(Merauke). Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW menerima kunjungan Tim Sintelad di Pos Komando Taktis (Kotis) Bupul 1 Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua, Selasa (17/11/2020).
Kedatangan Tim Sintelad yang diketuai Letkol Kav Ali Syahputra S, S.H., M.H. disambut langsung oleh Dansatgas Pamtas Yonif 125/Simbisa Letkol Inf Anjuanda Pardosi bersama beberapa Perwira Satgas.
Usai penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan singkat kepada Tim untuk memberikan gambaran tentang situasi di wilayah sektor tanggung jawab Satgas Yonif 125/Simbisa, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan Komando Atas dalam menentukan kebijakan selanjutnya.
“Kunjungan Tim Sintelad dalam rangka melaksanakan pengecekan wilayah perbatasan/daerah rawan di Kodam XVII/Cenderawasih, termasuk diantaranya Satgas Yonif 125/Simbisa,” kata Dansatgas.
Dansatgas Yonif 125/Simbisa berharap, kunjungan ini dapat memberikan motivasi dan menambah semangat prajurit dalam melaksanakan tugas di perbatasan. “Seluruh personel Satgas berkomitmen untuk berbuat yang terbaik dalam pengabdiannya di wilayah perbatasan, sehingga kehadirannya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pabandya-1/Ipol Spaban III/Biddagri Sintelad Letkol Kav Ali Syahputra S., S.H., M.H. selaku Ketua Tim mengatakan, kedatangannya bertujuan untuk mengetahui situasi, kendala maupun hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas di wilayah perbatasan. “Hal ini diperlukan sebagai bahan dalam penyusunan regulasi yang menyangkut tentang wilayah perbatasan,” ucapnya.
Letkol Kav Ali Syahputra juga menyampaikan kepada seluruh perwira agar senantiasa menjaga dan memelihara moril anggota. “Menjelang berakhirnya penugasan, kewaspadaan prajurit tidak boleh menurun, justru harus ditingkatkan,” tandasnya. (Bdr)
Mataram – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Barat menindak 105 kegiatan kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 di tujuh kabupaten dan kota yang melaksanakan Pilkada 2020.
Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid di Mataram, Selasa, mengatakan dari 105 pelanggaran protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 sebanyak 68 kampanye pasangan calon sudah diberikan teguran secara tertulis dan 37 kampanye sudah diberikan teguran secara lisan.
“Pelanggaran itu seperti tidak menggunakan masker dan berkerumun,” ujarnya.
Khuwailid menyebutkan, dari tujuh kabupaten dan kota di NTB yang melaksanakan Pilkada yaitu Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, pelanggaran protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 dalam kampanye terbanyak terjadi di Kabupaten Sumbawa.
“Dari catatan kita terbanyak pelanggaran itu terjadi di Kabupaten Sumbawa. Semuanya dilakukan oleh peserta yang mengikuti kampanye,” ucap Khuwailid.
Selain sanksi teguran secara tertulis dan teguran secara lisan, Bawaslu NTB kata Khuwailid juga memberikan sanksi tegas, yakni pelarangan melakukan kampanye yang sama kepada pasangan calon selama tiga hari.
“Jadi selain teguran lisan dan tertulis, kami juga memberikan sanksi lain yakni tidak boleh melaksanakan kampanye selama tiga hari kepada pasangan calon,” ujar Ketua Bawaslu NTB menegaskan.
Khuwailid menyatakan, meski secara jumlah pelanggaran protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 terbilang sedikit yakni 3,5 persen dari total pertemuan yang mencapai 2.981 kampanye, hal tersebut tidak boleh dianggap sepele oleh pasangan calon maupun peserta.
Sebab, kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas yang melanggar protokol kesehatan tidak dibenarkan. Karena jika terus dibiarkan dikhawatirkan akan menambah jumlah kasus baru COVID-19 di NTB.
“Makanya harus dilakukan tindakan pencegahan agar zero pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 tidak terjadi lagi di sisa masa kampanye ini,” katanya.
Data gugus tugas COVID-19 NTB hingga Senin (16/11), jumlah kasus COVID-19 mencapai 4.480 orang, 545 orang masih dalam isolasi, 3.697 orang sembuh, 238 orang meninggal dunia, 2.500 orang kontak erat masih karantina, dan 1.466 pelaku perjalanan masih karantina
(Merauke). Batalyon Infanteri 757/Ghupta Vira (Yonif 757/GV) adalah satuan tempur yang berada dibawah langsung Korem 174/ATW Merauke, yang selama ini selalu melaksanakan tugas operasi, sehingga dituntut memiliki kesiapan tempur yang optimal. Untuk itu, perlu adanya pembinaan kemampuan terhadap satuan tersebut melalui pembinaan latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut.
Guna memenuhi tuntutan tersebut, Korem 174 Merauke menggelar latihan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Kompi Yonif 757/GV, yang resmi dibuka oleh Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko selaku Komandan Pelaksana Operasi (Dankolakops) Korem 174 Merauke juga sebagai Danlat (Komandan Latihan) dalam kegiatan Latihan UST Tingkat Kompi, bertempat di Lapangan Kompi B Yonif 757/GV, Distrik Jagebob, Kab. Merauke, Papua, Selasa (17/11/2020).
Latihan UST Tingkat Kompi digelar selama tiga hari, mulai tanggal 17 s.d 19 November 2020, di daerah latihan Yonif 757/GV, Distrik Jagebob, Kab. Merauke.
Brigjen TNI Bangun Nawoko dalam amanatnya menyampaikan bahwa di masa sekarang ini, sebagai bagian dari TNI, wajib bertanggungjawab dalam memelihara dan meningkatkan profesionalisme diri prajurit guna menyongsong tuntutan tugas yang diberikan oleh satuan atas. “Perwujudan profesionalisme tersebut tentunya harus juga kita terapkan dalam setiap kegiatan, terutama dalam pelaksanaan latihan satuan,” ucapnya.
Latihan ini bertujuan untuk menguji dan mengukur kemampuan tempur Satuan Tingkat Kompi dalam mengaplikasikan teknik dan taktik serta prosedur Tingkat Kompi sesuai ketentuan yang ditetapkan. “Lakukan latihan secara bersungguh-sungguh, sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan dan sasaran latihan yang telah ditentukan dalam direktif latihan,” kata Danrem.
“Lakukanlah Latihan Uji Siap Tempur Tingkat Kompi ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat serta pedomani referensi dan protap yang ada guna menjamin kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan latihan. Penerapan tindakan keamanan dengan baik dan benar akan dapat mencegah dan meminimalisir kerugian personel maupun materiil dari kesalahan prosedur,” jelas Danrem.
Kiranya pelaksanaan latihan UST Tingkat Kompi ini dapat dilaksanakan secara berkualitas baik oleh penyelenggara, pelaku dan pendukung, sehingga tujuan dan sasarannya dapat tercapai secara maksimal.
Khusus kepada penyelenggara dan pendukung latihan kiranya dapat melaksanakan kegiatan ini sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing. “Untuk itu, laksanakan penilaian se obyektif mungkin, sehingga pelaksanan UST Tingkat Kompi ini dapat memperoleh data otentik tentang kondisi nyata satuan yang sebenarnya,” kata Danrem.
Diakhir amanatnya, Danrem 174 Merauke mengingatkan serta menekankan kepada para unsur Komandan harus mengenal dan memahami betul anggotanya dengan menciptakan kekompakan dan semangat dalam berlatih. “Pelihara dan jaga nama baik satuan Yonif 757/GV dengan menunjukan prestasi prajurit Yonif 757/GV melalui latihan yang selama ini kalian lakukan, hindari segala bentuk pelanggaran, terutama selama pelaksanaan kegiatan di daerah latihan yang berdampak kepada citra satuan khususnya TNI AD,” tegasnya.
Hadir dalam pembukaan UST Tingkat Kompi yakni Kepala Seksi Operasi Korem 174/ATW Kolonel Inf Ferdinal Lubis, MPICT, Kepala Seksi Teritorial Korem 174/ATW Letkol Inf Ganiahardi, Dandenhubrem Letkol Chb. Heru, Perwira Seksi Logistik Korem 174/ATW Mayor Inf Abd. Rahim.
Usai kegiatan pembukaan, Danrem Merauke Brigjen Bangun Nawoko selaku Komandan Latihan pada kegiatan UST Tingkat Kompi melaksanakan pengecekan langsung kesiapan para peserta latihan dan melakukan peninjauan pos Satgas Pamtas Yonif 757/GV di SP 2 Distrik Jagebob serta meninjau di daerah latihan tentang pelaksanaan kegiatan latihan UST Tingkat Kompi Yonif 757/GV guna memastikan prosedur latihan dapat berjalan dengan baik sesuai rencana latihan. (Bdr).
sumbawanews.com,- Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Implementasi HAM dan Hukum Humaniter dalam tugas TNI mengatasi aksi terorisme, bertempat di Ballroom Hotel Amaroossa Grande Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/11/2020).
Dalam amanatnya, Kababinkum TNI Laksda TNI Anwar Saadi, S.H. yang dibacakan oleh Oditur Jenderal (Odjen) TNI Laksda TNI Gumarad Sabirin, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara Kementerian dan Lembaga (KL) terkait, yakni Kemenkopolhukam, Kemenkumham, Setneg, Mabes TNI, Mabes Angkatan dan beberapa civitas akademika di lingkungan TNI.
Kababinkum TNI mengungkapkan bahwa TNI adalah alat pertahanan negara, yang direkrut, dididik, dilatih dan disiapkan secara profesional untuk menghadapi setiap bentuk ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Keterlibatan TNI dalam mengatasi aksi Terorisme adalah suatu keniscayaan, karena hal itu merupakan tugas pokok TNI,” ujarnya.
“Tidak ada satu negara pun yang bebas dari ancaman teroris. Oleh karenanya, kita harus sadar dan memiliki persepsi yang sama bahwa terorisme adalah ancaman nyata bagi semua negara di dunia,” jelas Kababinkum TNI.
FGD ini diikuti peserta dari Staf Kemenkumham, Setneg, Polhukam, Kemhan, Intelijen, Staf Operasi dan Hukum Mabes TNI dan Angkatan, perwakilan Perwira Koopssus TNI, Sat-81 Kopassus, Denjaka Marinir, Denbravo-90 Korpaskhas, Ton Taipur Kostrad dan Kopaska serta para Perwira Siswa dari Seskoal, Unhan dan STHM.
FGD tersebut menghadirkan Narasumber dari Pejabat Hukum dari tiga matra yaitu Dirkumad, Kadiskumal dan Kadiskumau. Direktur Hukum TNI AD (Dirkumad) Brigjen TNI Dr. Tetty Melina, S.H., M.H. membawakan materi Potensi Peranan TNI Aspek Darat dalam Penanganan Terorisme di Indonesia, Kepala Dinas Pembinaan Hukum TNI AL (Kadiskumal) Laksma TNI Kresno Buntoro,S.H., LLM., PhD dengan materi bahasan Penanganan Terorisme Aspek Laut. Sedangkan Kepala Dinas Pembinaan Hukum TNI AU (Kadiskumau) Marsma TNI Haryo Kusworo, S.H., M.Hum., dengan materi Tugas TNI AU Dalam Mengatasi Aksi Terorisme Aspek Udara.
Disamping ketiga pemateri dari lingkungan TNI tersebut, FGD juga menghadirkan pemateri dari luar TNI yaitu Direktur Instrumen HAM Kemenkumham RI Ir. Timbul Sinaga, M.Hum. dengan materi HAM dan Implementasinya serta Kepala Delegasi Regional ICRC untuk Indonesia dan Timor Leste Alexander Faite dengan materi Hukum Internasional, Penanganan Terorisme dan ICRC. (Ahm)
(Puspen TNI). Perkembangan teknologi media sosial saat ini menjadi wadah yang bisa digunakan untuk apa saja. Perang saat ini lebih banyak kepada peperangan informasi media sosial, tetapi yang jelas kondisi saat ini, perang informasi sangat menjadi wahana.
Hal tersebut dikatakan Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, S.I.P. pada acara pertemuan Keluarga Besar Puspen TNI dengan Pegiat Media Sosial, bertemakan “Ngopi Bareng Pegiat Media Sosial dengan Kapuspen TNI”, bertempat di Aula Balai Wartawan Puspen TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (17/11/2020).
Kapuspen TNI berharap kepada seluruh Pegiat Media Sosial, untuk bersama-sama membangun media sosial ini dengan menyampaikan pesan-pesan yang baik, bisa dalam bentuk memberikan pengajaran maupun edukasi.
Menurutnya, apabila ada berita-berita yang mungkin kurang benar, cari beritanya dan informasikan bahwa berita ini tidak benar dan buatlah suatu klarifikasi yang baik supaya tidak mengadu domba. “Ketika kita melemparkan sesuatu berita gambar ataupun apapun bentuknya kepada publik, itu akan menjadi suatu pesan yang tentunya akan diuraikan dan dianalisa dengan cara berbeda-beda,” ucap Kapuspen TNI.
Diakhir sambutannya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad berpesan kepada para Pegiat, untuk bersama-sama melalui media sosial atau melalui tangan-tangan Pegiat Media Sosial untuk tetap mempersatukan dan menjaga keutuhan Indonesia melalui media sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Kapuspen TNI menyerahkan sertifikat secara simbolis yang telah berperan aktif sebagai Duta Pegiat Media Sosial TNI diantaranya Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr.(Han) yang diwakili oleh Kadispen Kormar Letkol Mar Gugun Saiful Rachman, Mayor Inf Eka Wira Dharmawan, S.A.P.,M.Si, Febyan Rustandy dan Angga Pratama Praditya. (Bdr)
Jakarta – Pandemi dan penanganan Covid-19 yang masih terus diikhtiarkan di Prov. NTB, khususnya di P. Lombok, menjadi perhatian serius anggota DPR RI Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK).
Setelah berulang kali meluncurkan bantuan sosial kemanusiaan untuk masyarakat yang kurang mampu, terdampak pandemi Covid19 di P. Lombok, kini Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menyalurkan bantuan untuk para tenaga medis (NAKES), di tiga Rumah Sakit di P. Lombok.
Hal ini dilakukan HBK untuk membantu para tenaga kesehatan (NAKES), maupun masyarakat P. Lombok yang kurang mampu dalam memerangi dan mengatasi serangan pandemi Covid19.
Bantuan yang disalurkan adalah peralatan pendeteksi pandemi Covid19 berupa Rapid Test Device, dan Detection of SARS COV2 antigen (SWAB), yang disalurkannya melalui tiga Rumah Sakit besar di P. Lombok, masing2 RSUD Kota Mataram, Kab. Loteng, dan KLU.
HBK mengatakan, bantuan ini diberikan mengingat masih terus berjangkitnya pandemi Covid19, baik di Indonesia maupun di mancanegara, terlebih dengan masih mahalnya biaya test untuk mendeteksi penularan virus Covid19 tersebut.
Sampai saat ini, sudah lebih dari 450.000 masyarakat Indonesia yang terpapar pandemi Covid19 ini.
“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan peralatan pendeteksi virus Covid19 ini, baik yang berupa Rapid Test maupun SWAB, akan dapat membantu dan meringankan para tenaga kesehatan (NAKES), maupun masyarakat P. Lombok yang kurang mampu dalam mengantisipasi dan mengatasi penyebaran pandemi ini,” kata HBK, Selasa (17/11) di Jakarta.
HBK mengatakan, sampai saat ini semua pihak belum tahu pasti, sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu HBK mengimbau masyarakat P. Lombok agar tidak boleh abai dalam mengantisipasi dan mengatasi pandemi Covid19 ini.
“Kita harus tetap hati2, saling mengingatkan, dan waspada,” imbuhnya.
HBK mengharapkan, himbauan Pemerintah untuk terus melakukan protokol kesehatan 3M yaitu selalu memakai Masker, sering mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak saat bersosialisasi, harus secara konsisten terus dilakukan oleh masyarakat P. Lombok.
“Menurut saya, bagian terpenting dalam mengantisipasi dan menghindari serangan pandemi Covid19 ini adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan 3M. In syaa Allah, kalau kita konsisten bisa menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan 3M tersebut, maka kita akan terhindar dari serangan pandemi Covid19,” tegasnya.
Bantuan peralatan Rapid Test dan SWAB dari HBK ini, disalurkan ke 3 RSUD di P. Lombok oleh Sekjen DPD Partai Gerindra Prov. NTB yang juga merupakan Ketua Relawan HBK PEDULI Prov. NTB, Ali Usman Ahim.
Ali Usman Ahim mengatakan, HBK PEDULI adalah satuan relawan (volunteer) yang dibentuk oleh HBK dan keluarga. Relawan HBK Peduli terdiri dari anak2 muda P. Lombok yang dengan sukarela melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan untuk membantu para orang tua dhuafa, yang sakit permanent, para fakir miskin, dan yang hidup sebatangkara karena tidak memiliki keluarga lagi.
Dengan memegang teguh motto : “Melayani rakyat dengan Cinta, Silaturahmi, dan Kesetiaan”, para relawan HBK PEDULI tanpa mengenal lelah terus bergerak sampai ke pelosok2 kampung untuk menyalurkan bantuan sembako, bantuan makanan siap saji, pengobatan gratis, serta bantuan air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak musibah kekeringan.
“Sebelumnya pak HBK melalui HBK Peduli sudah menyalurkan bantuan-bantuan untuk masyarakat terdampak pendemi. Kali ini beliau menyalurkan peralatan untuk membantu tugas para tenaga kesehatan (NAKES) di RSUD Kota Mataram, Kab. Loteng, dan KLU,” tandas Ali Utsman Ahim.
Sumbawanews.com, Kontribusinya dalam berbagai kegiatan pengembangan infrastrukstur besar nasional dan kegiatan mitigasi bencana geologi, telah mengantarkannya menjadi ahli geologi teknik yang sangat dikenal, tidak saja di kalangan ahli geologi, ahli teknik sipil, ahli kebencanaan, namun juga di kalangan peneliti, pendidik, dan juga khalayak luas.
Sangatlah tidak mengherankan jika Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) pun telah memberikan anugrah dan penghargaan profesi tertinggi kepadanya, sebagai Ahli Kehormatan Bidang Geologi Teknik (Honorary Engineering Geologist).
Di bidang kebencanaan, julukan sebagai “pawang” longsoran pun disandangnya. Dia juga telah ikut meramu dan membuat beberapa peta risiko bencana geologi dalam skala nasional untuk pertama kalinya di Indonesia. Sebagai seseorang penerima sertifikat dosen profesional, kiprahnya di dunia pendidikan, penelitian, dan pengembangan institusinya pun tidak kalah signifikan. Atas prestasinya, penghargaan Bidang Pengajaran telah diberikan ITB kepadanya.
Dialah Imam Achmad Sadisun, pria asal Purworejo, Jawa Tengah, pria yang memiliki cita-cita ingin berkarir di dunia infrastruktur ini pun mulai mantap akan ketertarikan dengan bidang geologi saat bertemu dengan mata kuliah geologi teknik. “Bidang ini sangat dekat dengan dunia infrastruktur juga, yaitu aplikasi geologi untuk pengembangan infrastruktur. Karenanya, saya menjadi tertarik dan ingin mendalami lagi geologi untuk infrastruktur ini. Jadi memang sejalan dengan cita-cita awal, senang di dunia infrastruktur yang ada di teknik sipil, dari sisi geologi pun larinya ternyata ke sana juga,” ujar Imam yang sangat menyukai dunia infrastruktur ini.
Pria yang memiliki hobi menggambar ini pun akhirnya berhasil lulus pada tahun 1994. Tapi karena sudah melewati wisuda terakhir tahun 1994, maka ia pun harus mengikuti wisuda tahun 1995. Hal itu ternyata telah membawa keberuntungan baginya. Sambil menunggu waktu wisuda, ia diajak dosennya Profesor Sampurno, yang juga pionir geologi teknik saat itu, untuk ikut sebagai surveyor dalam sebuah proyek untuk penanganan longsoran di Ngarai Sianok, Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat. “Itu proyek pertama yang saya tangani dan isunya longsoran-longsoran sepanjang tebing Ngarai Sianok,” tutur Imam.
Sehabis pulang dari Ngarai Sianok, dia pun diajak lagi untuk melakukan survei lokasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Merangin, Provinsi Jambi. Tidak hanya itu, dia juga diikutkan untuk menangani proyek Kawasan Industri Bukit Indah City di Purwakarta. “Jadi dalam enam bulan pertama setelah lulus, sudah ada tiga proyek yang saya kerjakan,” ucapnya.
Sejak saat itu, ia pun semakin menyenangi pekerjaannya di bidang geologi teknik. Imam memutuskan untuk mempertajam ilmunya dengan langsung mengambil S-2 di ITB setelah diwisuda pada 1995, sambil melamar sebagai dosen di sana, dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 1998. Tidak puas dengan hanya mengambil S-2, ia pun meneruskan Program S-3 di Kyushu University, Jepang, dan berhasil menyandang gelar Dr. Eng. bidang Earth Resources Engineering pada 2004.
Selain sebagai seorang dosen, banyak karya-karyanya yang sudah disumbangkan kepada negeri ini. Hampir semua jembatan-jembatan besar yang ada di Indonesia, proses rancangan konstruksinya telah melibatkan dirinya. Termasuk proyek Jembatan Pulau Balang, yang menghubungkan Balikpapan dengan calon Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara yang melintasi Teluk Balikpapan.
Selain proyek-proyek jembatan besar, ia juga ikut mengawal konstruksi proyek Lintasan Rel Terpadu (LRT) Dukuh Atas dan LRT Cililitan. Tidak hanya jembatan, Imam juga diminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengawal proyek terowongan jalan maupun kereta. Termasuk Terowongan Tol Cileunyi, Sumedang, Dawuan (Cisumdawu) di Jawa Barat, yang merupakan terowongan tol pertama dan terpanjang di Indonesia saat ini, Terowongan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase pertama maupun fase kedua, serta 11 terowongan proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung. “Minggu lalu kita juga baru bahas mengenai MRT fase kedua, antara Bundaran HI, Thamrin, yang panjangnya hampir dua kiloan untuk terowongan berikutnya. “Saya memang salah satu yang selalu mendampingi infrastruktur nasional yang hampir semuanya besar-besar,” ucapnya.
Terkini, Imam diminta Kementerian PUPR lagi untuk menjadi salah satu tim panel ahli (expert panel) untuk proyek 6 bendungan super besar, yaitu Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatra Selatan, Bendungan Bener di Purworejo, Jawa Tengah, Bendungan Karraloe, Pamukkulu di Sulawesi Selatan, dan Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo.
Beberapa keterlibatannya dalam pengembangan infrastruktur nasional ini juga dia tuliskan dalam bentuk karya ilmiah, tidak hanya dipublikasikan di tingkat nasional, namun juga internasional. “Sampai saat ini saya masih menjadi representative member untuk asosiasi ahli geologi teknik tingkat internasional atau IAEG,” papar Imam.
Meski sudah terlibat dalam banyak proyek besar di Indonesia, namun Imam masih melihat geologi di Indonesia belum sekuat di luar negeri, misalnya Geoscience Australia (GA) dan United States Geological Survey (USGS). “Nah, saya bermimpi ada lembaga geologi di Indonesia bisa sekuat USGS yang sangat disegani dan perannya sangat strategis. Bahkan USGS itu bukan hanya menjadi acuan geologi Amerika, tapi bahkan dunia. Tidak hanya urusan sumber daya seperti mineral dan migas, kalau terjadi gempabumi di belahan dunia manapun, orang langsung membuka website-nya USGS,” tuturnya.
“Untuk di Indonesia, kita masih menuju ke sana, banyak hal yang perlu kita benahi bersama, tentunya untuk bisa mewujudkan peran geolog yang kuat. Ke depan, saya ingin memperjuangkan agar asosiasi profesi geologi di Indonesia atau IAGI bisa menjadi hub dan wadah sinergisasi antar pemangku kepentingan. IAGI bisa menjadi “rumah” untuk seluruh geolog Indonesia, untuk bisa bergerak bersama, menghimpun seluruh kekuatan guna mewujudkan peran geolog Indonesia yang sangat strategis, tentunya bersama-sama dengan seluruh entitas baik profesional, pemerintah, konsultan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Indonesia dengan seluruh keanekaragaman sumber daya geologi menjadi modal dasar utama bagi seluruh geolog negeri untuk bisa berkarya secara profesional, kompeten, dan bereputasi,” tuturnya.
Mengingat pentingnya peran geologi dalam kegiatan pembangunan di Indonesia, termasuk juga pembangunan kota dan infrastruktur publik, diharapkan ke depan Indonesia memiliki undang-undang khusus yang mengatur peran dan fungsi strategis geologi dalam menunjang pembangunan ini. “Ke depan, kita akan usahakan undang-undang kegeologian sebagaimana di berbagai negara lain,” ujar Imam. Hal itu mengingat peran geologi itu sangat luas cakupannya dan seringkali lintas sektoral. Selain itu, perkembangan pembangunan kota serta perubahan iklim yang ditengarai semakin cepat, membutuhkan pembangunan infrastruktur yang bisa menjamin keamanan dan kenyamanan warganya.
sumbawanews.com,- Kepala Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Kapusjaspermildas) TNI Brigjen TNI Robert D. Ndona membuka penataran Permildas TNI TA 2020 yang mengambil tema “Melalui Penataran Permildas Kita Tingkatkan Sinergitas TNI Menjadi Prajurit Militan, Disiplin, Loyal dan Profesional Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”, bertempat di Lapangan Pusjaspermildas, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (17/11/2020).
Dalam amanatnya Kapusjaspermildas TNI Brigjen TNI Robert D. Ndona mengatakan bahwa peraturan militer dasar merupakan suatu hal bersifat mendasar yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh prajurit TNI untuk mewujudkan prajurit profesional dan disiplin. “Penerapan Permildas saat ini sangat terbatas dan belum seluruhnya seragam, karena masih terdapat perbedaan antara satuan yang satu dengan satuan yang lainnya, serta masih ada kecenderungan prajurit yang lupa dengan ketentuan Permildas,” ujarnya.
“Oleh karena itu pimpinan TNI mengambil suatu kebijakan dengan menyelenggarakan penataran Permildas secara terpusat maupun tersebar di jajaran TNI,” katanya.
Menurutnya penataran yang dibuka hari ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan kepada para peserta penataran agar mampu dan menguasai serta dapat menerapkan Permildas di satuan masing-masing. Selain itu untuk menyamakan pola pikir, pola sikap dan pola tindak dalam penerapan Permildas yang seragam. “Hal yang tidak kalah penting adalah untuk mewujudkan disiplin dan ketaatan serta meningkatkan jiwa korsa. Sedangkan tujuan penataran ini adalah untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan personel serta mewujudkan keseragaman di lingkungan TNI,” ucap Brigjen TNI Robert.
Lebih lanjut, Kapusjaspermildas TNI memberikan beberapa penekanan kepada para peserta dan panitia penyelenggara dalam kegiatan penataran ini, yaitu tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu memiliki ketenangan jiwa dan kejernihan pikiran dalam melaksanakan kegiatan penataran ini. “Kepada komando penataran agar mempedomani ketentuan Permildas yang berlaku saat ini dan hasil evaluasi dari penyelenggaraan penataran Permildas yang telah dilaksanakan sebelumnya, sebagai pedoman dalam penyampaian materi penataran ini,” harapnya.
“kepada seluruh panitia penyelenggara dan peserta penataran agar selalu mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 yang sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya,” ujarnya.
Penataran Permildas TNI TA 2020 kali ini dilaksanakan di Pusjaspermildas TNI dari tanggal 17 sampai dengan 30 November 2020 dan diikuti oleh 75 personel yang terdiri dari Mabes TNI 20 personel, TNI AD 30 personel, TNI AL 15 personel dan TNI AU 10 personel. (Ahm)
sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad membantu warga Kampung Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura yang mengalami kecelakaan tunggal akibat pecah ban, mengakibatkan mobil jenis pick up Nopol PA 8469 AE masuk ke dalam parit jalan dan dua pengemudi mengalami luka cukup serius dibagian lengan dan kaki. Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/11/2020).
Mayor Inf Anggun menerima laporan dari Komandan Pos Mosso Letda Inf Hary Bagus bahwa telah terjadi kecelakaan tunggal yang mengakibatkan mobil masuk ke dalam parit dan dua pengemudinya mengalami luka cukup serius. “Untuk itu saya perintahkan Pos Mosso membantu proses evakuasi dan pengobatan terhadap korban tersebut,” ujarnya.
Menerima perintah demikian dari Komandan Satgas Yonif MR 413 Kostrad, Letda Inf Hary Bagus bergegas menuju lokasi kejadian dan mengevakuasi korban menuju Pos Mosso untuk mendapatkan pertolongan pertama dari Tim Kesehatan Satgas. “Diketahui kedua nama korban tersebut ialah Fredi Notafua (32) dan Itens Wefafoa (24) merupakan warga asli Kampung Mosso. Dengan sigap kami mengobati lengan, punggung dan kaki mereka yang mengalami benturan langsung dari dalam mobil yang ditungganginya,” kata Letda Hary Bagus.
Sementara itu, Kedua korban pun menjelaskan kronologis kejadian laka tunggalnya kepada Pos Satgas. “Saat perjalanan tiba-tiba ban depan sebelah kanan pecah, dalam kondisi kecepatan sedang saya tidak bisa mengendalikan mobil sehingga saya banting stir ke kiri jatuh ke parit, karena di sebelah kanan kami merupakan jurang,” ungkap Fredi sebagai supir mobil pick up.
“Untungnya kami ditolong Satgas Yonif MR 413 Kostrad dengan cepat, sehingga pendarahan di tangan ini segera berhenti dan kami bisa beristirahat sejenak di Pos sambil meregangkan badan akibat terkena benturan dari dalam mobil tersebut. Terima kasih bapak Satgas atas bantuannya,” ujar Fredi.
sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Kout KM 31 menerima satu pucuk senjata Rakitan jenis laras pendek kaliber 5.56 mm secara sukarela dari Warga Kampung Sanggaria Distrik Arso Kabupaten Keerom.
Memasuki masa penugasannya yang ke empat Bulan di daerah operasi Perbatasan RI-PNG Sektor Utara Papua, Satgas Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad telah melakukan berbagai kegiatan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Papua seperti pengobatan gratis, khitanan massal, pembagian sarana kontak, karya bhakti pembangunan Gereja, dan masih banyak berbagai kegiatan teritorial lainnya.
Berbekal kemampuan teritorial yang didukung dengan naluri Intelijen dan Operasi Tempur, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad telah membuktikan kemampuannya dalam merebut hati rakyat atas kegiatan yang dilakukan secara tulus dan ikhlas. Hal tak terduga pun terjadi, salah satu warga berinisial *R* (39) dari Kampung Sanggaria Distrik Arso Kabupaten Keerom menyerahkan satu pucuk senjata rakitannya kepada Pos Kout KM 31 yang merupakan salah satu Pos dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad.
Hal tersebut lantas dikonfirmasi Dansatgas Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/11/2020).
“Dari hasil wawancara, *R* menyebutkan bahwa ia mengaku telah lama menyimpan senjata itu sejak tahun 2014 silam. Ia juga mengungkapkan alasan menyimpan senjata tersebut, karena pada tahun tersebut masih marak terjadinya konflik antara warga pendatang (transmigrasi) dengan warga asli Papua di Kampung tersebut,” jelas Mayor Anggun.
Dansatgas mengapresiasi atas keberhasilan Pos Kout KM 31 yang telah menerima pucuk senjata rakitan dari masyarakat secara sukarela. Ini salah satu wujud keberhasilan Pos Kout KM 31, dengan berbekal kemampuan teritorial yang didukung dengan naluri Intelijen dan Operasi Tempur mereka mampu mendapatkan senjata secara sukarela dari masyarakat tanpa harus menumpahkan darah atau korban jiwa. “Ini yang Kita harapkan bersama semoga dapat ditiru oleh Pos Satgas lainnya,” kata orang nomor satu di Satgas Yonif MR 413 Kostrad.
Sementara itu, Kapten Inf Hervin Rahadian Jannat selaku Komandan Pos Kout KM 31 yang menerima senjata rakitan langsung dari saudara *R* menyampaikan bahwa penyerahan tersebut dilakukannya atas dasar sukarela karena kedekatannya dengan Pos Kout KM 31. “Kedekatan kami berawal dari kegiatan pengobatan yang dilakukan secara door to door di Kampung Sanggaria. Kala itu ibunda dari *R* atas nama Ibu *K* mengalami sakit malaria yang telah dideritanya selama 1 bulan dan belum menunjukan kesembuhan. Setelah dilakukan pengobatan secara intensive, Ibu *K* sembuh total dan tidak merasakan sakit malaria lagi,” ujarnya.
“Mengetahui Ibundanya mendapatkan perawatan intensive dari Pos Kout KM 31, *R* pun merasa tersentuh dan mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Satgas. Beberapa hari kemudian ia datang ke Pos dan menginformasikan kepada kami bahwa ia masih menyimpan senjata rakitan jenis laras pendek kaliber 5.56 mm dan sudah lama ingin ia serahkan kepada pihak yang berwajib karena saat ini sudah tidak digunakan lagi. Setelah kami sarankan untuk diserahkan kepada kami, akhirnya ia mau menyerahkannya secara sukarela,” tambah Kapten Hervin.
“Hari ini saya serahkan senjata rakitan yang telah lama saya simpan. Saya percayakan penyerahan senjata ini kepada Satgas Yonif MR 413 Kostrad yang telah tulus berbuat terbaik kepada masyarakat Kampung Sanggaria khususnya yang pernah merawat ibunda kami saat mengalami sakit malaria,” imbuh *R*.
Sumbawanews.com,- BEM UI bersama sejumlah organisasi mahasiswa se-Indonesia akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Bundaran Hotel Indonesia, Jumat, 12 Juni 2026, dengan tuntutan lima...
Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan paling keras sejak memasuki masa jabatan keduanya, menjanjikan serangan “amat keras” terhadap Iran dan secara terbuka...
Sumbawanews.com,- Cash App, aplikasi keuangan pribadi terbesar di Amerika Serikat, resmi meluncurkan layanan seluler berbasis jaringan AT&T dengan paket data tanpa batas 5G seharga...
Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Masyarakat Lantung Padesa Kecamatan Lantung meminta kepada pemerintah daerah dan provinsi untuk bertindak tegas menghentikan praktik tambang illegal di Kecamatan...
Sumbawanews.com,- Pemerintah Kota Utsunomiya, Jepang, menutup sementara 94 sekolah dasar dan menengah setelah seekor beruang hitam Asia terlihat berkeliaran di area permukiman dan pusat...