Home Blog Page 2734

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Rapat Penanganan Covid-19 di Provinsi Papua

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si. memimpin rapat secara Virtual dengan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua melalui Video Coference (Vicon) bersama segenap pejabat daerah Provinsi Papua, bertempat di VIP Room Bandara Sentani Jayapura, Sabtu (29/08/2020).

Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih atas  laporan dari Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Dr. M. Ridwan Rumasukun, SE., M.M. terkait dinamika Covid-19 di Provinsi Papua. Angka kesembuhan 85% atau 3.109 dari total 3.656 kasus terkonfirmasi positif adalah trend yang baik dan membangkitkan optimisme kita melawan pandemi.

Menurut Panglima TNI, trend positif  ini menjadi bukti keseriusan Satgas dalam melaksanakan tugas, setelah Provinsi Papua termasuk ke dalam 8 (delapan) Provinsi Prioritas yang mengalami lonjakan kasus positif beberapa waktu yang lalu. Penurunan angka rata-rata hingga di bawah 1 selama 2 minggu lebih menjadi salah satu indikator terkendalinya pandemi di Provinsi Papua.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa perjuangan melawan Covid-19 masih panjang dan salah satu yang menjadi tantangan adalah proses pembuatan vaksin yang saat ini masih dalam tahap uji klinis. Tidak hanya Indonesia, semua negara saat ini sedang berlomba untuk menemukan vaksin Covid-19.

Tantangan Provinsi Papua berikutnya seperti yang disampaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua adalah masih banyaknya masyarakat yang rentan, baik karena penyakit penyerta seperti HIV/AIDS, malaria, jantung dan diabetes maupun balita yang mengalami kekurangan gizi ataupun gizi buruk.

Hal ini tentu harus menjadi perhatian bersama karena pandemi ini membutuhkan penanganan dengan cara-cara extraordinary, melibatkan semua pihak termasuk masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam upaya pencegahan.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan langkah inovatif 6 Wajib (Wajib Berdoa, Wajib Periksa, Wajib Masker, Wajib Cuci Tangan, Wajib Jaga Jarak, Wajib Tinggal di Rumah) telah sejalan dengan kampanye Pemerintah dalam penanganan pandemi dan untuk itu patut diapresiasi.

Penanganan Covid-19 daerah harus benar-benar membangun sinergi dengan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional untuk bersama-sama menjaga agar masyarakat tetap produktif, sehat dan aman dari Covid-19, karena kesehatan masyarakat menjadi modal utama untuk kembali menggerakan roda perekonomian.

Panglima TNI juga menyampaikan, agar seluruh aparat kewilayahan mendukung pemerintah daerah dalam rangka menjaga kedisplinan protokol kesehatan, dan siap membantu transportasi melalui udara jika diperlukan  untuk mendukung keberhasilan melawan Covid-19.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Ganip Warsito, Asops Panglima TNI, Aslog Panglima TNI, Asops Kapolri, Kadiv Propam Mabes Polri, Kadiv Humas Mabes Polri, Pangdam XVI/Cendrawasih, Kapolda Papua, serta segenap pejabat TNI-Polri dan Pemerintah setempat. (Ahm)

Panglima TNI Pimpin Apel Pelepasan Satgas Pendisiplinan Protokol Kesehatan Papua

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si. memimpin Apel Pelepasan Satgas Pendisiplinan Protokol Kesehatan Provinsi Papua, bertempat di lapangan Markas Batalyon Infanteri 751/Raider, Sentani, Jayapura, Papua, Sabtu (29/8/2020).

Panglima TNI menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 telah menyebar ke seluruh penjuru Nusantara bahkan hingga ke ujung timur Indonesia yaitu Provinsi Papua dan kita sudah sama-sama merasakan dampaknya terhadap semua sendi kehidupan bermasyarakat, mulai dari masalah kesehatan sampai ke persoalan ekonomi.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020 agar  TNI-Polri mengerahkan kekuatan dalam rangka mendukung pemerintah daerah melaksanakan patrol pengawasan dan pembinaan masyarakat terkait pendisiplinan Covid 19. Untuk itu para Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas yang saat ini siap untuk diberangkatkan ke tengah masyarakat menjadi garda terdepan untuk melaksanakan amanah Inpres No 6/2020 tersebut.

Panglima TNI mengingatkan agar para  petugas Pendisiplinan  Protokol Kesehatan tersebut agar menggunakan pendekatan berbasis kearifan lokal dalam interaksi dengan masyarakat, jadilah teladan dan berikan contoh bagaimana protokol kesehatan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI menyampaikan ucapan terimakasih atas dedikasi dan loyalitas para prajurit dan bhayangkara sekalian dalam mengemban amanah yang mulia ini. Selamat bertugas, semoga upaya bersama ini menjadi awal dari keberhasilan kita menekan pandemi Covid-19, khususnya di Provinsi Papua. (Ahm)

Jelang purna tugas, Satgas 754 Kostrad Gelar Kegiatan Puskesmas Keliling di Sumapro

Sumbawanews.com,- Menjelang masa purna tugas, Satgas Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad menggelar kegiatan puskesmas keliling bersama puskesmas Jita di kampung Sumapro.

Demikian keterangan tertulis yang diberikan oleh Letkol Inf Dodi Nur Hidayat selaku Dansatgas Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad di Kabupaten Mimika Papua, Jum’at (28/08/2020).

Dansatgas mengatakan bahwa kegiatan puskesmas keliling ini merupakan salah satu upaya Satgas bersama dengan puskesmas Jita untuk bersama-sama melayani kesehatan masyarakat yang ada di kampung Sumapro.

“Pengobatan ini merupakan salah satu solusi yang di berikan untuk mengatasi dan membantu masyarakat di bidang kesehatan,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Dansatgas bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Letda Inf Kahfi selaku Danpos Jita ini mendapatkan respon positif dari masyarakat yang datang untuk berobat.

Sementara itu, Viana (26) salah satu masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini merasa terbantu dan berterimakasih dengan kegiatan yang dilakukan oleh Satgas. “Terimakasih untuk kegiatan ini, kami masyarakat kampung merasa senang dengan diadakannya kegiatan puskesmas keliling ini,” ujarnya.

Pemanfaatan Lahan Untuk Budidaya Sayuran di Lingkungan Seskoad

Sumbawanews.com,- Pandemi Covid-19 yang melanda hampir di seluruh negara di dunia, masih terjadi hingga saat ini. Pandemi ini telah menyebabkan terjadinya resesi ekonomi di beberapa negara dan telah dirasakan oleh beberapa negara lain, bukan tidak mungkin hal tersebut dapat terjadi di Indonesia.

Dampak yang paling dirasakan dari resesi ekonomi tersebut dalam kehidupan sehari-hari adalah semakin berkurangnya lapangan kerja dan semakin banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta sulitnya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Seskoad sebagai lembaga pendidikan tertinggi Angkatan Darat berupaya melakukan antisipasi dini terhadap segala kemungkinan termasuk resesi ekonomi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari warganya dengan menggalang Ketahanan Pangan di lingkungan Seskoad.

Pada hari ini tepat pukul 06.30 Pejabat Seskoad beserta Persit KCK PCBS Seskoad bersama-sama menanam aneka tanaman sayuran diantaranya tomat, terong, kol, sawi, dan cabe di lahan kosong sekitar asrama Seskoad. Dalam acara tersebut, Komandan Seskoad secara simbolis menyerahkan tanaman sayuran kepada Ketua Persit KCK PCBS Seskoad Ny. Yani Anton Nugroho dan dilanjutkan dengan penanaman bersama.

Komandan Seskoad Mayjen TNI Anton Nugroho, MMDS., M.A., Jumat (28/08/2020) mengajak Organik Seskoad beserta keluarganya untuk menanamkan kebiasaan baik di keluarga masing-masing dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan memanfaatkan lahan yang ada.

Seperti yang telah dilakukan oleh beberapa pejabat Seskoad seperti halnya telah dirintis Wadan Seskoad Brigjen TNI Fulad, S.Sos., M.Si., dengan memanfaatkan lahan di samping kediamannya untuk menanam berbagai tanaman sayuran.

Komandan Seskoad menekankan mari tanamkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari dengan menanam tanaman yang bermanfaat di lahan sekitar rumah, segala manfaat akan didapatkan dari kebiasaan baik tersebut.

Acara dilanjutkan dengan kegiatan olahraga bersama di depan kantor Detasemen Markas Seskoad. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan dan social distancing. (Pen Seskoad)

Menko PMK Apresiasi Pembangunan RTG Di NTB Sehingga Mempercepat Pemulihan Dampak Gempa Masyarakat NTB, Ditandai Dengan Penyerahan Kunci 65.000 Unit RTG Kepada Perwakilan Masyarakat

Lombok Tengah – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, melaksanakan Penyerahan Kunci Rumah Tahan Gempa (RTG) sebanyak 65.000 Unit dan sosialisasi penggunaan masker di Dusun Montong Dao Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (28/8/2020).

Tiba di Dusun Montong Dao, Menko PMK beserta rombongan disambut oleh Forkopimda Provinsi NTB dengan tarian Gendang Beleq dan pengalungan kain tenun khas sasak, selanjutnya menerima paparan singkat perkembangan Pembangunan RTG Provinsi NTB serta Progres Pembangunan RTG Provinsi NTB dari Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.sos. SH. M. Han, dan penyerahan kunci RTG secara simbolis kepada perwakilan masyarakat.

Dalam paparannya Danrem 162/WB menjelaskan, bahwa sampai saat ini dari total target Irtama (Inspektorat Utama) BNPB RI sebanyak 226.204 unit RTG, sudah dilakukan pembangunan sebanyak 214.477 unit. Dengan rincian rumah jadi sebanyak 202,831unit yang terdiri dari Rusak Berat 67.987 unit, Rusak Sedang 30.787 unit dan Rusak Ringan 104.057 unit.

Sedangkan dalam proses perbaikan dan pembangunan sebanyak 10.909 unit dengan rincian Rusak Berat 6.720 unit, Rusak Sedang 1.655 unit dan Rusak Ringan 2.534 unit.

81b3850a-a048-4fd4-b9cf-db3c113f952a

Pada kesempatan itu, Bupati Lombok Tengah, H. M. Suhaili Fadhil Thohir, S.H, dalam sambutannya menyampaikan, kehadiran Bapak Menko PMK hari ini untuk memberikan arahan, tuntunan dan mengajak kita semua untuk ikut berpartisipasi secara maksimal memutus mata rantai penularan covid-19 di Nusa Tenggara Barat.

“Kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga Bapak menteri tetap berada di bawah naungan dan ridho Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc, dalam sambutan singkatnya menyampaikan, kita punya menteri yang luar biasa dan mudah-mudahan akan mendatangkan banyak kebaikan untuk Nusa Tenggara Barat, sebelumnya beliau pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pengalaman yang paling berkesan dimana beliau pernah mengatakan agar memperhatikan nasib guru dan ketidak merataan sarana dan prasarana pendidikan.

“Untuk itu kami sampaikan rasa hormat dan bangga kami, serta berharap semoga di waktu-waktu yang akan datang akan lebih banyak lagi waktu untuk berbagi pengalaman hidup untuk masyarakat NTB,” harap Bang Zul.

6f291c4c-d537-44b2-9876-4d801ba882d5

Sedangkan Menteri Koordinator PMK, Bapak Muhadjir Effendy dalam sambutannya menyampaikan, seperti yang dikatakan oleh Gubernur NTB bahwa sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dimana selama gempa pernah satu kali ke Lombok Nusa Tenggara Barat termasuk ke Sumbawa Barat dan sekolah-sekolah saat itu berada dalam penanganan yang tepat sehingga bisa segera dilaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Pada kesempatan itu Menteri PMK menyampaikan salam hormat dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, jadi saya mewakili beliau untuk menyerahkan kunci RTG kepada masyarakat yang sudah mendapatkan bantuan rehabilitasi rumah tinggal yang sudah selesai.

Terkait hal tersebut, Menko PMK menyampaikan, berdasarkan laporan dari Danrem 162/WB bahwa sebanyak 65.000 unit RTG sudah selesai dibangun, semoga bermanfaat bagi masyarakat dan segera dihuni serta dirawat, sementara RTG yang belum rampung agar masyarakat bersabar mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat segera diselesaikan sebagai wujud tanggung jawab dari pemerintah baik pusat maupun daerah, TNI-Polri serta stakeholder terkait lainnya.

9c3b0e08-cec3-4336-b7fc-6ef2145b93c0

Lebih lanjut Menko PMK menerangkan, saat ini kita sedang mendapatkan ujian baik wabah covid-19 maupun gempa bumi yang merupakan ujian untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, selanjutnya di masa pandemi covid-19 ini kita harus selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan menghindari kerumunan untuk mencegah dan menanganinya.

“Yang paling penting dari empat hal itu adalah memakai masker, karena berdasarkan penelitian WHO orang pakai masker yang benar dan baik menutup sampai hidung insya Allah 65 % itu akan terlindungi dari Covid-19,” pungkasnya.

Dalam adaptasi kehidupan kebiasaan baru saat ini kita harus berani keluar rumah dengan mempedomani protokol kesehatan mulai dengan pakai masker dengan benar, cuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, karena tidak mungkin kita berada di dalam rumah terus menerus. “Apalagi anak-anak melaksanakan belajar di rumah, lama-lama suntuk termasuk siswa-siswi anak-anak kita, yang penting jangan lupa kondisi sekarang kita harus sehat, mari dijaga bersama kalau ada yang sakit diobati,” terangnya.

04170a7f-15d9-47d6-89d4-b492b109c41f

Menko PMK berpesan, selama keluar rumah agar kita selalu menggunakan masker tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain dan kita harus saling mengingatkan satu sama lain kalau ada yang tidak pakai masker mohon diingatkan, seperti yang disampaikan oleh bapak presiden karena masker tadi diserahkan secara simbolis kepada Ibu Ketua Dharma Pertiwi Daerah J NTB dan Ibu Ketua Bhayangkari Polda NTB sebagai simbol bahwa ibu-ibu harus menjadi yang terdepan menggelorakan gerakan disiplin memakai masker untuk memutus mata rantai Covid-19.

Pada kesempatan itu juga, Menko PMK mengapresiasi langkah Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah membuat Perda penanggulangan penyakit menular sangat bagus, Rumah Sakit Covid-19 juga sudah ada, bahkan alat rapid test di buat di NTB. “Ini sungguh luar biasa,” ujar Menko PMK.

Selain melihat secara langsung progres pembangunan rumah tahan gempa dan progres pembangunan sirkuit MotoGP, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, juga membagikan dua juta masker kepada masyarakat NTB.

Hadir pada kegiatan tersebut Deputi 1 Kemenko PMK Mayjen TNI (Purn) Dody Usodo Hargo S., S.I.P. M.M, Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal S.I.K. M.H, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun, S.H, Karoops Polda NTB Kombes Pol Drs. Dewa Putu Maningka Jaya, Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, S.E. M.I.Pol, Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho, Kepala PN Loteng, Kalak BPBD Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik, PLT kalak BPBD Kab. Loteng serta tamu undangan Lain.

Prajurit Satgas Yonif 413 Bremoro Cukur Massal Anak Perbatasan, Siap Masuk Sekolah

sumbawanews.com,- Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad mengadakan cukur massal anak-anak Kampung Pitewi Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom yang telah kembali belajar tatap muka di reguler Sekolah SD Pitewi sejak sepekan lalu.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (28/08/2020).

 

Menurut Dansatgas, kegiatan cukur massal yang dilakukan oleh Pos Pitewi pimpinan Kapten Inf Rum Patria tersebut merupakan wujud kepedulian Satgas kepada masyarakat di perbatasan dalam menyiapkan anak-anak kembali masuk sekolah secara tatap muka langsung. “Sudah tujuh bulan mereka libur, rambutnya panjang-panjang, sehingga kami cukur agar terlihat rapi, bersih dan menjadi cermin sebagai siswa sekolah yang disiplin,” ucapnya.

 

Nampak antusias anak-anak pada pelaksanaan cukur massal yang digelar di Pos Pitewi tersebut. Pasalnya lokasi tempat cukur yang ada, sangatlah jauh jika dijangkau oleh masyarakat, belum lagi harganya yang cukup mahal untuk biaya sekali cukur.

 

Sementara itu, Abner (10) salah satu anak yang mendapat antrian ketiga saat dicukur mengatakan bahwa senang bisa di cukur bapak Satgas, hasilnya rapih seperti cukuran tentara, terima kasih Bapak Satgas.

 

Pelaksanaan cukur yang digelar oleh Satgas Yonif MR 413 Kostrad ini juga dibuka untuk dewasa dan tanpa dipungut biaya apapun, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari keberadaan Pos Satgas ditengah Kampung mereka.

Prajurit TNI Yonif 125 Mengabdikan Diri Membantu Tenaga Pendidik di Sekolah Perbatasan

(Merauke. Jumat, 28 Agustus 2020). Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Salah satunya seperti yang dilakukan Prajurit TNI dari Yonif 125/Simbisa yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG, memberikan bantuan menjadi tenaga pendidik di Sekolah Dasar YPPK Mikael, Kampung Kweel, Distrik Elikobel, Kab. Merauke, Papua.

 

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan bahwa bantuan menjadi tenaga pendidik yang diberikan Satgas Yonif 125 melibatkan tiga personel dari Pos Kweel dipimpin Serda Raja P. Manik. Ini merupakan wujud komitmen Prajurit Satgas Yonif 125/Simbisa dalam mendukung program pemerintah di bidang pendidikan.

 

“Kegiatan perbantuan tenaga pengajar Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa merupakan salah satu dari sekian banyak program Satgas selama menjalankan tugas di wilayah perbatasan,” tambahnya.

 

Lebih lanjut dikatakan bahwa tidak semua tempat di wilayah perbatasan dapat melakukan proses belajar mengajar secara online di tengah situasi wabah pandemi Covid-19 ini karena berbagai hal, salah satunya adalah tidak adanya jaringan komunikasi (signal). Namun, dalam kegiatan di sekolah juga harus tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan.

 

“Kita semua berharap, semoga penyebaran wabah Covid-19 dapat segera berlalu dari muka bumi ini,” kata Dansatgas.

 

Sementara itu, Paulus Menakunjai (49 th) mewakili guru-guru SD YPPK Mikael mengucapkan terima kasih kepada Prajurit Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa yang dengan suka rela membantu mengajar di sekolahnya. “Semoga kehadiran bapak-bapak Satgas dapat meningkatkan semangat dan motivasi bagi anak-anak didik kami,” ujarnya. (Bdr)

Hajjah Selly, Istiqomah Menyelamatkan Pendidikan Anak-Anak Mataram

MATARAM-Bakal Calon Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani benar-benar istiqomah dalam menyelamatkan pendidikan anak-anak Kota Mataram pada masa pandemi Covid-19. Anak-anak Mataram tak hanya butuh akses internet gratis. Namun, mereka juga membutuhkan pendampingan dalam belajar.

Kamis kemarin (27/8), Hajjah Selly datang untuk menyapa sekaligus menyemengati anak-anak Suradadi Barat, Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram.

Puluhan anak-anak di sana dengan riang menyambut kedatangan Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 tersebut.

Anak-anak Suradadi Barat memang sedang bersuka cita. Mereka baru menyelesaikan program Sekolah Ceria yang digagas Volunter Nusantara. Para siswa tersebut merupakan murid-murid sekolah yang kesulitan belajar daring selama pandemi Covid-19. Ada yang duduk di bangku SD, ada pula yan duduk di SMP.

“Anak-anak kita bukan hanya butuh fasilitas internet yang tidak berbayar. Tapi mereka juga butuh pendampingan saat belajar,” kata Hajjah Selly yang dikelilingi anak-anak dengan mata berbinar.

Itu sebabnya, Hajjah Selly pun menerjunkan relawan Volunter Nusantara untuk melakukan pendampingan pembelajaran pada anak-anak ini. Pendampingian dilakukan khusus pada mata pelajaran inti pada jenjang pendidikan yang sedang mereka tempuh.

Hajjah Selly adalah Pembina Volunter Nusantara. Kepada anak-anak tersebut, dia menyerahkan alat-alat tulis dan buku, beserta sertifikat tanda anak-anak itu telah menyelesaikan program Sekolah Ceria Volunter Nusantara.

Selly menegaskan, bagi sebagian anak, belajar di rumah dengan dibimbing oleh orang tua adalah sebuah kemewahan. Sebab, banyak orang tua yang tak bisa melakukan hal tersebut. Sebagian karena para orang tua mereka harus keluar rumah untuk mencari nafkah. Sebagian lagi karena para orang tua anak-anak tersebut memang tak memiliki pengetahuan yang memadai untuk membimbing anak-anak mereka belajar. Hal ini disebabkan lantaran latar belakang pendidikan mereka.

Itu sebabnya, jika hanya menyediakan akses internet gratis semata, maka hal tersebut kata Hajjah Selly tak akan menyelesaikan persoalan.

Melalui Sekolah Ceria yang digagas Volunter Nusantara, Hajjah Selly menerangkan, para siswa ini selain mendapat bimbingan belajar langsung selama pelajaran daring dari relawan, mereka juga menikmati suasana belajar yang menyenangkan. Sekolah Ceria ini juga membuat nuansa kebiasaan anak-anak selama bersolah sebelumnya tidak terputus.

“Jadi, mereka bisa menambah pengalaman dan pengetahuan dengan asyik dan menyenangkan,” katanya.

Pembiayaan Produktif Investasi, Cara Bank NTB Syariah Geliatkan e UMKM.

MATARAM – PT Bank NTB Syariah kembali mendapatkan tambahan kuota sebanyak 450 unit pembiayaan rumah subsidi dari pemerintah pusat. 240 diantaranya telah dilakukan akad pembiayaan, termasuk sebanyak 160 akad masal pada tanggal 25 Agustus 2020 kemarin.

Pada tahun 2019 Bank NTB Syariah berhasil membukukan akad 1.175 unit rumah subsidi. Sampai dengan semester 1 tahun 2020 Bank NTB Syariah sukses menghabiskan kuota yang diberikan Pemerintah Pusat sebanyak 1.200 unit rumah subsidi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Acara Akad Masal antara Bank NTB Syariah dengan konsumen rumah subsidi dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2020 yang digelar virtual, Selasa (25/8) dan disaksikan langsung oleh Menteri PUPR RI Basuki Hadi Mulyono diiikuti 13 bank mitra FLPP rumah subsidi, termasuk didalamnya adalah Bank NTB Syariah.

Akad Masal pengajuan kepemilikan rumah subsidi dalam program FLPP untuk wilayah NTB dilaksanakan di Hotel Santika yang dihadiri sebanyak 160 nasabah KPR rumah subsidi Bank NTB Syariah, di sela-sela pameran perumahan secara virtual yang diadakan Kementerian PUPR dalam rangka Hapernas 2020 tersebut tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Direktur Utama Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo mengatakan peringatan Hapernas 2020 yang dilakukan secara virtual secara bersamaan di seluruh Indonesia oleh 13 bank mitra program FLPP bersama konsumen rumah subsidi dengan jumlah akad masal sebanyak 16.180 debitur.

Pria humble ini mengaku bersyukur atas kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank NTB Syariah dengan kembali memberikan tambahan alokasi program FLPP di tahun 2020 ini, setelah kuota sebelumnya di semester I-2020 sudah habis terjual. Atas kepercayaan tersebut, Bank NTB Syariah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur dalam memberikan kenyamanan bagi developer dan juga konsumen.

“Alhamdulillah pertama masuk dalam program FLPP ini tahun 2019, masyarakat melihat ada perubahan dari sisi binis di Bank NTB Syariah, salah satunya adalah kehadiran FLPP. Kami memberikan kemudahan dan kecepatan proses, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung yang kami siapkan. Prinsipnya kami akan senantiasa terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan juga developer selaku mitra,” Kata Kukuh Raharjo melalui siaran pers yang disampai ke media, Kamis ( 27/8 ).

Ia menyebut jumlah perusahaan pengembang (developer) yang bermita dengan Bank NTB Syariah dalam program pembiayaan perumahan terus bertambah. Saat ini yang sudah menjalankan kemitraan dalam program pembiayaan perumahan sudah ada 28 perusahaan. Sementara itu, sedikitnya ada 40 perusahaan masih dalam proses untuk menjadi mitra Bank NTB Syariah.

“Dari jumlah tambahan 450 unit untuk program FLPP ini, tersisa sekitar 260 lagi dan kamis optimis September sudah bisa habis,” ujarnya.

*Makin Mantap ke Pembiayaan Investasi Produktif*

Sementara itu Performa PT Bank NTB Syariah semakin mentereng. Hal ini tak hanya karena ditopang kinerja keuangan yang positif, tapi juga setoran dividen ke pemegang saham, dalam hal ini Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota se-NTB.

“Kinerja apik ini menjadi tolak ukur yang bagus bagi manajemen untuk dipertanggungjawabkan ke pemegang saham. Beberapa indikator dari target perseroan di tahun lalu hampir semua terlampaui.

“Tercatat, untuk asset dari target Rp8,32 triliun tercapai sebesar Rp8,64 triliun atau capaiannya 103,81%. Begitu pun dengan DPK (Dana Pihak Ketiga) dan laba bersih lewati 100 persen dari target,” kata Kukuh Raharjo dalam acara penjurian TopBUMD Awards 2020 yang digelar Majalah Top Business (23/3) silam.

Ia mencontohkan, untuk DPK misalnya, perseroan berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp6,81 triliun atau sebanyak 107,22% dari target di angka Rp6,35 triliun. Sementara untuk laba bersih dari target sebesar Rp161,5 miliar berhasil dibukukan sebanyak Rp163 miliar.

Namun di bagian pembiayaan, target yang dipatok sebesar Rp5,89 triliun hanya tercapai 94,72% atau setara Rp5,58 triliun. Akan tetapi tak dapat dipungkiri karena dampak gempa di NTB masih cukup dirasakan perseroan. Sehingga kucuran pembiayaan pun cukup tersendat. Modal perseroan juga berhasil dikumpulkan sebanyak 96,67% dari target Rp1,47 triliun dengan realisasi sebesar Rp1,42 triliun.

Indikator lainnya juga sangat bagus. Seperti rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level sangat aman yakni 35,47% sedang targetnya di posisi 33,92%. Pun demikian dengan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga relative rendah di posisi 76,83% dari target 75,47%. Pun dengan rasio pembiayaan macet (NPF) bisa ditekan rendah menjadi 1,36% dari target 1,46%.

Sementara untuk imbal hasil bagi pemegang saham juga cukup stabil. Tercatat indicator return on asset (RoA) di level 2,56% sedang untuk return on equity meningkat menjadi 12,05% dari target di level 11,62%.

“Dengan kinerja yang bagus itu, perseroan membagikan dividen payout ratio ke pemegang saham sebesar 60% dari laba bersih. Ini juga sebagi upaya untuk mendukung pembangunan di daerah. Karena BUMD hebat, ekonomi daerah melesat,” terangnya

Keberpihakan bank yang semula konvesional bertransformasi menjadi syariah ini juga konsisten menyalurkan pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang tahun lalu, pembiayaan ke UMKM mencapai Rp419,9 miliar.

“Saat ini kami lebih fokus masuk ke pembiayaan produktif, khususnya modal kerja, untuk mendukung pergerakan ekonomi di era pandemi Covid-19. Motivasi kami sangat tinggi untuk mendukung program Pemerintah Daerah melalui pembiayaan kepada sektor industri daerah. Selama ini, NTB mempunyai banyak komoditas, tapi belum ada industrialisasi tercipta sehingga sebagian besar bahan mentah yang dikirim ke luar. Justru akan bernilai lebih bagus jika ada industrialisasi,” urai Kukuh sembari menambahkan seperti pembiayaan komoditas utama pertanian yakni jagung, bawang putih, peternakan sapi, perikanan, bahkan perkebunan kopi.

“Kopi di NTB justru tak kalah dengan daerah lain, seperti Toraja, Mandailing, dan lainnya,” imbuhnya lagi.

Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Taruna Akademi TNI TA 2020

Sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono dan Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin sidang Pantukhir terpusat penerimaan Taruna dan Taruni Akademi TNI TA 2020, bertempat di Gedung Lily Rochli, Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Jum’at (27/08/2020).

Proses seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Akademi TNI TA 2020 mulai dari tingkat daerah sampai dengan tingkat pusat dilaksanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ada. Proses seleksi yang dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19 dengan menerapkan Disiplin Protokol Kesehatan yang ketat sesuai aturan yang disampaikan Pemerintah.

Panglima TNI mengatakan hasil seleksi ini sangat menentukan kualitas para pimpinan TNI di masa mendatang, untuk itu kedepankan pikiran hati nurani yang jujur, tulus dan ikhlas untuk memutuskan calon Taruna dan Taruni Akademi TNI yang memenuhi syarat dan terbaik.

Hasil terbaik ini merupakan modal awal para Taruna dan Taruni Akademi TNI untuk mengikuti pendidikan pertama selama 6 (enam) bulan di Akademi Militer agar menjadi Perwira TNI yang mumpuni dan berkualitas di masa yang akan datang. Calon-calon Perwira TNI harus memiliki karakter, sikap, kesemaptaan jasmani dan tingkat intelegensi yang sangat baik untuk menjadi Perwira milenial sesuai dengan harapan TNI.

Panglima TNI juga menjelaskan bahwa Pantukhir terpusat ini dilaksanakan secara terbuka, konstruktif, meneliti, membahas dan berdiskusi bersama untuk mencari yang terbaik, agar nantinya para Taruna dan Taruni yang terpilih dapat mengikuti pendidikan tanpa adanya hambatan.

Alokasi calon Taruna dan Taruni yang dipilih sebanyak 672 peserta dengan rincian TNI AD 425 Taruna, TNI AL 130 peserta (120 Taruna dan 10 Taruni), TNI AU 117 peserta (107 Taruna dan 10 Taruni). Bagi peserta yang dinyatakan lulus, nantinya akan mengikuti pendidikan integrasi selama 6 (enam) bulan di Akademi Militer Magelang.

Turut serta dalam acara tersebut, diantaranya Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, Danjen Akademi TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi dan para Aspers Angkatan serta Gubernur Akmil Brigjen TNI Totok Imam S. (Ahm)

Berita Terkini

Peringati HUT Ke-60, IKKT Pragati Wira Anggini Gelar Seminar Kesehatan dan Doa Bersama Lintas...

Jakarta, sumbawanews.com - Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-60, IKKT Pragati Wira Anggini (PWA) menyelenggarakan Seminar Kesehatan dan Doa Bersama Lintas Agama...

DPO Narkoba Malaysia Dikejar Bareskrim

Sumbawanews.com,- Bareskrim Polri menetapkan dua warga negara Malaysia sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus penyelundupan narkoba skala besar dari Malaysia ke Indonesia. Keduanya,...

Jaringan Cendekiawan Muda Kecam Pembubaran Diskusi Menteri di UGM

Sumbawanews.com,- Kampus harus tetap menjadi ruang aman bagi dialektika intelektual—begitu tegas pernyataan Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) menanggapi pembubaran paksa diskusi bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa...

AS dan Iran Capai Gencatan Senjata Sementara, Selat Hormuz Dibuka Kembali

Sumbawanews.com,- Washington — Amerika Serikat dan Iran secara resmi mengumumkan gencatan senjata sementara setelah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) berisi 14 poin kesepahaman untuk...

Berita Utama