sumbawanews.com,- Operasi Militer Selain Perang yang dilaksanakan TNI untuk menangani Covid-19 saat ini melibatkan seluruh matra. Operasi yang dilaksanakan seperti penanganan medis, pengamanan wilayah dan pengamanan perbatasan, serta dukungan yang diberikan juga harus terintegrasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait.
Demikian amanat tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan oleh Dansesko TNI Marsdya TNI Dedy Permadi, S.E., MMDS pada pembukaan Pendidikan Reguler ke-47 Sesko TNI Tahun Anggaran 2020 yang dilaksanakan secara virtual melalui video conference di Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2020).
Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini sinergi dan kerja sama lintas Kementerian dan Lembaga semakin mengemuka, dimana setiap komponen masyarakat memiliki pengaruh dan peranan. Untuk itu, tiap-tiap matra (AD, AL, AU) memiliki bagian pada setiap operasi dan di masa yang akan datang hal itu akan semakin menonjol.
Menurut Panglima TNI, globalisasi kehidupan manusia yang selama ini membuka peluang ekonomi yang besar, telah menjadi bumerang dengan memungkinkan penyebaran virus secara masif, luas, dan cepat. Menjadi tantangan bagi TNI dan seluruh perwira sebagai calon-calon Pimpinan TNI, untuk dapat membaca perkembangan dunia dan menjadikan TNI siap dan mampu melaksanakan tugas pokoknya dengan paripurna.
Situasi saat ini sesungguhnya menjadi ujian bagi sistem pertahanan semesta yang dianut TNI. Virus Corona atau Covid-19 yang menjadi pandemi ini sebenarnya sudah diperkirakan sejak beberapa dasawarsa yang lalu, namun karena tidak tampak nyata, dunia tidak siap saat Covid-19 muncul.
Panglima TNI menegaskan bahwa institusi TNI harus siap dalam menghadapi setiap spektrum ancaman yang dapat terjadi di masa mendatang. Perwira TNI khususnya siswa Sesko TNI Angkatan ke-47 yang merupakan calon pemimpin TNI masa depan, harus professional dan berwawasan luas, adaptif serta inovatif.
Pembukaan Sesko TNI Angkatan ke-47 dilaksanakan secara virtual dikarenakan adanya wabah pandemi Covid-19 yang menuntut TNI beradaptasi. Namun sesungguhnya tuntutan adaptasi tersebut tidak akan berhenti walaupun pandemi sudah dapat diatasi.
Panglima TNI mengatakan bahwa nantinya bukan hanya pembukaan pendidikan Sesko TNI saja yang berbeda namun format pendidikannya nanti akan dilaksanakan dalam bentuk yang berbeda. TNI sebagai organisasi harus terus beradaptasi dan TNI harus dapat membaca setiap potensi ancaman yang akan dihadapi serta harus menyiapkan diri untuk menghadapinya.
Pendidikan Reguler ke-47 Sesko TNI Tahun Anggaran 2020 diikuti oleh 170 Perwira Siswa (Pasis) peserta, terdiri dari TNI AD 74 Pasis, TNI AL 39 Pasis, TNI AU 36 Pasis, Polri 17 Pasis dan 4 Pasis Mancanegara (AD Filipina, AU India, AU Pakistan, AD Singapura). (Ahm)
Lombok Timur – Virus corona atau Corona Virus Desease (Covid-19) menjadi pusat perhatian pemerintah dan masyarakat tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Timur.
Namun di tengah pandemi virus tersebut, Kodim 1615/Lotim hari ini menggelar panen raya bersama kelompok tani Batu More Bawak di atas lahan milik tanah Pecatu Dusun Talun Desa Montong Baan Kecamatan Sikur dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Lombok Timur, Senin (20/4).
Acara panen raya yang mengangkat tema “Dengan panen raya di wilayah Kabupaten Lotim kita tingkatkan ketahanan pangan nasional” dipimpin Pasiter Kodim 1615/Lotim Kapten Inf Muslim.
Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.IP., disela-sela kesibukannya menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19 ini selain tetap waspada dan berhati-hati dalam menjaga kesehatan badan juga tidak boleh terlena dengan kondisi ini, namun tetap menjalankan aktifitas tentunya dengan melaksanakan imbauan pemerintah seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan sering cuci tangan.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan panen raya untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak, dengan harapan adanya keseimbangan antara kebutuhan dengan ketersediaan logistik di tengah wabah virus corona,” ujar Dandim.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi harapan untuk menjaga ketersediaan pangan secara nasional khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Timur, sehingga harus memperhatikan kesejahteraan petani dengan menjaga kesetabilan harga jual produk pertanian baik padi, jagung ataupun kedelai.
“Mari kita jaga diri dan keluarga dari Covid-19 tentunya dengan tidak meninggalkan profesi, namun tetap mematuhi dan melaksanakan imbauan dan kebijakan pemerintah sehingga semuanya berjalan optimal,” pungkas Alumnus Akmil 2001 Tersebut.
Adapun yang hadir pada kegiatan tersebut Camat Sikur Lalu putra, Danramil 1615-09/Sikur Kapten Inf I Nengah Seneng, Kapolsek Sikur Iptu Erry Armunanto, Kepala UPP Sikur, Kepala Desa Montong Baan, PPL Desa dan anggota Koramil dan Polsek Sikur serta tamu undangan lainnya.
Plampang – sumbawanews.com,– Relawan Rajawali Jarot-Mokhlis kembali membagikan masker gratis kepada warga di kecamatan Plampang- Sumbawa, kemarin minggu (19/04).
Menurut Ipin Kompas, pembagian masker ke warga sebagai wujud kepedulian bersama mencegah penyebaran virus mematikan covid-19. ” wabah ini kian marak dan perlu kesadaran bersama mencegah penyebarannya ” alasan Ipin membagikan masker.
Sebagaimana diketahui wabag covid-19 atau lebih di kenal dengan virus corona ini telah terindentifikasi beberapa orang positif terjangkit di wilayah kabupaten Sumbawa. Info terbaru satu warga Labangka terjangkit covid-19.
Kecamatan Labangka berbatasan langsung dengan plampang karenanya, perlu kewaspadaan bersama dalam penyebarannya jelas Ipin kompas.
Sasaran pembagian menurut Ipin dilakukan secara acak kepada warga terdampak, khususnya terhadap kelompok masyarakat kurang mampu.
” kami datangi warga dan bagikan door to door ” ungkap Ipin pola pendistribusian masker gratis di dampingi beberapa relawan yang ikut dalam aksi sosial bagi masker gratir.
Mataram – sumbawanews.com,– Gubernur Nusa Tenggara Barat Bang Zulkieflimansyah menjelaskan penanganan penyebaran Covid-19 di lakukan dengan sungguh-sungguh. “untuk mengatasi wabah Corona di NTB ini, kami membentuk 2 tim di Gugus Tugas Corona NTB. Tim 1 berkonsentrasi pada aspek kesehatan dan bagaimana mengurai penularan virus ini dan tim ke 2 mencoba menghandle dampak sosial ekonomi dari pandemik Covid 19 ini” tulis Gubernur NTB di akun pribadi medsos Facebook bang Zulkieflimansyah.
Di tambahkannya, Dari hasil Rapid Test yg sudah dilakukan, kelihatan sekali bahwa di hari-hari ke depan lonjakan yang positif Corona di tempat kita akan lebih banyak. Bisa meningkat 2 bahkan 3 kali lipat dibanding data hari ini.
“Tapi karena Cluster nya sudah teridentifikasi mudah2an jumlah yg banyak ini bisa dilokalisir dan diisolasi” urai bang Zul.
Bang Zul mengingatkan, hati-hati dan waspada harus, tapi jangan sampai panik berlebihan terutama di daerah-daerah yang baru terkonfirmasi ada yg positif.
Sikapi secara wajar, lebih bagus ketahuan positif dan segera diantisipasi daripada kelihatan nol tapi sebenarnya sdh banyak yg tertular.
Ini penyakit bukan Aib dan bisa disembuhkan. Hanya penularannya yang begitu cepat. Di tengah suasana diliputi Pandemik ini, selalu saja ada ide-ide cemerlang.
Terima kasih Pada UKM dan STIP kita yg sudah berhasil membuat Ventilator sederhana untuk mengantisipasi besarnya pasien yg positif. Dengan bahan-bahan sederhana, anak-anak muda NTB mampu membuat ventilator untuk mengantisipasi keadaan yang darurat. Mudah-mudahan kita berdoa untuk tidak perlu dipakai dan digunakan.
Tapi sekali lagi salut pada anak-anak Muda NTB yg Mampu membuat Alat-alat kesehatan sendiri dengan cara-cara yang sederhana.
Where there is a will, thwre is a way ! Tulis Gubernur NTB diakhir tulisannya
sumbawanews.com,- Kegiatan LRP dan LRM Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Mission de IOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) ditengah pandemi virus corona saat ini, berhasil kembalikan ke masyarakat 3 (tiga) orang ex-combatan MM Usaeni Kelopok Kadongo disertai 3 pucuk senjata laras panjang jenis AK-47 dan 3 (tiga) buah magazen di Desa Lukengwe Kalemie Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, Minggu (19/4/2020).
Komandan Satgas Kolonel Inf Daniel Lumbanraja yang diwakili Wadan Satgas Letkol Inf Hadrianus Yossy S. Buanan menyampaikan bahwa Kompi Alpha Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB MONUSCO yang dipimpin Mayor Inf Bayu berhasil dalam melaksanakan tugasnya dan menyerahkan secara resmi 3 (tiga) orang ex-combatan ke Indo RDB atas nama Ibrahim Juma Kahite (64), Mulumba Makongolo (60) dan Kilo Malumbi (21) MM Usaeni kelompok Kadongo disertai 3 (tiga) disertai 3 (tiga) pucuk senjata jenis AK-47, dan 3 (tiga) buah magazen.
“Keberhasilan kali ini merupakan sebagai wujud nyata dari berbagai kegiatan-kegiatan positif Satgas TNI yang telah dilakukan seperti kegiatan LRM Kompi Alpha beberapa hari sebelumnya dipimpin Kapten Inf Moch. Chorik dan LRP di wilayah Area of Responcibility (AoR) tidak jauh dari desa Lukengwe (32 KM dari Kalemie) Provinsi Tanganyika.
Letkol Inf Hadrianus Yossy mengatakan bahwa dengan adanya kedekatan personel Satgas TNI RDB saat mensosialisasikan pencegahan penularan virus Corona ditengah-tengah pandemi ini ternyata mendapatkan simpati yang kuat masyarakat Kongo khususnya warga Desa Lukengwe yang dikemas dalam berbagai kegiatan CIMIC terbatas berupa medical assistance, psychology treatment dan smart library.
Selanjutnya dikatakan bahwa senjata yang telah diserahkan kepada personel Satgas TNI RDB diserahkan kembali kepada staf Monusco dalam hal ini Disarmament Demobilization Reintegration (DDR) untuk dilaksanakan proses lebih lanjut sesuai ketentuan UN.
“Penyerahan diri dari 3 orang Ex Combatan beserta senjatanya merupakan kelanjutan dari penyerahan senjata yang sebelumnya didapat dari Kompi Bravo belum lama ini dilaksanakan.
Wadan Satgas atas nama Dansatgas mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit yang telah berhasil membuahkan hasil dalam menjalankan misinya dengan baik. Dengan terus berupaya untuk dapat memberikan rasa aman, nyaman dan memenangkan hati dan pikiran masyarakat serta meningkatkan kepercayaan kepada Satgas TNI RDB Monusco. (Pen Satgas Konga XXXIX-B Monusco)
sumbawanews.com,- Prajurit TNI yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus kerja keras untuk memenuhi kebutuhan Medis di sejumlah daerah yang dianggap kurang. Seperti pada pengiriman barang sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) dan Masker dari Gugus Tugas Nasional ke Indonesia bagian Timur Ternate dan Maluku.
Pengiriman barang ke Ternate pada Sabtu (18/4/2020) dengan menggunakan pesawat TNI AU B737 dengan nomor penerbangan A. 7304 yang rencananya melalui rute dari Kupang, NTT langsung ke Ternate. Sedangkan pengiriman APD dan Masker ke Provinsi Maluku, Minggu (19/4/2020).
Alat yang dibawa oleh pesawat TNI tersebut berupa APD (50 koli) dan Masker 1.000 pcs sama untuk kedua Provinsi yaitu Ternate dan Maluku. Untuk Provinsi Ternate akan diterima lansung oleh Dinkes Provinsi Ternate. Sedangkan di Provinsi Maluku akan dijemput oleh pihak TNI yaitu Slog Kodam Pattimura dan Kesdam Pattimura. Rencana penyerahan ke Dinkes Provinsi Maluku oleh pejabat TNI di daerah yaitu Asops Kodam Pattimura yang direncanakan pada Senin (20 April 2020).
Sementara pada bagian lain, Provinsi Aceh menerima APD dengan menggunakan pesawat A-7306 milik TNI AU pada Sabtu Sore (18/4/2020), bantuan Alat Kesehatan Penanggulangan Covid-19 dari Pusat penanggulangan Krisis Kemenkes yang diterima berupa APD 150 pices, Masker bedah 1000 pices, Masker N-95 200 pices dan hand sanitizer 500 pices. Sedangkan dari Diskesau untuk Lanud Iskandar Muda sebanyak 100 buah Rapid Test.
Pada Sabtu siang (18/4/2020) juga dikirim sejumlah APD melalui pesawat TNI AU dengan nomor pesawat A 2907 membawa APD sebanyak 40 box dan diterima langsung oleh BNPB Provinsi Lampung. APD tersebut setelah tiba di Lampung langsung didistribusikan ke sejumlah Kabupaten di seluruh Provinsi Lampung.
Apa yang dilakukan oleh TNI telah diapresiasi oleh Kepala Pusat Krisis (Kapuskris) dan staf Kemenkes RI Kapuskris dr. Budi Silpana memberi jempol dua bagi TNI atas kecepatan dan ketepatan mengirim dan menditribusikan sejumlah Alat Kesehatan diberbagai daerah dalam waktu beberapa hari terakhir ini.
Alkes yang terdistribusi pada hari ini Sabtu (18/4/2020) telah berjalan lancar dan lebih terkoordinasi dengan baik oleh berbagai pihak, atas kerja sama yang dimotori oleh TNI baik di pusat dan daerah. Kemudian yang lebih penting dapat langsung tepat sasaran kepada unsur daerah yang membutuhkan Alkes tersebut. Kerja keras yang dilakukan oleh TNI dan sejumlah pihak terkait lainnya. (Gugus Tugas PP Covid-19)
(Merauke). Selain menjaga kedaulatan NKRI serta mencegah meluasnya penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di wilayah perbatasan RI-PNG, Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad memperketat patroli keamanan di wilayah perbatasan.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Minggu (19/4/2020).
Dansatgas menjelaskan bahwa kegiatan patroli keamanan terus dilakukan oleh personel pos-pos jajaran Satgas Yonif 411 Kostrad yang merupakan tindak lanjut pencegahan penyebaran wabah Virus Corona akibat dari lalu lintas orang di jalan-jalan masuk kedua negara, terutama pada jalur-jalur tikus yang dapat dijadikan akses oleh kegiatan pelintas batas ilegal.
Seperti pada Minggu (19/4/2020) pagi, tujuh personel Pos Kout Sota dipimpin oleh Serka Danang Saputra melaksanakan patroli keamanan di jalan-jalan tikus perbatasan RI-PNG di Kampung Sota, Distrik Sota. Kegiatan patroli tersebut merupakan salah satu upaya dalam mencegah pelintas batas ilegal.
“Maraknya penyebaran wabah Covid-19 telah menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia saat ini, salah satunya melalui kebijakan Bupati Merauke yang menutup akses sementara di perbatasan RI-PNG, Distrik Sota, sehingga pengamanan wilayah perbatasan kita tingkatkan sebagai salah satu cara untuk mencegah pelintas batas secara ilegal melalui jalur tikus,” kata Dansatgas.
Selanjutnya Dansatgas mengatakan bahwa untuk mencegah meluasnya penyebaran virus ini, pihaknya terus melaksanakan patroli keamanan setiap harinya. Selain untuk menjaga stabilitas keamanan juga mencegah penyebaran Virus Corona yang telah menjadi pandemi dunia.
“Meskipun saat ini, belum ada laporan dari masing-masing pos tentang adanya pelintas batas ilegal, dan apabila didapatkan, maka tindakan yang akan kami lakukan sesuai dengan ketentuan, seperti mendata, memeriksa dan melaporkan kepada komando atas untuk segera diserahkan kepada pihak Imigrasi setempat,” tuturnya.
Mudah-mudahan penyebaran wabah Covid-19 dapat segera diatasi, sehingga masyarakat dapat melakukan kegiatan secara normal kembali, dan tentunya dibutuhkan peran serta dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat.
Di tempat terpisah, Pasi Intel Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad Lettu Inf Asep Saepudin, S.T.Han. menyampaikan bahwa selain memperketat keamanan di perbatasan, kerja sama dengan lintas sektoral yang ada juga terus ditingkatkan dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19 khususnya di wilayah perbatasan sektor selatan ini.
“Tak henti-hentinya sinergitas dengan Lintas Sektoral dan seluruh lapisan masyarakat terus digencarkan oleh pos-pos Satgas Yonif 411 Kostrad, dengan terus mengedukasi dan menghimbau warga binaan untuk disiplin mengikuti arahan yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya. (Bdr)
Mataram – sumbawanews.com,– berikut ini pers realese gugus tugas penanganan Covid-19 NTB
1. Bahwa pada hari ini, Minggu 19 April 2020 telah diperiksa 48 sampel dengan hasil 33 sampel
negatif, 4 (empat) pasien sampel ulangan positif, dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19. Kasus
baru positif tersebut, antara lain :
• Pasien nomor 62, an. Tn. AR, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk desa Tatebal, Kecamatan
Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa
Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani
karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik;
• Pasien nomor 63, an. Tn. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk desa Sukamulya, Kecamatan
Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat
di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik;
• Pasien nomor 64, an. Tn. S, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk desa Sukadamai, Kecamatan
Labangka, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat
di Kabupaten Sumbawa dan dalam keadaan baik;
• Pasien nomor 65, an. Tn. SY, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kecamatan Taliwang,
Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah kontak dengan orang sakit dengan gejala
demam, batuk, pilek yang baru pulang dari Gowa Makassar dan Kota Mataram. Riwayat
kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dunia tanggal 18 April
2020 setelah menjalani perawatan di RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
• Pasien nomor 66, an. Tn. KA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Bebidas, Kecamatan
Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Madura
dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat
ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dalam keadaan baik;
• Pasien nomor 67, an. Tn. LD, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Bunut Baok,
Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke
Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani
karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dan dalam keadaan baik;
• Pasien nomor 68, an. Tn. H, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Sukarara, Kecamatan
Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa
Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani
karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dan dalam keadaan baik;
• Pasien nomor 69, an. Tn. MIS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Mantang,
Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan
ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini
menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dan dalam keadaan baik;
• Pasien nomor 70, an. Tn. N, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan
Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa
Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani
karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dan dalam keadaan baik;
• Pasien nomor 71, an. Tn. A, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk desa Tanak Beak,
Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan
perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat
ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dan dalam keadaan baik;
• Pasien nomor 72, an. Tn. M, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Praya,
Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien Pernah melakukan perjalanan ke
Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani
karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dan dalam keadaan baik.
2. Dengan adanya tambahan 11 (sebelas) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, tidak ada
sembuh baru, dan 1 (satu) kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB
sampai hari ini (19/4/2020) sebanyak 72 orang, dengan perincian 11 orang sudah sembuh, 4 (empat)
meninggal dunia, serta 57 orang masih positif dan dalam keadaan baik.
3. Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap
melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan pasien yang
terkonfirmasi positif.
4. Populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga
Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku
Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
Sebanyak 387 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil 8 orang (2,1%) reaktif, 815 ODP/OTG
diperiksa dengan hasil 52 orang (6,4%) reaktif, dan 1.078 PPTG perjalanan Gowa Makassar
diperiksa dengan hasil 273 orang (25,3%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 7 orang
dengan hasil 2 orang (28,6%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan
pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19.
5. Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 269 orang
dengan perincian 168 orang (63%) PDP masih dalam pengawasan, 101 orang (37%) PDP selesai
pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP)
jumlahnya 4.385 orang, terdiri dari 925 orang (21%) masih dalam pemantauan dan 3.460 orang
(79%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan
pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 1.204 orang, terdiri dari 770 orang (64%)
masih dalam pemantauan dan 434 orang (36%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan
Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-
19 sebanyak 41.505 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 14.577 orang (35%), dan
yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 26.928 orang (65%).
6. Disampaikan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan memperhatikan secara seksama seluruh
informasi yang berkaitan dengan penggalangan dana untuk kegiatan pencegahan dan penanganan
Covid-19 yang ditemui diberbagai media informasi seperti media sosial dan WhatsApp. Terutama
yang mengatasnamakan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah dan seluruh
pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bahwa
Pemerintah Provinsi NTB tidak pernah melakukan penggalangan dana yang bersifat perorangan ke
rekening pribadi atau rekening seseorang yang ditunjuk untuk pencegahan dan penanganan Covid-
19. Adapun untuk lembaga maupun organisasi profesi, kemasyarakatan dan lembaga/organisasi
lainnya, yang melakukan penggalangan dana, maka dihimbau kepada masyarakat untuk bisa
dengan seksama memperhatikan lembaga/organisasi dimaksud. Barang siapa yang memanfaatkan
situasi pandemi Covid-19 ini untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab
diancam dengan sanksi pidana sesuai Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik serta undang-undang terkait lainnya untuk memberatkan.
7. Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan
Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari
kerumunan, physical distancing minimal 2 meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air
mengalir.
8. Terima kasih juga kepada masyarakat yang pulang dari daerah terjangkit Covid-19, yang telah
dengan kesadaran sendiri melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari
dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.
9. Pemerintah juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah
memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan
pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.
10. Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan
mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan
Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818
0211 8119.
Mataram, 19 April 2020
Sekretaris Daerah
Selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Drs. H. LALU GITA ARIADI, M.Si.
Pembina Utama Madya (IV/d)
NIP. 19651001 199003 1 022
Demikian realease yang du terima media hari ini minggu 19 April 2020.
(Puspen TNI). Sinergitas TNI-Polri Peduli Bencana Covid-19, beberapa waktu lalu telah mendirikan dapur umum yang berlokasi di Kelurahan Kapuk, Jalan Kapuk Kamal Raya, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat, Batalyon Perbekalan dan Peralatan (Yonbekpal) 1/Marinir, Mako Marinir Cilandak, Jakarta Selatan serta Koramil Cilincing, Jalan Cilincing Landak No. 39, Jakarta Utara.
Dapur Umum TNI-Polri yang dipusatkan di Yonbekpal 1/Marinir, Mako Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, setiap harinya mendistribusikan seribu lebih nasi bungkus untuk membantu warga yang terkena dampak Virus Corona atau Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Komandan Batalyon (Danyon) Bekpal 1/Marinir Letkol Marinir Daniel Tarigan, Minggu (19/4/2020) menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan TNI-Polri dengan mendirikan dapur umum dan mendistribusikan langsung kepada warga masyarakat di wilayah Jakarta Selatan merupakan wujud sinergitas TNI-Polri dalam rangka peduli dampak pandemi wabah Covid-19.
Dalam kegiatan tersebut, personel yang mendukung kegiatan memasak dan mendistribusikan nasi bungkus berjumlah 40 personel secara bergantian yang dipimpin oleh Lettu Marinir Suyanto. Selain itu, personel yang berada di dapur umum wajib mengikuti protokol kesehatan dan memeriksa suhu tubuh sebelum masuk ke lingkungan dapur, termasuk juga menjaga jarak saat sedang memasak.
Danyon Bekpal 1/Marinir juga mengatakan bahwa dalam sehari dapur umum yang berada di Mako Marinir menyediakan makanan siap saji berupa nasi bungkus dengan tiga kali pendistribusian yaitu pagi, siang dan malam hari, untuk dibagikan kepada warga yang berdomisili di Jakarta Selatan di sektor Koramil Tebet, yaitu Tebet, Menteng Dalam, Manggarai dan sekitarnya.
Pendistribusian nasi bungkus untuk warga dibantu pula oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) serta aparat terkait, dilaksanakan secara door to door dengan menerapkan physical distancing (pembatasan fisik) dan social distancing (pembatasan sosial).
Sementara itu, Ketua RW 03 Manggarai Selatan Bapak Bachtiar mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada TNI-Polri yang sudah memberikan bantuan berupa nasi bungkus kepada warganya yang terdampak pandemi wabah Covid-19 termasuk yang sedang melaksanakan PSBB di wilayah DKI Jakarta. (Bdr)
Mataram – Dengan semangat membara dan segala upaya, antisipasi penyebaran Covid-19 di Wilayah NTB harus terus digelorakan, tingkatkan semangat untuk lawan pandemi Covid-19, jangan lengah serta berdayakan segala potensi, daya kemampuan, berkolaborasi dengan semua komponen yang ada, kita tidak boleh patah semangat, apa lagi hanya pasrah.
Demikian Danrem 162/WB kembali menginstruksikan memberikan semangat kepada satuan jajaran korem 162/WB dan masyrakat NTB pada umumnya. Disampaikan Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., dalam rilis tertulisnya di Mataram, NTB, Minggu (19/4).
Dikatakan Dahlan, Setelah menerima laporan komandan satuan jajaran Korem 162/WB terkait kegiatan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di daerah, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., kembali memberikan istruksi dan penekanan untuk terus semangat dalam bertugas dan selalu disiplin dalam bertugas sesuaikan protocol dan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan Covid-19 di lapangan.
Danrem mengimbau kepada seluruh jajarannya, agar terus melakukan koordinasi yang ketat lintas sektoral dengan seluruh steakholder terkait, baik lingkup pemerintah maupun swasta bahkan komponen masyarakat yang ada di tiap-tiap wilayah untuk lebih meningkatkan lagi sinergitas, bersatu padu melawan pandemi Covid-19 di NTB, karena saat ini musuh bersama kita adalah Covid-19 yang hanya bisa dimusnahkan dengan bersatunya seluruh kekuatan di NTB, berjuang tanpa kenal lelah menangani secara komprehensif pandemi Covid-19 hingga tuntas.
“Setiap unsur Pemda, TNI-Polri dan swasta bahkan seluruh komponen masyarakat di wilayah masing-masing dalam penanganan pandemi Covid-19 harus ditangani dengan serius dan menjadi prioritas utama saat ini, dengan pertimbangan manakala pandemi ini berlangsung dalam jangka waktu yg cukup lama, sebagai upaya untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di seluruh wilayah NTB termasuk mengantisipasi segala kemungkinan dari dampak Wabah Covid-19,” kata Danrem.
Lebih lanjut disampaikan oleh Danrem 162/WB, bahwa di beberapa daerah wilayah NTB saat ini sedang melaksanakan panen raya, agar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ketahanan pangan.
“Hasil panen dapat menambah stok atau bekal cadangan selama menghadapi wabah Covid-19, dengan sasaran terpenuhinya kebutuhan pangan dalam kondisi kita menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya.
Kaitannya dengan hal tersebut, lanjut Danrem, koordinasikan dengan dinas pertanian agar saat panen tetap berpedoman pada protokol Social Distancing sesuai Prosedur Pencegahan Pandemi Covid-19 dan agar tidak semuanya hasil panen di jual keluar NTB, namun disimpan di masing-masing Gudang sampai dengan Bulog sebagai cadangan pangan hingga awal tahun 2021 nanti.
“Setelah panen agar lahan yang ada segera ditanami kembali dengan melibatkan masyarakat atau para pekerja yg dirumahkan termasuk para TKI yg di pulangkan akibat pandemi Covid-19, sehingga mengurangi pengangguran dan menyerap tenaga kerja di sektor pertanian yang berdampak positif pada aspek social dan ekonomi,” lanjut Danrem, kata Dahlan.
“Diharapkan tanaman yang di kembangkan agar memiliki nilai ekonomis tinggi & cepat panen, begitu juga di sektor perikanan baik darat maupun laut agar dikembangkan semaksimal mungkin untuk mempercepat perputaran ekonomi mulai tingkat desa sampai Provinsi NTB,” tambahnya.
Disamping itu, kata Kapenrem, Danrem 162/WB memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19 yang telah mengambil peran sesuai bidang tugas dan fungsi masing-masing, yang saling bahu membahu serta solid dalam satu tim di tiap tiap lini di lapangan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Hal ini harus dipertahankan dan ditingkatkan, serta selalu optimis.
“Adalah tanggung jawab kita bersama untuk saling mengingatkan dan mengajak dalam mencegah penyebaran virus ini demi kebaikan diri sendiri, keluarga serta bangsa dan negara,” ungkap Danrem.
Terakhir, Kata Kapenrem, Danrem 162/WB mengucapkan terimakasih kepada awak media yang sudah ikut ambil bagian dalam memberikan informasi, sosialisasi dan edukasi serta imbauan pemerintah dan lainnya, termasuk kegiatan panen untuk kita suarakan melalui media baik elektornik, cetak maupun online, agar masyarakat luas dapat mengakses informasi, memberikan jaminan rasa aman, nyaman dan tidak terus dalam bayangan ketakutan berlebihan atau panik.
“Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 tidak hanya Konsen pada penanganan dampak yang terpapar secara Kesehatan, namun termasuk dampak lain yang ditimbulkan baik jaring sosial, ekonomil dan lainnya,” tutupnya.
Sumbawanews.com,- Setelah mengalami musim yang mandek di liga luar negeri, penyerang Ramadhan Sananta kembali ke tanah air untuk memulai babak baru bersama Persebaya Surabaya...
Sumbawanews.com,- Kansas City – Di menit-menit terakhir laga grup J Piala Dunia 2026, Riyad Mahrez menghadapi pilihan yang tak hanya teknis, tapi moral. Saat...
Sumbawanews.com,- Mantan pelatih Liverpool, Jürgen Klopp, meyakini bahwa kebangkitan tim ke masa kejayaan tak hanya bergantung pada kualitas pelatih baru, Andoni Iraola, tapi juga...
Sumbawanews.com,- Malang – Gelandang muda Arema FC, Arkhan Fikri, resmi masuk dalam daftar pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan tahap pertama Timnas Indonesia untuk...