Home Blog Page 3133

Panglima TNI Pimpin Apel Khusus Awal Tahun 2018

????????????????????????????????????

(Puspen TNI).  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memimpin pelaksanaan Apel Khusus awal Tahun Baru 2018, yang diikuti oleh 2.884 Prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Mabes TNI, bertempat di Lapangan Upacara Gedung B-3 Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (02/01/2018).

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat pengabdian seluruh Prajurit dan ASN jajaran TNI, karena telah melewati tahun 2017 dengan sarat prestasi dan kinerja yang baik.  “Perkembangan situasi dan kondisi keamanan nasional saat ini lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya. Selama kurun waktu satu tahun telah banyak yang kita perbuat sesuai tugas yang diamanahkan kepada TNI, baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” ujarnya.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, banyak tugas OMSP yang telah dikerjakan oleh prajurit TNI yang melebihi panggilan tugas. Salah satunya di penghujung tahun 2017, prajurit TNI berhasil membebaskan sandera di Timika, Papua Barat.  Demikian juga pelaksanaan tugas luar negeri, prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB dinilai berhasil karena dapat berbaur dengan masyarakat setempat dan diapresiasi oleh masyarakat dunia. “Inilah wujud profesionalisme yang telah ditunjukkan oleh para prajurit TNI,” katanya.

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap, prestasi dan kinerja optimal TNI yang telah mendapatkan penilaian positif dari masyarakat selama ini harus senantiasa dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.  “Impelementasinya, Prajurit dan ASN jajaran TNI harus selalu menjadi suri tauladan dalam kepatuhan dan ketaatan terhadap ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku dimanapun berada dan bertugas,” tegasnya.

 

Pada Apel Khusus tersebut Panglima TNI juga menyampaikan, dibalik kesuksesan pelaksanaan tugas tersebut masih ada oknum Prajurit dan ASN TNI melakukan tindakan dan perilaku yang melanggar norma dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. “Semua pelanggaran yang dilakukan oleh oknum Prajurit dan ASN TNI harus diselesaikan secara adil dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

 

Selanjutnya dalam menghadapi tantangan yang tidak semakin ringan ke depan, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa TNI akan terus mentransformasi diri menjadi suatu organisasi yang profesional, modern, dan tangguh.  Menurutnya, TNI harus berisikan SDM yang berjiwa satria, militan, loyal dan profesional sehingga mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik yang datangnya dari luar maupun dalam negeri.  “Pengelolaan SDM TNI harus berbasis kompetensi untuk mencapai standar kemampuan dan profesionalisme, rekrutmen dilaksanakan secara bersih, transparan, humanis, dan bebas KKN,” tegasnya.

 

Pada aspek kesejahteraan, kedepan TNI akan berorientasi pada peningkatan kinerja dan akuntabilitas organisasi untuk mencapai remunerasi secara bertahap sampai 100%, peningkatan gaji dan lauk pauk prajurit serta pemenuhan kebutuhan perlengkapan perorangan. “Hal lainnya yang tidak kalah penting adalah pemenuhan perumahan dinas, kemudahan akses pendidikan serta pelayanan kesehatan prajurit dan keluarganya,” ungkap Panglima TNI.

 

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan kembali bahwa TNI akan tetap netral dan menjamin Pilkada berjalan aman, tertib dan lancar. “Kepada seluruh prajurit TNI, saya perintahkan untuk bersikap netral dan melaksanakan pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegasnya.

 

Sebelum mengakhiri amanatnya, Panglima TNI  Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan Perintah Harian untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh Prajurit dan ASN TNI dalam melaksanakan tugas. Pertama,  mantapkan dan tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kedua, sikapi secara cerdas terhadap perkembangan lingkungan strategis, upaya adu domba, provokasi, penyalahgunaan media sosial dan serangan cyber dengan memanfaatkan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Ilpengtek). Ketiga, tingkatkan kualitas kinerja Prajurit, kembangkan budaya belajar dan berlatih dengan dilandasi disiplin, dedikasi dan semangat kerja menuju TNI yang militan, loyal dan profesional.  Keempat, berikan dharma bhakti terbaik dalam pelaksanaan tugas dan jadikan sebagai ladang ibadah dengan mematuhi aturan hukum serta hindari pelanggaran sekecil apapun yang dapat menurunkan citra TNI. Kelima, laksanakan pengelolaan anggaran / keuangan secara proporsional dengan mengutamakan prinsip transparansi  dan akuntabel sesuai aturan  perundang-undangan untuk meningkatkan profesionalisme TNI dan kesejahteraan Prajurit. Keenam, mantapkan soliditas dan sinergitas internal TNI dengan komponen bangsa lainnya dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Ketujuh, pegang teguh komitmen netralitas dan jati diri TNI dengan tidak terlibat politik praktis serta tingkatkan kemanunggalan dengan rakyat. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : TNI Hargai dan Dukung Emansipasi Wanita

 

(Puspen TNI).  Sampai saat ini TNI Angkatan Udara sudah melahirkan empat generasi penerbang Wanita Angkatan Udara (Wara), yaitu generasi pertama penerbang Letda Pnb Lulu Lugiyati dan Letda Pnb Herdini, generasi kedua Hermuntasih dan Sulastri Baso, generasi ketiga Veronika dan generasi keempat adalah Variana dan Ambar.

 

“Hal ini menunjukkan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) sangat menghargai dan mendukung emansipasi wanita, dimana Wara juga bisa menjadi penerbang,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada Peresmian Booth Display Penerbang Wanita Pertama, di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta, Jumat (29/12/2017).

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa sejarah telah membuktikan, pada tahun 1964 TNI AU telah melahirkan penerbang pertama Wara yaitu Letda Pnb Lulu Lugiyati dan Letda Pnb Herdini. “Dua orang perintis pilot perempuan tersebut telah mampu menjadi pelopor dan motivasi juang kepada generasi penerus, sehingga lahir penerbang Wara lainnya. Saat ini sedang dididik dua Wara dari Taruni Angkatan 2017 untuk menjadi penerbang,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa awalnya Wara hanya dididik dari kejuruan hukum, perawat atau dokter untuk memenuhi kebutuhan di luar Korps Operasi. “Untuk kebutuhan Korps Operasi, setahun kemudian Wanita Angkatan Udara sudah bisa membuktikan bahwa mereka juga mampu ditugaskan di Korps Operasi sebagai penerbang,” ujarnya.

 

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Herdini, karena telah menjadi pelopor dan memberikan semangat kepada generasi penerus Wanita Angkatan Udara,” kata Panglima TNI mengakhiri sambutannya. (Badar/Puspen TNI)

Silaturahmi Dansatgas Indobatt dengan Kepala Distrik Desa Tulin Lebanon Selatan

(Pen Konga XXIII-L/Unifil).  Komandan Satgas Indonesian Battalion (Dansatgas Indobatt) Batalyon Mekanis Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan, Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P. menghadiri undangan Mayor (Kepala Distrik) Desa Tulin Mr. Faddel Mohmoud dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi.

 

Dalam pertemuan dengan Mr. Faddel Mohmoud di Rumah Makan Aresh Elmolok, Desa Tulin, Lebanon Selatan, Jumat (29/12/2017), Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto yang didampingi beberapa Perwira Staf Cimic (Civil Military Coordination) mengatakan bahwa Kontingen Garuda akan selalu membina hubungan yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat di sekitar Markas Indobatt.

 

“Pertemuan dalam bentuk silaturahmi dengan para Mayor (Kepala Distrik) yang ada di area operasi Markas Indobatt, sangat bagus dalam menjaga silaturahmi yang sudah berjalan selama ini,” kata Letkol Inf Arfan Johan Wihananto.

 

Sementara itu, mewakili masyarakat Desa Tulin, Mr. Faddel Mohmoud selaku Kepala Distrik menyampaikan selamat datang kepada Prajurit TNI dibawah pimpinan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto yang tergabung dalam Kontingen Garuda Satgas Indobatt. “Selama ini Kontingen Garuda telah menjaga keamanan dan menjalin komunikasi yang sangat baik dengan masyarakat Tulin,” ucapnya.

 

Mr. Faddel Mohmoud juga menyampaikan bahwa masyarakat merasa terbantu dengan keberadaan Kontingen Garuda Satgas Indobatt, khususnya melalui kegiatan Civil Military Coordination yang sering mengadakan kegiatan pelayanan sosial seperti medical camp, penyuluhan tentang pendidikan serta kegiatan kesenian dan berbagai kegiatan positif lainnya sesuai dengan motto Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil yaitu “Garuda Hebat”.

 

Turut hadir dalam acara silaturahmi tersebut, diantaranya Wisam Jamil Al Hayek sebagai Kaem Makam Distrik Marjayoun dan Tibne Platoon Leader Capt Hasan Srur. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Pemuda Harus Miliki Daya Inovasi dan Kreasi

(Puspen TNI).  Pemuda harapan Bangsa Indonesia harus memiliki daya inovasi dan daya kreasi yang sangat luar biasa untuk melakukan perubahan dan mampu mengikuti perkembangan jaman yang terus berubah.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat menerima siswa dan siswi Kelas X Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara (SMA TN) TA. 2017/2018, di Ruang Rapat Paripurna Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (29/12/2017).

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, untuk membangun suatu bangsa yang kaya dengan keberagaman suku, adat, budaya dan agama  tidak hanya dibutuhkan pemuda yang memiliki kemampuan intelejensi yang tinggi saja, tetapi juga pemuda yang harus memiliki moral yang tinggi. “Dengan intelejensi dan bermoral tinggi, pemuda Indonesia dinilai mampu menjaga ke-Bhineka Tunggal Ika-an Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucapnya.

 

“Harapan kita hanya pada pemuda, sehingga kalianlah yang akan meneruskan menjaga Indonesia ini. Saya lihat kalian mempunyai  aura positif dan semuanya dengan tatapan mata yang tajam ingin memajukan Indonesia,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

 

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa negara Indonesia sangat luas dengan 17.000 lebih pulau yang terhampar dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu, kita harus tetap menjaga kesatuan dan persatuan agar bangsa ini tidak pecah.

 

“Para siswa SMA Taruna Nusantara yang datang dari berbagai suku dan agama, harus memanfaatkan situasi ini dengan baik, jalin komunikasi antar suku, hormati perbedaan yang ada, semuanya harus kita jaga karena itulah Indonesia,” ujar Panglima TNI.

 

Mengakhiri pengarahannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengharapkan pemuda Indonesia, khususnya siswa-siswi SMA Taruna Nusantara menjadi agen perubahan menuju kemajuan bangsa.

 

“Saya yakin kalian semua adalah generasi milenial yang siap menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Jadikanlah Indonesia yang terhebat di mata dunia dan kalianlah yang akan mampu untuk melakukan itu,” tutup Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Badar/Puspen TNI)

Berita Foto : Panglima TNI Hadiri Perayaan Natal Bersama Nasional 2017

(Puspen TNI).  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri Perayaan Natal Bersama Nasional 2017  di Rumah Radakng, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (28/12/2017).

Perayaan Natal tersebut dihadiri pula oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo beserta Ibu Iriana, Pejabat Tinggi Negara, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Soliditas TNI dan Polri Tidak Bisa Ditawar Lagi

(Puspen TNI).  Cuma ada satu kunci untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ‘gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo’ yaitu soliditas TNI dan Polri.  Oleh sebab itu, soliditas TNI dan Polri adalah harga mati dan tidak bisa ditawar lagi.

 

Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan ribuan prajurit TNI dan personel Polri se-wilayah Kalimantan Barat, bertempat di Makodam XII/Tanjungpura, Jl. Trans Kalimantan, Sungai Raya, Kapur, Kubu Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (28/12/2017).

 

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur mulai dari Sabang sampai ke Merauke termasuk Trans Sumatera, Trans Papua, Jalur Kereta, Tol Laut dan Jembatan Udara, serta menghilangkan disparitas dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 

Menurut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, semuanya itu tidak akan bisa lancar tanpa adanya soliditas antara TNI dan Polri.  Oleh sebab itu, sebagai prajurit TNI dan Polri harus tetap menjaga soliditas dalam rangka mengamankan pembangunan yang sudah dan sedang berjalan.  “Sebenarnya soliditas TNI dan Polri sudah terbangun dan terpelihara dengan baik sejak dulu dalam bentuk kerja sama.  Sampai saat ini, kita tetap menjaga itu dan bila perlu ditingkatkan lebih tinggi lagi,” ujarnya.

 

Dihadapan ribuan prajurit TNI dan personel Polri, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa dirinya selaku Panglima TNI telah berkomitmen dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menunjukkan kepada masyarakat, termasuk prajurit TNI dan personel Polri sampai ke satuan bawah tetap solid dan satu.

 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prajurit TNI dan personel Polri yang telah bekerja sama menunjukkan soliditasnya dalam mengamankan perayaan Natal tahun ini.  “Perayaan Natal 25 Desember 2017 bisa berjalan dengan aman dan damai.  Damai di bumi dan damai dihati, berkat kerja sama yang erat antara TNI dan Polri,” ungkapnya.

 

Sementara itu, terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2018 serta Pemilu Legislatif dan Presiden tahun 2019,  Panglima TNI berpesan kepada prajurit TNI dan personel Polri untuk tetap menjaga netralitas dan melaksanakan pengamanan dalam pesta demokrasi.  “Mari kita membantu Kepolisian sesuai dengan Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Tidak usah berpikir yang panjang lebar dan dijabarkan, ikuti aturan yang ada, tujuannya satu untuk NKRI,” ujarnya.

 

Mengakhiri pengarahannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa apabila kita (TNI dan Polri) sudah bisa mengamankan Pemilu itu dengan baik, maka Indonesia akan menjadi negeri yang damai karena semua bisa berjalan dengan sukses, termasuk perbantuan TNI kepada Polri.  “Netralitas TNI dan Polri harus dijaga demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk mewujudkan Indonesia Raya,” katanya. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Misi UNIFIL Membawa Nama Baik TNI dan Membanggakan Bangsa

(Puspen TNI). Selama para prajurit TNI menjalankan misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) telah banyak pengalaman yang diperoleh, dimana pengalaman tersebut menjadi begitu berharga dan sekaligus membawa nama baik TNI, serta membanggakan bagi seluruh bangsa yang kita cintai ini.

 

Demikian sambutan tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. pada upacara militer Penerimaan Purna Tugas Satgas Kontingen Garuda UNIFIL tahun 2016-2017 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (28/12/2017).

 

“Berbagai prestasi dan apresiasi dalam bentuk penghargaan yang telah kalian terima dari pejabat UN, Pemerintah RI (Duta Besar) maupun LAF (Lebanese Armed Force) hendaknya menjadi dorongan dan motivasi untuk senantiasa memberikan pengabdian yang terbaik bagi TNI, bangsa dan negara,” ujar Panglima TNI.

 

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa kebanggaan dengan berbagai prestasi yang diterima akan semakin sempurna, ketika para prajurit kembali ke satuan masing-masing dapat mengaplikasikan pengalaman tersebut bagi kemajuan satuan dalam pelaksanaan tugas kedepan.  “Pelihara terus semangat dan kekompakan yang mencerminkan soliditas TNI sebagai kekuatan bangsa yang dapat diandalkan, serta jaga prestasi tersebut bagi pelaksanaan tugas berikutnya di kesatuan masing-masing dengan lebih berdisiplin, kreatif dan dedikatif,” tegasnya.

 

“Saya selaku Pimpinan TNI dan atas nama seluruh prajurit TNI, menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi, semangat dan loyalitas para prajurit sekalian, yang telah melaksanakan tugas pada misi PBB UNIFIL dengan baik dan sukses,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

 

Dalam sambutannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi  Tjahjanto, S.I.P. mengingatkan kembali bahwa beberapa waktu ke depan bangsa Indonesia akan menghadapi tahun politik yaitu dengan dilaksanakannya  Pilkada  serentak.  “Walaupun TNI tidak memilih, namun kita masih harus menyiapkan diri untuk membantu keamanan, agar Pilkada serentak bisa berjalan lancar, aman, damai, dan stabilitas nasional tetap terjaga,” ujarnya.

 

Panglima TNI mengatakan bahwa sikap netral TNI harus benar-benar dipelihara, karena di situ TNI bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat.  “Netralitas TNI menjadi taruhan kita, jangan sampai ada satu prajurit pun yang tidak netral. Kita harus membuktikan diri sebagai prajurit yang professional dan setia kepada Undang-Undang, Bangsa dan Negara,” tegasnya.

 

Dalam rangkaian upacara tersebut, disematkan penghargaan Tanda Kehormatan Satya Lencana Santi Dharma kepada 1.169 prajurit TNI dari Pemerintah Republik Indonesia (RI) berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo Nomor 106/TK/Tahun 2017, tanggal 30 Oktober 2017.

 

Satgas Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL tahun 2016-2017 berjumlah 1.169 Prajurit TNI, terbagi dalam beberapa Satgas yaitu 50 personel Satgas Force Head Quarter Support Unit (FHQSU) Konga XXVI-I-1 dipimpin Kolonel Inf Surya Wibawa Suparman, 850 personel Batalyon Mekanis (Yonmek) Konga XXIII-K dipimpin Letkol Inf Yudi Gumelar, S.Pd.,  150 personel Force Protection Company  (FPC) Konga XXVI-I-2 dipimpin Mayor Inf I Made Putra Suartawan, 75 personel  Military Police Unit (MPU) Konga XXV-I dipimpin Letkol Cpm Joni Kuswaryanto, S.H., 18 personel Military Community Outreach Unit (MCOU) Konga XXX-G dipimpin Mayor Inf Roy Chandra Sihombing, 6 (Enam) personel Civil Military Coordination (CIMIC) Konga XXXI-G dipimpin Mayor Arh Choirul Huda, 9 (Sembilan) personel Level II Hospital Konga XXXIX-H dipimpin Mayor Laut (K) Wagiyo, S.Kep, dan 11 personel Milstaf Seceast Unifil dipimpin Kolonel Inf Pribadi Jatmiko. (Badar/Puspen TNI)

Pasukan Garuda Rayakan Hari Natal 2017 di Bumi Afrika Tengah

(Pen Konga XXXVII-D/Minusca. Kamis, 28 Desember 2017).  Pasukan Garuda Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) yang beragama Nasrani, beberapa waktu lalu merayakan Hari Natal 2017 di ruang ibadah Indo Eng Coy Camp, Mpoko, Bangui, Republik Afrika Tengah.

 

Dalam kesempatan tersebut, Mayor Arh Reza Mamoribo menyampaikan bahwa berita kelahiran adalah sesuatu yang amat penting, apalagi menyangkut kelahiran seorang tokoh besar. “Bisa berlembar-lembar halaman untuk menuliskannya dan ditambahkan dengan bumbu-bumbu agar kesannya lebih dramatis,” ucapnya.

 

Tetapi mari kita bandingkan dengan berita kelahiran Yesus, “Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan”(Lukas 2:6-7).

 

“Sungguh sederhana dan biasa-biasa saja. Seakan-akan tidak sedang menceritakan sesuatu yang istimewa,” kata Mayor Arh Reza Mamoribo.

 

Perayaan Natal yang dilaksanakan secara sederhana di Indo Eng Coy Camp tidak mengurangi makna dari perayaan itu sendiri, yang mana dalam kesederhanaan peringatan Natal ini tetap menunjukkan semangat Natal yang sebenarnya dan mengharap berkat-Nya dalam kesederhanaan. Karena bukan bagaimana cara merayakannya, akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana memaknai Natal itu sendiri.

 

Kegiatan perayaan Natal dihadiri pula oleh Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. beserta Perwira Staf dan anggota Milstaf. Tidak ketinggalan pula anggota satgas lain yang turut hadir, sebagai simbol kerukunan dan toleransi antar umat beragama.

 

Dengan hal ini semoga dapat memperkokoh ikatan persaudaraan anggota Satgas Minusca demi kelancaran dan kesuksesan dalam menjalankan misi di Republik Afrika Tengah dan nantinya dapat kembali ke Indonesia dengan membawa keberhasilan dan kebanggaan bagi Bangsa dan Negara.

 

Pasukan Garuda Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca berjumlah 200 personel dari ketiga angkatan (176 personel TNI AD, 19 personel TNI AL dan 5 personel TNI AU) dibawah pimpinan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. sebagai Dansatgas, yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Batalyon Zipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya, Jawa Timur.

 

Satgas Konga XXXVII-D/Minusca yang akan bertugas selama satu tahun ke depan, memiliki tugas untuk membantu PBB dalam berbagai pekerjaan seperti pembuatan super camp, perbaikan jalan, pembangunan jembatan, perbaikan pangkalan, pembuatan perimeter camp dan perbaikan-perbaikan konstruksi lainnya. Selain tugas pokoknya tersebut, Satgas Kompi Zeni TNI berupaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat di daerah misi serta mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat Republik Afrika Tengah. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Komitmen TNI Wujudkan Manajemen Transparan dan Akuntabel

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

(Puspen TNI). Pengucapan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas merupakan bentuk implementasi dan komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mewujudkan manajemen yang transparan dan akuntabel.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P. pada acara Penyumpahan Jabatan dan Penandatanganan Pakta Integritas serta Sertijab Pangkohanudnas, Koorsahli Panglima TNI, Kabais TNI, Danpom TNI, Dansatkomlek TNI serta Dandenma Mabes TNI di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (27/12/2017).

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen untuk melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang tanggung jawabnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan termasuk kesanggupan untuk tidak melakukan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa pemberantasan KKN di lingkungan TNI bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, menumbuhkembangkan keterbukaan dan kejujuran, serta memperlancar pelaksanaan tugas yang berkualitas, efektif, efisiensi dan akuntabel.

 

“Pemberantasan KKN juga membantu pemerintah dalam upaya mewujudkan pemerintah dan masyarakat Indonesia yang maju, mandiri, bertanggung jawab dan bermartabat dengan dilandasi oleh nilai-nilai luhur budaya bangsa, Pancasila dan UUD 1945,” ujar Panglima TNI.

 

Lebih lanjut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa jabatan Pangkohanudnas, Koorsahli Panglima TNI, Kabais TNI, Danpom TNI, Dansatkomlek TNI serta Dandenma Mabes TNI merupakan jabatan strategis di lingkungan Mabes TNI dalam upaya pencapaian tugas pokok TNI.

 

“Setiap satuan kerja di lingkungan TNI, dalam pelaksanaan tugasnya harus mampu menyajikan data yang akurat sebagai gambaran keadaan yang sesungguhnya, sehingga dapat menjadi bahan masukan bagi pimpinan guna menetapkan kebijakan dan keputusan yang tepat,” kata Panglima TNI.

 

Adapun serah terima jabatan tersebut, yaitu Pangkohanudnas dari Marsdya TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. kepada Marsda TNI Imran Baidirus, S.E.; Koorsahli Panglima TNI dari Mayjen TNI Nurendi, M.Si.(Han) kepada Mayjen TNI Wardiyono, S.I.P., M.B.A., M.M.; Kabais TNI dari Mayjen TNI Ilyas Alamsyah kepada Marsda TNI Kisenda Wiranata Kusuma, M.A.;  Dan POM TNI dari Letjen TNI Dodik Widjanarko, S.H. kepada Mayjen TNI Dedy Iswanto, S.E.; Dansatkomlek TNI dari Brigjen TNI Jumadi kepada Brigjen TNI Budi Prijono, S.T., M.M.; serta Dandenma Mabes TNI dari Brigjen TNI T. Beny Firmansyah kepada Kolonel Inf Asep Syaripudin. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Jadikan Event Dunia Sasaran Pembinaan Latihan Petembak TNI

(Puspen TNI).  Hasil prestasi juara Lomba Menembak Piala Panglima TNI Tahun 2017 harus diapresiasi dan dijadikan potret bagi tiap-tiap kontingen, guna mengevaluasi dan merencanakan pembinaan prestasi petembak secara profesional searah dengan kemajuan sport management, melalui sistem dan metoda Pembinaan Latihan Satuan (Binlatsat).

 

Demikian  amanat tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan Kasum TNI  Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A pada Penutupan Kejuaraan Menembak Piala Panglima TNI Tahun 2017 yang diselenggarakan TNI AU, bertempat di Lapangan Tembak Wing I Paskhas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (22/12/2017).

 

“Jadikan event menembak dunia sebagai sasaran dalam pembinaan dan latihan petembak, dengan mempedomani catatan pencapaian prestasi yang telah diraih, sebagai tolok ukur pembinaan prestasi dan motivasi atlet petembak angkatan,” kata Panglima TNI.

 

Terkait event tersebut, Panglima TNI mengatakan agar memprogramkan event menembak pada masing-masing angkatan sebagai bagian penyiapan keikutsertaan TNI pada Kejuaraan Asia-Asia Pasific Military Shooting Championship, AASAM (Australian Army of Skill Arms at Meeting) dan mempertahankan prestasi Juara Umum Lomba Tembak BISAM (Brunei International Skill Arms Meet) tahun 2018 di Brunei Darussalam.

 

Lebih lanjut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan agar mempedomani filosofi ‘Ala Bisa Karena Biasa’ yang berorientasi pada azas tujuan dalam pembinaan dengan pengembangan sistem dan metoda latihan yang berkelanjutan, serta evaluasi dari setiap tahapan latihan. “Selenggarakan event menembak di masing-masing angkatan sebagai evaluasi hasil pembinaan dan latihan satuan menuju event menembak tingkat Piala Panglima TNI selanjutnya,” ujarnya.

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengucapkan selamat kepada para atlet petembak yang meraih predikat juara pada Kejuaraan Menembak Piala Panglima TNI tahun 2017. “Kepada yang belum berhasil, saya ingin mengatakan sekaligus mengingatkan bahwa hasil hari ini merupakan tantangan untuk tampil lebih baik di hari esok, sekaligus menjadi bahan evaluasi masing-masing angkatan dalam pembinaan petembak selama ini,” ujarnya.

 

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menetapkan TNI AD sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejuaraan Menembak Piala Panglima TNI pada tahun 2018. “Saya minta disiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk penyelenggaraan lomba tembak” pungkasnya.

 

Adapun perolehan medali hasil Kejuaraan Menembak Piala Panglima TNI Tahun 2017. yaitu Mabes TNI (3 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu), TNI AD (32 Emas, 16 Perak, 2 Perunggu), TNI AL (6 Emas, 20 Perak, 5 Perunggu) dan TNI AU (1 Emas,4 Perak, 19 Perunggu). Keluar sebagai Juara Umum adalah kontingen TNI AD. (Badar/Puspen TNI)

Berita Terkini

Adu Banteng di Wonogiri, Tiga Nyawa Melayang

Sumbawanews.com,- Wonogiri – Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wuryantoro-Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Kamis (11/6/2026) sore. Dua sepeda motor saling bertabrakan head-on dalam insiden...

Tiga Pelaut India Tewas dalam Serangan Kapal Tanker di Selat Hormuz

Sumbawanews.com,- Tiga awak kapal tanker MT Settebello asal India tewas setelah kapal tersebut menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat di lepas pantai Oman, dekat...

Polri Sita Pabrik Emas Ilegal di Sidoarjo

Sumbawanews.com,- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyita seluruh sarana dan prasarana pabrik pemurnian emas milik PT Simba Jaya Utama di Jalan...

Grok Masih Sebarkan Deepfake Seksual Selebritas

Sumbawanews.com,- Meski telah berjanji memperketat pengawasan, chatbot Grok milik Elon Musk masih digunakan untuk membuat dan menyebarkan gambar serta video seksual nonkonsensual terhadap selebritas...

Polda Papua Tengah Bangun Sinergi Tokoh Masyarakat untuk Kamtibmas

Sumbawanews.com,- Polda Papua Tengah memperkuat jaringan keamanan melalui sinergi strategis dengan tokoh masyarakat, adat, agama, perempuan, dan pemuda dalam rangka Operasi Cinta Damai Noken...

Berita Utama