Home Berita Nasional Satu Pelari Tumbang di JAKIM 2026, Meninggal Saat Half Marathon

Satu Pelari Tumbang di JAKIM 2026, Meninggal Saat Half Marathon

Sumbawanews.com,- Seorang peserta lari bernama Agus Putranadi, 29 tahun, dilaporkan meninggal dunia selama ajang BTN Jakarta Internasional Marathon (JAKIM) 2026, Minggu (14/6). Korban tumbang di jalur kategori Half Marathon (21 kilometer), tepatnya di sekitar kilometer 17, sebelum mencapai garis finis di Gelora Bung Karno (GBK).

Kabar duka itu dikonfirmasi resmi oleh panitia penyelenggara melalui akun Instagram @btn_jakim. Dalam unggahan tersebut, panitia menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian Agus, yang dikenal sebagai pelari bersemangat dan rutin mengikuti berbagai event lari. “Segenap panitia BTN JAKIM 2026 turut berduka cita atas berpulangnya salah satu peserta kategori Le Minerale Half Marathon,” demikian pernyataan resmi yang disertai doa dan simbol bunga.

Event yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Juni 2026, diikuti ribuan pelari dari berbagai daerah. Kategori yang dipertandingkan meliputi 5 km, 10 km, Half Marathon, dan Full Marathon. Namun, cuaca ekstrem dengan suhu udara mendekati 35 derajat Celsius dan kelembapan tinggi menjadi tantangan besar, terutama bagi peserta yang menempuh jarak 21 km dan 42 km.

Banyak peserta melaporkan kejadian serupa di jalur lomba. Sejumlah pelari terjatuh, mengalami heatstroke, atau gagal menyelesaikan lomba karena melewati batas waktu (Cut-Off Time) dan titik kontrol (Cut-Off Point). Di jalur Half Marathon, suara ambulans terdengar berulang kali, terutama di kawasan sekitar Monas hingga GBK. “Mulai KM 17 banyak yang geletak di jalan. Di KM 20 sampai masuk GBK, suara ambulans sangat banyak,” tulis salah satu peserta di platform Threads.

Panitia sebelumnya telah mengingatkan peserta melalui berbagai saluran komunikasi—termasuk email, aplikasi resmi, dan poster di titik-titik pendaftaran—untuk memperhatikan kondisi tubuh, mengonsumsi cairan secara berkala, dan segera mencari tenda medis jika merasa pusing, mual, atau lemas. Tenda medis dan tim paramedis disiagakan setiap 2 kilometer, namun intensitas kejadian tak terduga membuat respons tetap kewalahan.

Kasus ini memicu diskusi luas di kalangan komunitas lari nasional. Banyak pelatih dan dokter olahraga menyoroti kurangnya persiapan fisik dan mental sebagian peserta, terutama yang mengikuti kategori jarak jauh tanpa pelatihan memadai. “Maraton bukan sekadar lari cepat. Ini ujian fisiologis. Suhu Jakarta saat ini bisa memicu kegagalan organ dalam hitungan menit,” ujar dr. Rina, spesialis olahraga dari RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Pihak penyelenggara menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap protokol kesehatan dan logistik acara tahun depan. “Kami berkomitmen untuk menjadikan JAKIM sebagai event yang tidak hanya menantang, tetapi juga aman. Kehilangan satu nyawa adalah kegagalan terbesar yang tak bisa kami abaikan,” ujar seorang perwakilan panitia.

Agus Putranadi, yang berasal dari Bogor, dikenal sebagai ayah dari dua anak dan pegawai swasta yang rajin berlari demi kesehatan. Ia tercatat sebagai peserta pertama yang meninggal dalam sejarah JAKIM sejak peluncurannya pada 2019. Jenazahnya telah dimakamkan di TPU Kebon Baru, Jakarta, dengan upacara sederhana yang dihadiri keluarga dan rekan-rekan pelari.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi penyelenggara event olahraga skala besar di Indonesia: bahwa semangat berlari tak boleh mengalahkan keselamatan jiwa.

Previous articleUK Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Next articleMahasiswa Dihalangi Menuju Bundaran HI, Aksi Berujung Dorong-Dorongan
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.