Home Blog Page 3062

Pemerintah Yakin Dapat Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 Akhir Ramadhan Walaupun Angka Positif Covid-19 Terus Bergerak Naik, 11 Positif Baru NTB.

Mataram – sumbawanews.com,-  Pemerintah Provinsi NTB berkeyakinan dapat memutus rantai penyebaran covid-19 pada akhir Ramadhan ini jika semua elemen patuh dan mengikuti standar protokol yang di canangkan pemerintah. Hal ini di sampaikan  sekretaris daerah NTB H. Lalu Gita Ariadi selaku ketua pelaksana harian gugus tugas penanganan covid-19 dalam realese yang d sampaikan pada hari ini.

Bahwa pada hari ini, Senin 27 April 2020 telah dilakukan pemeriksaan terhadap 106 sampel swab dengan hasil 89 sampel negatif, 6 (enam) sampel positif ulangan dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19. Kasus baru positif tersebut, yakni:

• Pasien nomor 196, an. Ny. HH, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 94. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 197, an. Ny. M, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Moyot,
Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 198, an. Tn. RS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 109. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 199, an. Ny. M, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dayan
Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 109. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 200, an. Tn. B, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 201, an. Tn. S, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 202, an. Tn. K, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Meninting,
Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 203, an. Tn. S, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Meninting,
Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 204, an. Tn. AMI, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Meninting,
Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 205, an. Tn. F, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Meninting,
Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 206, an. Tn. D, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Dengan adanya tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, tidak ada tambahan kasus sembuh, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (27/4/2020) sebanyak 206 orang, dengan perincian 23 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal dunia, serta 179 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi
positif.

Populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 1.093 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 47 orang (4,3%) reaktif, dan 1.996 PPTG perjalanan Gowa
Makassar diperiksa dengan hasil 451 orang (22,6%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 orang (13,9%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif
dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 483 orang dengan perincian 317 orang (66%) PDP masih dalam pengawasan, 166 orang (34%) PDP selesai
pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.824 orang, terdiri dari 804 orang (17%) masih dalam pemantauan dan 4.020 orang (83%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.821 orang, terdiri dari 1.892 orang (67%) masih dalam pemantauan dan 929 orang (33%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 49.221 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 12.492 orang (25%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 36.729 orang (75%).

Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas, ada tiga hal yang terus dilakukan oleh pemerintah, yaitu melakukan tes kepada semua PDP, ODP dan PPTG untuk mempercepat
indentifikasi dan penanganan kasus, kemudian dilakukan pelacakan dan penelusuran secara massif.
Kedua melakukan pengawasan dan isolasi secara ketat serta penanganan medis yang tepat terhadap kasus terkonfirmasi Covid-19. Ketiga, terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang PHBS,penggunaan masker untuk semua serta physical distancing. Berdasarkan prediksi dari aplikasi yang dibuat oleh Pemerintah Pusat bahwa apabila seluruh masyarakat disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19 maka total kasus akan dapat ditekan semaksimal mungkin dan Insya Allah pada akhir Ramadhan penularannya sudah dapat diputus. Tetapi jika masyarakat dan kita semua tidak mampu menerapkan disiplin yang ketat terhadap protokol pencegahan Covid-19 maka penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama. Hal ini selain berdampak pada masalah kesehatan juga akan berdampak besar terhadap kehidupan sosial dan terpuruknya
pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu untuk meningkatkan disiplin pencegahan penyebaran Covid-19 secara lebih luas maka pemerintah daerah melalui Satuan Polisi Pamong Praja bersama aparat TNI, Polri dan institusi terkait lainnya terus melakukan penertiban dan
penindakan terhadap pelanggaran protokol pencegahan Covid-19.

Gubernur Nusa Tenggara Barat telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440/157/Tahun 2020 Tentang Protokol Pengurusan Jenazah Covid-19 yang meminta kepada Bupati/Walikota se-NTB
untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh warga masyarakat agar tidak terjadi penolakan terhadap pemakaman jenazah Covid-19. Selain itu menunjuk surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi NTB Nomor : 420/2120.UM/Dikbud Perihal Perpanjangan Masa Pendampingan dan Pengawasan siswa/siswi belajar mandiri di rumah disampaikan juga bahwa layanan kegiatan belajar mandiri di rumah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 11 Mei 2020.

Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan
Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di
air mengalir.

Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id,

Danrem 162/WB Tinjau Progress RTG Dan Beri Semangat Satgas Rehab Rekon

Lombok Utara – Di tengah pandemi Covid-19 dan bulan puasa 1441 H, tentunya sangat berpengaruh pada proses progress pembangunan yang sedang berjalan termasuk program pembangunan Rumah Tahan Gempa di Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Sehubungan dengan hal tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Damdim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP. MM., mengecek program Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Dusun Rempek Timur Desa Rempek dan Dusun Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, Senin (27/4).

Di lokasi, Danrem 162/WB menyampaikan kepada seluruh prajurit yang sedang bekerja agar tetap bersemangat dalam merampungkan program pembangunan Rumah Tahan Gempa walaupun ditengan pandemi Covid -19 dan dalam suasana ibadah puasa, namun demikian tetap perhatikan faktor keamanan dalam bekerja serta tetap waspada terhadap bahaya Covid-19 dengan selalu mentaati imbauan dan kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

“Jangan pernah lalai, selalu terapkan social distancing atau physical distancing, rajin mencuci tangan dengan sabun, selalu memakai masker dan melaksanakan ibadah bulan Ramadhan di tempat saja, jangan ke mesjid,” tegas Danrem.

“Ini semua untuk kesehatan dan keselamatan kita bersama, sehingga sampai sampai hari raya Idul Fitri nanti bahkan sampai pembangunan Rumah Tahan Gempa ini selesai, kalian tetap sehat dan kembali ke satuan berkumpul dengan keluarga kembali dalam keadaan sehat, tidak terpapar Covid-19,” jelas Danrem.

Di samping itu, Rizal sapaan akrab Danrem 162/WB, menekankan agar selama bertugas harus menjaga nama baik, tetap berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, jaga hubungan yang baik dengan masyarakat serta hargai budaya dan adat istiadat setempat.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Pasi Wanwil Korem 162/WB Mayor Inf Made Darma, Pasi Intel Dim 1606/Lobar Mayor Inf Jalal Bin Saleh, Mayor Mar Nofry GK dan Danramil Gangga Lettu Inf Zainudin.

SALAMUDDIN DAENG : BENARKAH RAKYAT MENSUBSIDI PEMERINTAH LEWAT HARGA BBM ?

Jakarta – sumbawanews.com

Oleh : Salamuddin Daeng

Dikutip dari S&Pglobalplatts Pertamina Impor Ron 92 atau pertamax dengan harga 23 dolar/ barel – 28 dolar per barel. Harga BBM impor ini setara dengan Rp. 2.314 / liter sampai dengan Rp. 2.817/ liter. Lumayan banget untungnya kalau dijual di Indonesia Ron 92 atau pertamax seharga Rp. 9000 per liter.

Dikatakan pula bahwa Jumat malam, pembeli bensin terbesar di kawasan itu mengeluarkan tender, ditutup pada 24 Maret, mencari total 1,2 juta barel bensin 92 RON dalam empat paket terpisah dengan berbagai ukuran untuk April, menurut dokumen tender yang dilihat oleh Platts.

Pada 19 Maret, Platts menilai bensin FOB Singapura 92 RON – patokan bensin Asia paling cair – pada level terendah 18 tahun $ 23,07 / b, terakhir lebih rendah pada 22 Februari 2002 pada $ 22,90 /b.

https://www.spglobal.com/platts/en/market-insights/latest-news/oil/032320-indonesias-pertamina-switches-import-strategies-amid-cheap-gasoline-cargoes

Jadi dalam masa corona ini tampaknya rakyat yang tengah memberikan ^subsidi” kepada negara lewat harga minyak. Subsidi dari rakyat tersebut senilai selisih harga impor BBM impor dari Singapura dengan harga jual BBM di dalam negeri.

Memang publik tau bahwa saat ini pemerintah tidak punya uang sehingga tidak punya kemampuan menghadapi corona. Demikian juga dengam BUMN migas juga menghasapi kesulitan cash flow dan kesulitan bayar utang. Banyak piutang Pertamina masih nyangkut di kas pemerintah dan belum dibayar.

Memanfaatkan momentum minyak mentah dan BBM impor murah, Pertamina BUMN yang mengurus minyak telah melakukan kontrak pembelian BBM impor lebih banyak, menyewa beberapa tanker unruk menyimpan minyak dan bbm. Pertamina juga menutup oeprasi kilang dalam negeri karena lebih mahal ketimbang impor, sementara harga jual minyak dalam negeri masih bagus harganya tidak berbeda dengan masa sebelum corona.

Dandim Lotim Apresiasi Gerak Cepat Satgas Gugus Tugas Covid-19 Aikmel Lakukan Rafid Tes Santri

Lombok Timur – Gerak cepat tim Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kecamatan Aikmel patut diapresiasi. Bagaimana tidak, tim Satgas Covid-19 langsung mendatangi Santri dan santriwati yang baru datang dari Pulau Jawa dari rumah kerumah untuk melaksanakan tes rafid dengan mengambil sample darah untuk pemeriksanaan, Senin (27/4).

Terlihat puluhan anggota TNI dari Koramil 1615-11/Aikmel ikut membantu proses tes rafid di dua desa tempat tinggal para santri yakni Desa Kembang Kerang dan Dasan Bagek Barat Desa Aikmel Timur Kecamatan Aikmel Lombok Timur.

Terkait dengan itu, Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.Sos., mengapresiasi gerak cepat tim Satgas Covid-19 Kecamatan Aikmel dalam rangka memutus rantai penyebaran dan penularan virus corona di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

Menurutnya, langkah tersebut sengaja dilakukan untuk mengantisipasi terjangkit virus corona baik terhadap santri itu sendiri maupun kepada warga disekitar santri.

“Semoga saja hasil tesnya negatif, namun tetap mengisolasi diri min 14 hari di rumah, jika hasilnya positif maka harus diisolasi di rumah sakit,” ujar Agus Donny.

Dandim juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah melaksanakan imbauan pemerintah terutama menggunakan masker, social distancing dan sering mencuci tangan dengan harapan terbebas dari virus corona.

Selain itu, Agus Donny juga menginstruksikan Babinsa jajarannya untuk terus memantau perkembangan desa binaannnya khususnya terkait dengan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Di Tengah Wabah Corona, Personel Yonif 411 Kostrad Bantu Persalinan Warga Papua di Bivak

(Merauke). Di tengah meluasnya penyebaran Virus Corona atau Covid-19 termasuk di wilayah Papua, personel kesehatan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad membantu persalinan Ibu Apolina Maywa (24 th) warga RT 03 Yakyu, Kampung Rawa Biru, Distrik Sota.

 

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., di Merauke, Papua, Senin (27/4/2020) menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula pada hari Sabtu (25/4/2020) pukul 07.00 WIT, saat Bapak Bernat Maywa (54 th) datang ke Pos Yakyu, dan meminta bantuan bahwa putrinya Apolina Maywa (24) saat ini sudah di Bivak akan melahirkan.

 

Mendapat laporan tersebut, Danpos Yakyu Letda Inf I Komang Adhi bersama Tim Kesehatan Satgas terdiri dari Dantonkes Letda Ckm Iwan Debri Setiawan, Tamtama Kesehatan (Takes) Pratu Suparyadi dan empat personel lainnya, segera menuju ke Bivak yang tidak jauh dari kampung untuk segera membantu persalinan.

 

Sesampainya di Bivak, setelah menunggu beberapa jam tepatnya sekitar pukul 14.15 WIT, melalui proses persalinan secara normal dan perlengkapan yang sederhana, Tim Kesehatan Satgas  membantu Ibu Apolina melahirkan seorang bayi berjenis kelamin perempuan. “Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut lahir dengan normal dan kondisi sehat serta memiliki berat 3,2 Kg dan panjang 47 Cm,” kata Mayor Inf Rizky Aditya.

 

Dansatgas mengatakan bahwa proses persalinan yang dilaksanakan di Bivak di hutan dekat kampung, merupakan sebuah tradisi adat Suku Kanum warga RT 03 Yakyu, Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Merauke, jika melahirkan harus dilaksanakan diluar rumah dan tinggal dihutan selama 11 hari.

 

“Apa yang dilakukan jajarannya merupakan implementasi dari komitmen Satgas Pamtas sejak awal penugasan, yakni melaksanakan tugas yang berorientasi pada kebermanfaatan diri bagi lingkungan, serta dapat bersinergi dengan semua instansi dalam membantu kesulitan yang dihadapi warga perbatasan RI-PNG,” tuturnya.

 

Menurut Dansatgas, membantu proses persalinan warga Papua ditengah wabah Virus Corona ini adalah untuk yang kedua kalinya. “Hal ini sebagai wujud nyata TNI dalam membantu Instansi Kesehatan setempat untuk ikut serta memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.

 

Sementara itu, Bapak Bernat Maywa orang tua dari Apolina Maywa, mengucapkan terima kasih kepada Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Yakyu yang telah membantu persalinan putrinya yang melahirkan anak keduanya. “Mewakili keluarga, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak TNI, dan semoga kelak cucu kami juga dapat berguna dan bermanfaat bagi orang banyak,” ucapnya. (Bdr)

Gugus Satgas Covid-19 Kecamatan Seteluk Gelar Patroli Gabungan Cegah Penyebaran Covid-19

Sumbawa Barat – Suasana bulan ramadhan ini, Gugus Satgas Covid-19 terus melakukan berbagai upaya dalam percepatan penanganan Penyebaran Covid-19, selain untuk mempererat tali silaturrahmi antara tim gugus tugas Covid-19 kecamatan seteluk, patroli gabungan dilakukan juga untuk menjaga kondusifitas wilayah Kecamatan Seteluk serta upaya pencegahan penyebaran Covid-19 diwilayah kecamatan seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu (25/4).

Dandim 1628/SB Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., mengatakan bahwa Patroli Gabungan harus terus dilaksanakan, terlebih pada bulan ramadhan, yang pada kondisi normal biasanya menjelang berbuka serta saat menjelang taraweh masyarakat berkumpul untuk mengisi waktu, mengingatkan situasi bulan puasa kali ini agak berbeda karena kita sedang berada dalam suasana memerangi serta memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.

Kegiatan patroli kali ini, Lanjut Dandim, bertujuan untuk memantau dan mengawasi kegiatan masyarakat serta memberikan imbauan untuk bersama-sama mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Wilayah Kecamatan Seteluk.

Sesuai laporan yang diterima dari Danramil 1628-03/Seteluk Kapten Inf I Nyoman Mandi, bahwa Patroli Gabungan pada Sabtu malam tersebut menyisir route jalan dan tempat kerumun atau berkumpulnya masyarakat, khususnya para pemuda dibeberapa titik wilayah kecamatan Seteluk, termasuk Alfamart Seteluk, sambil memberikan imbauan melalui pengeras suara agar mentaati imbauan dan kebijakan pemerintah untuk bersama-sama berperan aktif dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Dan dimohon untuk sementara waktu, agar menghindari berkumpul/berkerumun dalam jumlah banyak orang, menjaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun serta jangan lupa menggunakan masker apabila harus keluar rumah,” Jelas Dandim.

“Adapun rute dan desa sasaran patroli yaitu desa Meraran, Lamusung, Ai Suning, Seteluk Tengah dan Seteluk Atas Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat,” ungkapnya.

“Sementara di sela-sela kegiatan, Tim Patroli Gabungan juga memantau dan mengecek Posko Covid-19 di desa Meraran dan desa Lamusung, serta mengingatkan agar selama bertugas tetap sesuai protokol dan SOP yang telah ditetapkan, untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) serta untuk keselamatan kita bersama,” tegas Dandim.

“Adapun yang ikut dalam kegiatan tersebut diantaranya : Camat Seteluk Taufik Hikmawan, S.Psi. M.Si., Danramil 1628-03/Seteluk Kapten Inf I Nyoman Mandi dan Kapolsek Seteluk Iptu Mulyadi S.Sos,”.Patroli Gabungan berjalan tertib, lancar dan aman.

Antisipasi Cadangan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19, Dandim 1628/SB Hadiri Panen Raya Padi di Ai Kangkung Sekongkang

Sumbawa Barat – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Tergabung dalam Gugus Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tidak hanya konsen pada pencegahan penyebaran Covid-19 tapi juga dampak yang ditimbulkan, diantaranya penanganan dampak sosial dan ekonomi, termasuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., memberikan motivasi kepada para petani untuk terus berupaya meningkatkan produksi panen gabah dalam mendukung ketahanan pangan.

Untuk memastikan hasil produksi pangan aman, Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., terjun langsung dalam panen raya yang dilakukan bersama petani di Desa Ai Kangkung, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (26/4).

“Panen raya ini dilakukan untuk memastikan dan meningkatkan ketersediaan pangan guna mengantisipasi dampak dari pandemic Covid-19,” kata Dandim saat ditemui usai panen raya di Taliwang, Minggu (26/4).

Pada panen raya kali ini dilakukan di lahan kelompok tani Senutuk Desa Ai Kangkung dengan luas kurang lebih lima hektar.

Menurut Dandim, ketersediaan pangan harus menjadi perhatian penting bagi semua pihak apalagi dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Dalam kesempatan itu, Dandim juga memberikan edukasi kepada para petani dan masyarakat setempat untuk tetap mempedomani protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dalam setiap kegiatan.

“Selalu gunakan masker, jaga jarak, menerapkan physical distancing, selalu cuci tangan pakai sabun dan jangan mendatangi keramaian,” tutur Dandim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi, saat ditemui belum lama ini menjelaskan bahwa ketersediaan stok pangan di KSB masih aman dan mencukupi.

“Kebutuhan beras masyarakat KSB mencapai 5000 ton pertahun, atau 114 gram perorang perhari dikali jumlah penduduk dan dikali 360 hari,” jelasnya.

Hadir juga dalam kegiatan panen raya, Camat Sekongkang, Syarifuddin, Danramil 1628-02/Skkg, Kapten Cba Agus, Kapolsek Sekongkang, Ipda Adiyatmaja, Kades Ai’Kangkung, Ratna Wati, PKK Desa Ai’Kangkung, Tokoh masyarakat, Kadus beserta masyarakat yang memiliki lahan padi kurang lebih 30 orang.

Sasar Daerah Pandemi, Hasil Swadaya Relawan Rajawali Jarot-Mokhlis Bagikan Masker Gratis

Empang – Sumbawanews.com,- Setelah sebelumnya Relawan Rajawali Jarot-Mokhlis membagikan masker di beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa, Alas-Alas Barat, Lape , Lunyuk , Labangka, kali ini menyasar daerah pandemi Empang dan Terano.

Masker yang di bagikan merupakan hasil urunan secara swadaya dari relawan-relawan Rajawali Jarot-Mokhlis. Dari hasil pengumpulan donasi selanjutnya di lakukan pemesanan di pembuatan masker Lokal Sumbawa.

” ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap makin “mengilanya” penyebaran wabah covid-19 dan sekaligus kami ingin berkontribusi ikut dalam menjaga ekonomi masyarakat lokal di tenggah wabah pandemi” tegas Zulkadri mewakili relawan Rajawali Empang.

Sebagaimana di maklumi, saat ini warga masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah memakai masker. ” masih banyak warga yang belum mempunyai masker, kami menghimbau setiap warga yang melakukan aktifitas di luar rumah untuk selalu mengunakan masker ” ujar Zulkadri yang di amini relawan lainnya.

Kondisi yang cukup berat saat ini, perlu kepedulian semua pihak untuk saling bahu membahu memberantas dan memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Pandemi Mengila, HBK Peduli Terus Sasar Warga Miskin P. Lombok Untuk Berbagi Sembako

Mataram – sumbawanews.com,- Tim Haji Bambang Kristiono (HBK) Peduli, terus menyasar masyarakat miskin di P. Lombok yang terkena imbas secara ekonomi maupun sosial akibat serangan pandemi COVID-19.

Genap di minggu ke-4 ini, Tim HBK Peduli terus menyalurkan bantuan sembakonya untuk menolong warga miskin yang tidak mampu. Mereka terus mendistribusikan penyaluran sembako-sembako tersebut hingga ke pelosok-pelosok di P. Lombok.

Untuk di KLU, penyaluran bantuan paket-paket sembako juga dibarengi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin gratis bagi warga.

HBK mengatakan, sasaran penyaluran sembako diprioritaskan kepada warga miskin yang benar-benar tidak mampu seperti para orang tua jompo yang sakit permanen, dan yang hidup sebatangkara atau hidup sendiri karena sudah tidak memiliki keluarga lagi.

“Sasaran penyaluran bantuan sembako-sembako itu masih sama, yaitu para orang tua jompo yang fakir miskin, yang sakit permanen, dan yang hidup sendiri karena sudah tidak memiliki keluarga lagi”, kata HBK saat dihubungi dari Mataram, Minggu, 26 April 2020.

Minggu ini, menjadi minggu keempat untuk penyaluran bantuan sembako bagi warga. HBK menargetkan, untuk tahap pertama ini, penyaluran bantuan akan dilakukan selama tiga bulan. Dan penyaluran sudah dilakukan merata di 54 Kecamatan di P. Lombok.

“Untuk tahap pertama ini, in syaa Allah, penyaluran bantuan sembako yang dilaksanakan HBK Peduli akan berlangsung setiap minggu, selama tiga bulan ini. Sekarang sudah melewati minggu yang keempat, dan merata dilaksanakan di 54 Kecamatan di P. Lombok,” kata HBK.

Selain pembagian sembako, kegiatan penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan Tim HBK Peduli Kab/Kota untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid19.

“Kegiatan penyemprotan disinfektan juga terus berjalan, dilakukan HBK Peduli Kab/Kota di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.

Penyerahan Bantuan Mobil Ambulance

Selain itu, pada hari Kamis, 23 April 2020, HBK Peduli telah menyerahkan satu unit mobil Ambulance untuk melayani masyarakat di Kab. Lobar.
Penyerahan mobil Ambulance tersebut, dilaksanakan di Desa Dasan Tapen, Kec. Gerung, Kab. Lobar.
Diserah-terimakan kepada Kepala Desa, dan disaksikan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Desa tersebut.

Sebelumnya, satu unit mobil Ambulance juga telah diserahkan HBK Peduli untuk memperkuat dan melayani masyarakat KLU di bidang kesehatan.

“Mudah-mudahan di tahun 2020 ini, semua Kab/Kota di P. Lombok sudah dapat dilayani oleh Ambulance-ambulance baru HBK Peduli, diluar 7 (tujuh) unit Ambulance milik Partai Gerindra yang sudah beroperasi dengan sangat baik dalam melayani masyarakat selama ini. Semuanya akan diberdayakan untuk membantu dan melayani masyarakat P. Lombok dalam mengatasi kesulitan akses pelayanan Ambulance gratis,” ungkap Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Ketua DPC Partai Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto, mengatakan bahwa pemberian bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pembagian vitamin gratis untuk masyarakat yang tidak mampu di KLU  adalah salah satu upaya dan ikhtiar HBK Peduli dalam memerangi Covid19.

“Pemeriksaan kesehatan gratis, dan pemberian vitamin gratis ini adalah bagian penting dari upaya dan ikhtiar kita dalam memerangi Covid-19, karena rata-rata para penerima bantuan sembako juga adalah mereka-mereka yang tingkat kesehatannya sangat rendah,” kata Sudirsah Sujanto.

Ketua HBK Peduli KLU, Ustad Zainur mengungkapkan, saat HBK mengirim satu unit Ambulance untuk warga Kab. Lobar, HBK juga telah menitipkan bantuan obat-obatan untuk warga KLU.

“Alhamdulillah, selain mengirimkan 1 (satu) unit Ambulance baru ke Kab. Lobar, pak HBK juga telah menitipkan bantuan obat-obatan untuk kegiatan bakti sosial Kesira HBK Peduli KLU. Obat-obatan ini, dipastikan akan sangat bermanfaat dalam mendukung pelayanan kesehatan gratis bagi warga KLU yang kurang mampu,” kata Ustad Zainur.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Prov. NTB, Ridwan Hidayat mengatakan, sangat bangga dan mengapresiasi sosok HBK sebagai wakil rakyat P. Lombok. Dia mengatakan, HBK tidak hanya turun ke masyarakat pada saat Pemilu, namun juga turun untuk menunaikan janji-janji kampanyenya secara nyata.

“Kami sangat bangga memiliki sosok wakil rakyat yang seperti mas HBK ini, disela-sela kesibukannya memimpin dan mengikuti rapat-rapat di Komisi-1 DPR RI, beliau terus berkomunikasi dengan kami, memantau dampak pandemi Covid-19 di P. Lombok ini. Kesetiaan, keberpihakan, dan kecintaannya kepada masyarakat P. Lombok yang beliau wakili sudah sangat teruji,” kata Ridwan Hidayat.

“Bahkan untuk pembelian bahan-bahan paket sembako yang akan disalurkanpun, beliau pikirkan dengan sangat detail. Saya kaget ketika beliau perintahkan para pengurus HBK Peduli untuk membeli beras tidak di toko-toko besar di Mataram, tapi langsung di tempat-tempat penggilingan padi milik masyarakat di Kab. Lombok Timur,” ungkapnya.

Ridwan mengungkapkan, di tengah serangan pandemi Covid19 ini, HBK juga memikirkan nasib UKM-UKM terdampak.
Bahkan untuk membuat masker-masker pelindung yang akan dibagikanpun, HBK mengarahkan untuk membuatnya di ibu-ibu penjahit rumahan yang ada di P. Lombok, tidak membelinya dari Jakarta.

“Pak Ketua, dampak krisis yang diakibatkan serangan Covid-19 ini sangat luar biasa, bisa menghancurkan hampir semua sendi-sendi kehidupan kita sebagai bangsa, kita juga harus pikirkan para pelaku UKM kita, karena dalam krisis yang sekarang ini, justeru merekalah yang mendapatkan pukulan pertama”, begitu kira-kira diskusi saya dengan mas HBK setelah beliau memutuskan untuk membentuk satuan relawan HBK Peduli yang ada di Kab/Kota di P. Lombok, beberapa waktu yang lalu,” terang Ridwan Hidayat.

Antisipasi Cadangan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19, Dandim 1628/SB Hadiri Panen Raya Padi di Ai Kangkung Sekongkang

Sumbawa Barat – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Tergabung dalam Gugus Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tidak hanya konsen pada pencegahan penyebaran Covid-19 tapi juga dampak yang ditimbulkan, diantaranya : penanganan dampak sosial dan ekonomi, termasuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., memberikan motivasi kepada para petani untuk terus berupaya meningkatkan produksi panen gabah dalam mendukung ketahanan pangan.

Untuk memastikan hasil produksi pangan aman, Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., terjun langsung dalam panen raya yang dilakukan bersama petani di Desa Ai Kangkung, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (26/4).

“Panen raya ini dilakukan untuk memastikan dan meningkatkan ketersediaan pangan guna mengantisipasi dampak dari pandemic Covid-19,” kata Dandim saat ditemui usai panen raya di Taliwang, Minggu (26/4).

Pada panen raya kali ini dilakukan di lahan kelompok tani Senutuk Desa Ai Kangkung dengan luas kurang lebih lima hektar.

Menurut Dandim, ketersediaan pangan harus menjadi perhatian penting bagi semua pihak apalagi dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Dalam kesempatan itu, Dandim juga memberikan edukasi kepada para petani dan masyarakat setempat untuk tetap mempedomani protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dalam setiap kegiatan.

“Selalu gunakan masker, jaga jarak, menerapkan physical distancing, selalu cuci tangan pakai sabun dan jangan mendatangi keramaian,” tutur Dandim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi, saat ditemui belum lama ini menjelaskan bahwa ketersediaan stok pangan di KSB masih aman dan mencukupi.

“Kebutuhan beras masyarakat KSB mencapai 5000 ton pertahun, atau 114 gram perorang perhari dikali jumlah penduduk dan dikali 360 hari,” jelasnya.

Hadir juga dalam kegiatan panen raya, Camat Sekongkang, Syarifuddin, Danramil 1628-02/Skkg, Kapten Cba Agus, Kapolsek Sekongkang, Ipda Adiyatmaja, Kades Ai’Kangkung, Ratna Wati, PKK Desa Ai’Kangkung, Tokoh masyarakat, Kadus beserta masyarakat yang memiliki lahan padi kurang lebih 30 orang.

Berita Terkini

Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Sukabumi di Awal Juli 2026

Sumbawanews.com,- Pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 03.57 WIB, gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 3,4 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Pusat gempa berada di darat,...

Bapak Internet Vinton Cerf Pensiun dari Google Setelah 20 Tahun

Sumbawanews.com,- Sebuah era berakhir. Vinton Cerf, salah satu arsitek utama internet modern, resmi pensiun dari posisinya sebagai Chief Internet Evangelist di Google setelah lebih...

Empat Klub Liga Italia Buru Kiper Timnas Indonesia Emil Audero

Sumbawanews.com,- Emil Audero, kiper timnas Indonesia yang kini membela Como 1907, menjadi incaran empat klub di Liga Italia, menurut laporan resmi Quotidianosportivo pada 1...

Mbappe Dedikasikan Gol untuk Ibu, Deschamps Tercengang

Sumbawanews.com,- Prancis, 1 Juli 2026 — Ketika Kylian Mbappe meledakkan gol pembuka dalam kemenangan 3-0 Prancis atas Swedia di babak 32 besar Piala Dunia...

Berita Utama