebut. Sebagai salah satu anggota Satgas 115, Bakamla RI akan selalu mendukung kebijakan Pemerintah dalam pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal dan penertiban rumpon-rumpon illegal untuk mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa Indonesia. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI : Kemandirian Industri Strategis Dalam Negeri Dukung Kebutuhan Alutsista TNI

sumbawanews.com,- Untuk mendukung kebutuhan Alutsista TNI baik Angkatan Darat, Laut dan Udara maka industri strategis dalam negeri harus terus ditingkatkan. Kemandirian industri strategis sangat penting untuk mendukung Alutsista yang diperlukan oleh TNI, seperti yang sudah di produksi oleh PT. Pindad, PT. PAL dan PT. DI.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono dan Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, dihadapan awak media usai ramah tamah dengan Presiden RI Ir. Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/12/2017).

 

Lebih lanjut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa harapan dari kemandirian industri strategis secara bertahap, agar kebutuhan Alusista  TNI tidak tergantung dengan industri-industri dari luar negeri.

 

Pada acara ramah tamah dengan Presiden RI Ir. Joko Widodo tersebut, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa pada saat masa transisi peralihan kepemimpinan di tubuh TNI, semuanya berjalan dengan aman dan lancar serta dilaksanakan dengan baik sesuai rencana yang ada. “Ini semua berkat dukungan dari Kepala Staf Angkatan Darat dan Kepala Staf Angkatan Laut, sehingga soliditas itu sangat kuat,” ungkapnya.

 

Sementara itu terkait kesejahteraan prajurit TNI, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa prajurit-prajurit yang melaksanakan tugas jauh dari satuan induk dan jauh dari keluarga akan diperhatikan, terutama prajurit yang bertugas di daerah Timur perbatasan.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, yang paling penting adalah memberikan rasa aman dan nyaman terhadap keluarganya. “Apabila para prajurit sudah memiliki rumah pribadi, mereka juga akan merasa aman dan nyaman, karena kebutuhan pokok akan perumahan prajurit sudah bisa dipenuhi,” ujarnya.

 

Panglima TNI mengatakan bahwa proses ini terus berjalan bahkan Presiden RI Joko Widodo minta untuk dilaporkan, apa-apa yang diperlukan untuk prajurit, tentunya yang paling pokok adalah tetap menjaga soliditas TNI secara internal maupun soliditas dengan Polri. “Apabila tercapai suatu kesatuan solidaritas TNI-Polri yang tinggi, tentunya akan berpengaruh bagi seluruh aspek kehidupan yang ada,” katanya. (Mad/Puspen TNI)

Berita Terkini

Iran-AS Sepakat Damai, Israel Tetap Bertahan di Lebanon

Sumbawanews.com,- Meski Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai yang membuka jalan bagi penarikan pasukan dari kawasan konflik, Israel menegaskan tidak akan mengosongkan...

Judul: Jutaan Lagu Terpakai untuk Latih AI, Taylor Swift hingga Bad Bunny Ikut

Sumbawanews.com,- Investigasi mendalam oleh The Atlantic mengungkap bahwa jutaan lagu berhak cipta—termasuk karya superstar global seperti Taylor Swift dan Bad Bunny—telah digunakan tanpa izin...

Kyiv Diguncang Serangan Rudal, Asap Tebal Menyelimuti Kota

Sumbawanews.com,- Serangan udara beruntun meluluhlantakkan ibu kota Ukraina, Kyiv, pada dini hari Senin (15/6). Rudal dan drone milik Rusia menghantam sejumlah gedung apartemen di...

Fox Kuasai Roku, Penguasa TV Streaming Dunia

Sumbawanews.com,- Fox Corporation resmi mengakuisisi Roku senilai $22 miliar dalam kesepakatan yang akan mengubah peta kekuasaan industri streaming global. Dengan basis pengguna lebih dari...

TCL A65K Soundbar: Kompak, Cerdas, dan Harga Terjangkau

Sumbawanews.com,- Di tengah maraknya soundbar berukuran besar dan harga selangit, TCL A65K hadir sebagai solusi cerdas bagi penghuni apartemen atau ruang terbatas yang tetap...

Berita Utama