Home Blog Page 3086

12 Personel Unifil Periksa Perlengkapan Satgas Indobatt Konga XXIII-L

(Adshit Al Qusayr. Selasa, 6 November 2018).  Sebanyak 12 personel Contingent Owned Equipment (COE) dan Operational Readiness Inspections (ORI) yang tergabung dalam Tim Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) memeriksa perlengkapan operasional Satgas Indonesian Battalion (Indobatt) Konga XXIII-L/Unifil yang berada di Markas Indobatt UNP 7-1 Adshit Al Qusayr dan Kompi-Kompi terluar, Lebanon Selatan.

 

Pemeriksaan yang dilaksanakan oleh Tim COE dan ORI Unifil bertujuan untuk menghindari kecil kemungkinan terjadi kekeliruan atau kesalahan operasional dalam penggunaan alat peralatan maupun kesiapan sarana pendukungnya.

 

Kedatangan para personel COE dan ORI Tim Unifil yang dipimpin oleh Mrs. Veronica diterima langsung oleh Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P. didampingi Wadansatgas Mayor Inf Didiet Trilaksono dan Ketua Tim COE/ORI Indobatt Mayor Tek Fajri Hidayat Nasution yang sehari-hari menjabat Kepala Seksi Logistik Indobatt XXIII-L.

 

Kegiatan pengawasan dan pemeriksaan terhadap penggunaan fasilitas United Nations (UN) Satgas Indobatt yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, diawali dengan melaksanakan pemeriksaan secara menyeluruh di Kompi-Kompi terluar, seperti Kompi Alfa UNP 9-63 dan Kompi Bravo UNP 7-3. Dilanjutkan pemeriksaan di Kompi Charlie UNP (9-2) dan Markas Indobatt UNP 7-1.

 

Kegiatan yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini meliputi pemeriksaan Major Equipment dan Self Sustainment. Untuk Major Equipment diantaranya kendaraan tempur, kendaraan pendukung operasional, senjata dan munisi, serta peralatan anti huru-hara. Sedangkan Self Sustainment diantaranya perlengkapan kantor, alat komunikasi, listrik, pemeliharaan bangunan, dan kebersihan lingkungan.

 

Ketua Tim Unifil Mrs. Veronica menyampaikan rasa puas atas berbagai peningkatan yang dicapai Satgas Indobatt XXIII-L, baik dalam hal kesiapan operasional ataupun kesiapan lainnya. “Yang paling kami apresiasi, sekarang Indobatt telah memiliki water treatment plant yang selama ini belum pernah ada, sehingga kedepan prajurit tidak lagi kesulitan mendapatkan air layak konsumsi,” ujarnya.

 

Ditambahkan bahwa kendaraan tempur dan kendaraan ringan dinyatakan baik, sehingga membuat kendaraan-kendaraan tersebut dinyatakan lulus uji, termasuk juga alat komunikasi yang digunakan dalam opersional dinyatakan baik. “Kondisi lingkungan dan tempat tinggal untuk prajurit Indobatt lebih comfortable dibandingkan dengan hasil tahap sebelumnya,” ucapnya.

 

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi usaha perawatan berkala yang dilakukan Pasukan Garuda Satgas Indobatt XXIII-L, dimana hasil inspeksi menunjukkan peningkatan di berbagai bidang dalam pelaksanaan COE dan ORI,” tandasnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Dansatgas Indobatt Letkol Inf Arfan Johan Wihananto mengungkapkan bahwa semuanya itu tak lepas dari disiplin dan kerja keras para prajurit  dalam menjaga dan melaksanakan pemeliharaan secara maksimal baik kendaraan, senjata, alat komunikasi sarana dan prasarana lainya, sehingga kegiatan operasional Indobatt dalam melaksanakan misi perdamaian dapat terdukung secara optimal. (Pen Indobatt)

Sekelumit Kisah Dibalik Misi Evakuasi Jenazah Korban Penembakan Kelompok KKSB Purom Wenda

sumbawanews.com,- Sekitar pukul 4 subuh, cuaca dingin di kampung Popome Distrik Makoni, pagi itu terasa menusuk tulang. Biasanya saat itu masih waktu yang tepat bagi penduduk desa untuk terlelap dalam tidur dengan selimut hangat. Namun tidak demikian pada hari itu, hampir semua penduduk tidak bisa tidur dengan lelap di bangunan gereja yang dijadikan tempat bermalam mereka. Rasa tegang penuh ketakutan meneror mereka.

Petang sebelumnya, Yanmar seorang warga kampung yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek tewas ditembak dengan keji kelompok kriminal separatis yang dipimpin Purom Wenda. Yanmar ditembak hanya karena ia ingin menanyakan tentang HP saudaranya yang dirampas salah satu anggota kelompok brutal tersebut beberapa waktu sebelumnya. Mayat Yanmar pun dibiarkan tergeletak di lokasi penembakan tanpa ada seorang warga pun yang berani mendekatinya.

Aksi teror terakhir inilah yang membuat warga desa terpaksa memilih mengamankan diri di 2 gereja karena ketakutan yang dipimpin Pendeta Eli Murib. Selanjutnya pendeta dan tokoh masyarakat berusaha menenangkan warga dan bernegosiasi dengan Purom untuk mengevakuasi jenazah korban. Namun negosiasi berjalan buntu hingga malam itu, Purom melarang warga sipil mengevakuasi mayat korban, hanya pasukan TNI-Polri yang boleh mengambil. Terlihat jelas bahwa Purom ingin menjadikan jenazah Yanmar sebagai umpan untuk menjebak aparat keamanan.

Tidak jauh dari lokasi pengungsian, sejumlah personel yang tergabung dalam Tim Gabungan TNI – Polri, telah bersiap menyusun strategi. Tidak tampak ketegangan diwajah para prajurit TNI – Polri yang rata-rata berusia muda ini. Pandangan mata tajam dan dingin terpancar, menunjukkan mereka telah siap melaksanakan misi. Misi mereka adalah melakukan evakuasi terhadap jenazah Yanmar. Mereka sadar, tugas tersebut sangat beresiko. Bahkan bukan tidak mungkin mereka harus meregang nyawa dan menjadi sasaran tembak kelompok Purom yang telah bersiap di atas bukit. Namun mereka yakin bahwa tugas tersebut adalah suatu kebanggaan bagi prajurit TNI – Polri. Apapun resikonya, aparat negara harus hadir untuk melindungi warganya. Kapolres Lanny Jaya, AKBP Tonny Ananda Jaya, langsung memimpin misi tersebut.

Perlahan dengan penuh kehati-hatian, tim Polri bergerak mendekati lokasi jenazah dengan menggunakan 3 kendaraan taktis. Sementara, 1 unit tim yang beranggotakan prajurit TNI pimpinan Letnan Satu Zulmi bergerak mendaki punggung bukit dengan senyap dan rahasia. Mengambil posisi di belakang kedudukan kelompok Purom.

Sesaat ketika mulai mendekati jenazah, apa yang diperkirakan terjadi, kelompok Purom melancarkan tembakan sporadis ke arah tim evakuasi pimpinan Kapolres. Tanpa menunggu aba-aba, tim evakuasi segera membalas tembakan dengan gencar ke arah bukit, dimana posisi tembakan kelompok Purom berasal. Tembakan balasan tersebut berhasil memaksa Purom dkk bertahan di kedudukannya. Saat itu lah, tim pelambung TNI memastikan kedudukan lawan dan mulai bergerak mendekat ke sasaran dengan cepat dan membuka tembakan terarah pada kelompok separatis yang terkenal sadis tersebut. Kontak tembak terjadi sekitar 30 menit sampai akhirnya, kelompok pimpinan Purom terdesak dan melarikan diri berpencar jauh ke dalam hutan.

Sesaat kemudian tembakan kelompok Purom terhenti. Tim Gabungan TNI – Polri segera mendekat dan melakukan penyisiran di lokasi kontak senjata. Dua mayat anggota kelompok Purom ditemukan tergeletak di posisi yang relatif berjauhan. Ratusan munisi kaliber campuran pun tercecer. Hal ini mengindikasikan kelompok Purom panik dan ketakutan sehingga melarikan diri tanpa sempat membawa munisi cadangan mereka. Misi evakuasi pun dinyatakan berhasil.

Tidak ada perayaan atas keberhasilan itu. Seluruh personel Tim Gabungan TNI – Polri hanya berdoa untuk mengucap syukur atas keselamatan yang diberikan Tuhan dan tidak lupa mengirim doa untuk kedua korban dari kelompok KKSB Purom Wenda.

“Apa yang kami lakukan semata-mata untuk melindungi warga. Kalau boleh memilih, kami tentu lebih senang bila kami tidak perlu mengeluarkankan tembakan. Namun dalam situasi tempur, kami tidak punya pilihan,” ujar salah satu personel tim gabungan dengan raut wajah datar.

Saat membawa jenazah menuju RSUD Tiom, masih terdengar tembakan satu dua kali dari arah hutan, namun proses evakuasi dapat berjalan lancar. (Pendam XVII/Cen)

23 Prajurit TNI Kogasgabpad Renovasi Rumah Babinsa

sumbawanews.com,- Sejumlah 23 prajurit TNI dari Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 17/AD dipimpin Letda Czi Hadi Setia Wibowo yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) penanggulangan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, melaksanakan renovasi rumah Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kelurahan Kawatuna, Palu, Sulteng, Senin (5/11/2018).

Renovasi rumah Kopda Mohammad Iqbal salah satu anggota Babinsa Komando Distrik Militer (Kodim) 1306/Donggala yang sudah rela melakukan tugasnya demi kepentingan masyarakat binaannya meskipun rumah tinggalnya hancur akibat bencana alam, merupakan bentuk penghargaan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto.

Menurut Letda Czi Hadi Setia Wibowo, renovasi rumah Kopda Mohammad Iqbal yang bertugas di Kelurahan Kawatuna ini merupakan perintah dari Pangdam VI/Mulawarman saat meninjau beberapa waktu yang lalu. “Bangunan yang direnovasi diantaranya dinding rumah dan plafon,” katanya.

“Pekerjaan ini membutuhkan waktu satu minggu, untuk material bangunan disediakan Pangdam VI/Mulawarman sedangkan Prajurit Yon Zipur 17/AD yang mengerjakan renovasinya,” ujarnya.

Sementara itu pada hari yang sama, sekitar 30 prajurit TNI dari kesatuan Batalyon Zeni Tempur 8/SMG dan Babinsa Kodim 1306/Donggala, yang dipimpin Kapten Czi Mappawari bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melaksanakan perataan Restauran Dunia Daru dan Mini Market yang terkena dampak dari bencana alam di Palu.

Perataan bangunan ini dilakukan atas perintah bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla saat meninjau Kota Palu pasca bencana alam. Untuk meratakan bangunan yang terletak di Jl. Emy Saelan 17 MCM Palu, TNI mengerahkan 2 alat berat yaitu 1 unit exavator milik Yon Zipur 8/SMG dan 1 unit Breaker milik ESDM. (Mad/Puspen TNI)

Bakamla RI Terima Kunjungan Bilateral ABF

sumbawanews.com,- Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksdya TNI (Purn) Ari Soedewo, S.E.,M.H. menerima kunjungan Bilateral dengan Komisioner Australian Border Force (ABF) Mr. Michael Outram di ruang podcast, Kantor Pusat Bakamla RI, Jl. Proklamasi-56, Menteng, Jakarta Pusat, Senin  (05/11/2018).
Pertemuan bilateral kedua negara tersebut menegaskan bahwa kerja sama antara Bakamla dan ABF sangat penting bagi kedua negara dan telah berjalan dengan baik. Ikut serta dalam rombongan kunjungan bilateral ABF yaitu Regional Director of ABF Mr. Chris waters, Perwakilan ABF di Kedutaan Besar Australia Mr. Jeffrey Thompson, Mr. Ben Honey dan Karl Brandt.
Adapun hasil kerja sama kedua negara yang telah terealisasi tahun 2018 adalah yaitu, Gannet Operations, Pembahasan bersama antara Bakamla-USCG-ABF dalam rangka pembangunan Unit Diklat Bakamla, Pelatihan Training for Trainer on Vessels Search untuk personil Bakamla, Penerimaan Tim Direktorat Kebijakan Bakamla dalam rangka studi banding dan pertemuan bilateral antara Sestama Bakamla dengan Rear Admiral Peter Lever pada saat pertemuan HACGAM di Dhaka, Bangladesh.
Dalam kunjungan kerja ABF pada hari ini membicarakan tentang peningkatan kegiatan-kegiatan yang sudah rutin dapat terlaksana pada tahun 2019. Adapun kegiatan yang sudah terjadwal dalam program kerja Bakamla tahun 2019 yaitu Gannet Operations, MSDE, Senior Officials Meeting, Joint Exercise antara Bakamla-USCG-ABF. Selain itu kegiatan dalam rangka peningkatan kapasitas personil Bakamla juga diharapkan dapat terus dilakukan seperti pelaksanaan English Language Training, Pelatihan Business English di Jakarta, Pelatihan Keterampilan penegakan hukum.
Hadir pejabat Bakamla dalam kunjungan kerja bilateral Bakamla-ABF Sekretaris Utama Bakamla RI Marsekal Muda TNI (purn) Demetrius Widiantoro, M.B.A.,Deputi Inhuker Bakamla RI Irjen Pol Dr. Abdul Gofur, Drs., M.H.,Direktur Operasi Udara Maritim Bakamla RI Laksma TNI Guntur Wahyudi, Direktur Data dan Informasi Laksma TNI Gendut Sugiono, S.H.,Kepala Subdirektorat Kerja sama Luar Negeri Satya Pratama, S.Sos.,M.Sc.

Ketua Umum Dharma Pertiwi : Pemerintah Fokus Dalam Pencegahan Stunting Anak

sumbawanews.com,- Pemerintah Indonesia saat ini sedang memfokuskan kegiatan pencegahan stunting, dengan tujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal disertai kemampuan emosional, sosial dan fisik yang siap untuk belajar serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto pada ceramah edukatif tentang “Stunting dan Screening Cegah Stunting”, dalam rangka HUT Ke-47 Korpri Tahun 2018, bertempat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur (5/11/2018).

Selanjutnya Ibu Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Menurut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, kegiatan ceramah edukatif yang diselenggarakan oleh Korpri ini sangat berharga untuk diketahui mengenai segala sesuatu pengetahuan tentang stunting. “Bagaimana pencegahannya dan apa penyebabnya serta apa yang harus dilakukan sehingga tidak tenjadi stunting,” ucapnya.

“Hingga saat ini, sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting,” katanya.

Kegiatan ceramah edukatif diisi pula oleh para pembicara lain, yaitu dr. Ali K Alkahadar, SpA (K) (Konsultan Nutrisi Metabolik RSCM) dengan materi “Cegah Stunting Pada Anak” dan dr. Mira Inkiriwang SpA (MRCCC Siloam Hospital Semanggi) tentang “1000 Hari Nutrisi Pada Anak”.

Turut hadir pada acara tersebut yaitu Aspers Panglima TNI  Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., MMDS  selaku Pembina Harian IKKT Pragati Wira Anggini, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos selaku Pembina Harian Dharma Pertiwi.

Hadir pula mengikuti ceramah edukatif, diantaranya Ketua Harian IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Wida Didit Herdiawan, Kasi Kebudayaan Dharma Pertiwi Ibu Eta Suhartono, Kasi Ekonomi Dharma Pertiwi Ibu Keke Bambang Suswantono dan Kasi Sosial Dharma Pertiwi Ibu Agus Munandar. (Mad/Puspen TNI)

Kasum TNI Buka Gladi Yudha Dharma Dikreg XLV Sesko TNI

sumbawanews.com,- Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. membuka Gladi Yudha Dharma Pendidikan Reguler XLV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI TA. 2018, bertempat di Gedung Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

Pendidikan Reguler (Dikreg) XLV Sesko TNI TA. 2018 diikuti oleh 150 Perwira Siswa (Pasis), terdiri dari 59 Pasis TNI AD, 42 Pasis TNI AL, 38 Pasis TNI AU, 6 Pasis Polri dan 5 Pasis mancanegara dari Singapura, Australia, India, Managascar dan Malaysia.

 

Turut serta dalam acara tersebut yaitu Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., Dansesko TNI Laksda TNI Deddy Muhibah Pribadi, S.H., M.A.P., Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Nono Suharsono, S.I.P., M.Si., Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P., Aslog Panglima TNI Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Wadan Sesko TNI Marsda TNI Herry Irsal, Waasops Panglima TNI Marsma TNI M. Khairil Lubis dan Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Gunung Iskandar. (Mad/Puspen TNI)

Wakapuspen TNI Buka Pelatihan Kamera Video Jurnalistik TA 2018

sumbawanews.com,- Kapuspen TNI Mayjen TNI Santos G. Matondang, M.Tr (Han), diwakili oleh Wakapuspen TNI Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr. (Han) membuka secara resmi Pelatihan Kamera Video Jurnalistik Tahun Anggaran 2018 yang diikuti 20 personel TNI, bertempat di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

 

Kapuspen TNI dalam sambutanya yang dibacakan oleh Wakapuspen TNI Laksma TNI Tunggul Suropati menyampaikan bahwa sesuai tugas dan fungsinya, institusi penerangan TNI dituntut untuk senantiasa siap dan mampu mengirimkan personelnya dalam berbagai penugasan baik penugasan di dalam negeri maupun luar negeri.

 

“Pengiriman personel tersebut tentu harus memiliki kemampuan penerangan yang profesional diantaranya kemampuan teknis di bidang kamera video jurnalistik dan berwawasan luas, sehingga keikutsertaannya dalam penugasan benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan pelaksanaan tugas di satuannya,” jelas Kapuspen TNI.

Menurut Mayjen TNI Santos G. Matondang, di masa kini dan di masa yang akan datang insan penerangan dihadapkan pada tuntutan tugas yang terus berkembang dan semakin kompleks. “Disamping itu kita juga dihadapkan pada keterbatasan personel baik dari aspek kualitas maupun kuantitas,” ucapnya.

 

“Untuk mengatasi permasalahan tersebut secara periodik Puspen TNI menyelenggarakan berbagai kursus atau pelatihan, diantaranya pelatihan kamera video jurnalistik,” ujar Kapuspen TNI.

 

Selanjutnya Kapuspen TNI menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini para peserta akan dididik dan dibina untuk menjadi seorang kameramen yang profesional. “Hal ini tentunya tidak mudah, namun perlu didukung dengan ilmu pengetahuan sebagai upaya pembelajaran maupun praktek pengambilan gambar untuk meningkatkan keterampilan,” tuturnya.

 

Disisi lain Kapuspen TNI Mayjen TNI Santos G. Matondang mengatakan bahwa para peserta sangat memerlukan bekal pengetahuan tentang kamera video sesuai perkembangan teknologi saat ini, baik pengetahuan teknik pengambilan gambar, maupun penggunaan berbagai jenis peralatan kamera video agar menghasilkan gambar video yang berkualitas. “Kepada para staf pengajar saya mohon untuk dapat mentransfer ilmu dan pengalaman yang dimiliki selama ini kepada para peserta pelatihan,” harapnya.

 

Sebelum mengakiri sambutannya Kapuspen TNI mengatakan bahwa waktu satu bulan tidaklah cukup untuk membentuk para peserta menjadi kameramen yang mahir dan handal. Namun dengan kerja keras, ketekunan dan kesungguhan hati para pengajar dan peserta dapat menghantarkan peserta menjadi kameramen profesional. “Saya yakin pelatihan ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan para kameramen yang terampil dan siap pakai,” katanya.

 

“Kepada para siswa pelatihan kamera video jurnalistik, saya minta agar memanfaatkan waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya dan menjaga kesehatan, sehingga dapat belajar secara optimal dalam meningkatkan kemampuan dan keahlian di bidang kamera video,” pungkasnya. (Mad/Puspen TNI)

Berita Foto: Panglima TNI Sambut Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J Unifil di Jakarta

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menyambut Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-J UNIFIL Lebanon TA 2017 di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Jakarta. Senin, 5/11/2018.

Hadir mendampingi Panglima TNI diantaranya Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A.,M.B.A., Wakasad TNI Letjen TNI Tatang Sulaiman, Irjen TNI Letjen TNI Herindra dan pejabat utama TNI.

85 Personel Tim Advance Konga XXXIX-A/RDB Berangkat ke Kongo

sumbawanews.com,- Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus., beberapa waktu lalu memberangkatkan 85 personel tim Advance Satgas TNI ke Republik Demokratik Kongo melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

85 personel Tim Advance tersebut merupakan bagian dari pasukan Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-A/RDB (Rapid Depolyment Battalion) Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) dalam rangka misi perdamaian PBB di Kongo.

Dengan menggunakan pesawat UN, 85 personel Tim Advance yang dipimpin Wadan Satgas TNI Letkol Inf Totok Kismanto menuju Republik Demokratik Kongo, melalui rute penerbangan Bandara Halim Perdana Kusuma-Dakha-Arab Saudi-Bujumbura.

Sebelumnya, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Konga XXXIX-A/RDB Monusco Kolonel Inf Dwi Sasongko, S.E. melepas keberangkatan enam personel Tim Teknisi Satgas TNI yang dipimpin oleh Lettu Kav Bekti Aji Sayekti dalam rangka mempersiapkan materiil serta kelengkapan Satgas lainnya yang sudah sampai di Republik Demokratik Kongo.

Satgas TNI Konga XXXIX-A/RDB Monusco dengan kekuatan 850 personel terdiri dari 644 personel TNI AD, 135 personel TNI AL dan 71 personel TNI AU dipimpin oleh Kolonel Inf Dwi Sasongko, S.E. sebagai Dansatgas, yang akan bertugas di daerah misi selama satu tahun. (Mad/Puspen TNI)

TNI dan SPI Bangun 80 MCK di Pengungsian Donggala

(Puspen TNI. Minggu, 4 November 2018).   Pasca bencana gempa bumi dan tsunami telah memporak-porandakan wilayah pesisir Donggala bagian timur.  Kogasgabpad Sulteng mencatat bahwa di wilayah Donggala bagian Timur 5.844 unit rumah mengalami rusak ringan, 1.950 rusak sedang dan 5.868 rusak berat. Kerusakan rumah menyebabkan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang aman dengan lokasi yang tersebar.

 

Atas ajakan Kepala Desa dan Aparat TNI di wilayah Donggala, masyarakat akhirnya tinggal di shelter-shelter pengungsian, hal ini untuk mempermudah pelayanan bantuan kepada para pengungsi.  Permasalahan utama di shelter adalah kesulitan untuk keperluan mandi, cuci dan kakus, demikian juga air untuk keperluan sehari-hari tidak tersedia, karena tidak ada tempat penampungan air.

 

Melihat kondisi tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) penanggulangan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, bekerjasama dengan Sahabat Peduli Indonesia (SPI) mendirikan 80 sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) di lokasi pengungsian korban bencana wilayah Donggala, Sulteng, Sabtu (3/11/2018).

 

Proses pengerjaanya dilakukan secara gotong royong antara TNI dari Yonzipur 17/Ananta Dharma dan Pasmar-1 dibantu relawan serta masyarakat,  sedangkan bahan baku merupakan donasi dari Sahabat Peduli Indonesia dan sarana air dari Kodam VI/Mulawarman.

 

Dalam pembangunan MCK ini, Yonzipur 17/AD menurunkan dua alat berat, yaitu 1 unit Excavator dan 1 unit Dozer. Pembuatan MCK dilakukan di 4 titik blok pengungsian, yaitu 10 unit di Desa Tanjung Padang, 30 unit di Balintuma dan 40 unit di Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulteng.

 

Kepala Desa Balintuma, Bapak Nisar atas nama warga mengucapkan terimakasih. “Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada TNI, Sahabat Peduli Indonesia dan para relawan yang telah membuatkan MCK bagi masyarakat,” katanya. (Badar/Puspen TNI)

Berita Terkini

Peringati HUT Ke-60, IKKT Pragati Wira Anggini Gelar Seminar Kesehatan dan Doa Bersama Lintas...

Jakarta, sumbawanews.com - Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-60, IKKT Pragati Wira Anggini (PWA) menyelenggarakan Seminar Kesehatan dan Doa Bersama Lintas Agama...

DPO Narkoba Malaysia Dikejar Bareskrim

Sumbawanews.com,- Bareskrim Polri menetapkan dua warga negara Malaysia sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus penyelundupan narkoba skala besar dari Malaysia ke Indonesia. Keduanya,...

Jaringan Cendekiawan Muda Kecam Pembubaran Diskusi Menteri di UGM

Sumbawanews.com,- Kampus harus tetap menjadi ruang aman bagi dialektika intelektual—begitu tegas pernyataan Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) menanggapi pembubaran paksa diskusi bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa...

AS dan Iran Capai Gencatan Senjata Sementara, Selat Hormuz Dibuka Kembali

Sumbawanews.com,- Washington — Amerika Serikat dan Iran secara resmi mengumumkan gencatan senjata sementara setelah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) berisi 14 poin kesepahaman untuk...

Berita Utama