(Merauke. Rabu, 27 Mei 2020). Dwi Cahyono, salah satu pemuda dari Suku Auyu, Kabupaten Mappi, Papua, diumumkan lulus menjadi Prajurit Tamtama PK TNI AD Gelombang I Tahun 2020 binaan Koramil 1707-07/Keppi Kodim 1707/Merauke.
Pada Sidang Parade Pantukhir Calon Tamtama Prajurit Karier, salah satu Calon Prajurit Tamtama PK membuat Danrem 174/ATW (Merauke) Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Bangun Nawoko merasa bangga dan terkejut ada putra Papua tapi namanya Jawa. Selain itu, Dwi Cahyono juga pandai berbicara dengan menggunakan Bahasa Jawa.
Dwi Cahyono putra asli Papua dengan nama Jawa merupakan anak yatim yang diasuh oleh pasangan Mardi Santoso dengan Ibu Parinten sejak umur tiga hari hingga sampai saat ini lulus seleksi menjadi Calon Prajurit TNI AD. Dwi Cahyono dilahirkan dari pasangan Agustinus Hemi Kumuda dan Yulita Pari Ku Muda (Suku Auyu).
Menurut Mardi Santoso, Selasa (26/5/2020), Dwi Cahyono memang bercita-cita menjadi tentara sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Setelah tamat SMK, Dwi Cahyono mendaftar masuk tentara di Koramil dan selanjutnya dibina oleh Koramil 1707-07/Keppi. “Pada kesempatan pertama, dia sempat mengalami kegagalan di penerimaan Tamtama PK Gelombang II sumber pedalaman tahun 2019 karena terkendala oleh alokasi,” ucapnya.
Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan keinginan Dwi Cahyono untuk menjadi tentara. “Pada awal tahun 2020, anak saya ini kembali mendaftarkan di Koramil. Syukur Alhamdulillah, saya mendengar kabar bahwa anak saya lulus dan akan menjadi tentara,” ungkap Mardi Santoso.
Sementara itu, Sertu Roil anggota perwakilan Koramil 1707-07/Keppi selaku Pembina sehari-hari menyampaikan bahwa selama di Merauke, anak-anak yang berasal dari Mappi semuanya ditampung di rumahnya dan melakukan pembinaan latihan fisik maupun psikologi di Kodim 1707/Merauke. (Bdr)
Lombok Timur – sumbawanews.com,- Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI H. M. Syamsul Luthfi menyatakan selain silaturahmi juga pertemuannya dengan Rumaksi adalah bentuk dukungan kepada kepala daerah yang sedang perang melawan pandemi.
” Selain bersahabat dekat, saya juga masih ada hubungan kerabat dengan bapak Wakil Bupati, kami saling mengenal sejak lama sejak saya menjabat sebagai ketua DPRD Lombok Timur sampai saya menjabat Wakil Bupati,” kata Syamsul Luthfi di kediaman Wakil Bupati Lombok Timur tersebut pada Selasa (26/5) malam.
Kunjungan tersebut juga merupakan ajang silaturahmi dalam suasana lebaran. ” Kami banyak berdiskusi tentang banyak hal, perkembangan daerah, terutama sekali upaya bersama untuk mendukung kemajuan daerah di masa-masa yang akan datang,” tambah anggota DPR RI komisi II tersebut.
Pada masa pandemi ini semua harus terlibat dalam mempercepat dan mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan.
Mataram – Menjelang Lebaran Ketupat TNI-POLRI sudah mulai disiagakan dibeberapa titik pengalihan arus jalan raya dan tempat-tempat wisata yang biasanya ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk berekreasi, sebagai upaya antisipasi penyebaran Corona Virus Deases 2019 atau Covid-19.
Terkait hal tersebut, Komandan Kodim 1606/Lobar didampingi Danramil 1606-07/Gunung Sari, Pasilog Kodim 1606/Lobar dan Kabagops Polres Lobar melaksanakan pengecekan di pos-pos pengalihan arus jalan raya yang menghubungkan Kota Mataram-Lombok Barat dan Lombok Barat-Lombok Utara serta beberapa lokasi wisata di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, Selasa (26/5/2020).
Pada kesempatan tersebut, Dandim 1606 / Lombok Barat Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP. M.M, menyampaikan, kegiatan tersebut untuk mengecek dan memastikan kesiapan Gugus Tugas Covid-19 yang bertugas di titik-titik pengalihan arus jalan raya dan pos pengamanan pintu masuk kota Mataram, untuk mengimbau serta antisipasi kegiatan rekreasi masyarakat dalam jumlah banyak orang pada pelaksanaan Lebaran Ketupat nanti dalam rangka mencegah, memutus rantai, percepatan penanganan penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram.
“Biasanya setiap tahun saat Lebaran Ketupat masyarakat beramai-ramai atau rombongan datang berkunjung ke tempat-tempat wisata, dan itu sudah menjadi tradisi masyarakat Lombok, namun di masa pandemic Covid-19 ini hal tersebut sangat berpotensi terjadinya penyebaran virus corona atau Covid-19,” Jelasnya.
Maka dari itu, lanjut Dandim, TNI-POLRI dan pihak terkait lainnya tetap bersinergi untuk bersama-sama melakukan berbagai upaya membantu dan mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 termasuk tidak bosan mengimbau, mengingatkan serta mencegah masyarakat berkunjung ke tempat-tempat wisata dengan menutup dan mengalihkan akses jalan raya saat Lebaran Ketupat nanti.
“Selain kegiatan pengalihan arus jalan raya, saat Lebaran Ketupat nanti TNI-POLRI akan menempatkan personel untuk menjaga dan mengamankan lokasi-lokasi wisata,” pungkasnya.
“Semoga masyarakat ikut berpartisipasi dengan kesadaran masing masing, mengerti dan memahami upaya-upaya yang kita laksanakan ini, semata-mata untuk menjaga keamanan dan keselamatan bersama dari masifnya penyebaran Covid-19,” harap Dandim.
Mataram – sumbawanews.com,– Pandemi corona masih berkepanjangan di Indonesia. Jumlah kasus yang terus tercatat meningkat, sementara belum ditemukan vaksin dan obat yang pasti.
Pemerintah akhirnya memutuskan untuk memulai lembaran baru, hidup berdampingan dengan wabah corona : new normal. Masyarakat akan kembali beraktivitas secara normal, namun dengan banyak hal baru yang harus mulai menjadi budaya sosial. Setidaknya untuk tiga hal ; jaga jarak, rajin cuci tangan, dan selalu bermasker.
Selain dampak sosial ekonomi, pemerintah juga memikiran dampak politik dari pandemi corona. Pilkada Serentak di sejumlah daerah di Indonesia, mau tak mau harus menyesuaikan dengan kondisi pandemi ini.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meneken Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020, terkait gelaran Pilkada serentak, pada 4 Mei 2020. Perppu tersebut mengatur penundaan Pilkada serentak setelah mewabahnya Covid-19 (Corona Virus Disease).
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Hamonganan Laoly menjelaskan, Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tersebut berisi tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 terkait Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang.
Dalam Perppu tersebut ditetapkan bahwa waktu pemungutan suara pilkada di 270 daerah yang semula dijadwalkan pada 23 September diundur hingga Desember 2020. Penundaan tersebut disepakati oleh DPR, KPU bersama Pemerintah.
Tapi, 9 Desember pun belum bisa dipastikan. Menurut Yasonna, dalam Perppu tersebut dijelaskan bahwa penundaan pelaksanaan Pilkada serentak ditetapkan demi menjaga pelaksanaan pilkada yang demokratis, berkualitas, serta untuk menjaga stabilitas politik dalam negeri.
Artinya, pelaksanaan Pilkada serentak akan dilaksanakan jika Covid-19 sudah dapat dikendalikan.
“Bahkan jika sampai Desember pandemi Covid-19 belum berakhir, penundaan bisa diperpanjang,” ujar Yasonna.
Penetapan penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak dilakukan atas persetujuan bersama antara KPU, Pemerintah, dan DPR.
Di Provinsi NTB, setidaknya ada tujuh Pilkada Kota/Kabupaten yang juga turut terdampak. Terkait penundaan Pilkada tahun ini, Lembaga Kajian Politik Mi6 menilai, ada pihak yang diuntungkan dan ada juga yang justru buntung.
“Ya pasti ada plus minus dampaknya jika Pilkada ditunda. Terutama kepada pada calon dan mesin partainya masing-masing,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto SH, melalui siaran pers, Selasa Malam ( 26/5 )
Pria ramah yang akrab disapa Didu ini mengungkapkan, Mi6 mendukung pemerintah yang memutuskan Pilkada Serentak ditunda. Apalagi di masa pandemi corona saat ini, tentu prioritas harus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh warga negara.
Istilah Didu, saat ini kita sedang berjibaku menghadapi bencana non alam, wabah corona. Kurang elok jika di tengah jeritan masyarakat kecil, pesta lima tahunan malah dipaksakan berjalan.
“Malah Mi6 memprediksi, Pilkada serentak ini bisa jadi ditunda cukup lama bisa sampai 2021. Kalau Desember 2020, sangat kecil kemungkinannya karena pandemi saat ini masih berjalan dengan curva yang belum menunjukan melandai,” papar Didu.
Analisa Mi6 dalam skenario Pilkada ditunda hingga tahun depan, maka kekuatan semua calon, baik calon Bupati dan Wakilnya maupun Calon Walikota dan Wakilnya yang bertarung di tujuh daerah di NTB, akan kembali setara. Sama-sama perlu *effort* untuk menggenjot elektabilitas dan kecitraan politiknya di tengah masyarakat pemilih.
Para calon yang sudah mengambil start sosialisasi sebelumnya, tidak membuat memiliki nilai lebih dari lainnya.
“Soalnya masyarakat saat ini juga nampak sudah kurang tertarik dengan politik. Dukung-mendukung calon saat ini sudah perlahan tergerus dengan isu corona dan dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat,” imbuhnya .
Baginya, Pilkada Serentak tahun depan, bisa menjadi medan baru yang perlu strategi baru untuk meraih kemenangan. Sebab, suasananya jelas beda, pola pemungutan suara pun belum bisa dipastikan nantinya seperti apa.
Kampanye identik dengan pengumpulan massa, dan ini tentu sangat dilarang dalam protokol Covid-19. Pemungutan suara di TPS, pun demikian pula, sangat sulit mencegah menumpuknya banyak orang di hari H pesta pemilihan itu.
“Bagi calon Petahana juga begitu. kalau Desember 2020 ini, mereka masih punya power dan bisa memainkan pencitraannya. Tapi kalau tahun depan, sama saja. Para calon akan bertarung dengan lebih fair, setara di garis start yang sama dengan kontestan lainnya,” kata Didu.
Mi6 menilai di tengah pandemi corona saat ini, hal baik yang mungkin bisa dipetik ialah akan sangat minim terjadinya praktik politik uang. Baik dalam bentuk bantuan pangan, maupun bentuk sumbangan lainnya. Pasalnya, saat ini banyak bantuan sudah disalurkan untuk masyarakat yang sebagian besar terdampak corona. Baik bantuan pemerintah, BUMN, maupun sektor swasta.
Didu menyarankan para calon untuk ambil hikmahnya saja. Tetap giat membantu masyarakat dengan bantuan-bantuannya, tanpa harus berpikir timbal baliknya untuk dipilih.
Di sisi lain penyelenggara Pemilu, KPU dan Bawaslu juga diharapkan tidak terlalu ketat seperti di saat kondisi normal, dalam menyikapi penyaluran bantuan dari Parpol atau calon Kepala Daerah di lapangan.
“Karena ini kan kondisinya beda. Masyarakat memang sangat butuh bantuan dan perhatian. Para calon juga nggak apalah membantu, jangan melulu dilihat sebagai bargain politik, ” tukasnya.
*Para Baron Pasti Memainkan Celah*
Dalam skenario jika Pilkada ditunda hingga tahun depan atau dua tahun kemudian, Mi6 menduga akan menjadi peluang bagi para _*Baron Elit Politik*_ mengambil celah.
“Yang jelas, akan berlaku care taker atau penjabat pengganti Kepala Daerah yang sudah habis masa jabatannya, sementara Pilkada masih ditunda,” kata Didu.
Gubernur dan Wakil Gubernur dinilai memiliki kans besar dalam menunjuk siapa penjabat pengganti Kepala Daerah. Konflik interes tak mungkin bisa dihindari, sebab, celah ini bisa dimanfaatkan dengan baik sebagai umpan lambung menyonsong Pilkada sebenarnya.
Didu mengatakan, manuver-manuver koalisi partai politik juga akan terjadi dalam meramaikan Pilkada nantinya.
“Apa yang nampak hari ini, masih sekedar entertain politik. Konfigurasi Politik masih bisa berubah, termasuk peta dukungan maupun strategi calon di masing-masing daerah,” ujarnya .
Didu menambahkan, pandemi corona juga menjadi *panggung cat walk politik* yang baik bagi para calon petarung di Pilkada mendatang. Masyarakat bisa menakar seperti apa kepedulian sosial para kontestan di masa pandemi ini.
Medan pandemi corona ini bisa menjadi tolok ukur sementara, tentang siapa pemimpin daerah sesungguhnya yang kelak akan terpetakan oleh masyarakat untuk Pilkada Provinsi NTB 2024 mendatang.
“Tanpa disadari, pandemi ini seperti _*tester*_ bagi pemimpin-pemimpin kita, bagaimana mengambil keputusan tepat di tengah bencana. Dan masyarakat bisa menilainya karena sistem informasi dan komunikasi saat ini kan sangat transparan/ terbuka,” tukasnya .
(Merauke. Selasa, 26 Mei 2020). Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah Tahun 2020 sangat terasa berbeda. Perayaan hari raya tahun ini, berpedoman dengan protokol kesehatan stay at home dan social distancing sesuai maklumat pemerintah dalam memerangi penyebaran Virus Corona atau Covid-19.
Di Markas Komando Resort Militer 174/Anim Ti Waninggap (Makorem 174/ATW), Distrik Tanah Miring, Kab. Merauke, Provinsi Papua, seluruh anggota melaksanakan Sholat Ied di rumah masing-masing. Demikian pula di kediaman Komandan Korem (Danrem) 174/ATW Merauke Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Bangun Nawoko.
Guna menghindari kerumunan anggota bersama keluarga berkumpul di kediaman saat merayakan Lebaran, Kolonel Inf Bangun Nawoko tidak melaksanakan open house namun berkeliling menemui anggota yang tinggal di asrama Korem 174/ATW.
Dalam kegiatan tersebut, Danrem 174 Merauke Kolonel Inf Bangun Nawoko didampingi oleh Ibu Renny Bangun Nawoko melaksanakan silaturahmi dengan mendatangi anggota yang berada di asrama Korem 174/ATW, Minggu (24/5/2020).
Kehadiran Kolonel Inf Bangun Nawoko dan Istri di sambut oleh seluruh anggota beserta keluarganya di lorong depan rumah masing-masing anggota. Hal ini dilakukan dengan protokol kesehatan social distancing sesuai maklumat pemerintah serta anjuran MUI Kabupaten Merauke, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (Bdr)
Dompu – Lepas Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, pemantauan dan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat semakin gencar dilakukan oleh TNI-POLRI beserta stakeholder lainnya yang tergabung dalm Gugus Tugas Covid-19 di seluruh wilayah NTB dalam rangka menjaga stabilitas Kamtibmas di tengah pandemi wabah Covid-19.
Terkait hal tersebut, Babinsa dan Babinkamtibmas yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Dompu melaksanakan monitoring dan pengamanan dengan menggelar patroli menyisir jalan mendatangi tempat-tempat keramaian termasuk mengontrol kegiatan ronda di wilayah desa masing-masing guna mengimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 khususnya di Kabupaten Dompu, Selasa (26/5/2020).
Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Inf Ali Cahyono, S.Kom, di sela-sela kesibukannya menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut dilakukan oleh jajarannya bersama dengan Polres Dompu dan Instansi terkait lainnya bertujuan untuk lebih meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat Dompu dalam menjaga kondusifitas wilayah dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Dompu.
Menurut Dandim Dompu, suasana lebaran dapat membuat masyarakat lupa bahwa saat ini kita sedang berjuang melawan wabah Covid-19 sehingga menjadi abai dan lupa dengan imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing, rajin mencuci tangan dengan sabun ataupun mengunakan hand sanitizer dan masker.
Karena itu, lanjutnya, saya instruksikan kepada seluruh Danramil dan Babinsa jajaran Kodim 1614/Dompu untuk terus bersinergi dan bekerjasama dengan Polri serta stakeholder lainnya melakukan upaya-upaya mencegah penyebaran Covid-19 dan menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah masing-masing.
“Kita adalah bagian dari masyarakat, hidup di tengah-tengah masyarakat dan sama-sama dapat terpapar Covid-19, jadi kita semua wajib membuka hati, mata dan telinga betapa bahayanya virus ini terhadap diri dan keluarga kita,” ungkapnya.
“Kepedulian kita bersama adalah wujud rasa cinta dan sayang kepada masyarakat, Bangsa dan Negara,” tegasnya.
Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos, menambahkan, kegiatan serupa dilaksanakan oleh seluruh Kodim jajaran Korem 162/WB untuk mewujudkan situasi wilayah yang aman dan kondusif serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan mengikuti imbauan pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah NTB.
“Semakin tinggi kesadaran dan disiplin dalam diri kita, Insyaa Allah wabah Covid-19 ini akan cepat teratasi,” tutup Dahlan.
Mataram – sumbawanews.com,– Dengan bannyaknya tenaga kesehatan (medis) bersentuhan dengan pasien covid ikut terpapar Hasan Masat menilai pemerintah perlu mengambil langkah cermat dalam penangganan wabah.
-“Jika tenaga tenaga medis juga telah menjadi salah satu transmisi lokal maka akan membangun ketidakpercayaan sikap was was pada masyarakat sehingga menjauhi sakit dan puskesmas padahal mereka butuh perawatan dalam penyakit selain covid” papar Hasan Masat.
Karena itu tambahnya, pemerintah sebaiknya bagi para tenaga medis atau yang bertugas pada bagian isolasi harusnya petugas petugas tersebut ikut “terisolasi” artinya mereka tidak boleh keluar tempat isolasi selama masa isolasi pasien
Selain itu Hasan Masat menyqrankan pemerintah, perbanyak APD untuk tenaga medis bukan perbanyak masker. “Perhatikan makanan kesehatan dan kesejahteraan tenaga medis” tegas Hasan Masat.
Lebih lanjut Hasan Masat menyarankan untuk isolasi sebaiknya gunakanlah hotel hotel untuk melakukan isolasi, dan karyawan karyawan hotel dapat bekerja, tentunya dengan standar penanganan covid 19, dimana mereka tidak diperbolehkan pulang selama melayani para tenaga medis dan pasien.
“Mintalah prusahaan prusahaan besar untuk melakukan isolasi dengan gunakan hotel hotel bagi karyawannya, ini akan membuat sirkulasi ekonomi akan bisa bertahan.” Kata Hasan Masat.
sumbawanews.com,- Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., memimpin Apel Khusus dalam rangka Halal Bihalal Idul Fitri 1441 H yang dihadiri seluruh personel Bakamla RI baik eselon-I, II, III, IV hingga staf di lingkungan Markas Besar Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, di Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/05/2020).
Apel Khusus dan halal bihalal kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dikarenakan situasi nasional saat ini masih dalam keadaan pandemi Covid-19, maka seluruh peserta apel tetap melaksanakan prosedur physical distancing dan penggunaan masker serta menggunakan panduan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sehingga barisan peserta apel menerapkan jaga jarak serta pelaksanaan halal bihalal pun tidak melakukan jabat tangan.
Pelaksanaan apel khusus ini juga dilakukan untuk mengecek kehadiran personel terkait penerapan Perubahan SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.
Dalam arahannya, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M. mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H kepada seluruh personel Bakamla RI yang beragama muslim di manapun bertugas, serta memerintahkan untuk tetap menjaga kesehatan masing-masing dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara sungguh-sungguh. “Tetap semangat dalam bekerja, kerja keras, kerja ikhlas dan yang terpenting adalah jaga kesehatan walaupun kita berada ditengah situasi pademi Covid-19 ini kita,” tegas Kabakamla. “Saya perintahkan untuk tidak lupa penggunaan masker, physical distancing atau jaga jarak, dan cuci tangan, karena kita tidak tahu sampai kapan pandemi covid-19 berakhir,” sambungnya.
“Saya juga berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan keluarga dan anak-anak, serta yang perlu diwaspadai adalah orang tua kita yang berusia diatas 50 tahun. Terima kasih selama ini kalian sudah bekerja dengan baik tolong dipertahankan dan tingkatkan,” tutup Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M.
Turut hadir dalam apel khusus dan halal bihalal tersebut Sestama Bakamla RI Laksda Bakamla S. Irawan, M.M., para Deputi, serta para Direktur dan Kepala Biro di jajaran Markas Besar Bakamla RI.
sumbawanews.com,- Dalam rangka menyongsong kehidupan baru (new normal) di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisan Negara Republik Indonesia (Polri) akan menggelar pendisiplinan protokol kesehatan di 1.800 titik yang berada di 4 (empat) Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat mengecek kesiapan penerapan prosedur standar protokol kesehatan yang ditinjau oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020).
Panglima TNI meminta dukungan semua pihak dan seluruh lapisan masyarakat untuk dapat bekerjasama demi keberhasilan pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan yang dilaksanakan di empat Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota.
Obyek pendisiplinan protokol kesehatan dilakukan diberbagai sektor seperti sarana transportasi massal, pasar, mall, tempat pariwisata dan lain sebagainya yang berada di 1.800 titik obyek.
Panglima TNI menjelaskan bahwa Presiden Jokowi meninjau beberapa tempat yang akan dilakukan pendisiplinan protokol kesehatan seperti Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia Jakarta dan Pusat Niaga yang ada di Bekasi Jawa Barat.
Nantinya TNI, Polri dan pemerintah daerah akan melakukan kerjasama termasuk berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penangnanan Covid-19 agar dapat melaksanakan penerapan protokol kesehatan. Diharapkan dengan penerapan protokol kesehatan tersebut dapat dilaksanakan sesuai rencana agar masyarakat dapat beraktifitas namun tetap aman dari Covid-19.
Panglima TNI mengatakan bahwa beberapa langkah yang akan dilakukan dalam penerapan pendisiplinan protokol kesehatan yaitu : Pertama, seluruh masyarakat harus selalu memakai masker. Kedua, masyarakat dalam kegiatan harus menjaga jarak aman sehingga nantinya akan siapkan alat pencuci tangan atau handsanitizer.
Selain itu akan dilakukan pembatasan-pembatasan di beberapa tempat seperti mall yang kapasitasnya misalnya seribu diatur menjadi 500 dan rumah makan yang kapasitasnya mislanya 500 orang menjadi 200 orang. Pelaksanaanya akan diawasi dengan ketat oleh aparat keamanan dari TNI dan Polri. (Ahm)
Lombok Timur – Viralnya sebuah foto pengendara yang sedang melintasi Simpang Empat Desa Sukaraja yang sempat diperiksa dan ditahan petugas jaga operasi perbatasan karena menggunakan masker dari plastik membuat Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.Sos., selaku Wakil 1 Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wilayah Kabupaten Lombok Timur angkat bicara terkait dengan permasalahan tersebut.
Melalui press rilisnya, Selasa (26/5), Agus Donny sapaan akrabnya mengatakan dalam proses percepatan pencegahan penyebaran dan penularan virus corona atau corona virus desease (Covid-19) di Provinsi NTB khususnya di Kabupaten Lombok Timur membutuhkan kesadaran seluruh komponen masyarakat dalam melawan penyebarannya.
“Jadi tidak hanya aparat atau petugas saja yang harus disiplin, namun semua komponen masyarakat harus betul-betul sadar dan disiplin untuk melawan penyebaran virus corona dengan mentaati imbauan pemerintah terutama penggunaan masker, sering mencuci tangan dan menghindari keramaian,” tegasnya.
Dijelaskannya, viralnya foto tersebut di media sosial membuktikan minimnya kesadaran sebagian masyarakat untuk menjaga kesehatannya sendiri dalam melawan penyebaran virus corona, sehingga hal ini membutuhkan perhatian kita bersama untuk saling mengingatkan satu dengan yang lainnya.
Untuk itu, pihaknya akan terus mensosialisasikan dan mengimbau serta mengedukasi masyarakat bersama anggota Satgas Gugus Tugas lainnya maupun perangkat desa.
“Penanganan Covid-19 ini bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, namun menjadi tanggungjawab kita bersama untuk melawan dan memeranginya, salah satunya dengan cara saling mengingatkan sehingga adanya kesamaan gerakan dalam upaya pencegahan Covid-19,” papar Agus Donny.
Pria kelahiran Magelang tersebut juga sudah menginstruksikan kepada para Babinsa jajarannya untuk mengajak perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat di desa binaannya untuk terus mengimbau masyarakat mencegah penyebaran Covid-19 mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan yang lebih luas sehingga dapat menekan jumlah warga yang terpapar Covid-19.
“Mari kita tumbuhkan kesadaran dalam diri masing-masing untuk menjaga kesehatan, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,” imbunya.
Sebelumnya disampaikan bahwa Danposramil Jerowaru Koramil 1615-04/Keruak Pelda Samsul Bahri bersama anggota Sub Satgas Gugus Tugas Covid-19 yang berjaga di Pos Perbatasan Sukaraja pada Senin Kemarin menghentikan salah seorang warga Dusun Temayang Desa Batunampar Selatan Kecamatan Jerowaru yang menggunakan kresek plastik sebagai masker. Petugas kemudian bertanya dan pengendara tersebut berkilah tidak memiliki masker.
“Namun setelah didalami, ternyata dia memiliki masker di rumah yang sudah dibagikan Pemerintah Desa setempat,” terang Samsul Bahri.
Sumbawanews.com,- Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerbitkan surat edaran resmi yang mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk memfasilitasi nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026....
Sumbawanews.com,- Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menolak keras kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang dirundingkan, sekaligus menyerukan agar serangan militer...
Sumbawanews.com,- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, mendukung keterlibatan kantin sekolah dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pelibatan usaha...
Sumbawanews.com,- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp343 miliar untuk membangun pusat pendidikan dan pelatihan (diklat) nasional berbasis Pancasila. Usulan ini...
Sumbawanews.com,- Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) diadang aparat kepolisian di Kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Senin, 15 Juni 2026,...