sumbawanews.com,- Dalam rangka HUT Lanal Ke-16 TA 2021, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Asahan (Danlanal TBA) Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, S.E. melaksanakan olahraga bersama Keluarga Besar Lanal Tanjung Balai Asahan, bertempat di Lapangan Volly Komplek TNI AL Lumba-lumba, Jl. Sei Agul, Kel. Sei Raja, Kec. Sei Tualang Raso, Tanjung Balai Asahan, Sumut, Selasa (23/03/2021).
Danlanal TBA Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, S.E dalam sambutannya menyampaikan, pada hari ulang tahun ke-16 TA 2021 Lanal TBA selain dimeriahkan upacara militer, donor darah, pembagian sembako dan turnamen sepak bola serta lomba internal Lanal TBA, merupakan ajang silaturahmi antar instansi dan keluarga besar Lanal TBA.
Kegiatan olahraga bersama diawali dengan senam aerobic dan dimeriahkan pula dengan perlombaan hiburan diantaranya, lomba menurunkan karet dari wajah, lomba balap karung, lomba memasuki paku dalam botol untuk anak-anak. Sedangkan untuk prajurit, lomba menurunkan karet dari wajah, mindahkan tepung kebelakang dengan piring dan lomba joget berpasangan dengan jeruk.
Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Jalasenastri Cab 7 Korcab 1 DJA I Ny. Shinta Etwiory dan Keluarga Besar Lanal TBA. (**)
sumbawanews.com,- Optimalkan pemenuhan bekal kesehatan TNI guna mendukung kesiapan tugas pokok serta tingkatkan kepedulian terhadap kebutuhan kesehatan para prajurit dan keluarganya serta masyarakat, sehingga dapat membantu memberikan solusi kepada pimpinan dan pemerintah.
Hal tersebut dikatakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS., M.H. saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan (Rakorniskes) TNI tahun 2021 di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/3/2021).
Kasum TNI Letjen TNI Ganip Warsito menyampaikan bahwa jajaran kesehatan TNI telah mampu memberikan dukungan kesehatan dan menunjukkan kiprahnya dalam kegiatan berbagai operasi dan latihan TNI di dalam ataupun di luar negeri. Berbagai operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana operasi pertolongan korban bencana jatuhnya pesawat kapal laut, bencana alam serta berperan aktif yang saat ini adalah dalam penanganan pandemi Covid-19.
Lebih lanjut Kasum TNI mengatakan, dengan diselenggaranya Rakorniskes ini manfaatkan dengan baik forum ini sebagai media koordinasi komunikasi dan sinkronisasi antar komunitas kesehatan TNI agar diperoleh kesamaan persepsi dan interpretasi dalam melaksanakan tugas pokok TNI.
Diakhir amanat Kasum TNI Letjen TNI Ganip Warsito menekankan, laksanakan koordinasi sebaik-baiknya dengan satuan instansi terkait lainnya khususnya yang terkait dengan tugas pokok dan fungsinya serta laksanakan kegiatan dengan penuh rasa tanggung jawab, berani, tulus dan ikhlas semata-mata sebagai darma bhakti terbaik untuk TNI, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rakorniskes TNI tahun ini diikuti sekitar 320 peserta terdiri dari 60 peserta secara tatap muka dan 260 peserta secara virtual, yang merupakan Kepala Satuan Kesehatan di jajaran Mabes TNI dan Angkatan. (Ahm)
(Papua). Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Sektor Utara Yonif 131/Braja Sakti menyambangi warga dan membagikan baju kaos bergambar jam dan coklat kepada anak-anak di Kampung Yetti, Kec. Arso Timur, Kab. Keerom, Papua, Senin (22/3/2021).
Pembagian baju kaos yang bergambar Jam Gadang dan coklat tersebut dilakukan oleh empat personel Satgas Yonif 131/Braja Sakti dari Pos Yetti yang dipimpin langsung oleh Dankipur C Pos Yetti Lettu Inf Mursapri Siregar.
Lettu Inf Musapri Siregar mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kepada sesama yang membutuhkan terlebih di masa pandemi Covid-19. “Anggota pos juga membagikan coklat sebagai wujud kasih sayang kepada anak-anak Papua,” ucapnya.
“Kami sengaja membawa oleh-oleh dari Sumatera Barat berupa baju kaos yang bergambarkan Jam Gadang. Jam Gadang adalah lambang ciri khas Monumen di Sumatera Barat tepatnya di Kota Bukit Tinggi, sehingga bisa dikenang oleh masyarakat Papua,” tuturnya.
Disamping itu, kedatangan personel Satgas ke warga Kampung Yetti, bertujuan untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat agar terjalin rasa kebersamaan dan persaudaraan serta bisa menciptakan suasana yang harmonis antara masyarakat dan TNI.
Lettu Inf Musapri Siregar menyampaikan sangat senang dan bangga dapat berbagi kebahagiaan dengan anak-anak Papua. “Kebahagian mereka merupakan kebahagian Satgas juga,” tutupnya. (Bdr)
sumbawanews.com,- Guna menanamkan semangat dan jiwa nasionalisme serta membentuk sikap dan karakter yang disiplin pada para pelajar, Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan Yonif 756/WMS yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi Korem 174/ATW melatihkan dan turut serta mengambil bagian dalam kegiatan upacara bendera hari senin di SMPN dan SDN Tsinga Kampung Beanekogom Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika.
Upacara bendera merupakan salah satu kegiatan penting yang sering dilakukan di sekolah. Umumnya, upacara bendera dilaksanakan pada hari senin dan hari-hari tertentu, seperti peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Ada beberpa tujuan dilaksanakannya kegiatan upacara bendera diantaranya, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta membentuk sikap dan karakter anak bangsa.
Hal tersebut seperti disampaikan Dansatgas Pamrahwan Yonif 756/WMS Mayor Inf Marolop Edison Bala Hutapea dalam rilis tertulisnya di Timika, Papua, Senin (22/03/2021)
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami, Satgas Pamrahwan Yonif 756/WMS membantu pihak sekolah menumbuhkan budi pekerti, dan membentuk sikap maupun karakter yang disiplin bagi para murid, terutama nilai-nilai kebangsaan serta jiwa dan semangat nasionalisme,” ujarnya.
Dansatgas mengungkapkan bahwa salah satu cara untuk membangun dan menumbuhkan rasa nasionalisme, semangat kebangsaan serta cinta tanah air dan bangsa adalah melalui kegiatan upacara bendera. “Upacara jangan dianggap sebagai suatu rutinitas biasa, atau sebagai seremonial belaka, namun harus dimaknai sebagai suatu kegiatan untuk mempererat dan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
“Juga melatih diri untuk berdisiplin, termasuk di dalamnya turut menghargai dan menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk Kemerdekaan Indonesia, serta berdoa untuk mereka para pahlawan negara kita, ” tambah Dansatgas.
“Dalam upacara tersebut disamping melatih para siswa-siswi SMPN dan SDN Tsinga sebagai perangkat upacara, Danpos di Tsinga Letda Inf Riyanto diminta juga dari pihak sekolah untuk menjadi pembina upacara,” jelasnya.
Menurutnya, ini merupakan suatu hal yang sangat baik, karena dengan demikian dapat dikatakan keberadaan Satgas di tempat tersebut mempunyai arti dan bermakna bagi masyarakat sekitar. “Sudah menjadi tugas kita sebagai prajurit TNI dimanapun kita berada, kita harus selalu memberikan contoh dan teladan yang baik untuk masyarakat sekitar,” katanya.
“Dimana hal ini merupakan salah satu bentuk dan wujud kepedulian kami TNI, pada perkembangan dan kemajuan masyarakat khususnya pada masyarakat Papua tempat dimana kita bertugas saat ini, ” harap Mayor Hutapea.
Ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Satgas Pamrahwan Yonif 756/WMS disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN Tsinga, Bapak Matius Wenda mewakili para guru SMPN dan SDN Tsinga.
“Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Pos Tsinga yang telah ikut bersama dan membantu kami para guru dalam melatihkan anak-anak didik kami sebagai perangkat upacara di Kampung Beanekogom Tsinga ini,” katanya.
Upacara yang telah berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar serta penuh khidmat ini, semoga akan menumbuhkan rasa nasionalisme dan membentuk karakter yang disiplin bagi siswa-siswi SMPN dan SDN Tsinga.
“Kami berharap kedepannya, pos Tsinga Satgas Yonif 756/WMS akan selalu bekerja sama dengan kami, untuk menyiapkan para generasi muda Papua agar kelak dikemudian hari dapat bersaing dengan daerah lain untuk menjadi pemimpin Indonesia dimasa yang akan datang,” harap Kepsek Wenda. (Pendam XVII/Cenderawasih).
Sumbawanews.com,- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar, mengatakan bahwa kejahatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan, senjata api, serta menimbulkan efek ketakutan yang luas di tengah masyarakat, layak disejajarkan dengan aksi teror.
“Kondisi-kondisi riil di lapangan sebenarnya dapat dikatakan KKB telah melakukan aksi-aksi teror,” ujar Boy.
Oleh karenanya, BNPT membuka peluang untuk mengkategorikan KKB di Papua sebagai organisasi terorisme. Boy mengatakan, gagasan tersebut tengah dibahas oleh BNPT bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
“Kami sedang terus gagas diskusi dengan beberapa kementerian dan lembaga berkaitan dengan masalah nomenklatur KKB untuk kemungkinannya apakah ini bisa dikategorikan sebagai organisasi terorisme,” kata Boy dalam rapat dengan Komisi III DPR, Senin (22/3/2021).
Bahkan Boy menegaskan kemungkinan pihaknya juga akan memberi saran kepada presiden agar KKB dinyatakan sebagai organisasi terlarang karena perbuatannya telah merenggut banyak nyawa dari aparatur negara maupun masyarakat sipil.
Kendati demikian, Boy menekankan perlu ada diskusi mendalam yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, sebelum memutuskan hal tersebut.
“Ini tentu perlu pembahasan-pembahasan, kami sedang mempromosikan diskusi-diskusi itu agar lebih masyarakat kita secara terbuka, secara objektif untuk melihat, sehingga dalam persangkaan kepada pelaku-pelaku kelompok ini bisa menggunakan pasal tindak pidana terorisme,” kata dia.
Ia menambahkan, secara global, terorisme sudah dinyatakan sebagai musuh bersama yang perlu diperangi karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. (***)
(Bengkayang-Kalbar). Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas melaksanakan kegiatan mengajar di SDN 06 Jagoi Babang, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang, Kalbar. Kegiatan tersebut dilakukan oleh personel Pos Kout Jagoi Babang, Serda Yohan Madu dan Pratu Noro dengan memberikan materi berupa pelajaran umum dan wawasan kebangsaan.
Hal tersebut disampaikan Wadansatgas Pamtas Yonif 642/Kapuas, Mayor Inf Fendi Puthut dalam keterangannya di Pos Kout Jagoi Babang, Kalbar, Senin (22/3/2021).
Wadansatgas mengatakan, dengan adanya personel Satgas sebagai tenaga pendidik di sekolah daerah perbatasan, selain membantu guru, kegiatan mengajar ini juga memotivasi semangat dalam belajar bagi siswa-siswi. “Diharapkan nantinya, siswa-siswi dari SDN 06 Jagoi Babang ini bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berdisiplin tinggi dan berkarakter,” ujarnya.
Personel Satgas sebelum berangkat tugas sudah dibekali pengetahuan sebagai tenaga pendidik yang dipersiapkan tiap-tiap Pos, untuk ikut serta membantu dunia pendidikan dengan mengajar di sekolah-sekolah wilayah perbatasan.
“Salah satu peran prajurit di medan tugas perbatasan ini, selain sebagai Garda terdepan menjaga kedaulatan NKRI, juga turut serta dalam memajukan pendidikan di wilayah perbatasan,” kata Mayor Inf Fendi Puthut.
Sementara itu, Ibu Sesilia, S.Pd, Kepala Sekolah SDN 06 Jagoi Babang menyampaikan ungkapan rasa terima kasih atas kepedulian personel Satgas Yonif 642 dalam membantu guru untuk mengajar anak didik meskipun masih dalam situasi Covid-19.
“Siswa-siswi sangat bersemangat saat menerima pelajaran dari bapak TNI, semoga ini menjadi energi positif bagi murid disini untuk meningkatkan semangat belajarnya,” pungkasnya. (Bdr)
sumbawanews.com,- TNI bersama Sipil dan lintas sektor atau dari berbagai pemangku kepentingan bersatu-padu membicarakan bagaimana ancaman biologi kedepan dan bagaimana impact pada ketahanan kesehatan nasional. Tentunya ini sangat penting untuk digali dan disepakati bersama-sama untuk membangun suatu pertahanan.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS., M.H., dihadapan awak media saat acara Foccus Group Discussion (FGD), di Aula Gatot Suebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/3/2021).
Kapuskes TNI menyampaikan bahwa mungkin diperlukan badan atau pusat yang sifatnya bagaimana mengendalikan, menganalisis, merencanakan secara integratif yang bisa membangun suatu kekuatan kesiapan untuk menghadapi khususnya pandemi Covid-19. “Kita harus betul-betul menyiapkan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan ancaman biologi kedepan,” ujarnya.
“Kita ketahui bersama, pandemi berlangsung mulai dari tahun ke tahun, diantaranya pandemi Black Death, Spanish Flue, human immunodeficiency virus (HIV)/Aids, H1N1 Flu, Flu Hongkong, Mers-Cov, Ebola dan saat ini kita sudah satu tahun menghadapi pandemi Covid-19 yang kita rasakan bersama,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapuskes TNI menyampaikan bahwa dalam menghadapi suatu ancaman biologi harus dibangun, bagaimana bisa mempunyai suatu kekuatan preventif yang bagus, deteksi dan reporting atau pelaporan yang baik, suatu rapid response yang harus siap dan sistem kesehatan untuk menghadapi ancaman biologi. “Kita harus mempunyai kesiapan di dalam me-manage atau mengelola risiko lingkungan atau risk managementand environment yang harus di bangun bersama,” jelasnya. (Ahm)
sumbawanews.com,- Menghadapi potensi ancaman kedaruratan nasional dan global di bidang penyakit infeksi baru, zoonosis, maupun ancaman penyalahgunaan agen biologi, diperlukan kerjasama dan kolaborasi lintas sektoral.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Irjen TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr. (Han), pada acara Foccus Group Discussion (FGD) Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan (Rakorniskes) TNI TA 2021, bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (22/3/2021).
Panglima TNI mengatakan bahwa dalam berbagai kesempatan, TNI telah terlibat dalam berbagai kerjasama dalam penanggulangan dampak bencana alam seperti banjir dan bencana non alam, yakni respon tanggap darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit dengan kementerian dan lembaga terkait.
Selain itu, mandat untuk meningkatkan kerjasama sipil dan militer dalam bidang pelayanan kesehatan dan pengendalian penyakit juga tertuang dalam hasil konferensi internasional dan table top exercise tentang Global Health Security yang disebut sebagai The Jakarta Call to Action (WHO, 2017). “Upaya peningkatan kerjasama militer dengan institusi sipil juga menjadi mandat dan komitmen militer regional Asia Tenggara, khususnya dalam hal pencegahan dan pengendalian ekstrimis dan aksi terorisme yang tertuang dalam ‘Joint Statement of Special ASEAN Defense Ministries‘ Meeting on Countering Violent Extremism, Radicalization and Terrorism,” ujar Panglima TNI.
Ditambahkan oleh Panglima TNI bahwa peran TNI dalam pencegahan penyalahgunaan agen biologi secara implisit dapat dikaitkan dengan Keputusan Presiden Nomor 63 tahun 2004 tentang pengamanan obyek vital nasional, pasal 1 ayat 1. Merujuk pada pasal 2 Keputusan Presiden tersebut, laboratorium biologi berpotensi dijadikan sebagai objek vital nasional, karena ancaman atau sabotase terhadap laboratorium biologi dapat mengakibatkan bencana non alam, yaitu tersebarnya mikroorgansime patogen yang dapat menyebabkan wabah penyakit infeksi dan kematian banyak orang.
Panglima TNI juga menyampaikan bahwa berkaitan dengan ancaman bisa dikelompokkan menurut jenisnya menjadi ancaman Militer yang didukung kecanggihan teknologi informasi, senjata kimia, biologi, radiologi, nuklir dan bahan peledak 5 (Chemical, Biological, Radiological, Nuclear and Explosive/CBRNE), yang dapat digunakan untuk menyerang sasaran terpilih maupun sebagai pemusnah massal. Ancaman Non-Militer khususnya Bencana Alam dan Bencana Non-Alam dapat memiliki dampak yang sangat luas seperti bencana alam karena perubahan iklim, pandemi yang disebabkan oleh Virus atau bakteri seperti penyakit yang ditimbulkan Corona dan turunannya.
Oleh karenanya dalam FGD ini perlu dipikirkan apakah perlu adanya badan atau lembaga yang memiliki tugas pokok dan fungsi mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan dan menyelenggarakan pertahanan negara di bidang biologi (biodefense). Selain itu, apa perlu adanya pusat biosecurity dan biodefense yang tugasnya adalah mengkoordinaskan dan melaksanakan identifikasi, deteksi, pencegahan dan respon terhadap ancaman bioteror dan ancaman kedararutan kesehatan akibat penyakit infeksi.
“Dalam menjalankan tugas dan fungsinya biosecurity dan biodefense tersebut memiliki tanggung jawab koordinasi dan kerjasama dengan Kementerian Pertahanan dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.
Acara FGD Rakorniskes TNI TA 2021 mengusung tema “Pengendalian Ancaman Biologi dan Ketahanan Kesehatan Nasional” dengan diikuti 312 peserta baik secara tatap muka maupun virtual. (Ahm)
(Boven Digoel). Pada saat senggang, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa ke-110 Kodim 1711/Boven Digoel, Sertu Surya Andika melakukan pendekatan kepada salah satu warga adek Agema Klaru, yang kebetulan rumahnya dekat lokasi pembangunan rumah pada program TNI Manunggal Membangun Desa di Kampung Kombay.
Hal tersebut dikatakan Komandan SSK Kapten Inf Zabir saat ditemui disela-sela kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa Reguler ke-110 Kodim 1711 di Kampung Kombay, Distrik Kawagit, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, Senin (22/3/2021).
Menurut Kapten Inf Zabir, menjalin silaturahmi dan kedekatan dengan warga baik orang dewasa maupun anak-anak disekitar lokasi TNI Manunggal Membangun Desa sangatlah penting. Pasalnya, karena berawal dari hal tersebut maka akan tercipta hubungan serta komunikasi yang baik dengan warga sekitar.
Disamping itu, melalui Komunikasi Sosial (Komsos), Sertu Surya Andika juga memberikan edukasi tentang wawasan kebangsaan dan cinta tanah air dengan memperlihatkan film dokumenter sejarah bangsa Indonesia dan para pahlawan melalui media sosial YouTube kepada adek Agema Klaru.
“Dengan adanya inisiatif dari personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa ini diharapkan warga masyarakat disekitar lokasi TNI Manunggal Membangun Desa, kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia tertanam sejak usia dini,” tutup Kapten Inf Zabir. (Bdr)
(Boven Digoel. Senin, 22 Maret 2021). Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Kodim 1711/Boven Digoel di Kampung Kawagit, Kampung Wanggom dan Kampung Kombay, Distrik Kawagit, Kabupaten Boven Digoel, merupakan salah satu upaya kongkrit dalam mendukung secara nyata pemerataan pembangunan di wilayah teritorialnya.
Ketiga kampung tersebut merupakan bagian dari Distrik Kawagit dengan kondisi daerah datar berbukit dan hanya bisa dijangkau dengan transportasi sungai. Adapun jarak tempuh dari Kota Tanah Merah menuju ke Distrik Kawagit kurang lebih 4-5 jam menggunakan Speedboat.
Untuk jumlah penduduk Distrik Kawagit sendiri sekitar 1.197 jiwa. Laki-laki sebanyak 575 jiwa dan perempuan sebanyak 622 jiwa, dengan jumlah Kartu Keluarga (KK) Kampung Kawagit 45 KK, Kampung Kombay 52 KK dan Kampung Wanggom 95 KK.
Masyarakat yang mendiami Kampung Kawagit, Wanggom dan Kombay, merupakan suku asli Kombay dan Wambon dengan mata pencarian sebagai petani, berburu, mencari ikan dan memanfaatkan hasil alam yang ada.
Pemilihan Kampung Kawagit, Kampung Wanggom dan Kampung Kombay didasari beberapa pertimbangan, diantaranya ketiga kampung ini termasuk wilayah terpencil dan terisolir karena transportasi yang sulit, kehidupan ekonomi masyarakat masih rendah dan tingkat kepedulian kesehatan masih rendah.
Dilaksanakannya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa ke-110 Kodim 1711/Boven Digoel ini juga bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat meliputi bidang fisik dan non fisik guna terciptanya kemanunggalan TNI dengan rakyat binaannya.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat kurang mampu yang mendapatkan alokasi rumah layak huni dapat menikmati hasil kerja nyata personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa ke-110 Kodim 1711/Boven Digoel dan tidak kawatir jika saat hujan turun serta terkena terik matahari. (Bdr)
Sumbawanews.com,- Serangan udara beruntun meluluhlantakkan ibu kota Ukraina, Kyiv, pada dini hari Senin (15/6). Rudal dan drone milik Rusia menghantam sejumlah gedung apartemen di...
Sumbawanews.com,- Fox Corporation resmi mengakuisisi Roku senilai $22 miliar dalam kesepakatan yang akan mengubah peta kekuasaan industri streaming global. Dengan basis pengguna lebih dari...
Sumbawanews.com,- Di tengah maraknya soundbar berukuran besar dan harga selangit, TCL A65K hadir sebagai solusi cerdas bagi penghuni apartemen atau ruang terbatas yang tetap...
Sumbawanews.com,- Suasana akademik berubah jadi gejolak politik ketika diskusi publik di Universitas Gadjah Mada berubah menjadi aksi protes massal. Tiga tokoh kabinet—Budiman Sudjatmiko, Nusron...
Sumbawanews.com,- Penyelidikan polisi mengungkap penyebab mengerikan di balik tewasnya empat anggota keluarga, termasuk seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam sebuah tenda di Taman...