Home Blog Page 3032

Persit KCK Cabang XXIX Dim 1615 Lotim Berikan Perhatian Khusus Kepada Persit dan Putra Putri Anggota Kodim yang Berprofesi Sebagai Tenaga Medis

Lombok Timur – Persatuan Istri Prajurit TNI AD yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 1615/Lotim memberikan perhatian khusus kepada keluarga besar Kodim 1615/Lotim khususnya terhadap ibu Persit atau putra putrinya yang bekerja sebagai tenaga medis baik dokter maupun perawat yang bekerja di rumah sakit.

Hari ini, Ketua Persit KCK Cabang Lotim Ny. Ira Agus Prihanto Donny bersama pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 1615/Lotim membagikan bingkisan berupa masker, madu, vitamin, susu, kue dan minuman buah, Selasa (21/4).

“Alhamdulillah kita masih bisa berbagi kepada keluarga besar Kodim khususnya ibu-ibu dan keluarganya,” ungkap Ny. Ira Agus Donny.

Menurutnya, perjuangan para medis dalam membantu pasien yang terjangkit virus corona harus memperoleh perhatian khusus. Untuk itu pihaknya bersama pengurus memberikan motivasi dan semangat kepada ibu-ibu dan putra putri yang bekerja sebagai para medis, tentunya dengan memperhatikan dan melaksanakan semua imbauan dan kebijakan pemerintah sehingga semua dalam keadaan sehat walafiat.

“Mari kita bersama-sama cegah penyebaran virus corona dengan mengikuti imbauan pemerintah untuk keselamatan dan kesehatan kita bersama,” tandasnya dengan senyum.

Danrem 162/WB Beri Tali Asih Umi Delima, Mantan Istri Almarhum Santoso

Bima – Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Komandan Korem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., melalui Dandim 1608/Bima menyerahkan tali asih kepada Umi Delima mantan Istri Almarhum Santoso, Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia Timur (MMIT) Poso Sulteng.

Bantuan berupa sembako yang diterima langsung Umi Delima di Desa Campa Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima NTB, senin sore (20/4/2020), sebagai wujud pembinaan dan pengabdian Danrem 162/WB dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1441 H dan menghadapi situasi pandemi Corona Virus Desease 2019 atau covid-19.

Di sela-sela penyerahan tali asih, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal menyampaikan salam hormat Bapak Danrem 162/WB, karena tidak bisa hadir secara langsung akibat padatnya kegiatan Beliau.

Pada kesempatan tersebut, Dandim berpesan kepada Umi Delima dan keluarga agar tetap menjaga kesehatan dan kebersihan, biasakan mencuci tangan, mengenakan masker serta tetap berada di rumah, semuanya dalam rangka pencegahan dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19).

Sementara itu, Umi Delima menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada jajaran TNI, khususnya Bapak Danrem 162/WB dan Dandim 1608/Bima yang tetap memberikan perhatian khusus kepada kami. “Semoga amalan dan kebaikan Bapak mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT,” doa Umi Delima.

Usai menyerahkan tali asih kepada Umi Delima, Dandim 1608/Bima yang didampingi Danunit Intel Kodim/1608 Bima Letda Husen meninggalkan Desa Campa pukul 17.00 wita dan melanjutkan silaturrahim di Desa Dena Kecamatan Madapangga, yakni di kediaman Mantan Napiter Poso sdri. Nurmi Usman, istri dari Napiter Poso sdr. Basri yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Nusa Kambangan. silaturrahim Dandim 1608/Bima selesai pukul 17.35 wita dalam kondisi aman dan lancar.

Klaster Gowa Mendominasi Positif Covid-19. 21 Orang positif; Sumbawa 3, Bima 10 Orang.

Mataram – sumbawanews.com,- Gugus tugas penanganan virus corona atau covid -19 NTB hari ini, Senin 20 April 2020 melalui ketua pelaksana harian  H. Lalu Gita Ariadi  menyampaikan perkembangan terbaru wabah pandemi mematikan tersebut dengan telah diperiksa 68 sampel dengan hasil 45 sampel negatif, 2 (dua) pasien sampel ulangan positif, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19. Kasus baru positif tersebut, antara lain :

• Pasien nomor 73, an. Tn. S, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Labuan Bontong,
Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik

• Pasien nomor 74, an. Tn. AS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Labuan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik.

• Pasien nomor 75, an. Tn. H, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Labuan Bontong,
Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik.

• Pasien nomor 76, an. Ny. R, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kananga,
Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dan dalam kondisi baik.

• Pasien nomor 77, an. Tn. I, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dan dalam kondisi baik.

• Pasien nomor 78, an. Tn. AH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bonto Kape,
Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 79, an. Ny. IJ, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Kananga,
Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 80, an. An. IA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 81, an. Tn. B, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 82, an. Tn. A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk desa Kore, Kecamatan
Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 83, an. Tn. S, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 84, an. Tn. S, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 85, an. Tn. MS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 86, an. Tn. MZ, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Tanak Beak,
Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 87, an. Tn. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik.

• Pasien nomor 88, an. An. MA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dan dalam kondisi baik.

• Pasien nomor 89, an. Tn. MF, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat tidak pernah. Saat ini sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dan dalam kondisi baik.

• Pasien 90, an. Tn. SMP, laki-laki, usia 57 tahun, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak tidak pernah. Saat ini sedang menjalani karantina mandiri dan saat ini dalam kondisi baik.

• Pasien 91, an. Tn. A, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Keluarahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak ada. Saat ini sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dan dalam kondisi baik.

• Pasien 92, an. Ny. HK, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule,
Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dan dalam kondisi baik.

• Pasien 93, an. Tn. R, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Dayen Pekan,
Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Ditambahkannya, dengan adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi Positif Covid-19, tidak ada sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (20/4/2020) sebanyak 93 orang, dengan perincian 11 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal
dunia, serta 78 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi
positif.

Populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku
Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Sebanyak 387 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil 8 orang (2,1%) reaktif, 815 ODP/OTG
diperiksa dengan hasil 52 orang (6,4%) reaktif, dan 1.078 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 273 orang (25,3%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 7 orang
dengan hasil 2 orang (28,6%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 276 orang
dengan perincian 174 orang (63%) PDP masih dalam pengawasan, 102 orang (37%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.472 orang, terdiri dari 880 orang (20%) masih dalam pemantauan dan 3.592 orang
(80%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 1.490 orang, terdiri dari 1.042 orang (70%) masih dalam pemantauan dan 448 orang (30%) selesai pemantauan. Sedangkan PelakuPerjalanan
Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid19 sebanyak 42.927 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 13.832 orang (32%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 29.095 orang (68%).

Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari
kerumunan, physical distancing minimal 2 meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Terima kasih juga kepada masyarakat yang pulang dari daerah terjangkit Covid-19, yang telah dengan kesadaran sendiri melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

Pemerintah juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.

Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

Kemenkes: Waspada Gizi Buruk Anak di tengah Corona

Ketua Harian YAICI Arif Hidayat

Jakarta, Sumbawanews.com.- Meski belum ada penelitian tentang resiko Covid 19 terhadap anak-anak, namun data kasus secara global menunjukkan rendahnya persentase anak-anak penderita Covid 19. Meski demikian, bukan berarti dalam masa pandemi ini perhatian terhadap anak-anak, terutama pemenuhan gizi jadi berkurang.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat kemenkes dr. Kirana Pritasari, MQIH mengatakan anak-anak pemenuhan gizi anak Harus tetap diperhatikan untuk menjaga imunitas agar terhindar dari infeksi penyakit khususnya Covid 19.

“Imunitas tubuh erat kaitannya dengan cukup atau tidaknya asupan makan anak, yang akan berpengaruh langsung terhadap status gizi dan imunitasnya. Dengan asupan makan yang cukup baik jumlah, jenis, dan frekuensinya maka imunitas akan terjaga sehingga anak mampu menangkal penyakit infeksi, atau setidaknya bila terlanjur terinfeksi maka dapat cepat sembuh kembali,” jelas Kirana melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2020).

Pada kondisi anak tertular Covid 19 akan menjadi lebih berisiko ketika anak memiliki penyakit penyerta seperti pneumonia. Dengan demikian mempertahankan status gizi anak jangan sampai turun bagi yang normal, dan memperbaiki status gizi pada anak-anak gizi kurang dan buruk menjadi sangat penting.

Kirana mengingatkan keterbatasan penghasilan orang tua dapat memberikan efek domino yang menyebabkan penurunan daya beli. “Bila tidak diimbangi dengan kemampuan ibu memilah makanan bergizi sesuai kemampuan dapat berdampak terhadap asupan makan anak yang mempengaruhi status gizinya,” imbuh Kirana.

Oleh karena itu, ketersediaan pangan di rumah tangga dan pengetahuan orang tua terhadap pemilihan bahan makanan bergizi dengan harga yang terjangkau menjadi perhatian khusus.

Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Arif Hidayat mengatakan, stunting dan gizi buruk sama berbahayanya dengan Corona. “Jika bicara dampak jangka panjang, stunting jelas lebih berbahaya. Anak yang terkena stunting sepanjang hidupnya akan dihantui gangguan kesehatan, kurang produktif hingga menjadi beban bagi keluarga,” jelas Arif.

Oleh karenanya, Arif berharap pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dapat lebih memperhatikan aspek kesehatan keluarga terutama pemenuhan gizi anak. “Kita perlu mengapresiasi berbagai upaya masyarakat menggalang bantuan. Tapi yang perlu diingat adalah jangan sampai paket-paket sembako yang dibagikan ke masyarakat justru beresiko terhadap kesehatan mereka di masa depan,” jelas Arif.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Arif bukan tanpa alasan. Sudah menjadi kebiasaan kita memberikan produk-produk instan dan tinggi gula di dalam paket sembako. “Pada umumnya, paket sembako bantuan masyarakat biasanya dilengkapi produk-produk seperti mie instan, ikan kaleng, susu kaleng/ susu kental manis. Jelas ini bukan bahan-bahan yang dapat dikonsumsi anak-anak terutama balita,” jelas Arif.

Disampaikan Arif, daripada memberikan anak makanan instan, lebih baik masyarakat memanfaatkan bahan makanan yang banyak disediakan di lingkungan sekitar. “Banyak masyarakat mengeluh pandemic mengakibatkan pendapatan keluarga berkurang, sementara ada kebutuhan susu untuk anak. Disini saya ingatkan, asupan protein untuk anak bisa di dapat dari bahan-bahan pangan lokal disekitar kita. Daun kelor misalnya, selain tinggi protein juga kaya dan vitamin C. Protein ini juga bisa diperoleh dari tempe, tahu dan telur. Jangan sampai nanti karena harga susu anak mahal menjadi alasan masyarakat memberikan anak minuman instan seperti susu kental manis, ini yang kita juga musti awasi” jelas Arif. (s01)

Cegah Penularan Covid-19, Brigif Para Raider 18 Berikan Bantuan Untuk Masyarakat

sumbawanews.com,- Dalam rangka menekan angka penularan Covid-19, Brigif Para Raider 18/Kostrad menggelar kegiatan kemanusiaan dengan membantu warga yang berdomisili di Desa Sidorejo, Kec. Jabung, Kabupaten Malang. Demikian disampaikan Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Brigif Para Raider 18/Kostrad Kapten Inf Supriyadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2020).

“Dalam masa pandemi Covid-19, kami menggelar beberapa kegiatan dengan tujuan menekan angka penyebaran virus ini, adapun kegiatan yang dilakukan antara lain pembagian masker, penyemprotan desinfektan dan pemberian hand sanitizer kepada warga,” ujarnya.

Kapten Inf Supriyadi mengatakan bahwa kegiatan ini juga bersinergi dengan aparat kewilayahan dari TNI, Polri serta Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat, tampak wajah senang dari masyarakat selama kegiatan berlangsung dengan adanya bantuan ini.

“Kami terus menerus melaksanakan komunikasi yang intensif dengan aparat kewilayahan, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana,” tutur Kapten Inf Supriyadi.

Di tempat terpisah, Parman salah satu warga Desa mengatakan sangat senang dengan adanya bantuan dari TNI. “Saya sedang mengendarai sepeda motor menuju ke kebun, kebetulan saya melewati jalan poros Desa dan diberhentikan oleh Bapak TNI, karena tidak menggunakan masker, seketika saya diberikan masker secara gratis dan penyampaian Bapak TNI bahwa saya harus selalu gunakan masker agar terhindar dari penularan virus corona khususnya saat kegiatan diluar rumah, terima kasih Bapak-Bapak TNI atas bantuanya,” ujarnya. (Pen Brigif Para Raider 18/SEY)

Dapur Umum TNI Bantu Mengatasi Kesulitan Rakyat Disekelilingnya

sumbawanews.com,- Di tengah-tengah pandemi wabah Virus Corona atau Covid-19 dan Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendirikan Dapur Umum untuk membantu warga yang membutuhkan dengan membagikan nasi bungkus kepada warga yang kurang mampu.

Komandan Kodim (Dandim) 0502/JU Kolonel Kav Trihandaka selaku Koordinator Dapur Umum TNI-Polri Percepatan Penanganan Covid-19 di Koramil Cilincing, Jalan Cilincing Landak No. 39, Jakarta Utara, Senin (20/4/2020) mengatakan bahwa di dalam 8 Wajib TNI salah satu isinya adalah membantu mengatasi kesulitan rakyat disekelilingnya, diantaranya warga yang terdampak Covid-19.

Dandim 0502/JU menyampaikan bahwa tujuan didirikannya Dapur Umum TNI-Polri adalah dalam rangka sedikit meringankan beban saudara-saudara kita (warga) yang sedang mengalami kekurangan. Dapur Umum di Koramil Cilincing, setiap harinya mampu mendistribusikan sekitar 900 nasi bungkus siap saji untuk dibagikan kepada warga (pagi, siang, malam) yang kurang mampu karena dampak Covid-19 dan PSBB.

Pembagian nasi bungkus dengan menerapkan physical distancing (pembatasan fisik) dan social distancing (pembatasan sosial) kepada warga di Kampung Kerang Hijau, Kel. Cilincing, Kec. Cilincing, dibantu  pula oleh Babinsa, Babinkamtibmas serta aparat terkait, dengan cara dibagikan dari rumah ke rumah dan setiap kepala keluarga mendapatkan dua nasi bungkus, diharapkan cukup.

Personel yang mendukung kegiatan memasak berjumlah 22 personel secara bergantian. Selain itu, personel yang berada di dapur umum wajib mengikuti protokol kesehatan dan memeriksa suhu tubuh sebelum masuk ke lingkungan dapur, termasuk menjaga jarak saat sedang memasak. (Ahm)

TNI Laksanakan Operasi Militer Selain Perang Tangani Wabah Covid-19

sumbawanews.com,- Operasi Militer Selain Perang yang dilaksanakan TNI untuk menangani Covid-19 saat ini melibatkan seluruh matra. Operasi yang dilaksanakan seperti penanganan medis, pengamanan wilayah dan pengamanan perbatasan, serta dukungan yang diberikan juga harus terintegrasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait.

Demikian amanat tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan oleh Dansesko TNI Marsdya TNI Dedy Permadi, S.E., MMDS pada pembukaan Pendidikan Reguler ke-47 Sesko TNI Tahun Anggaran 2020 yang dilaksanakan secara virtual melalui video conference di Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2020).

Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini sinergi dan kerja sama lintas Kementerian dan Lembaga semakin mengemuka, dimana setiap komponen masyarakat memiliki pengaruh dan peranan. Untuk itu, tiap-tiap matra (AD, AL, AU) memiliki bagian pada setiap operasi dan di masa yang akan datang hal itu akan semakin menonjol.

Menurut Panglima TNI, globalisasi kehidupan manusia yang selama ini membuka peluang ekonomi yang besar, telah menjadi bumerang dengan memungkinkan penyebaran virus secara masif, luas, dan cepat. Menjadi tantangan bagi TNI dan seluruh perwira sebagai calon-calon Pimpinan TNI, untuk dapat membaca perkembangan dunia dan menjadikan TNI siap dan mampu melaksanakan tugas pokoknya dengan paripurna.

Situasi saat ini sesungguhnya menjadi ujian bagi sistem pertahanan semesta yang dianut TNI. Virus Corona atau Covid-19 yang menjadi pandemi ini sebenarnya sudah diperkirakan sejak beberapa dasawarsa yang lalu, namun karena tidak tampak nyata, dunia tidak siap saat Covid-19 muncul.

Panglima TNI menegaskan bahwa institusi TNI harus siap dalam menghadapi setiap spektrum ancaman yang dapat terjadi di masa mendatang. Perwira TNI khususnya siswa Sesko TNI Angkatan ke-47 yang merupakan calon pemimpin TNI masa depan, harus professional dan berwawasan luas, adaptif serta inovatif.

Pembukaan Sesko TNI Angkatan ke-47 dilaksanakan secara virtual dikarenakan adanya wabah pandemi Covid-19 yang menuntut TNI beradaptasi. Namun sesungguhnya tuntutan adaptasi tersebut tidak akan berhenti walaupun pandemi sudah dapat diatasi.

Panglima TNI mengatakan bahwa nantinya bukan hanya pembukaan pendidikan Sesko TNI saja yang berbeda namun format pendidikannya nanti akan dilaksanakan dalam bentuk yang berbeda. TNI sebagai organisasi harus terus beradaptasi dan TNI harus dapat membaca setiap potensi ancaman yang akan dihadapi serta harus menyiapkan diri untuk menghadapinya.

Pendidikan Reguler ke-47 Sesko TNI Tahun Anggaran 2020 diikuti oleh 170 Perwira Siswa (Pasis) peserta, terdiri dari TNI AD 74 Pasis, TNI AL 39 Pasis, TNI AU 36 Pasis, Polri 17 Pasis dan 4 Pasis Mancanegara (AD Filipina, AU India, AU Pakistan, AD Singapura). (Ahm)

Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19, Kodim Lotim Gelar Panen Raya

Lombok Timur – Virus corona atau Corona Virus Desease (Covid-19) menjadi pusat perhatian pemerintah dan masyarakat tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Timur.

Namun di tengah pandemi virus tersebut, Kodim 1615/Lotim hari ini menggelar panen raya bersama kelompok tani Batu More Bawak di atas lahan milik tanah Pecatu Dusun Talun Desa Montong Baan Kecamatan Sikur dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Lombok Timur, Senin (20/4).

Acara panen raya yang mengangkat tema “Dengan panen raya di wilayah Kabupaten Lotim kita tingkatkan ketahanan pangan nasional” dipimpin Pasiter Kodim 1615/Lotim Kapten Inf Muslim.

Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.IP., disela-sela kesibukannya menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19 ini selain tetap waspada dan berhati-hati dalam menjaga kesehatan badan juga tidak boleh terlena dengan kondisi ini, namun tetap menjalankan aktifitas tentunya dengan melaksanakan imbauan pemerintah seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan sering cuci tangan.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan panen raya untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak, dengan harapan adanya keseimbangan antara kebutuhan dengan ketersediaan logistik di tengah wabah virus corona,” ujar Dandim.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi harapan untuk menjaga ketersediaan pangan secara nasional khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Timur, sehingga harus memperhatikan kesejahteraan petani dengan menjaga kesetabilan harga jual produk pertanian baik padi, jagung ataupun kedelai.

“Mari kita jaga diri dan keluarga dari Covid-19 tentunya dengan tidak meninggalkan profesi, namun tetap mematuhi dan melaksanakan imbauan dan kebijakan pemerintah sehingga semuanya berjalan optimal,” pungkas Alumnus Akmil 2001 Tersebut.

Adapun yang hadir pada kegiatan tersebut Camat Sikur Lalu putra, Danramil 1615-09/Sikur Kapten Inf I Nengah Seneng, Kapolsek Sikur Iptu Erry Armunanto, Kepala UPP Sikur, Kepala Desa Montong Baan, PPL Desa dan anggota Koramil dan Polsek Sikur serta tamu undangan lainnya.

Bangun Kesadaran Bersama Atasi Covid-19, Rajawali Jarot-Mokhlis Bagikan Masker

Plampang – sumbawanews.com,– Relawan Rajawali Jarot-Mokhlis kembali membagikan masker gratis kepada warga di kecamatan Plampang- Sumbawa, kemarin minggu (19/04).

Menurut Ipin Kompas, pembagian masker ke warga sebagai wujud kepedulian bersama mencegah penyebaran virus mematikan covid-19.  ” wabah ini kian marak dan perlu kesadaran bersama mencegah penyebarannya ” alasan Ipin membagikan masker.

Sebagaimana diketahui wabag covid-19 atau lebih di kenal dengan virus corona ini telah terindentifikasi beberapa orang positif terjangkit di wilayah kabupaten Sumbawa. Info terbaru satu warga Labangka terjangkit covid-19.

Kecamatan Labangka berbatasan langsung dengan plampang karenanya, perlu kewaspadaan bersama dalam penyebarannya jelas Ipin kompas.

Sasaran pembagian menurut Ipin dilakukan secara acak kepada warga terdampak, khususnya terhadap kelompok masyarakat kurang mampu.

” kami datangi warga dan bagikan door to door ” ungkap Ipin pola pendistribusian masker gratis di dampingi beberapa relawan yang ikut dalam aksi sosial bagi masker gratir.

 

 

WASPADA !!! Lonjakan Positif Covid-19 Bisa 2-3 Kali Lipat Dibanding Data Hari Ini.

Mataram – sumbawanews.com,– Gubernur Nusa Tenggara Barat Bang Zulkieflimansyah menjelaskan penanganan penyebaran Covid-19 di lakukan dengan sungguh-sungguh. “untuk mengatasi wabah Corona di NTB ini, kami membentuk 2 tim di Gugus Tugas Corona NTB. Tim 1 berkonsentrasi pada aspek kesehatan dan bagaimana mengurai  penularan virus ini dan tim ke 2 mencoba menghandle dampak sosial ekonomi dari pandemik Covid 19 ini” tulis Gubernur NTB di akun pribadi medsos Facebook bang Zulkieflimansyah.

Di tambahkannya, Dari hasil Rapid Test yg sudah  dilakukan, kelihatan sekali bahwa di hari-hari ke depan lonjakan yang positif Corona di tempat kita akan lebih banyak. Bisa meningkat 2 bahkan 3 kali lipat dibanding data hari ini.

“Tapi karena Cluster nya sudah teridentifikasi mudah2an jumlah yg banyak ini bisa dilokalisir dan diisolasi” urai bang Zul.

Bang Zul mengingatkan, hati-hati dan waspada harus, tapi jangan sampai panik berlebihan terutama di daerah-daerah yang baru terkonfirmasi ada yg positif.

Sikapi secara wajar, lebih bagus ketahuan positif dan segera diantisipasi daripada kelihatan nol tapi sebenarnya sdh banyak yg tertular.

Ini penyakit bukan Aib dan bisa disembuhkan. Hanya penularannya yang begitu cepat. Di tengah suasana diliputi Pandemik ini, selalu saja ada ide-ide cemerlang.

Terima kasih Pada UKM dan STIP kita yg sudah berhasil membuat Ventilator sederhana untuk mengantisipasi besarnya pasien yg positif. Dengan bahan-bahan sederhana, anak-anak muda NTB mampu membuat ventilator untuk mengantisipasi keadaan yang darurat. Mudah-mudahan kita berdoa untuk tidak perlu dipakai dan digunakan.

Tapi sekali lagi salut pada anak-anak Muda NTB yg Mampu membuat Alat-alat kesehatan sendiri dengan cara-cara yang sederhana.

Where there is a will, thwre is a way ! Tulis Gubernur NTB diakhir tulisannya

Berita Terkini

Belanda vs Maroko: Duel Kuda Hitam di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Pertandingan seru akan tersaji di Gillette Stadium pada Selasa, 30 Juni 2026, pukul 08.00 WIB, ketika Belanda menghadapi Maroko dalam laga 32 besar...

Jude Bellingham Jadi Tulang Punggung Inggris di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Jakarta – Jude Bellingham telah membuktikan diri sebagai mesin penggerak utama timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 23 tahun itu mencatat...

Persija Perpanjang Kontrak Eksel Runtukahu, Targetkan Gelar Juara

Sumbawanews.com,- Eksel Runtukahu resmi memperpanjang kontraknya dengan Persija Jakarta hingga musim 2026/2027, menyusul performa impresifnya di musim lalu. Pemain asal Tondano, 2 September 1998,...

Brasil vs Jepang Bertemu di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Jepang berlangsung di NRG Stadium, Houston, pada Selasa, 30 Juni 2026, pukul 00.00...

Berita Utama