Home Blog Page 2686

Kodim 1628/Sumbawa Barat Gelar Apel Pemeriksaan Kelengkapan Kendaraan Dinas

Sumbawa Barat – Dalam rangka penegakan Hukum Disiplin dan Tata Tertib bagi Prajurit maupun Kodim 1628/Sumbawa Barat telah digelar kegiatan pemeriksaan kelengkapan kendaraan dan surat kendaraan berupa SIM, KTA, STNK dan Helm. Hal ini merupakan salah satu bentuk dari kepedulian Satuan terhadap pengamanan tubuh baik pada personel maupun Materiil satuannya. Pemeriksaan kendaraan dinas roda dua tanpa terkecuali dan pemeriksaan secara mendadak tersebut dipimpin langsung oleh Pasi intel dan Pasi logistik bersama Anggota Staf Intel Anggota Provost Kodim, dan Staf Log

Pemeriksaan Kendaraan ini dilaksanakan setelah apel pagi Senin (21/12/2020), sehingga para Anggota dan PNS Kodim 1628/SB, setelah apel pagi, langsung diarahkan oleh Provost ke tempat lapangan apel untuk diperiksa kelengkapan kendaraannya.

Menurut Dandim 1628/SB Letkol Czi. Sunardi, ST, M.IP., pemeriksaan ini sengaja dilaksanakan sebagai salah satu bentuk fungsi pengawasan dan pengamanan kepada personil Kodim 1628/SB serta matriil termasuk mengecek kelengkapan surat- surat kendaraan dinas roda dua maupun roda empat, Ungkap Dandim.

Selain pemeriksaan surat – surat Kendaraan Bermotor (Ranmor) itu sendiri, juga mengadakan pemeriksaan tentang kelengkapan Ranmor roda dua dan roda empat mulai dari fungsi rem, ban, lampu sen, klakson, lampu rem belakang dan spion, dari sekian banyak anggota yang diadakan sweping pemeriksaan masih terdapat beberapa anggota yang kelengkapan motornya kurang sempurna sehingga ditekankan pada anggota yang masih belum melengkapi diberi waktu untuk melengkapi sehingga aman dalam berkatifitas serta mencegah terjadinya kecelakaan dalam berkedaraan” tegas, Dandim.

Dandim 1628/SB kegiatan dilaksanakan tetap berpedoman Sop Covid -19 mengingat kita masih dalam suasana pendemi Covid -19, dan mengucapkan terimakasih kasih kepada anggotanya yang telah melengkapi serta mematuhi aturan dalam berlalu lintas, dengan demikian aktifitas dalam bekerja tidak terpengaruh, serta berharap kalau kalian tidak bisa menunjukkan prestasi, paling tidak jangan membuat pelanggaran sekecil apapun yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan satuan khususnya Kodim 1628/SB, Pungkas Dandim.

Taruna Akademi TNI Latihan Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman

sumbawanews.com,- Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Marsdya TNI Tamsil Malik, S.E., menutup Latihan Napak Tilas Rute Panglima Besar Sudirman (RPS) bagi Taruna Akademi TNI Tahun pendidikan 2020/2021 di Desa Bedoyo Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Yogyakarta, Minggu (20/12/2020).

Dalam amanatnya, Danjen Akademi TNI menyampaikan bahwa Akademi TNI adalah Badan Pelaksana Pusat di tingkat Mabes TNI yang berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI, dengan tugas pokok menyelenggarakan pendidikan pertama Perwira TNI yang bersumber dari Taruna Akademi TNI dari matra darat, laut dan udara, yang bersifat integratif dalam rangka menyiapkan kader Pimpinan TNI.

Dalam rangka menanamkan dan mewariskan sikap dan semangat kepahlawanan Panglima Besar Jenderal Sudirman kepada Taruna  Akademi TNI, maka salah satu materi dalam kurikulum pendidikan dasar integrasi Taruna Akademi TNI adalah melaksanakan latihan ketahanan mars melalui kegiatan Napak Tilas Rute Perjuang Panglima Besar Jenderal Sudirman atau RPS.

Adapun tujuan dari latihan Napak Tilas RPS adalah untuk memberikan pemahaman  kepada 672 Taruna yang sedang mengikuti pendidikan dasar integrasi tentang sejarah perjuangan Pahlawan Panglima Besar Jenderal Sudirman dan menanamkan serta menumbuhkembangkan sikap dan jiwa kepemimpinan beliau tentang kejuangan, cinta tanah air dan rela berkorban serta memupuk semangat manunggal atau berintegrasi bersama rakyat agar dapat dicontoh dan diteladani oleh para Taruna mengingat mereka kelak akan menjadi calon-calon pemimpin TNI di masa depan.

Lebih lanjut Danjen Akademi TNI mengatakan bahwa latihan Napak Tilas RPS dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 17 s.d. 20 Desember 2020 di wilayah Kabupaten Bantul sampai dengan Gunung Kidul Provinsi Yogkarta dengan jarak tempuh sejauh 72 Km yang dibagi dalam 3 etape. “Pada setiap etape RPS, Taruna akan  melewatii desa-desa yang pernah dilalui oleh Jenderal Sudirman bersama Tentara Republik Indonesia pada saat bergerilya pada tahun 1948 dealam rangka mempertahankan  kemerdekaan karena agresi Belanda yang ingin kembali menjajah bangsa Indonesia,” katanya.

Latihan RPS Taruna Akademi TNI diawali dengan ziarah ke TMP Kusumanegara Yogyakarta, Kamis (17/12/2020). Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 2020 dilaksanakan upacara pembukaan latihan  RPS melalui prosesi  penyerahan Tandu oleh Bupati Bantul kepada 672 Taruna Akademi TNI sebagai tanda dimulainya kegiatan Napak Tilas RPS  yang dibagi dalam 3 etape.

Etape pertama menempuh jarak 26 Km, dimulai dari Desa Grogol sampai dengan Desa Temanggung. Pada hari kedua Taruna akan bergerak menempuh jarak 30 km menuju Desa Semanu (19/12/2020). Sedangkan pada Hari Minggu (20/12/2020) para Taruna akan menuju Desa Bedoyo dengan jarak tempuj 13 Km sebagai titik akhir kegiatan RPS.

Dalam kegiatan RPS Taruna Akademi TNI, juga dilaksanakan kegiatan karya bhakti berupa Bansos kepada masyarakat di setiap etape RPS pada wilayah yang dilalui, yaitu di Desa Kretek, Bantul, Paliyan, Semanu sampai Desa Bedoyo Gunung Kidul. Selain pembagian 1.100 paket bantuan social kepada masyarakat, juga dalam karya bhakti ini Akademi TNI juga membuat sarana taman baca masyarakat “Bhinneka Eka Bhakti”, yang dilengkapi dengan jaringan wifi, 4.600 buku cetak serta 10.000 buku elektronik yang dapat diunduh melalui aplikasi iyogya, serta dukungan 4 unit laptop, 4 unit televisi dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan minat baca seluruh warga sekitar.

Diharapkan dengan bantuan taman baca ini menumbuhkan literasi, wawasan dan pengetahuan masyarakat sehingga nantinya dapat mencetak SDM unggul yang akan berdampak kepada kemajuan pembangunan daerah.

Selain itu, pada kesempatan yang sama  Akademi TNI juga melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan beberapa materi yang meliputi rekrutmen Taruna Akademi TNI, penanggulangan Covid-19, bahaya Narkoba, iyogya dan sejarah perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Melalui kegiatan Komsos ini diharapkan agar masyarakat khususnya generasi muda yang dilalui oleh kegiatan RPS lebih dapat menghayati dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan Panglima Besar Jenderal, dengan selalu mengisi dan memperkaya kemampuan diri melalui membaca, tetap waspada namun optimis dalam menghadapi pandemi Covid-19, dan bagi remaja putra/putri, agar lebih antusias mengabdi kepada Bangsa dan Negara melalui jalur TNI. (Pen Akademi TNI)

Jan Arebo : Isu Kegagalan Papua Sengaja ‘Digoreng’ Kelompok Anti Pemerintah

sumbawanews.com,- Mengungkap salah satu tekad pemerintah yaitu melakukan pemerataan pembangunan di beberapa daerah Indonesia timur seperti Provinsi Papua dan Papua Barat. Melihat dari hal tersebut, sejatinya Papua sendiri sudah melakoni upayanya dengan realisasi kebijakan otonomi khusus.

 

Ketua Umum Pemuda Adat Papua Jan Christian Arebo dalam keterangannya mengapresiasi setiap upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Walaupun Arebo menilai harus ada beberapa perspektif yang perlu dikoreksi dan dievaluasi.

 

“Kami melihat (pemerintah) pusat sudah baik untuk menjalankan pemerintahan di Papua. Hanya saja perlu ada evaluasi terkait kebijakan-kebijakan yang ada,” ujar Arebo di Jayapura, Sabtu (19/12/2020).

 

Menurut Arebo, yang dikatakannya harus dievaluasi adalah kebijakan otsus yang belum berjalan dengan baik. “Terkait otsus perlu perhatian khsuus, ini karena tidak ada keterbukaan dari pemerintah Provinsi atau Kabupaten dalam pelaksanaannya. Yang saya maksud terkait penyerapan dana. Hal ini sangat mendasar karena otsus itu adalah harapan bagi seluruh OAP (Orang Asli Papua),” ungkapnya.

 

Arebo juga memberi pernyataan bahwa penerapan dan upaya untuk mensejahteakan Papua, tidak melulu berasal dari nilai uang. Namun dikatakan jika uang adalah faktor yang sangat penting untuk menunjang kebijakan-kebijakan tersebut.

 

“Jadi uang itu bukan yang utama. tapi uang sangat penting untuk pelaksanaannya. Jadi untuk itu menjadi lebih penting lagi tentang bagaimana pemanfaatannya sehingga bisa menjawab harapan rakyat,” ujarnya.

 

Ditambahkan bahwa sebeneranya Otsus juga telah memberi pengaruh yang positif bagi Papua jika dilihat dari kemajuan-kemajuan yang telah terjadi. Namun yang kembali disayangkan bahwa isu-isu tentang kegagalan otsus juga terus didorong oleh kelompok anti pemerintahan.

 

“Papua ini sudah bagus, tapi isu otsus digoreng oleh kelompok tertentu. Bahkan hari ini saja ada kelompok yang menamai dirinya dengan aliansi mahasiswa. Saya tegaskan kalau pendapat kelompok-kelompok itu salah,” ungkap Jan Arebo.

 

Menurutnya, Arebo lebih berpandangan untuk mengajak kelompok muda untuk bisa berlaku positif sehingga memberi dampak baik bagi kemajuan Papua. Arebo beralasan sebab Papua sudah sah menjadi bagian dari Indonesia, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah komitmen untuk berproses menjadikan Papua menjadi daerah yang maju. (*)

Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Berhasil Selamatkan Empat Warga Sipil Dari Perampok Bersenjata di Kongo

sumbawanews.com,- Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB)/Mission de l’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) berhasil menyelamatkan empat warga sipil dari perampokan bersenjata pada saat melaksanakan patroli. Penyelamatan tersebut dipimpin oleh Dantim Patroli Lettu Inf Edvin, berada di Desa Crispin, Kongo, Sabtu (19/12/2020).

 

Di sela-sela waktunya, Dansatgas TNI Konga XXXIX-B RDB/MONUSCO Kolonel Inf Daniel Lumbanraja menyampaikan bahwa situasi politik dan keamanan di Kongo saat ini tidak stabil dan masih terjadinya pemberontakan. Hal ini memicu munculnya tindakan kriminalitas di berbagai tempat.

 

Selanjutnya, dikatakan Dansatgas bahwa telah banyak pemberontak bersenjata yang menyerahkan diri, namun masih ada diantara pemberontak yang tetap bertahan di hutan. “Mereka aktif melakukan perampokan dan pemerasan kepada masyarakat untuk bertahan hidup dan untuk mendanai berbagai upaya pemberontakan. Bahkan dalam melakukan aksinya, mereka tidak ragu untuk membunuh korbannya,” ujarnya.

 

Menurut Kolonel Inf Daniel Lumbanraja, peristiwa perampokan empat warga sipil di Desa Crispin merupakan bagian dari Area of Responsibility (AoR) Combat Operation Base (COB) Bendera dipimpin oleh Mayor Inf Ismail Taruna Vijaya. “Daerah ini masih dinyatakan sebagai zona Merah karena masih banyaknya markas pemberontak bersenjata, sehingga tingkat kriminalitas masih cukup tinggi,” katanya.

 

Melalui patroli rutin dari COB Bendera yang dipimpin Lettu Edvin berhasil menyelamatkan empat warga sipil bermotor yang dirampok oleh kelompok bersenjata.  Peristiwa ini terjadi pada saat tim tersebut melaksanakan patroli dan mendapatkan informasi dari warga. Selanjutnya tim patroli merespon cepat dengan melakukan penyisiran kedalam hutan dan berhasil melaksanakan tugas penyelamatan dengan baik dan aman.

 

Kegiatan patroli rutin yang dilakukan selama ini telah berhasil merangkul kembalinya 43 milisi dengan 33 senjata AK-47, disusul dengan penyelamatan dua orang warga sipil yang dirampok didekat desa Kapunda. Keberhasilan atas pendekatan dan patroli rutin yang dilakukan, telah membuat masyarakat Kongo makin percaya kepada Satgas Indo RDB. (Pen Satgas RDB Monusco)

Sangat Istimewa, Satgas Yonif 413 Bremoro Berikan Hadiah Natal Berupa Gereja Bagi Masyarakat Perbatasan RI-PNG

Sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Bremoro memberikan hadiah sangat istimewa berupa bangunan Gereja beserta isinya kepada warga Perbatasan RI-PNG tepatnya di Kampung Kufu, Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom dalam rangka menyambut perayaan hari Natal Tahun 2020.

Hal itu berawal dari kegiatan patroli keamanan yang dilakukan oleh Pos Skofro Baru Satgas Yonif MR 413 Bremoro pada pertengahan September lalu di sekitar Pos dengan radius 4 KM.

Tak terduga yang biasanya sejauh mata memandang hanya ada hutan belantara, Letda Inf Teuku Muhammad Adam mendengar di jarak 300 meter ada teriakan canda tawa dari masyarakat. Setelah didekati, ternyata terdapat beberapa rumah yang diketahui bernama Kampung Kufu.

Sepekan kemudian tim yang dikomandoi Letda Inf Teuku Muhammad Adam kembali menggelar patroli keamanan sekaligus membawa peralatan kesehatan dan obat-obatan untuk memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat Kampung Kufu.

Kegiatan mengunjungi Kampung Kufu pun terus berlanjut hingga pada akhirnya kepala suku Kampung Kufu Bapak Luther Siuma menyampaikan kepada Adam, tentang mimpi masyarakat Kampung Kufu untuk memiliki Gereja karena selama ini warga Kampung Kufu yang terdiri atas 31 kepala keluarga hanya bisa beribadah di bawah pohon pinang setiap hari Minggu.

Mendengar laporan dari Komandan Pos Skofro Baru, Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. selaku Dansatgas Yonif MR 413 Bremoro mengarahkan Danpos sekaligus memberikan dukungan untuk membangun Gereja di Kampung Kufu.

Berbagai bantuan pun diberikan oleh Satgas Yonif MR 413 Bremoro diantaranya 200 lembar seng, 100 buah kursi, 1 set solar cell, 1 buah genset, 1 set Sound sistem, 50 buah Alkitab, 1 set ornamen Gereja, 1 set Jet pump dan masih banyak perlengkapan gereja lainnya.

Selama kurang lebih dua bulan pembangunan Gereja dilakukan bersama antara Satgas Yonif MR 413 Bremoro dengan warga Kampung Kufu. Puncaknya pada tanggal 19 Desember 2020, secara resmi bangunan Gereja beserta isinya diserahkan Dankolakopsrem 172/PWY yang diwakili Kasilog Kolakopsrem 172/PWY beserta Dansatgas Yonif MR 413 Bremoro kepada warga Kampung Kufu.

“Kami tidak memiliki kepentingan lain dalam membantu pembangunan Gereja ini selain atas dasar kemanusiaan dan rasa toleransi antara umat beragama. Niat kami tulus dan ikhlas dalam pembangunan Gereja ini semata-mata untuk membantu kesulitan rakyat di wilayah Perbatasan RI-PNG,” kata Dansatgas dalam sambutan peresmian gereja.

Dansatgas juga menyampaikan, semoga Gereja yang dibangun ini dapat bermanfaat dan digunakan sebagaimana mestinya serta besar harapan Satgas, Warga Kampung Kufu dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Peresmian Gereja ini juga sebagai hadiah Natal dari kami Tentara Nasional Indonesia khususnya Satgas Yonif MR 413 Bremoro untuk masyarakat Perbatasan RI-PNG khususnya warga Kampung Kufu, semoga perayaan Natal di tahun ini dapat menebar kasih dan membawa kedamaian untuk kita semua, serta dapat mewujudkan Tanah Papua yang aman, damai dan sejahtera sesuai harapan kita bersama,” tambahnya.

Sementara itu, selaku Sekretaris GKI Klasis Kabupaten Keerom Bapak Lambert Saruna yang turut hadir dalam peresmian Gereja menyebutkan bahwa pembangunan Gereja yang digagas oleh Satgas Yonif MR 413 Bremoro merupakan hal luar biasa dan tidak terduga. “Kami tidak menyangka keteguhan dan keikhlasan Satgas Yonif MR 413 Bremoro dalam membantu membangun kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

“Pasalnya lokasi pembangunan Gereja ini luar biasa jauh dan terpelosok, bahkan untuk akses masuk Kampung ini pun sangat sulit dijangkau oleh kendaraan. Apalagi materiil yang diberikan sangat banyak dan lengkap untuk idealnya sebuah Gereja di perkotaan. Semoga Tuhan selalu memberkati dan melindungi seluruh Prajurit Yonif MR 413 Bremoro dimanapun bertugas,” ucap Saruna.

Luther Siuma selaku Ondoafi atau kepala suku Kampung Kufu menyampaikan rasa terimakasih sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan Satgas Yonif MR 413 Bremoro. “Terima kasih yang tidak terhingga kepada Satgas Yonif MR 413 Bremoro atas bantuannya yang begitu banyak diberikan kepada Kampung kami, mereka yang pertama kali datang di Kampung kami, bahkan aparat pemerintah sekalipun belum pernah menginjakkan kaki di Kampung kami,” ujarnya.

“Semoga dengan adanya peresmian Gereja ini semakin menguatkan iman kami dalam beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu sebagai penghargaan terbesar yang bisa kami berikan adalah dengan memberi nama Gereja ini dengan nama GKI Imanuel Bremoro, agar kami selalu ingat atas segala kebaikan dan rasa persaudaraan dari Prajurit Yonif MR 413 Bremoro,” kata Luther.

Perketat Pengawasan Jelang Akhir Tahun, Satgas Pamtas Yonif 642 Kembali Amankan PMI Non Prosedural di Jalur Tidak Resmi

(Sambas-Kalbar). Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas terus memperketat pengawasan dengan rutin melaksanakan kegiatan patroli. Demikian dikatakan Dansatgas Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa dalam keterangannya di Pos Kotis Entikong, Sanggau, Kalbar, Jumat 18 Desember 2020.

 

Dansatgas menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan patroli tersebut membuahkan hasil ketika personel Satgas Pos Temajuk kembali mengamankan satu orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural dari Malaysia melalui jalur tidak resmi. “PMI tersebut diamankan saat melewati jalur tikus di Dusun Sempadan, Desa Temajuk, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Jumat (18/12/2020),” katanya.

 

“PMI Non Prosedural tersebut diamankan saat personel Satgas Pamtas Pos Temajuk melaksanakan patroli yang dipimpin oleh Komandan Pos (Danpos), Letda Inf Ryan Hidayat bersama tiga orang anggotanya,” tambahnya.

 

Lebih lanjut dikatakan bahwa upaya pengetatan jalur perbatasan akan terus dilakukan oleh seluruh jajaran personel Satgas Yonif 642 khususnya menjelang Natal dan akhir tahun, untuk mencegah masuknya barang ilegal dan tindak kejahatan lainnya demi memberikan rasa aman kepada masyarakat di perbatasan.

 

Dansatgas menjelaskan, setiap PMI dari Malaysia yang masuk ke Indonesia harus melalui serangkaian pemeriksaan, baik dokumen maupun pemeriksaan protokol kesehatan. Hal ini dilaksanakan untuk memastikan setiap PMI yang akan kembali tidak terpapar Covid-19 serta tidak membawa barang-barang ilegal.

 

“Kita akan terus memperketat jalur-jalur tidak resmi perbatasan, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah pelintas batas dan barang secara ilegal,” tegasnya.

 

Selanjutnya Dansatgas menyampaikan bahwa PMI Non Prosedural tersebut diserahkan ke pihak Imigrasi dan BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) untuk ditindaklanjuti pemeriksaan secara lengkap, baik dokumen maupun kesehatan.(Bdr)

Luka Akibat Tersangkut Kawat Duri, Viktoria Rohkobun Diobati Satgas Yonif 125/Simbisa

(Merauke).  Tersangkut kawat duri saat bermain di belakang sekolah, Viktoria Rohkobun (11 th) warga Kampung Toray, Distrik Sota, Kab. Merauke, mengalami luka di bagian leher dan dilarikan ke Pos Satgas Yonif 125/Simbisa. Demikian disampaikan Dansatgas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Sabtu (19/12/2020).

 

Dansatgas menjelaskan bahwa peristiwa naas yang mengakibatkan luka di bagian leher Viktoria terjadi pada Sabtu siang 19 Desember 2020, saat bersama teman-temannya bermain di belakang sekolah dan tanpa sengaja ia terjatuh dan tersangkut kawat duri. Akibatnya, Viktoria mengalami luka di bagian leher dan langsung dibawa ke Pos Toray Satgas Yonif 125/Simbisa untuk mendapat pertolongan.

 

Mengetahui ada warga yang terluka datang ke Pos, Danpos Toray Letda Inf Bambang Suprapto langsung memerintahkan anggotanya (tim kesehatan) untuk memeriksa dan memberikan pertolongan. “Selanjutnya Pratu Dedi Dermawan dibantu Prada Muklis Sami langsung memberikan penanganan medis mulai dari membersihkan luka sampai membalutnya dengan perban,” kata Dansatgas.

 

Lebih lanjut dikatakan bahwa Satgas Yonif 125/Simbisa yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi Korem 174/ATW selalu berusaha untuk membantu mengatasi kesulitan yang dialami masyarakat perbatasan.  “Kehadiran Satgas, selain menjaga patok batas negara, juga selalu siap dan sigap memberikan pelayanan kesehatan kepada warga,” tandasnya.

 

Secara terpisah, Danpos Toray Letda Inf Bambang Suprapto menuturkan, Viktoria datang ke Pos bersama teman-temannya untuk meminta pertolongan karena luka yang dia alami akibat tersangkut kawat duri saat bermain di belakang SD YPK Toray. “Dengan cepat dan sigap, anggota tim kesehatan langsung melakukan tindakan medis untuk memberikan pertolongan kepada Viktoria,” ujarnya.

 

Sementara itu, bapak Sadrak Rohkobun, S.Th (49 th) menyampaikan ucapan terimakasih kepada Satgas Yonif 125/Simbisa khusunya Pos Toray yang telah memberikan pertolongan kepada putrinya. “Terimakasih banyak bapak TNI sudah mengobati luka putri kami. Kiranya Tuhan akan membalas kebaikan bapak sekalian,” ucapnya. (Bdr)

Pemuda Adat : Kebijakan Pemerintahan Joko Widodo di Papua Sudah Sangat Luar Biasa

 

Pemerintahan Presiden Joko Widodo Terus Mendorong Pemerataan Pembangunan ke Kawasan Timur Indonesia, Tidak Terkecuali di Papua dan Papua Barat

 

Ketua Umum Pemuda Adat Papua Jan Christian Arebo mengatakan, upaya dan perhatian pemerintah membangun Papua sudah baik. Namun masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sehingga dapat menyejahterakan rakyat Papua.

 

“Jadi kita lihat pemerintah saat ini sudah baik menjalankan pemerintahan di Provinsi Papua. Hanya saja banyak hal-hal belum bisa dilakukan memperbaiki kekurangan sebelumnya,” jelasnya dalam tayangan podcast yang dipandu Danlanud Silas Papare, Marsekal Pertama TNI Budhi Achmadi, Sabtu (19/12).

 

Pekerjaan rumah dimaksud Jan Christian Arebo ialah pelaksanaan otonomi khusus (otsus) yang belum berjalan dengan baik. Terlebih, tidak ada keterbukaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten terkait implementasi kebijakan penyerapan dana.

 

“Pelaksanaan otsus ini kan kebijakan yang diatur hanya anggarannya. Nah, yang harus kita pahami pemerintah sudah menunjukkan anggaran otsus saat ini sudah cukup besar hanya belum dikelola secara baik,” katanya.

 

Di sisi lain, ada kelompok tertentu yang sengaja memainkan isu otsus untuk memperkeruh keadaan. Mereka menyebarkan isu otsus di Papua telah selesai yang kemudian berkembang ke isu-isu lain.

 

“Isu ini dimainkan oleh kelompok lain yang bertentangan dengan NKRI bahwa otsus itu sudah selesai. Setelah selesai kita minta referendum, ini yang salah,” ujar Jan Christian Arebo.

 

Dia pun mendorong para pemuda Papua hadir dengan membuka pikiran, pandangan dan wawasan supaya masyarakat tahu bahwa NKRI sudah final. Artinya, Papua tidak dapat dipisahkan dari Indonesia.

 

Namun pemerintah juga diminta mengevaluasi Otonomi Khusus Papua secara menyeluruh sehingga tujuannya bisa tercapai. Sejak 2001 Papua dan Papua Barat mendapatkan status daerah dengan otonomi khusus. Papua melalui UU 21/2001 dan Papua Barat melalui UU 35/2008.

 

“Papua sudah sah menjadi bagian dari wilayah Indonesia, jadi tidak bisa dibangun opini seperti itu. Otsus hanya kebijakan yang diperluas itu anggarannya saja, sekarang dilakukan evaluasi,” papar Jan Christian Arebo.

 

Dia menambahkan, pemerintah pusat terus berkomitmen dalam melanjutkan pembangunan di Papua. Itu dapat dilihat dari upaya serius selama lima tahun terakhir dari semua sektor.

 

“Saya kira kebijakan yang dilakukan Presiden Joko Widodo sudah sangat luar biasa sekali. Baik dari perhatian dan kunjungannya. Sampai membangun infrastruktur dengan baik,” tutup Jan Christian Arebo. (*)

Berkah Bagi Pedagang Dari Latihan Yang Digelar Yonif 742/SWY

Lombok Barat – Latihan Mobile Training Team (MTT) penyiapan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Yonif 742/SWY yang diselenggarakan selama empat hari sejak Kamis kemarin memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya para pedagang di Dusun Kendang Garuda Desa Mareje Kecamatan Sekotong Lombok Barat.

Inaq Saenah pedagang toko yang terletak di depan Mako Satgas Pamtas mengucapkan terimakasih kepada para personel TNI yang melaksanakan latihan di daerahnya.

Menurutnya, ratusan anggota TNI yang melaksanakan latihan berbelanja di toko miliknya mulai sore hingga malam.

‘Alhamdulillah pak Tentara yang latihan belanjanya disini, bahkan sampai kewalahan melayaninya,” ujarnya sambil tersenyum.

Senada dengan Inaq Saenah, Nursehan yang juga berjualan disamping Mako Satgas merasa senang dengan kehadiran personel Yonif yang melaksanakan latihan disekitar rumahnya. Warung miliknya yang biasanya sepi karena virus corona, kini melayani ratusan TNI setiap hari.

“Biasanya setiap hari kami jualan dapat cuma seratus ribu kadang kurang, namun dengan adanya latihan seperti ini, kami dapat hingga jutaan rupiah,” bebernya.

Revisi Otonomi Khusus Untuk Mensejahterakan Rakyat Papua

(Jakarta). Revisi Undang-Undang Otonomi Khusus akan mensejahterakan rakyat, asalkan penerapannya benar-benar menyentuh persoalan di Papua. Demikian disampaikan Anggota DPR RI dari Dapil Papua Barat Jimmy Demianus Ijie dalam Webinar Series-20 bertemakan “Mampukah Revisi Otonomi Khusus Papua Menjamin Masa Depan dan Kesejahteraan Papua?” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan (PSKP) di Jakarta, Jumat (18/12/2020).

 

Jimmy Demianus mengatakan bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Rapat Paripurna kemarin, menyampaikan sudah menerima surat dari Presiden terkait revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua, tapi kami sebagai anggota DPR belum menerima draftnya. “Surat itu akan ditindaklanjuti pada masa sidang akan datang. Namun, belum semua anggota DPR RI menerima draft revisi Otsus tersebut,” ucapnya.

 

Ditegaskan pula bahwa persoalan Papua bukan hanya persoalan keuangan, tapi kewenangan. Sebagai DPR RI dari Dapil Papua Barat, dirinya terus berteriak memperjuangkan masa depan masyarakat. Menurutnya, pemerintah dan rakyat Papua perlu berdiskusi, duduk bersama membahas masalah revisi UU Otsus tersebut.  “Kami butuh kewenangan apakah pemerintah benar-benar menjadikan Otsus ini sebagai solusi permasalahan rakyat Papua atau tidak ? itu yang saya lihat selama ini,” tuturnya.

 

“Revisi ini tidak bisa seperti tambal sulam hanya datang duduk bicara pasal ini dan selesai, tidak.  Kita harus bicara apa sebabnya sehingga rakyat Papua menyimpulkan Otsus selama 20 tahun ini tidak berhasil. Itu yang harus kita duduk bersama dan bicarakan,” paparnya.

 

Menurut Jimmy, Otsus ini ibarat cek kosong saja buat orang Papua. Kekhususannya tidak jelas pelaksanaannya, katanya lex specialis, tapi kenyataannya lex generalis.  “Sebagai mantan Ketua DPRD Papua Barat, saya dua periode disana, berkali-kali banyak hal kami bicarakan ke pusat tapi selalu mentok,” ungkapnya.

 

Jimmy mengatakan bahwa masalah kewenangan yang dimaksudnya ialah mengatur atau mengelola sendiri ihwal Sumber Daya Alam (SDM), baik itu migas, laut, dan hutan. “Sebenarnya pemerintah serius tidak beri Otsus ke Papua ?” ucapnya.

 

Jimmy menilai, tidak heran apabila masyarakat Papua menganggap keberadaan Otsus ini belum berdampak apa-apa. Jika ingin serius, Jimmy menyarankan pemerintah belajar dari Pemerintah Provinsi Bosano di Italia, dan Kepulaua Alan di Firlandia. Kedua negara itu sukses menerapkan Otsus bagi masyarakatnya. “Bosano pernah mengalami seperti Papua, puluhan tahun mengalami Otsus tidak berhasil lalu negosiasi Otsus selama 10 tahun tahun ke sebelas diberi referendum. Hasilnya mayoritas memilih tetap di Italia. Itu perlu menjadi contoh untuk Indonesia. Tapi kan terkesan pemerintah ya udah kasih aja UU Otsus, ya UU tanpa kewenangan sama saja omong kosong,” tuturnya.

 

Anggota DPR RI dari Dapil Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengingatkan agar revisi Undang-Undang Otonomi Khusus Papua jangan tergesa-gesa, hanya karena mengejar waktu yang akan berakhir pada 2021.  “Kalau mau revisi ya udah keluarkan Perpu aja. Tapi kalau mau serius revisi, beri waktu untuk kita melakukan kajian ke beberapa negara yang sukses dengan Otsus, saya pikir itu contoh,” tutupnya. (*)

Berita Terkini

Erdogan Resmikan Metro Terpanjang Dunia, Istanbul ke Bandara dalam 30 Menit

Sumbawanews.com,- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan jalur metro terpanjang di dunia, menghubungkan pusat Istanbul dengan Bandara Internasional Istanbul dalam waktu hanya 30 menit....

Roy Suryo dan Dokter Tifa Diresmikan ke Kejari Jaksel

Sumbawanews.com,- Kedatangan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 22 Juni 2026, diawasi ketat oleh puluhan...

Roy Suryo dan Dokter Tifa Masuk Rutan Polda Metro

Sumbawanews.com,- Jelang pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo, Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias...

Tablet Rp2 Jutaan Terbaik 2026 untuk Kuliah dan Kerja

Sumbawanews.com,- Di tengah persaingan ketat pasar gadget, tablet dengan harga sekitar Rp2 jutaan kini menawarkan spesifikasi yang sebelumnya hanya ditemukan di perangkat kelas menengah....

Berita Utama