Home Blog Page 2723

Anggota Satgas TMMD 109 Kodim 1711/BVD Mulai Pengerjaan Jalan di Kampung Kakuna

(Boven Digoel-Papua). Mengawali program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 Tahun 2020 Komando Distrik Militer 1711/Boven Digoel (Kodim 1711/BVD), anggota Satgas TMMD mulai melaksanakan pekerjaan pengerasan jalan dengan menyiapkan material dan membuat jalur pengambilan air dilokasi sasaran TMMD Kampung Kakuna, Distrik Mindiptana, Kab. Boven Digoel, Papua, Rabu (23/9/2020).

 

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pada Selasa 22 September 2020, TNI Manunggal Membangun Desa ke-109 Tahun 2020 Kodim 1711/BVD dengan tema “TMMD Pengabdian Untuk Negeri”, telah dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kab. Boven Digoel Chairul Anwar di Kantor Bupati Boven Digoel, Kampung Persatuan, Distrik Mandobo, Kab. Boven Digoel, Papua.

 

Sebelum melaksanakan pengerjaan jalan, Komandan SSK Lettu Inf Simanjuntak terlebih dahulu melaksanakan apel pengecekan para anggota Satgas TMMD ke-109 Kodim 1711/BVD. “Saya berharap para anggota sekalian mendukung dengan bekerja tulus dan ikhlas guna kelancaran TMMD ke-109 di Kampung Kakuna,” katanya.

 

“Untuk itu, saya akan membagi tugas untuk memudahkan kita dalam hal pengerjaan pengecoran jalan disasaran TMMD, diantaranya bagian menyiapkan air, operator molen dan bagian pengerjaan pengecoran jalan,” jelasnya.

 

Menurut Lettu Inf Simanjuntak, selain memudahkan penyiapan, pembagian tugas ini berguna untuk mempercepat proses penyiapan dan harapannya masing-masing perorangan mengetahui tugas dan tanggungjawab pada saat disasaran.

 

“Jaga faktor keamanan, utamakan senergitas antara TNI dengan rakyat pada saat bekerja dan jalin silaturahmi dengan masyarakat selama rekan-rekan berada disini,” katanya. (Bdr).

Lama Tidak di Fungsional, Satgas Yonif 413 Bremoro Hidupkan PAUD Pelita di Papua

sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos KM 31 bersama organisasi PELITA (Persatuan Mahasiswa Lintas Alumni) kembali mengoperasionalkan Sekolah PAUD PELITA di Kampung Baburia Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom.

 

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Rabu (23/09/2020).

 

Dansatgas menyebutkan bahwa kegiatan yang dilakukan Pos Satgas KM 31 bersama dengan Organisasi PELITA tersebut semata-mata untuk memfasilitasi sarana belajar anak usia dini di Kampung Baburia Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom. “Kegiatan yang digagas oleh Satgas dan PELITA merupakan bukti bahwa kami peduli dan ingin menyiapkan tunas Papua yang lebih baik lagi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Nimbort Baap (43) penggagas organisasi PELITA juga menyebutkan bahwa keinginannya menghidupkan kembali Sekolah PAUD yang lama tidak fungsional yaitu agar putra-putri generasi penerus Papua memiliki masa depan yang cerah. “Kita siapkan mereka untuk menuju cita-citanya,” katanya.

 

Selaku Kepala PAUD PELITA, Ibu Yohana (36) mengaku senang dengan berfungsi kembalinya Sekolah tersebut. “Terima kasih kepada Satgas Yonif 413 Kostrad dan Kepala Organisasi atas dibukanya kembali PAUD PELITA, Kami akan berupaya memberikan yang terbaik kepada anak-anak didik kami,” tuturnya.

Hadapi Industrialisasi, Jarot-Mokhlis Siapkan Tenaga Skill Dan Siap Pakai

SUMBAWA – Menghadapi era industrialisasi tenaga kerja lokal Sumbawa khususnya, harus mampu berkompetesi dengan tenaga kerja lainnnya dalam mengisi formasi kebutuhan tenaga kerja. Hal ini di sampaikan pasangan Ir. H. Syarafuddin Jarot MP – Ir. H. Mokhlis M.Si calon Bupati / wakil bupati Sumbawa 2021- 2026.

Pasangan yang mengambil tagline Sumbawa Maju, memaparkan industrialisasi di berbagi sektor akan di lakukan untuk dapat mengejar ketertinggalan.

Menghadapi masuknya era industri tersebut, tenaga kerja lokal harus di siapkan dengan sungguh- sungguh sehingga akan dapat mengisi formasi kebutuhan industri.

Caranya dengan memberikan pembekalan dan pelatihan tenaga kerja lokal dengan kualifikasi tertentu sebagaimana yang di syaratkan dan butuhkan oleh industri.

” saat di kabupaten Sumbawa tersedia  Loka Latihan Kerja (LLK), kita akan tingkatkan status dari LLK menjadi BLK ( balai latihan kerja ) ” tegas Ir. H. Syarafuddin Jarot MP di hadapan ratusan warga Labuhan Sumbawa tadi malam selasa (22/9)  saat konsolidasi dan pengukuhan tim pemenangan Labuhan Sumbawa.

Jarot  panggilan akrab Ir. H. Syarafuddin Jarot MP memaparkan, diri sebagai seorang entrepreneur sangat memahami kebutuhan tenaga kerja di bidang industri. “berapa kebutuhan tenaga kerja dengan kwalifikasi apa, saya tau dan faham” tandas Jarot.

Misalnya di industri pertambangan, dengan pengalaman sebagai senior manager di perusahaan tambang kelas dunia, dirinya secara detail faham berapa kebutuhan tenaga kerja yang dapat di serap dan dengan kwalifikasi apa.

Paslon Jarot-Mokhlis yang merupakan perpaduan entrepreneur dengan birokrat handal, akan mampu membawa Sumbawa Maju, papar Jarot di sambut tepuk tangan ratusan peserta konsolidasi pemenangan.

Sedangkan calon wakil bupati Sumbawa 2021- 2026 Ir. H. Mokhlis M.Si yang mendampingi Ir. H. Syarafuddin Jarot MP, di kenal sebagai seorang birokrat handal dan pernah menjabat sebagai kepala dinas baik ditingkat kabupaten maupun kepala dinas provinsi, bahkan pada tahun 2010-2011 pernah menjadi Penjabat Bupati Sumbawa.

Ir. Mokhlis M.Si juga pernah menjadi kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi provinsi NTB, berbekal pengalaman selama 4 tahun sebagai kadis tenaga kerja, sangat memahami bagaimna menciptakan tenaga kerja skill dan siap pakai untuk dapat memenuhi formasi naker di industri.

“Kita harus mampu bersaing dengan tenaga kerja lain, tidak hanya untuk kebutuhan lokal Sumbawa, regional NTB bahkan nasional “papar Mokhlis.

Dengan meningkatkan status LLK yang ada saat ini menjadi BLK lanjut Mokhlis, tenaga kerja yang di latih akan memiliki kompetensi di masing- masing bidang.

Sebagaimana di ketahui Mokhlis, saat menjabat Kadis tenaga kerja NTB, membangun BLK bertaraf internasional. Berbekal pengalaman dan jaringan yang ada, Mokhlis berkeyakinan akan dapat menciptakan tenaga kerja handal dan siap pakai.

” tenaga kerja lokal harus siap dan mampu mengisi formasi yang tersedia, dengan demikian akan membuka peluang baru dan akan menurunkan angka pengangguran ” tegas Ir. Mokhlis. M.Si.

 

Perkembangan Penanganan Insiden Tertembaknya Pendeta di Distrik Hitadipa Kab. Intan Jaya

sumbawanews.com,- Menyikapi perkembangan penanganan insiden tertembaknya Pendeta Yeremia Zanambani, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab telah memerintahkan Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan dan Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Ardian Triwasana untuk melaksanakan investigasi di Distrik Hitadipa Kab. Intan Jaya.

 

“Tim sudah berangkat sejak Hari Minggu langsung ke Distrik Hitadipa Kab. Intan Jaya untuk melaksanakan pendalaman dan investigasi terhadap insiden tertembaknya Pendeta Yeremia Zanambani,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria.

 

Pimpinan Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Pendeta Yermia Zanambani yang tertembak di Distrik Hitadipa Kab. Intan Jaya.

 

“Kita doakan bersama semoga Almarhum Pendeta Yermia Zanambani diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan semoga situasi di Kab. Intan Jaya semakin kondusif, sehingga pembangunan dapat dilanjutkan,” tambah Kapendam.

Kurikulum Darurat, Antara Harapan dan Tuntutan

Munculnya wabah pandemi Covid-19 sudah memasuki bulan kelima di Indonesia, dampak dari pandemi ini kini mempengaruhi tidak hanya pada persoalan ekonomi saja, tapi sudah masuk ke berbagai sektor riil lain, yaitu sektor sosial, kesehatan hingga pendidikan.

Kegiatan belajar mengajar di seluruh Indonesia juga sudah hampir lima bulan dilaksanakan secara daring/online atau dilaksanakan dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). Metode ini tentu saja mendapat banyak respon dari masyarakat Indonesia di Sabang sampai Merauke. Salah satunya adalah kesulitannya satuan pendidikan dan guru pengajar untuk mengelola dan memfasilitasi kurikulum pendidikan di tengah pandemi yang membuat terjadinya batasan ruang gerak dalam pembelajaran bagi peserta didik.

Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Kementerian telah dikeluarkan dan direvisi sedemikian rupa untuk memenuhi tuntutan dan penyesuaian terhadap kemampuan guru, orang tua serta peserta didik (siswa), SKB tersebut mengeluarkan kebijakan mengizinkan pembelajaran tatap muka di daerah zona kuning dan hijau serta memfasilitasi satuan pendidikan dengan pemberlakuan kurikulum darurat.

Kurikulum darurat dapat dijalankan satuan pendidikan dalam kondisi khusus. Sekolah tidak hanya diberikan kesempatan untuk menentukan pilihan apakah akan melakukan pembelajaran tatap muka tetapi juga dimudahkan dengan dapat memberlakukan kurikulum darurat.

Dalam kurikulum darurat, pemerintah melalui Kemendikbud juga memberikan fasilitas modul pembelajaran serta asesmen sebagai perangkat kurikulum darurat.

Melalui siaran pers Kemendikbud dengan nomor 719/P/2020 pada Jumat (07/08) tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Kurikulum darurat disebut menjadi alternatif penyederhanaan kompetensi dasar yang tetap mengacu pada Kurikulum 2013. Bedanya, kurikulum ini diberikan pengurangan kompetensi dasar dari seluruh mata pelajaran yang ada, sehingga kurikulum ini hanya fokus pada bagian kompetensi esensial dan prasyarat untuk menyiapkan persiapan pembelajaran ke tingkat selanjutnya.

Satuan pendidikan diberikan 3 alternatif oleh Kemendikbud yaitu tetap memberlakukan kurikulum 2013 yang sudah ada sebelumnya, atau dapat menggunakan kurikulum darurat serta alternatif terakhir dapat melakukan penyederhanaan kurikulum di satuan pendidikan secara mandiri. Kemendikbud menjelaskan alasan memberlakukan alternatif kurikulum darurat tersebut agar kompetensi setiap tingkat pendidikan tetap dapat dicapai dengan baik.

Dampak positif dari penyederhanaan kurikulum ini tidak hanya bagi guru, tetapi juga orang tua hingga siswa. Hal ini patut direspon positif dikarenakan kurikulum darurat tidak hanya menyederhanakan acuan pembelajaran yang kemudian dapat lebih terarah tetapi juga meringankan beban mengajar bagi guru sehingga guru dapat fokus pada proses belajar mengajar yang lebih kontekstual. Sementara bagi siswa dan orang tuanya, kurikulum darurat tidak hanya meringankan beban tuntutan pencapaian yang harus diselesaikan siswa tetapi juga mempermudah pendampingan dari orang tua saat pembelajaran di rumah dilakukan oleh siswa.

Sejak lima bulan terakhir, kondisi pembelajaran di Indonesia telah secara total telah dilaksanakan secara daring, yang artinya mau tidak mau harus memiliki perangkat untuk mengikutinya, sebut saja smartphone, laptop dan kuota atau jaringan internet. Permasalahan pun dimulai dari soal perangkat ini karena tidak semua kelompok masyarakat Indonesia memiliki atau mampu membeli perangkat tersebut, atas hal inilah pemerintah kemudian merelaksasi aturan khususnya di daerah 3T dan zona kuning serta zona hijau untuk dapat memilih melaksanakan PJJ atau pembelajaran langsung dengan tatap muka. Namun tidak sampai disitu, dilaksanakannya PJJ tentunya juga memiliki kendala soal pembelajaran yang dilakukan, yakni saat dilakukan secara daring pemahaman siswa berbeda dengan jika belajar secara langsung, ada kendala yang lebih besar untuk memahami materi pembelajaran. Untuk itulah, kurikulum darurat ini menjadi oase segar di tengah permasalahan ini. Baik itu PJJ atau tatap muka sebaiknya mempertimbangkan memberlakukan kurikulum darurat karena akan lebih terjurus dan kontekstual.

Dilihat dari historis tentang kurikulum pendidikan nasional Indonesia ternyata telah dilakukan 11 kali pergantian terhadap kurikulum nasional, dimana yang terakhir adalah kurikulum 2013. Sehingga, sebenarnya persoalan kurikulum ini adalah persoalan yang cukup dinamis karena kurikulum dapat berubah secara fleksibel mengikuti perkembangan jaman. Sehingga di tengah pandemi seperti saat ini kita dituntut harus turut dinamis. Kurikulum pembelajaran diseleksi untuk mengambil mana yang paling lenting harus dipahami. Kurikulum darurat diharapkan mampu menjadi solusi ditengah permasalahan pembelajaran siswa akibat pandemi Covid-19.

Sekolah harus mampu menentukan kebutuhan yang tepat bagi pembelajaran siswa sehingga terciptanya kemudahan serta alternatif dalam proses belajar mengajar di tengah pandemi, jangan sampai kurikulum dipangkas tetapi malah tidak tuntas.

Yang perlu kita kawal adalah tetap terjaganya tujuan dan cita-cita bangsa yang diharapkan tetap mampu memberikan akses sebesar-besarnya terhadap ilmu pengetahuan untuk membentuk generasi emas sebagai penerus bangsa. Karena untuk menghasilkan generasi emas tidak hanya soal kurikulum yang bagus namun juga diperlukan peran negara sebagai fasilitator dan penyokong akses pendidikan yang seluas-luasnya bagi semua peserta didik di seluruh nusantara.

Amilan Hatta
Direktur Eksekutif Lembaga Analisis dan Kajian Kebudayaan Daerah (LINKKAR)

Satgas Yonif 413 Bremoro Gelar Wisata Juang Kepada Siswa PAUD Papua

sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad menggelar kegiatan Wisata Juang kepada siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aiyiyah di Pos Skamto Kampung Yowong Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Senin (21/09/2020).

 

Dansatgas mengatakan bahwa kegiatan yang digelar Pos Satgas Skamto pimpinan Kapten Inf Senopati Yudho tersebut bertujuan untuk membentuk karakter anak sejak usia dini. “Pembentukan Karakter harus dimulai sejak dini, sehingga mereka siap menjadi pribadi yang dapat diharapkan Bangsa dan Negara,” ujarnya.

 

Dalam pelaksanaannya, Pos Satgas Skamto memberikan materi kejuangan berupa Outbond militer seperti melintasi jembatan tali dua, jembat tali tiga dan jaring pendarat. “Pemberian materi Outbond militer kepada para siswa bukan berarti mereka harus menjadi seorang prajurit, melainkan ada esensi kejuangan dalam materi tersebut sehingga dalam kondisi nyata siswa akan berjuang pantang menyerah dalam menggapai cita-citanya,” kata Pria lulusan Akmil 2003 ini.

 

Sementara itu, Ibu Mutia Zainal (42) selaku Kepala Sekolah Paud Aiyiyah mengungkapkan kegiatan yang dirancang Satgas merupakan salah satu upaya efektif dalam mengusir kejenuhan belajar reguler pada siswa, sekaligus menggugah semangat para siswa untuk lebih giat dalam kegiatan belajar mengajar. “Kami sangat senang dengan kegiatan ini, sekilas kami melihat raut wajah mereka tidak ada yang suntuk dalam menerima materi dari Satgas Yonif MR 413 Kostrad,” ujarnya.

 

Kadispenad : Pejabat Penerangan Satuan Harus Responsif Terhadap Penanganan Krisis Informasi

JAKARTA – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Nefra Firdaus, S.E. M.M., menegaskan dalam menghadapi manajemen krisis khususnya dalam mengelola manajemen informasi pejabat penerangan harus bertindak cepat dan responsif.

“Krisis di sini bukan krisis keuangan atau krisis moneter tetapi suatu kejadian di wilayah yang melibatkan satuan atau personel TNI AD harus segera direspon dengan cepat oleh pejabat penerangan,” kata Nefra Firdaus dalam pengarahannya pada rapat virtual melalui video conference bersama dengan para Kapendam, Kapenhumas Balakpus dan Kapenrem seluruh Indonesia, di Puskodal Mabesad, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Dalam rapat tersebut Kadispenad memberikan pengarahan yang terkait dengan bidang tugas penerangan jajaran Angkatan Darat terutama bagaimana pejabat penerangan di daerah atau satuan dalam menyikapi apabila ada kejadian yang melibatkan satuan atau personel TNI AD. “How to handle Information During a Crisis” atau Bagaimana Langkah-Langkah Dalam Manajemen Informasi Pada Saat Krisis,” ujar Nefra.

<a href=”https://korem162.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0010.jpg”><img src=”https://korem162.com/wp-content/uploads/2020/09/IMG-20200923-WA0010-300×200.jpg” alt=”IMG-20200923-WA0010″ width=”300″ height=”200″ class=”aligncenter size-medium wp-image-9582″ /></a>

Brigjen Nefra menjelaskan bahwa terdapat 5 (lima) langkah yang harus dilakukan oleh pejabat penerangan, yang pertama; Be truthful (Jujur), memberikan informasi apa adanya. Kedua; menyampaikan informasi yang bermanfaat. Ketiga; membuat rencana Manajemen Krisis dan masukkan hubungan dengan media. Keempat; menyiapkan juru bicara, Kapen merupakan juru bicara satuan, siap tidaknya juru bicara dalam memberikan keterangan mempengaruhi opini masyarakat secara luas dan yang kelima; menjalin kerjasama yang berkelanjutan dengan media.

Selanjutnya Kadispenad memaparkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pejabat penerangan, antara lain menganggap dan memperlakukan media sebagai musuh, dalam mendapatkan informasi tidak bergantung kepada media tetapi jadikan media menjadi salah satu sumber informasi, tidak melupakan Prajurit atau Personel TNI AD sebagai sumber informasi yang akurat tentang suatu peristiwa.

Pada akhir pengarahan Kadispenad menyampaikan beberapa kesimpulan dalam manajemen Informasi pada saat krisis, yaitu; manajemen informasi dalam krisis bukanlah hal yang spontan tetapi perlu disiapkan, direncanakan dan dipelihara. Public Relation (PR) dalam situasi krisis memerlukan skill (keahlian) yang harus dipelajari dan dilatih sehingga informasi yang disampaikan bermanfaat dan bukan menjadi bumerang. Pejabat penerangan harus berhati-hati dalam memberikan informasi yang penting, tapi tidak membatasi akses info secara total karena dapat menimbulkan asumsi yang keliru dalam persepsi berita. Dalam menyampaikan informasi harus memerhatikan hal-hal yang sudah menjadi protokol/ketentuan.

“Yang lebih penting hubungan dengan media harus terus dijaga dan bukan sebagai hubungan jangka pendek dan kasuistis tapi direncanakan secara baik,” pungkasnya.

Pada akhir acara rapat virtual dilaksanakan sesi diskusi dan tanya jawab, turut hadir dalam rapat tersebut Sesdispenad Kolonel Inf Mu’tamar, para Kasubdis Dispenad dan 73 pejabat penerangan jajaran TNI AD baik tingkat Kotama, Balakpus dan Korem. (Dispenad)

TNI-POLRI Kab. Dompu Apel Gelar Pasukan Persiapan Pengamanan Penetapan Calon Pilkada 2020

Dompu – Aparat gabungan TNI-POLRI kabupaten Dompu malam ini selasa (22/09/20) sekitar pukul 20.15 wita bertempat di depan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu yang dihadiri oleh dan Kapolres AKBP Syarif Hidayat SH S.I.K., Dandim 1614 Dompu Letkol Inf Ali Cahyono S.Kom beserta PJU Polres dan Kodim 1614.

Apel gabungan tersebut diikuti personel gabungan TNI-POLRI (termasuk Brimob) 330 persenel sebagai bentuk persiapan pengamanan menyongsong dikeluarkannya keputusan oleh KPU dompu tentang penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati dan pada pilkada serentak 2020.

IMG-20200923-WA0006

Dandim 1614 Dompu selaku pengambil apel menyampaikan “Apel gelar pasukan ini dimaksudkan sebagai bentuk kesiapan kita dalam hal mengamankan semua tahapan pada pilkada nanti, dan besok kita akan mengamankan tahapan penetapan calon dari KPU, saya harap TNI POLRI tetap profesional dan netral dalam menjalankan tugas pengamanan. Karena ini adalah tanggung jawab kita, maka dari sekarang kita sudah harus paham siapa kita dan harus berbuat apa”.

“Mari kita bekerja sungguh-sungguh dalam mengamankan Pilkada dan kita harus memberikan jaminan kepada masyarakat tentang keamanan dan ketertiban pelaksanaan Pilkada demi kemajuan Kabupaten Dompu”. Pungkas Dandim.

IMG-20200923-WA0000

Usai penyampaian Dandim, Kapolres juga menyampaikan beberapa hal terkait persiapan pengamanan Pilkada.” Saya harap kita semua paham tentang tugas dan tanggungjawab kita sebagai aparat keamanan pada semua tahapan Pilkada nanti. Deteksi dini terhadap semua provokator yang sengaja ingin menggagalkan jalannya Pilkada nanti. Ungkap Kapolres.

“Kita tidak akan tindak tegas pada siapapun yang sengaja menjadi provokator dan membuat gaduh atau mengacaukan situasi keamanan pada proses jalannya Pilkada, Tegas Kapolres.

IMG-20200923-WA0003

“Maka dari itu saya pertegas lagi seperti yang disampaikan Dandim tadi, rekan rekan harus paham apa dan berbuat apa dalam mengamankan jalannya semua tahapan Pilkada,dan semua tahapan tetap menjalankan standar kesehatan dan protokol Covid19.” Tutup Kapolres.

Korem 174 Merauke Gelar Donor Darah Dalam Rangka Menyambut HUT TNI Ke-75

(Merauke).  Komando Resort Militer 174/Anim Ti Waninggap (Korem 174/ATW) Merauke menggelar kegiatan donor darah dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 Tahun 2020, bertempat di Aula L.B Moerdani Markas Korem 174 Merauke, Distrik Tanah Miring, Kab. Merauke, Selasa (22/9/2020).

 

Pelaksanaan  kegiatan donor darah tersebut diikuti oleh 170 orang yang dibagi menjadi empat gelombang terdiri dari perwakilan  unsur TNI-Polri, Polisi Kehutanan, Ormas FKPPI, Paguyuban, Pramuka dan Persit Korem Merauke. Kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 Tahun 2020.

 

Kegiatan donor darah yang dilaksanakan Korem 174 Merauke bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Merauke dan Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Merauke.

 

Selama pelaksanaan donor darah, tetap memprioritaskan protokol Covid-19. Dari hasil donor darah tersebut pihak PMI Kab. Merauke mendapatkan 124 kantong darah.

 

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Staf Korem (Kasrem) Kolonel Inf Agustinus Dedy Prasetyo beserta para Kasi  Korem Merauke  ikut serta mendonorkan darahnya sebagai bentuk  kepedulian kegiatan kemanusiaan guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

 

Di sela-sela kegiatan donor darah dilaksanakan pemberian cinderamata dari Danrem 174/ATW Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko yang diserahkan oleh Kasrem kepada pihak PMI Merauke yang diwakili oleh saudari Florentina Maro, SKM (Staf Unit Tranfusi Darah PMI Kota Merauke), dilanjutkan foto bersama.

 

Dalam kesempatan tersebut, Florentina Maro menyampaikan ucapan terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan donor darah ini. “Saya selaku pribadi dan atas nama Pimpinan PMI Kota Merauke mengucapkan terima kasih kepada Danrem Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko atas terselenggaranya kegiatan donor darah ini, apalagi stok darah di Kantor PMI Merauke saat ini kosong,” ungkapnya.

 

“Semoga darah yang sudah kami terima ini akan bermanfaat bagi pasien-pasien rumah sakit yang membutuhkan serta berharap kerja sama seperti ini terjalin secara berkesinambungan,” tandasnya. (Bdr).

Perpustakaan Keliling Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa Sambangi Kampung Sota 2

(Merauke). Sebagai wujud komitmen dalam membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa, perpustakaan keliling Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa dibawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW kembali beraksi di wilayah perbatasan, Selasa (22/9/2020).

 

Dansatgas Pamtas Yonif 125/Simbisa Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan bahwa sasaran perpustakaan keliling kali ini adalah Kampung Sota 2, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua. “Dipimpin Pasiter Satgas Lettu Inf Riyono beserta empat orang anggota mengunjungi anak-anak Kampung Sota 2,” ujarnya.

 

Menurut Letkol Inf Anjuanda Pardosi, anak-anak Kampung Sota 2 harus menempuh perjalanan lebih kurang 8 km untuk bisa mengikuti proses belajar mengajar di sekolah dengan berjalan kaki. “Semangat mereka dalam menuntut ilmu dihadapkan dengan berbagai keterbatasan patut diacungi jempol,” katanya.

 

Para personel Satgas Yonif 125/Simbisa dengan tekun dan sabar mengajari anak-anak membaca, berhitung dan juga mengajak menyanyikan lagu kebangsaan secara bersama-sama. “Disela-sela kegiatan, prajurit Satgas membagikan snack untuk membangkitkan semangat dan agar mereka tidak jenuh,” ucapnya.

 

“Semoga kelak, mereka dapat mewujudkan cita-citanya,” harap Dansatgas Yonif 125/Simbisa Letkol Inf Anjuanda Pardosi.

 

Kehadiran perpustakaan keliling ini mendapat sambutan hangat dari ibu Hermina, S.Th (45 th) warga Kampung Sota 2 sekaligus sebagai Pendeta Gereja Injil Di Indonesia (GIDI). “Terima kasih atas ketulusan personel Satgas dalam mengajari anak-anak kami. Kiranya Tuhan membalas kebaikan bapak-bapak sekalian,” ucapnya.

 

Sementara itu, Idi (14 th) siswi kelas 1 SMP Negeri 11 Sota bersama teman-temannya mengatakan senang dengan kehadiran perpustakaan keliling di kampungnya. “Saya senang sekali, karena ada banyak buku-buku yang bisa dibaca. Selain diajari, kami juga dikasih bubur,” ungkapnya. (Bdr)

 

Berita Terkini

Layar Ponsel Paling Terang di Dunia, Capai 10.000 Nit

Sumbawanews.com,- Honor mengumumkan bahwa Honor X80 Pro Max, yang akan resmi meluncur pada 22 Juni mendatang, akan menjadi smartphone pertama di dunia dengan kecerahan...

MBG di Pekanbaru, Andre Rosiade Apresiasi Pembenahan dan Keterlibatan UMKM

Sumbawanews.com,- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, melakukan peninjauan langsung ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di...

Israel Serang Lebanon, Perundingan AS-Iran di Swiss Ditunda

Sumbawanews.com,- Serangan udara Israel di Lebanon selatan memicu krisis kemanusiaan dan menggagalkan upaya damai tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran. Setidaknya 16 warga...

Gus Yaqut Diperiksa KPK sebagai Saksi dalam Kasus Kuota Haji

Sumbawanews.com,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab dipanggil Gus Yaqut, untuk dimintai keterangan dalam kasus...

Berita Utama