Home Blog Page 2599

TNI Berangkatkan Pasukan Khusus ke Poso

sumbawanews.com,- TNI berangkatkan pasukan khusus untuk memburu kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menggunakan Pesawat TNI AU dari Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (1/12/2020).

 

Seperti yang dijelaskan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat Konferensi Pers bersama Menkopolhukkam kemarin (30/11/2020) bahwa pengiriman pasukan ini dalam rangka membantu Polri untuk memperkuat pasukan yang sudah ada sebelumnya di Poso. Dukungan-dukungan untuk operasi sudah dikirim secara bertahap.

 

TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan warga sipil di Desa Lemban Tongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi pada Jumat 27 November 2020 yang lalu oleh MIT. Sehingga apa yang diharapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia bahwa kelompok MIT harus ditumpas. “TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh MIT,” tegas Panglima TNI.

 

Panglima TNI mengharapkan doa seluruh bangsa Indonesia agar operasi ini bisa berjalan dengan lancar. “Dengan dukungan operasi tersebut saya yakin kelompok MIT yang melakukan kejahatan atas penduduk yang tidak berdosa segera tertangkap,” harapnya. (Ahm)

Danjen Akademi TNI Buka Pendidikan Dasar Integratif Tahap-II Prajurit Taruna Tingkat-1 Tahun Pendidikan 2020/2021

sumbawanews.com,- Komandan Jenderal Akademi TNI Marsekal Madya TNI Tamsil Malik, S.E., membuka pendidikan dasar Integratif tahap II Prajurit Taruna Tingkat I Akademi TNI Tahun pendidikan 2020/2021, di lapangan Taruna Bhakti, Resimen candradimuka Akademi TNI, Magelang, Senin (30/11/2020).

 

Dalam amanatnya Danjen Akademi TNI menyampaikan, Akademi TNI adalah Badan Pelaksana Pusat di tingkat Mabes TNI yang berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI, dengan tugas pokok menyelenggarakan pendidikan pertama perwira TNI yang bersumber dari Taruna Akademi TNI dari matra darat, laut dan udara, yang bersifat integratif dalam rangka menyiapkan kader Pimpinan TNI.

 

Adapun tugas yang dilaksanakan adalah menyelenggarakan pendidikan integratif Taruna Tingkat-1 Akademi TNI. Pendidikan Integratif Taruna Tingkat-1 Akademi TNI merupakan pendidikan dasar tahap awal dari bagian pendidikan Pertama Perwira TNI, dengan tujuan untuk membentuk, menanamkan dan menumbuh-kembangkan sikap, semangat dan jiwa keparjuritan bagi calon Prajurit Taruna (Capratar) Akademi TNI.

 

“Mengingat mereka sebelumnya adalah masyarakat sipil. Pendidikan Dasar integratif dilaksanakan selama 6 bulan yang dibagi dalam 2 tahap di Menchandra Akademi TNI, Magelang,” ujarnya.

 

Pendidikan integratif tahap-1 Taruna Akademi TNI diikuti oleh 672 Calon Prajurit Taruna atau Capratar (Taruna Darat 425 orang, Taruna Laut 230 orang dan Taruna Udara 117) dan dilaksanakan bersama dengan Calon Bhayangkara Taruna Akpol sebanyak 251 orang, sehingga pendidikan tersebut dinamakan Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Akademi TNI dan Akpol Tp. 2020/2021.

 

Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Taruna Akademi TNI dan Akpol Tahun 2020 ini  adalah pelaksanaan pendidikan yang keenam dalam satu wadah lembaga pendidikan yang sama, yaitu di Menchandra Akademi TNI yang dibuka pada tanggal  1 September 2020. Adapun maksud dan tujuan dari pendidikan dasar kemitraan ini adalah untuk membangun dan mewujudkan sinergitas dan soliditas bagi calon-calon generasi pemimpin TNI-Polri di masa datang.

 

Pendidikan dasar Integrasi Kemitraan Taruna Akademi TNI dan Akpol pada tanggal 27 November 2020 yang lalu telah selesai dan ditutup melalui upacara Wisuda Prajurit dan Bhayangkara Taruna Akademi TNI dan Akpol (Wisuda Prabhatar) dengan Inspektur Upacara Panglima TNI secara virtual melalui vicon di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.

 

Setelah pendidikan dasar integrasi kemitraan selesai, selanjutnya sebanyak 251 Taruna Akpol akan diserahkan kepada Gubernur Akpol guna mengikuti pendidikan lanjutan di Akpol Semarang. Sedangkan Prajurit Taruna Akademi TNI akan mengikuti pendidikan lanjutan tahap ke-2 selama 3 bulan kedepan di Menchandra Akademi TNI.

 

Pendidikan integratif tahap-2 ini diikuti oleh 672 Taruna Tingkat-1 Akademi TNI dan akan berlangsung selama 3 bulan kedepan. Setelah pendidikan integratif tahap-2 selesai dan para Taruna dinyatakan lulus serta dilantik menjadi Kopral Taruna, selanjutnya para Taruna Akademi TNI akan diserahkan ke Akademi Angkatan masing-masing guna melanjutkan pendidikan kematraan di  Akmil, AAL dan AAU  selama 3.5 tahun hingga Taruna dilantik menjadi seorang Perwira TNI dengan pangkat Letnan Dua. (Ahm)

Jumlah ODHA di Papua Makin Tinggi, Pemerintah Diminta Untuk Bergerak

sumbawanews.com,- Yayasan AIDS Indonesia mengungkapkan angka terbaru di tiga besar Provinsi yang memiliki Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) tertinggi.

 

Menurut data organisasi nirlaba ini, Papua memiliki 23.639 ODHA, disusul Jawa Timur 21.128 lalu Jawa Tengah dengan 12.988 orang. Data terakhir kasus AIDS dalam laporan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes per 12 Agustus 2020 mencatat lima Provinsi dengan kasus AIDS terbanyak.

 

Di antaranya, Papua 23.629, Jawa Timur 21.016, Jawa Tengah 12.565, DKI Jakarta 10.672 dan Bali 8.548. Sedangkan untuk lima Provinsi dengan kasus HIV terbanyak ditempati DKI Jakarta 68.119, Jawa Timur 60.417, Jawa Barat 43.174, Papua 37.662, dan Jawa Tengah 36.262.   Menilik hal ini, sudah seharusnya upaya pencegahan penularan HIV/AIDS tetap terus dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Lantaran pandemi tak memperkecil jumlah penderita.

 

Penyebaran HIV/AIDS akan terus terjadi sebagai ‘bom waktu’ jika tidak dilakukan langkah kongkret pencegahannya. Dari data Kemenkes tersebut, Provinsi Papua masih menjadi provinsi yang memiliki angka penderita AIDS tertinggi. Hal ini tentu saja membutuhkan effort khusus, apalagi dengan karakteristik wilayah dan masyarakat Papua.

 

Apalagi bagian tengah Provinsi Papua merupakan daerah dataran tinggi dengan kelompok penduduk yang secara etnis dan sosioekonomi berbeda dari penduduk di wilayah pesisir. Adapun wilayah pesisir bagian Selatan terdiri dari kota-kota kecil yang sulit dicapai melalui jalan darat. “Memang perlu skil khusus dalam kampanye pencegahan dan penyuluhan tentang HIV/AIDS ini. Upaya ini juga harus dilakukan dengan semua stakehodler terkait. Tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” ujar Wakil Ketua Umum Yayasan AIDS Indonesia Shinta W Kamdani di Jakarta, Senin (30/11/2020).

 

Dari kacamata Yayasan AIDS Indonesia, penyebab angka ODHA Papua masih tinggi lantaran masih minimnya pengetahuan masyarakat akan HIV/AIDS. “Edukasi dan akses terhadap pengobatan yang masih kurang. Ini pekerjaan rumah yang harus diselesaikan semua stakeholder di Papua,” ujar Shinta.

 

Ia tak menampik jika peran perilaku juga memengaruhi penyebaran HIV/AIDS. “Edukasi harus jalan terus, jangan menunggu sampai sakit,” ucap Shinta.

 

Menurut Shinta, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sedikit terkendala di masa pandemi Covid-19. “Kami hanya bisa melakukan kampanye melalui temu online karena tidak bisa bertatap muka langsung. Lalu di pendistribusian ARV juga, karena semua terpusat pada penanggulangan wabah Covid-19,” paparnya.

 

Pemerintah sendiri di masa pandemi Covid-19 telah mengeluarkan protokol pelaksanaan layanan HIV/AIDS. Selain itu, dilakukan juga penilaian layanan melalui survei cepat untuk mendapatkan gambaran layanan HIV/AIDS sekaligus informasi ODHA yang terinfeksi Covid-19. (*)

 

Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 642/Kapuas Kembali Amankan Pelaku Penyelundupan Narkoba

(Sanggau-Kalbar. Selasa, 1 Desember 2020). Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas kembali berhasil menangkap terduga pelaku pembawa tiga paket Narkoba di wilayah Pos Balaikarangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

 

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa menjelaskan bahwa pada hari Senin, tanggal 30 November 2020, sekitar pukul 03.00 dini hari, Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Pos Balaikarangan berhasil menangkap terduga pelaku pembawa tiga paket Narkoba Golongan I jenis Sabu-Sabu seberat 3,075 Kg atas nama NM (24 th) asal Sanggau saat melaksanakan kegiatan ambush yang dipimpin oleh Danpos Lettu Inf Sigit bersama 10 orang anggota di kebun sawit sekitar wilayah Pos Balaikarangan, Entikong, Kab. Sanggau.

 

“Dari hasil penyelidikan dan pendalaman oleh Tim Gabungan Satgas Pamtas dengan Satgas Intelijen yang berada di perbatasan, diperoleh bahwa pelaku akan membawa barang tersebut ke Pontianak dengan imbalan 30 juta rupiah,” ujarnya.

 

Dansatgas mengatakan bahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan hasil dari Sinergitas Kerjasama dan Tukar Informasi antara Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas dengan Satgas Intelijen yang berada di wilayah perbatasan, serta seluruh Komponen Pilar Entikong (Kacabjari, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi dan Kepolisian wilayah Entikong dan Sekayam).

 

Selanjutnya untuk penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut, kasus ini akan dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau.(Bdr)

Gelar Sweeping di Jalur Utama Perbatasan RI-PNG, Satgas Yonif MR 413 Gagalkan Penyelundupan Ganja

sumbawanews.com,- Melalui kegiatan Sweeping yang digelar di Kampung Skofro Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Skofro Lama berhasil menggagalkan penyelundupan dua paket besar Ganja seberat 1 Kilogram dari salah satu warga berinisial *JJ* (40) yang didapatkan dari salah satu warga PNG untuk kemudian di jual kembali di wilayah Abepura, Kota Jayapura.

 

Masih dalam suasana menyambut datangnya bulan Desember, bulan yang penuh kasih bagi masyarakat Papua, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Skofro Lama menggelar kegiatan Sweeping (pemeriksaan) di jalan utama lintas batas tradisional yang menghubungkan Negara Indonesia dengan Papua New Guinea.

 

Kegiatan yang digelar tersebut merupakan upaya Satgas Yonif MR 413 Kostrad untuk menjamin keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat Papua khususnya bagi pemeluk agama Nasrani dan Katolik yang hendak berdoa dan beribadah dari awal bulan hingga puncaknya pada perayaan hari Natal tanggal 25 Desember 2020.

 

Namun disaat kebanyakan warga Papua bersuka cita menyambut datangnya bulan Desember, masih didapatkan salah satu oknum masyarakat yang mencoba menodai bulan yang penuh Kasih tersebut dengan berusaha menyelundupkan dua paket Ganja seberat 1 Kilogram yang disimpan di bagasi motornya. Beruntung saat itu Satgas Yonif MR 413 Kostrad tengah menggelar sweeping sehingga pelaku beserta barang bukti dapat diamankan.

 

Dansatgas menjelaskan bahwa dari hasil laporan Serka Adhi Susilo selaku Komandan Pos Skofro Lama, bahwa timnya berhasil menggagalkan penyelundupan dua paket ganja seberat 1 kilogram dari salah satu warga Kampung Amyu Distrik Arso Timur berinisial *JJ*. “Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diserahkan kepada pihak yang berwajib yaitu Polsub Sektor Ujungkarang Polsek Arso Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata MAyor Anggun dalam konfirmasinya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

 

Sementara itu, Serka Adhi Susilo selaku Komandan Pos Skofro Lama mengatakan bahwa proses penggagalan penyelundupan dua paket Ganja seberat 1 kilogram tersebut berawal dari laporan salah satu anggotanya bernama Serda Farid. “Saat itu kegiatan sweeping kami mulai pukul 13.20 WIT yang terbagi atas dua kelompok, dimana kelompok pertama yang saya pimpin bertugas memeriksa kendaraan dari arah Kampung Kriku (Indonesia) menuju PNG. Kemudian kelompok kedua yang dipimpin Serda Farid melaksanakan pemeriksaan kendaraan dari arah PNG menuju Kampung Kriku,” katanya.

 

Sekitar pukul 13.45 WIT, Serda Farid beserta tim berhasil menggagalkan penyelundupan dua paket besar Ganja seberat 1 Kilogram dari *JJ* yang menunggangi motor Supra X dengan Nopol DS 4981 AU. Ganja tersebut disembunyikan oleh *JJ* di bagasi motornya yang berada di bawah jok. “Dari penangkapan itu kami bawa pelaku beserta barang bukti ke Pos untuk dilakukan pemeriksaan sambil kami melaporkan kepada Pasi Intel Satgas Lettu Inf Mario Bello,” terang Serka Adhi Susilo.

 

Penangkapan pelaku penyelundupan Ganja tersebut, Iptu Amir selaku Kapospol Ujungkarang mengapresiasi keberhasilan yang dilakukan oleh Satgas Yonif MR 413 Kostrad khususnya Pos Skofro Lama. “Saya apresiasi atas keberhasilan Pos Skofro Lama yang berhasil menggagalkan penyelundupan Ganja dari salah satu warga Kampung Amyu, terimakasih telah membantu kami dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Arso Timur,” ucapnya.

Diskusi 2 Tahun KOPMAS: Masyarakat Jangan Takut Berobat ke RS

Sumbawanews.com-Covid-19 yang melanda sejak awal 2020 telah mempengaruhi banyak aspek, termasuk dalam hal pelayanan kesehatan. Rumah sakit menjadi tempat yang paling berisiko dalam penularan Covid 19, namun sekaligus masih menjadi layanan yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, dalam rangka memutus mata rantai Covid 19, sekaligus memberikan layanan kesehatan untuk masyarakat umum, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan Prosedur Tetap (Protap) untuk penanganan pasien di rumah sakit.

Salah satu aturan yang ditetapkan dalam pemberlakuan protap pelayanan di rumah sakit di masa pandemi adalah pelaksanaan swab test untuk semua pasien di UGD. Hal ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap tenaga kesehatan. Namun sayangnya, dalam implementasi, masih ada celah bagi oknum memanfaatkan kebijakan tersebut untuk mengabaikan kewajibannya. Dampaknya, citra buruk rumah sakit, tenaga kesehatan hingga keengganan masyarakat datang ke rumah sakit bahkan dalam kondisi darurat.

Kondisi ini turut berdampak terhadap hilangnya kepercayaan publik kepada pemerintah. Padahal, terdapat UU no. 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang sangat jelas menyatakan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya dengan mendorong dan memberdayakan peran aktif masyarakat dalam segala bentuk upaya kesehatan.

Salah satu isu yang sempat meresahkan adalah rumah sakit yang meng-covidkan pasien.“Ini sebenarnya menjadi hal yang kurang baik. Karena orang-orang yang sakit ini akhirnya tidak berani ke rumah sakit dan bahkan sampai ada yang meninggal. Mereka rela mengurung diri daripada harus dicovidkan ataupun jasadnya diurus sesuai dengan protokol covid,” Papar Rita Nurini, Ketua umum KOPMAS.

Ketua bidang advokasi KOPMAS yang juga aktivis BPJS, Yuli Supriati dalam kesempatan yang sama mengajak masyarakat untuk berdamai dengan pandemi. “Untuk orang yang sedang sakit, maka harus berdamai dengan pandemi. Bagaimana agar masyarakat tidak takut berobat ke rumah sakit,”Ujar Yuli.

Di masa pandemi, terdapat beberapa aturan tambahan Dalam pelayanan di rumah sakit yaitu adanya surat persetujuan yang harus ditandatanganI.  Aplabila terjadi perburukan kondisi pasien dalam masa 14 hari atau sebelum 14 hari, dan hasil swab belum 2X apabila pasien meninggal maka pemulasaran jenazah dengan protokol covid. Selain itu, ketika pandemi ruangan UGD ditambah yaitu ruangan khusus atau isolasi untuk pasien.

Yuli pun menegaskan kembali, untuk tidak takut berobat ke rumah sakit apalagi ketika keadaan sedang emergency. “Memang saya temukan, beberapa rumah sakit rujukan khususnya, protapnya memang seperti itu. Jadi ketika pasien tersebut masuk, lalu di screening, dan kemudian diperiksa ulang, lalu keluarganya dipanggil untuk menandatangani surat bahwa jika pasien memiliki keadaan yang buruk dalam jangka waktu 14 hari dan meninggal, maka pasien tersebut dianggap covid-19 dan jenazahnya dipulasarkan sesuai protokol covid-19,” jelas Yuli.

Dari kasus ini, Yuli menegaskan dari semua pihak harus mencari solusi dan mempertemukan bagaimana protap yang sudah diatur oleh kemenkes, khususnya di nomor 413 dan 446 tahun 2020 agar pihak masyarakat juga tugas kesehatan tidak merasa khawatir akan isu ini.

Dr. Daeng Mohammad Faqih, selaku Ketua Umum Pengurus Besar IDI memaparkan bahwa terdapat protap yang dikeluarkan oleh kemenkes bahwa ada dua cara mendiagnosis covid-19. “Di dunia medis, diagnosis pada penyakit itu, ada yang namanya diagnosis klinis, ada yang diagnosis laboratorium,” sebut Daeng, di Jakarta Senin (30/11)..

Ia menjelaskan diagnosis klinis dilakukan jika gejala-gejala yang ditimbulkan mendukung ke arah penyakit tersebut. Sedangkan diagnosis laboratorium adalah diagnosis berdasarkan hasil laboratorium. “Jadi, menurut protap universal atau yang dianut seluruh dunia, kalau secara gejala positif kemudian PCRnya belum ada, ini sudah termasuk kategori positif covid-19. Jika meninggal karena covid-19, maka harus diurus sesuai protokol covid-19,” jelas Daeng.

Hal ini yang membuat isu rumah sakit dicovidkan itu mencuat, padahal, menurut Daeng tidak. “Yang dilakukan pada pasien adalah, sudah dirawat dengan gejala-gejala yang ada yang merujuk ke covid-19, meskipun hasil lab belum keluar,” tambah Daeng.

Dr. Nani Widodo selaku Kasubdit Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI menuturkan bahwa Indonesia memiliki 920 rumah sakit rujukan covid-19. “Rumah sakit ini sudah ditunjuk, baik itu oleh kementerian Kesehatan sebanyak 132 rumah sakit, atau gubernur yang membuat SK sendiri untuk menentukan rumah sakit mana yang dijadikan rujukan,” kata Nani.

Nani juga menjelaskan bagaimana prinsip utama pengaturan rumah sakit pada masa adaptasi kebiasaan baru. “Pertama adalah pengaturan alur pelayanan yaitu alur pasien, skrining, lalu triase,” kata Nani. Ia juga menjelaskan, rumah sakit selalu berupaya agar pasien tidak tertular covid-19. “Rumah sakit juga selalu berupaya untuk mencari cara agar pasien, petugas Kesehatan, tidak saling menularkan covid-19,” katanya.

 

Yayasan Gema 86 dan GMRI Bagikan 5 Ton Beras

Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) bersama Yayasan Gema 86 melakukan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak Covid-19.

 

Bakti sosial disetujui dan ditandatangani oleh Ketua Yayasan Gema 86 Mayjen TNI Joko Warsito dan Ketua GMRI Eko Sriyanto Galgendu melalui surat yang diterima Pabanda Bakti Sterdam Jaya Mayor Infantri Yudho Fitrianto.

 

Ketua Yayasan Gema 86 Mayjen TNI Joko Warsito menyampaikan bahwa pihaknya dan GMRI konsisten membantu ekonomi masyarakat terimbas pandemi Covid-19.

 

“Menyelenggarakan bakti sosial dalam rangka kita membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Sehingga ekonominya juga semakin baik,” ujarnya di Kantor Yayasan Gema 86, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/11).

 

Yayasan Gema 86 mendukung upaya GMRI dalam membantu masyarakat di tengah bencana non alam Covid-19. Bergerak bersama dengan sejumlah pihak yang ikut peduli terhadap masyarakat.

 

“Kita komunikasi sudah sangat baik. Memang kita sepakat dengan GMRI dalam situasi seperti ini harus peduli harus terjun langsung ke bawah,” kata Mayjen TNI Joko Warsito.

 

Bakti sosial tidak akan berhenti sampai di sini. Mayjen TNI Joko Warsito berharap semua pihak dapat lebih terdorong membantu kondisi ekonomi masyarakat menjadi lebih baik.

 

“Harapan kita dengan GMRI jangan lelah, jangan berhenti untuk kita berbagi. Kita akan menggandeng semua komponen masyarakat kita untuk bersama-sama berjuang membantu masyarakat terdampak Covid-19,” jelasnya.

 

Ketua GMRI Eko Galgendu menambahkan bahwa bakti sosial akan terus dilakukan bersama tokoh agama untuk membantu masyarakat di tengah pandemi.

 

“Jadi, seperti yang dikatakan ketua Yayasan Gema 68 kita maju terus pantang mundur. Ke depan, Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia berencana untuk menggalang bakti sosial bersama pemuka lintas agama,” jelasnya

 

Menurut Eko Galgendu, kegiatan ini menjadi suatu nilai kekuatan bagi siapapun. Karena tujuan besar akan bisa tercapai ke depan dengan menggerakkan semua elemen masyarakat.

 

“Pastinya kita dengan mengetuk hati para donatur. Mereka yang mau peduli kegiatan bakti sosial, mereka yang peduli terhadap permasalahan kerukunan, mereka yang peduli terhadap dampak daripada Covid-19,” jelasnya.

 

Adapun, bantuan yang diberikan dalam bakti sosial berupa beras sebanyak 5 ton. Terdiri dari 1000 paket per 5 kilogram. (*)

SALAM Bongkar Strategi Mengatur Mataram dalam Debat Putaran III

Mataram – Debat Putaran III Pilkada Kota Mataram digelar KPUD Kota Mataram, Senin malam, 30 November 2020. Debat terakhir tersebut merupakan momen terakhir para calon mengadu gagasan membangun Kota Mataram sebelum pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang.

Calon Walikota dan Calon Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM), tampil prima dengan gagasan segar di malam ini.

Segmen pertama debat adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator kepada masing-masing calon. Moderator memberikan pertanyaan kepada Selly Andayani, bagaimana keseriusan TGH Abdul Manan maju menjadi calon Wakil Walikota Mataram.

Selly dengan terstruktur menjawab pasangan SALAM lahir karena banyaknya masalah-masalah yang ada di Kota Mataram. Seperti APBD ganda, ketimpangan sosial dan ekonomi dan masih banyak lagi.

“Waktu itu ada persoalan hukum APBD ganda. Banyak masalah di Kota Mataram, sehingga saya memutuskan untuk maju, karena menyelesaikan itu tidak bisa enam bulan. Sehingga saya mengajak TGH Manan untuk maju. Karena beliau nasionalis sekaligus religius,” kata Selly.

Hal senada diungkapkan TGH Manan, ia mendampingi Selly karena melihat sosok Selly yang banyak pengalaman sebagai seorang birokrat dapat mampu menuntaskan permasalahan kota.

“Komunikasi beliau di provinsi sampai pusat sangat bagus. Insyaallah pasangan SALAM mampu memenangkan Pilkada Kota Mataram

Memasuki segmen kedua yaitu penajaman visi-misi, Selly-Manan diberikan pertanyaan oleh moderator. Pertanyaan yang bersumber dari lima guru besar sebagai dewan pakar tersebut, menanyakan soal ketahanan nasional. Apa yang akan dilakukan SALAM dalam mewujudkan ketahanan nasional.

“Ketahanan nasional tertera dalam visi misi kami. Kita ingin nanti bagaimana perwujudan nasionalis dan religius menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” ujar Selly Andayani menjawab.

“Aparatur di Mataram perlu dimaksimalkan lagi. Heterogen Mataram luar biasa, konflik komunal pernah terjadi, sehingga kami ingin kemandirian ekonomi dan fisikal ditingkatkan, baik UMKM dan lainnya agar tidak ada gap di tengah masyarakat,” sambungnya.

Selly mengatakan kemandirian ekonomi adalah hal utama. Untuk mewujudkan itu SALAM mengeluarkan visi-misi 9 langkah untuk Mataram berkah dan cemerlang.

Segmen ketiga adalah segmen debat Paslon. Selly Andayani memberikan pertanyaan terhadap masing-masing Paslon bagaimana strategi untuk mengantisipasi konflik komunal di Mataram. Mengingat Mataram merupakan kota heterogen, sehingga bibit konflik bisa saja terjadi.

Bahkan saat para calon bertanya kepada SALAM, dengan lugas Selly dan TGH Manan menjawab dengan gagasan dan ide-ide cemerlang.

*Pentingnya Ketahanan Keluarga*

Soal maraknya pertemuan narkoba, Selly berencana akan membentuk Kampung Bersinar atau Bersih dari Narkoba. Pada kampung tersebut akan diberikan sosialisasi dan pembimbingan kepada anak muda agar jauh dari narkoba.

“Untuk pengguna, kita terus dorong melakukan rehabilitasi. Untuk pelaku kita minta hukum harus tegas,” tandasnya.

Selain itu, Selly juga menyoroti ketahanan keluarga di Mataram. Meningkatnya angka perceraian membuat banyak anak tidak terurus dan terjun ke dunia gelap narkoba. Sehingga mencegah narkoba, Selly mengutamakan membangun ketahanan keluarga dengan meningkatkan perekonomian mereka.

“Kita bentuk kampung buah, kampung sayur untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sehingga ketahanan keluarga mereka kuat, jadi tidak ada anak terlantar dan terjerumus dalam narkoba,” imbuhnya.

Pada segmen keempat, moderator memberikan pilihan huruf pada para calon. Huruf tersebut merupakan urutan video-video tentang kondisi Mataram yang akan menjadi pertanyaan. Paket SALAM diberikan pertanyaan bagaimana mewujudkan iklim pendidikan tinggi lebih bersinergi.

Selly mengatakan, Kota Mataram juga merupakan kota pendidikan. Namun banyak mahasiswa selepas kuliah justru menganggur. Sehingga dia berupaya maksimal untuk membuka lowongan kerja.

Selly juga akan membangun kerjasama dengan semua kampus di Mataram untuk sama-sama membangun kota.

“Tugas Walikota cari uang, karena kita punya visi-misi kesejahteraan sosial. Kami ingin lansia diperhatikan jadi ada program Rantang SALAM. Kami ingin menempatkan lansia di tempat yang layak,” katanya.

“Saya keliling dari Ampenan dan Bertais tidak ada perhatian sama lansia. Saya ingin rusunawa untuk mereka para lansia agar merasa dihormati,” ujarnya.

Diakhir debat dalam segmen clossing statenent , Selly mengatakan paket SALAM bukan tidak berani mencantumkan logo partai karena SALAM sendiri merupakan kader partai yang merupakan representasi partai. “Sehingga tidak perlu pakai *mahar* dan tidak perlu tersandera karena Agar tdk tersandera karena Pasangan Salam ingin menciptakan Pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” imbuhnya

Kemudian Selly membacakan sebuah puisi yang merupakan kiriman dari relawan yang judulnya :

*SALAM Dua Jari* .

Bukan karena didasari ambisi. Apalagi mempertahankan dinasti. Selly Manan hadir dengan hati nurani untuk mataram yang terbukti.

Salam Dua Jari …. Selly Manan tidak menebar janji. Untuk mataram begitu dan begini. Tapi hadir untuk sebuah bukti.

Salam dua jari…
Tanggal 9 Desember sebentar lagi. Mari kita komitmen dengan diri mewujudkan ikrar janji

Tak bergeming dengan janji janji

Dukung Program Pemerintah Setempat Untuk Menciptakan Lingkungan Yang Bersih, Satgas Yonif 125 Bantu Pembangunan WC Di Rumah-Rumah Warga Kampung Kondo

(Merauke). Dalam rangka mendukung program pemerintah setempat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW turut membantu pembuatan WC di rumah-rumah warga Kampung Kondo, Distrik Naukenjerai, Merauke.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Senin (30/11/2020).

 

Diungkapkan Dansatgas, karena masih banyaknya warga yang belum memiliki WC di rumahnya, pemerintah Kampung Kondo memberikan bantuan untuk pembangunan WC di rumah-rumah warga. “Sebanyak 12 WC bantuan dari pemerintah setempat dibangun di rumah-rumah warga di Kampung Kondo,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, dalam pengerjaannya lima orang personel Satgas dari Pos Kondo dipimpin Serda R. Sitinjak terjun langsung membantu warga. Keikutsertaan prajurit Satgas dalam membantu pembangunan WC tersebut sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan dengan warga dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat.

 

“Pembangunan WC ini penting untuk dilakukan, agar pola hidup sehat dan lingkungan bersih dapat diterapkan,” kata Dansatgas.

 

Di tempat terpisah, Kepala Kampung Kondo Elisa Banggu  (47 th) mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan partisipasi Satgas yang telah membantu warganya dalam pembuatan WC. “Kami sungguh senang dan mengapresiasi ketulusan bapak-bapak yang selalu hadir membantu kesulitan warga di kampung ini,” imbuhnya.

 

“Hanya ungkapan terima kasih yang dapat kami ucapkan atas kerja samanya. Selamat bertugas, kiranya Tuhan selalu memberkati,” ucapnya. (Bdr)

Dari Yogyakarta, Masbehi Rapatkan Barisan Waspadai Ancaman Separatis dan Radikalisme

(Yogyakarta). Masyarakat Bela Keutuhan NKRI  (Masbehi) Yogyakarta menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, pada Senin (30/11/2020).

 

Koordinator aksi, Muhammad Alvin Khoiru, mengatakan, aksi ini bentuk keprihatinan kepada kondisi Indonesia saat ini. Menurutnya, keutuhan NKRI dalam bahaya. “Kita merasa prihatin dengan kondisi Indonesia yang sedang diuji keutuhannya,” kata Alvin kepada awak media.

 

Alvin menyebut gerakan separatis di Papua yang terus menelan korban karena keberadaan OPM yang didukung oleh sayap gerakan politik didalam dan luar negeri. “Masbehi mendorong pemerintah untuk melanjutkan program Otonomi Khusus (Otsus) dan pembangunan yang lebih nyata bagi Provinsi Papua dan Papua Barat,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Alvin mendukung langkah TNI Polri untuk menangani aksi  separatisme yang terjadi di wilayah Papua.  “TNI dan Polri harus bertindak tegas terhadap segala bentuk upaya dan praktik kelompok-kelompok separatisme yang sengaja merongrong persatuan dan kesatuan NKRI,” tegasnya.

 

Alvin juga menghimbau kepada mahasiswa Papua yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta, untuk tidak mendukung ide separatis Papua. “Yogyakarta terbuka dan ramah terhadap semua saudara se bangsa dan se tanah air, sepanjang tidak mengganggu keutuhan NKRI, karena Yogyakarta berperan besar dalam sejarah bangsa ini,” ujarnya.

 

Selain itu, aksi anarkisme, terorisme, hingga radikalisme, yang masih terjadi di Indonesia. Contoh terbaru, kata Alvin, terkait kasus pembantaian di Sigi, di mana empat orang dalam satu keluarga yang dibunuh oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

 

Menurutnya, kasus tersebut sudah menodai rasa kemanusiaan. Alvin bersama Masbehi pun mengutuk keras tindakan itu dan meminta kehadiran serta ketegasan negara untuk mengusut hingga tuntas tragedi tersebut.

 

“Dari aksi ini kita ingin terus menjaga NKRI agar jangan sampai terpecah belah oleh beberapa oknum tersebut. Kita berbeda, tapi tetap satu karena kita punya Bhinneka Tunggal Ika, apa pun yang merugikan persatuan bangsa dan menodai kemanusiaan tidak bisa dibenarkan entah dari mana asalnya,” tegasnya.

 

Alvin menjelaskan, peserta aksi kali ini berjumlah sekitar 200 orang dengan beberapa ormas yang berbeda. Tidak hanya itu saja, beberapa pelaku usaha atau PKL yang berjualan di area Malioboro dan sekitarnya juga ikut dilibatkan.

 

Aksi dimulai dari halaman parkir selatan Pasar Beringharjo hingga akhirnya orasi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Dalam aksi yang berlangsung dengan damai ini, disampaikan beberapa orasi terkait pentingnya keutuhan NKRI untuk terus menjadi perhatian semua pihak.

 

Masbehi Yogyakarta yang didalamnya terdapat unsur seniman, budayawan, pengacara, politisi, mahasiswa, buruh serta aktivis perempuan secara tegas menyatakan bangsa Indonesia harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika demi tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Masbehi Yogyakarta mendorong segenap elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI dalam menghadapi segala tantangan nasional maupun global termasuk menghadapi pandemi Covid-19.

 

Menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi saat ini, Masbehi Yogyakarta menyerukan seluruh elemen bangsa mengedepankan asas musyawarah mufakat dengan menempatkan semangat persatuan di atas kepentingan individu, kelompok maupun golongan.(*)

Berita Terkini

MacBook Layar Sentuh, Apakah Ini Nyata?

Sumbawanews.com,- Apple disinyalir sedang mengembangkan MacBook dengan fitur layar sentuh, sebuah lompatan besar yang berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat laptop selama lebih...

Indonesia Pilar Stabilitas ASEAN, Kata Presiden Jerman

Sumbawanews.com,- Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menegaskan bahwa Indonesia berperan krusial sebagai pilar stabilitas di kawasan ASEAN, dalam pertemuan bilateralnya dengan Presiden Prabowo Subianto di...

Mahasiswa Dihalangi Menuju Bundaran HI, Aksi Berujung Dorong-Dorongan

Sumbawanews.com,- Jakarta — Sejumlah mahasiswa dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) Universitas Terbuka Jakarta, GMNI, dan PMII sempat terjebak dalam ketegangan dengan aparat kepolisian saat...

Satu Pelari Tumbang di JAKIM 2026, Meninggal Saat Half Marathon

Sumbawanews.com,- Seorang peserta lari bernama Agus Putranadi, 29 tahun, dilaporkan meninggal dunia selama ajang BTN Jakarta Internasional Marathon (JAKIM) 2026, Minggu (14/6). Korban tumbang...

UK Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Sumbawanews.com,- Pemerintah Inggris resmi mengumumkan larangan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun, sebuah kebijakan revolusioner yang bertujuan memulihkan masa kecil...

Berita Utama