(Sambas-Kalbar). Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas membantu memanen ubur-ubur di Dusun Maludin, Desa Temajuk, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Kalbar. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Danpos Temajuk, Letda Inf Ryan Hidayat bersama 3 personel Satgas, guna mempererat silaturahmi yang sudah terjalin.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa dalam rilisnya di Mako Satgas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Jumat (9/4/2021).
“Kegiatan panen ubur-ubur ini merupakan sebuah momentum sekaligus kegiatan yang menarik karena hanya dilakukan secara musiman antara bulan Maret dan April dalam setahun,” kata Letkol Inf Alim Mustofa.
Di tempat terpisah, Danpos Temajuk, Letda Inf Ryan Hidayat mengatakan, personel Satgas membantu memanen ubur-ubur bersama masyarakat ini bertujuan untuk mempererat hubungan baik yang sudah terjalin selama ini. “Kami sudah lama berada di Temajuk ini dan sudah menjadi bagian dari masyarakat perbatasan, jadi sudah seharusnya kami untuk ikut membantu kegiatan warga binaan di sekitar wilayah Pos kami,” ujarnya.
Menurut Letda Inf Ryan Hidayat, kegiatan ini selain untuk mempererat hubungan antara Satgas dengan masyarakat juga untuk lebih meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat agar semakin solid.
Sementara itu, Haji Udin selaku Tokoh Masyarakat Desa Temajuk mengucapkan terima kasih kepada Satgas Yonif 642/Kapuas yang telah membantu masyarakatnya dalam memanen dan memindahkan ubur-ubur ke dalam kilang bersama masyarakat dengan penuh semangat. “Kami ingin kegiatan seperti ini akan berlanjut kedepannya, karena kami sebagai masyarakat merasa diperhatikan dan terbantu,” ucapnya. (Bdr)
sumbawanews.com- Kebiadaban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Beoga Kabupaten Puncak pada hari Kamis (8/4/2021), tidak hanya menghilangkan nyawa dari seorang tenaga pendidik atau guru bernama Oktovianus Rayo (43). Kebiadaban tersebut juga menyasar fasilitas pendidikan dengan membakar gedung SD Jambul, SMP dan SMA 1 Beoga.
Pembakaran Gedung sekolah itu terjadi pada pukul 18.15 WIT, atau kurang lebih 9 jam setelah KKB pimpinan Sabinus Waker melakukan pembunuhan dengan menembak mati Oktovianus Rayo saat berada di kios miliknya pada pukul 09.30 WIT di pagi harinya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal menjelaskan peristiwa tersebut diketahui pihaknya setelah warga datang melapor ke Polsek Beoga, dan saat tiba di TKP Gedung sekolah telah terbakar. “Mendapat laporan, anggota kita ke sana dan setiba di TKP bangunan SD, SMP dan SMA serta rumah guru yang berada dalam satu kompleks sudah terbakar,“ kata Kamal, Jumat (9/4/2021).
“Dugaan kuat kita, pelaku pembakaran ini adalah kelompok yang sama dengan pelaku penembakan guru pagi harinya,” lanjut Kamal.
Akibat aksi biadab KKB itu, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait mengaku telah memerintahkan dinas pendidikan di Kabupaten Puncak untuk segera mengevakuasi para guru yang bertugas di distrik Beoga menuju Timika.
“Laporan yang saya terima itu paginya mereka datang ke rumah salah satu guru saya yang sedang jaga kios, mereka masuk dan langsung tembak. Setelah itu mereka menuju SMP dan SMA negeri 1 Beoga dan merusak bangunan sekolah satu atap tersebut,“ ungkap Christian Sohilait.
“Saya sudah perintahkan agar mereka (guru) segera di kumpulkan di salah satu tempat yang aman, dan begitu ada penerbangan langsung dievakuasi ke timika. Ini demi keamanan mereka,“ pungkasnya. (***)
sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kasau Marsekal TNI Fajar Prasetyo, S.E., M.P.P., meresmikan Monumen Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh yang berada di Wisma Aldiron bekas Mabes TNI Angkatan Udara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2021).
Panglima TNI mengatakan bahwa peresmian monumen ini juga menjadi kado Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Udara ke-75. “Pemilihan tempat bagi Monumen Abdulrahman Saleh di Wisma Aldiron juga menjadi cikal bakal pendirian Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Prof. dr. Abdulrachman Saleh sebagai Rumah Sakit Infeksi. Karena di tengah pandemi Covid-19 saat ini, disadari bahwa pentingnya fasilitas kesehatan bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga besar TNI AU dan TNI,” ungkapnya.
Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh adalah putera terbaik yang pernah dimiliki TNI Angkatan Udara sehingga sangat layak dijadikan role model bagi generasi penerus dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. “Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh adalah sosok panutan yang dapat dijadikan teladan bagi TNI, khususnya TNI AU,” katanya.
Menurut Panglima TNI ditengah berbagai keterbatasan di masa revolusi fisik, Marsda TNI Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh mampu menjadi seorang dokter dan menjadi pelopor berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI) serta memiliki karier militer yang cemerlang. “Monumen yang baru saja diresmikan ini, dapat menjadi simbol dari semangat agar tidak melupakan sejarah karena masa lalu adalah cerminan hari ini dan akan membentuk masa depan,” jelasnya.
Saat meresmikan monumen tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengutip pidato Bung Karno di tahun 1966 yang mengatakan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. “Ini adalah sebuah nasihat yang harus kita wariskan ke generasi penerus agar tidak melupakan sejarahnya,” tuturnya.
Panglima TNI berharap dengan keberadaan Monumen Marsda Anumerta Prof. dr. Abdulrahman Saleh akan memberikan banyak manfaat dan menjadi pengingat akan jasa-jasanya kepada bangsa dan negara. “Hal ini sekaligus menjadi manifestasi dari komitmen TNI dan generasi muda agar tidak pernah meninggalkan sejarah,” ucapnya. (Ahm)
sumbawanews.com,- Latihan yang menjadi nafas bagi prajurit adalah hal sangat vital dan pokok. Dalam latihan tentunya akan menghadapi berbagai situasi dan kendala tentunya memerlukan penanganan secara cepat dan tepat. Manfaatkan semua peluang yang ada untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan situasi yang berkembang.
Demikian amanat Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Tiopan Aritonang yang dibacakan oleh Perwira Pembantu (Paban) Utama III/Latihan Gabungan, dan Kesiapsiagaan Kolonel Inf Yudha Fitri pada acara Penutupan Rapat Koordinasi dan Penyusunan Rencana Kerja Latihan TNI Tahun 2022 di Hotel Santika Taman Mini, Jakarta Timur, Jumat (9/4/2021).
Asops Panglima TNI mengatakan bahwa dengan ditutupnya Rapat Koordinasi dan Penyusunan Latihan 2022 ini diharapkan para peserta dapat menyelenggarakan setiap latihan agar selalu berpedoman kepada peraturan dan Perundang-Undangan yang berlaku serta peranti lunak TNI lainnya.
“Permasalahan latihan yang ditemukan pada tahun 2020 dan 2021 perlu segera disikapi dan dicari jalan keluarnya dengan baik serta dijadikan sebagai pendorong untuk berinovasi dan berimprovisasi dalam upaya pencapaian tugas pokok TNI ke depannya,” katanya.
Asops Panglima TNI Mayjen TNI Tiopan Aritonang menyampaikan agar selalu berpedoman pada setiap penyelenggaraan latihan harus benar-benar direncanakan, disiapkan, dilaksanakan, diawasi, dikendalikan dan adakan evaluasi secara baik dan benar. “Penentuan metode latihan harus sesuai dengan tujuan dan sasaran latihan yang ingin dicapai dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan materiil,” ujarnya.
“Masing-masing Mabes Angkatan selalu berkoordinasi dengan Staf Operasi Mabes TNI dalam penyusunan program latihan. Pada tahap akhir usahakan selalu mengadakan evaluasi dan laporkan hasilnya agar dapat diketahui kekurangannya sebagai bahan penyempurnaan latihan dimasa yang akan datang,” harap Asops Panglima TNI.
Pada hari kedua Rapat Koordinasi dan Penyusunan Rencana Kerja Latihan TNI Tahun 2022, membahas inti sari dari rapat hari pertama kemarin Kamis (8/4/2021) tentang Rencana Kerja (Renja) 2022 yang bersifat normatif. Ada beberapa Renja latihan ke depan yang dilakukan akan diselenggarakan diantaranya Latihan Gabungan TNI (Latgab) tahun 2022, Latihan Puncak Angkatan dan latihan lainnya. (Ahm)
Gemilang Tarigan, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo)
Jakarta-Ketua Departemen Penataan Produksi dan Pengembangan Usaha Tani Aliansi Petani Indonesia (API), Muhammad Rifai, menyambut baik kebijakan Zero ODOL (Over Dimension Over Load) yang akan diterapkan Kementerian Perhubungan. Namun, dia juga meminta agar kebijakan itu juga mempertimbangkan kesiapan dari para pelaku industri yang terkena dampak. Jika tidak, kebijakan Zero ODOL ini ujung-ujungnya akan menekani para petani juga.
“Tujuan ODOL kan terkait dengan keselamatan pengangkutan dan transportasi. Dalam konteks itu kita setuju. Tapi yang perlu dipertimbangkan itu pertama dalam aspek kesiapan dari pelaku usaha sendiri. Jika pemberlakukan kebijakan Zero ODOL ini tanpa ada waktu untuk penyesuaian dari para pelaku, itu akan berdampak pada biaya pengangkutan mereka. Ujung-ujungnya pasti kami para petani ini juga yang terkena dampaknya,” ujarnya, Kamis (9/4).
Karenanya, menurut Rifai, dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kebijakan Zero ODOL itu, pemerintah harus mempersiapkan semua sarana dan prasarana pendukungnya. “Tapi kita para petani juga mengkhawatirkan jika biaya pengangkutan semakin mahal, dampaknya akan ke kita juga, dimana biaya pengangkutan per kilonya akan naik,” tuturnya.
Selain itu, dia juga mengkhawatirkan terjadinya kelangkaan pupuk seperti yang disampaikan pengusaha pupuk jika Zero ODOL ini tidak disertai dukungan sarana dan prasarana yang baik. “Dalam konteks itu, kami meminta pemerintah juga harus melihat kesiapan moda transportasi dari penyedia jasanya,” tukasnya.
Boycke Garda Ariadari Asosiasi Pengusaha Pupuk Indonesia (APPI) menyampaikan sudah menerapkan Zero ODOL sejak tahun lalu. Namun, dia mengatakan kesulitan untuk menyediakan pupuk tepat waktu hingga ke daerah-daerah karena para penyedia jasa transportasi tidak ada yang mau mengangkut pupuk dari mereka dengan biasa yang sama saat sebelum Zero ODOL diterapkan.
“Setelah kita coba ternyata regulasi itu sulit untuk dilakukan. Dengan mengurangi tonase berarti kita harus menambah armada. Tapi yang kita alami, tidak ada jasa transportasi yang mau mengangkut barang kita dengan harga normal. Sementara kita harus menyiapkan pupuk secepat mungkin ke daerah-daerah terpencil,” tuturnya.
Karenanya, dia menyarankan agar penerapan Zero ODOL ini dilakukan secara bertahap hingga ada kesiapan dari sisi sarana dan prasarana pendukungnya dan dari pelaku industrinya juga.
Rifai mengatakan kondisi yang dialami pengusaha pupuk itu jelas-jelas akan meresahkan masyarakat petani. Menurutnya, pelaksanaan Zero ODOL yang tidak disertai dengan dukungan sarana dan prasarana yang baik itu justru akan menyebabkan kelangkaan pupuk karena keterlambatan distribusi.
“Jika penyediaan pupuk ke petani itu terlambat, itu sangat berpengaruh pada hasil produksi yang pasti akan jauh berkurang. Untuk tanaman itu, pupuk harus tepat waktu dan tepat dosis. Kalau tidak, untuk tanaman semusim seperti padi, jika pemupukannya telat, tanamannya akan sulit berkembang dan bulir gabahnya itu banyak yang gapuk juga,” ucapnya.
Dari pengalaman tahun 2020 lalu dimana terjadi keterlambatan distribusi pupuk ke Tuban dan Lamongan, Jawa Timur, Rifai mengatakan telah terjadi penurunan produksi padi hinggga 30-40 persen.
Karenanya, kata Rifai, Aliansi Petani Indonesia akan meminta penjelasan yang lebih rinci dari Kemenhub terkait kebijakan Zero ODOL ini. Selain itu, API juga akan meminta penjelasan dari Kementan terkait mapping atau peta persiapan mereka dalam rangka menghadapi masalah yang akan diakibatkan kebijakan Zero ODOL ini ke petani.
“Pada prinsipnya soal isu keselamatan dari kebijakan Zero ODOL ini kami setuju. Tapi kami juga meminta untuk dipertimbangkan dampaknya kepada kami para petani yang akan menanggung beban dari kenaikan biaya yang terjadi akibat dari kebijakan ini,” kata Refai. Sebelumnya, dalam sebuah webinar, para pelaku usaha meminta agar kebijakan Zero ODOL ini ditunda pelaksanaannya hingga 2025 mendatang. Hal itu mengingat dunia industri memerlukan tenggat waktu dan investasi besar untuk mempersiapkan jenis-jenis truk angkutan baru untuk kebutuhan logistik. Apalagi ditambah dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang memukul perekonomian Indonesia, tak terkecuali dunia industri.
Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal E Halim, juga menyambut baik kebijakan Zero ODOL ini. Namun, menurut dia, penerapan kebijakan ini harus disertai dengan penegakan hukum yang jelas. “Harusnya saat tidak memenuhi standar di jalan tol, ya truk-truk ODOL tidak boleh masuk. Tapi selama ini kan di lapangan terjadi lempar-lemparan kewenangan antara Dinas Pehubungan, Ditlantas, dan pengelola jalan tol. Mereka sering saling lempar tanggung jawab. Nah, menurut saya, ketika melintas di jalan tol, Badan Pengatur Jalan Tol harus menghentikan kendaraan ODOL itu,” ucapnya.
(Jayapura-Papua). Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif 131/Brs Pos Bendungan Tami membantu memperbaiki jembatan gantung yang rusak akibat air sungai meluap di Kampung Arso, Kabupaten Keroom, Papua, Kamis (8/4/2021).
Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Keerom, khususnya Kampung Arso pada awal bulan April 2021 mengakibatkan air sungai Tami meluap, sehingga jembatan gantung yang berada di Bendungan Tami mengalami kerusakan.
Rusaknya jembatan gantung tersebut disebabkan karena ada pohon kayu besar yang hanyut di bawa banjir dan menyangkut di badan jembatan gantung. Rusaknya jembatan mengakibatkan warga Kampung Gambut dan Kampung Swakarsa tidak bisa lewat untuk menuju ke lokasi kebun mereka yang ada di seberang sungai.
Menyadari kesulitan warga tersebut, Komandan Pos (Danpos) Bendungan Tami Lettu Inf Arjunti Harahap beserta anggotanya dan warga langsung terjun ke lokasi untuk memperbaiki jembatan gantung supaya bisa digunakan kembali.
“Upaya ini harus dilakukan secepat mungkin guna membantu masyarakat agar bisa mengakses kembali jembatan yang rusak akibat banjir, sehingga hal ini tidak berkepanjangan dan menghambat perekonomian warga,” ujarnya.
Danpos mengatakan bahwa setelah dilaksanakan perbaikan, jembatan sudah dapat digunakan kembali oleh masyarakat. Menurutnya, apa yang dilakukan ini merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap kesulitan yang dihadapi oleh warga sekitar, sehingga akan semakin terjalin kedekatan dengan warga, guna terwujudnya kemanunggalan TNI-Rakyat.
Salah seorang warga Kampung Arso mengucapkan terima kasih kepada personel Satgas Yonif 131/Brs, yang telah membantu memperbaiki jembatan, sehingga warga Kampung Gambut dan Kampung Swakarsa bisa melewati jembatan itu. (Bdr)
sumbawanews.com,- Oktovianus Rayo (43) yang berprofesi sebagai guru salah satu SD di Kampung Julukoma Distrik Beoga Kabupaten Puncak, menjadi korban pembunuhan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan Oktovianus Rayo tewas setelah ditembak oleh KKB kelompok Sabinus Walker di bagian rusuk kanan dan perut sebelah kanan di kios miliknya, pada Kamis (8/4/2021) pukul 09.30 WIT.
“Korban ditembak dengan senjata pendek saat berada dikios miliknya dan meninggal dengan dua tembakan dibagian rusuk kanan dan perut. Pelaku penembakan adalah kelompok dari Sabinus Waker,” jelasnya.
Saat penembakan itu, beberapa rekan korban ada di lokasi kejadian dan karena ketakutan kemudian melarikan diri ke dalam hutan untuk berlindung. “Namun pada akhirnya berhasil ditemukan oleh warga dengan selamat, meski dalam keadaan trauma,” ucap Kapolda.
Lebih lanjut Kapolda menerangkan, belum diketahui motif penembakan oleh Sabinus waker dan kelompoknya tersebut, namun dari informasi yang diperoleh keberadaan Sabinus Waker di Puncak Ilaga atas undangan dari Lekagek Telenggen.
“Belum tahu pasti, yang jelas, Sabinus datang kesana atas undangan Lekage terkait dengan penyelesaian perang suku di Puncak,” ujarnya.
Kapolda juga mengatakan bahwa pembunuhan ini merupakan aksi biadab, lantaran korban merupakan pejuang kemanusiaan yang bertanggung jawab untuk mendidik anak bangsa.
“Seharusnya tenaga pendidikan dan kesehatan harus dilindungi, karena mereka adalah ujung tombak untuk membangun generasi penerus bangsa ke depan khususnya anak-anak Papua,” katanya.
Ia pun menambahkan bahwa dalam waktu cepat pihaknya akan menyusun perkuatan yang nantinya dikirim ke Ilaga Puncak untuk melakukan penindakan terhadap kelompok tersebut. “Kami akan melakukan langkah-langkah penindakan untuk penegakan hukum kepada para pelaku,” tegasnya. (***)
Sumbawanews.com,- Patroli keamanan laut Lanal Tanjung Balai Asahan mengamankan 37 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di perairan Muara Sungai Asahan, Kamis (8/4/2021).
Kapal tanpa nama dengan ukuran 5 GT tersebut ditangkap pada pukul 03.00 WIB di perairan Muara sungai Asahan pada koordinat 99° 51,8’ T – 03° 01’ U berdasarkan informasi intelijen Lantamal I Belawan.
Pada saat diperiksa diketemukan kapal kayu yang diawaki oleh nahkoda berinisial MW dengan ABK 2 orang membawa kurang lebih 37 orang terdiri dari 24 Pria, 12 wanita dan 1 balita berjenis kelamin perempuan. Setelah dilaksanakan penggeledahan terhadap kapal muatan dan barang bawaan tidak ditemukan barang-barang terlarang baik oleh PMI maupun ABK. Saat ini calon PMI tersebut diamankan di Mako Lanal TBA di Desa Asahan Mati Kab. Asahan untuk selanjutnya diserahkan ke petugas Imigrasi.
Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kapal dan nahkoda adalah pelanggaran Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2008 tentang pelayaran yang akan disidik oleh petugas berwenang TNI AL dalam hal ini Lanal TBA. Sedangkan pelanggaran keimigrasian akan di tangani oleh petugas dari Imigrasi Tanjungbalai.
Menjelang bulan Ramadhan ataupun akhir tahun memang marak pelanggaran, baik itu masuknya barang selundupan ataupun keluar masuk ke Indonesia secara ilegal tanpa di lengkapi dokumen, oleh karena itu Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono menekankan ke jajaran dibawahnya untuk tetap waspada menjaga keamanan perairan di wilayahnya masing-masing.
Hingga saat ini 37 calon PMI dan Kapal beserta ABK masih dalam pengawasan Lanal Tanjung Balai Asahan, berdasarkan perintah dari Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K. S.E., M.M., bahwa pemeriksaan kapal agar terus dilanjutkan sesuai proses dan tetap berkoordinasi dengan instansi samping yang berwenang terhadap keimigrasian.
Senada dengan itu Danlantamal I Belawan, Brigjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso menekankan agar kegiatan pemeriksaan tetap mengutamakan protokol kesehatan. (**)
(Bengkayang-Kalbar). Menjelang bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Pos Sentabeng mengadakan doa bersama warga di Dusun Sentabeng, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa dalam rilisnya di Mako Satgas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kamis (08/04/2021).
Dansatgas mengungkapkan bahwa dalam menyambut bulan suci Ramadhan ini sudah menjadi tradisi bagi umat muslim khususnya di Dusun Sentabeng ketika sudah dekat waktunya, dengan melaksanakan doa bersama.
“Momen bulan suci Ramadhan nanti kita manfaatkan untuk meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT, selain itu kita berharap semoga pandemi Covid-19 ini cepat berakhir,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Danpos Sentabeng, Sertu Zanuar mengatakan, doa bersama ini dilaksanakan sebagai sarana untuk lebih meningkatkan ajang tali silaturahmi dengan warga binaan Pos dan juga sebagai bentuk syukur dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. “Bulan Puasa merupakan momen yang sangat bermakna bagi setiap umat Muslim, selain itu kegiatan ini untuk lebih mempererat silaturahmi dengan warga disini,” ucapnya.
Bapak Mulyono (43 th) salah satu warga Dusun Sentabeng mengungkapkan bahwa kebersamaan antara warga dengan personel Satgas disini sangat baik. “Terimakasih kepada personel Satgas yang selalu hadir dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan bersama warga, semoga kedepan kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar di Dusun Sentabeng ini,” pungkasnya. (Bdr)
sumbawanews.com,- Pangkogabwilhan I Laksdya TNI IN.G. Ariawan, S.E, M.M. mengunjungi posko Kogasgabpad RS Darurat Covid-19 dalam rangka rapat pembahasan tentang data perkembangan pasien, bertempat di ruang rapat VIP Tower 1 Lt. 2 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/4/2021).
Turut mendampingi Pangkogabwilhan I antara lain Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono, Kasdam Jaya Brigjen TNI M. Saleh Mustafa, Kasahli Kogabwilhan I Brigjen TNI Suhardi, Asops Kasdam Jaya Kolonel Inf Dody triwinarto, Asintel Kasdam Jaya Kolonel Inf Yudhi syahputra, Kakesdam Jaya Kolonel Ckm Abdul Halim, Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin Budi, Dansatma RS Marinir Cilandak Letkol Laut (K) Drg. Arifin.
Dalam pengarahannya, Pangkogabwilhan I Laksdya TNI I Nyoman Gede Ariawan menyampaikan ucapan Puji Syukur kepada Tuhan YME karena masih diberi kesehatan dan grafik yang berada di Tower 4, 5, 6 dan 7 Wisma Atlet kemayoran terjadi penurunan setiap harinya. “Selain itu hendaknya jangan pernah kendor dan jangan turun semangatnya untuk memberikan pelayanan dalam mengemban tugas mulia ini khususnya kepada seluruh Prajurit TNI yang bertugas di RSD Wisma Atlet Kemayoran,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut Kapuskes TNI Mayjen TNI dr Tugas Ratmono memberikan paparan dan menjelaskan tentang kondisi terakhir di RSD Wisma Atlet. “Sampai saat ini tanggal 8 April 2021 Jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet sebanyak 1.400 pasien dengan tingkat kesembuhan 96,40 % tingkat kematian 0,13 % (72 meninggal), lonjakan kematian terjadi tinggi pada bulan Januari dan Februari,” ujarnya.
Diakhir kunjungannya Pangkogabwilhan I Laksdya TNI I Nyoman Gede Ariawan didampingi Kapuskes TNI dan Kasdam Jaya melaksanakan konferensi pers dihadapan Wartawan yang menyampaikan beberapa hal diantaranya yaitu adanya indicator penurunan pasien dalam 2 atau 3 minggu terakhir semula 80 % penurunan menjadi 23 %.
Disampaikan juga menjelang puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri agar selalu displin dengan kesadaran pribadi menerapkan protokol kesehatan, karena hal tersebut adalah senjata utama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan tetap menggunakan masker, mencuci tangan, menghindari keramaian dan menjauhi kerumunan setidaknya tidak menularkan kepada orang lain.
“Termasuk mengantisipasi pasca libur agar tetap waspada dengan menyiapkan segala sesuatu untuk pelayanan terbaik, termasuk antisipasi infomasi yang menyampaikan varian baru dari Covid-19 dan lebih ganas penyebarannya. Namun yang lebih penting agar kita jangan kendor dan selalu patuhi protokol kesehatan,” ungkap Pangkogabwilhan I.
Sumbawanews.com,- Los Angeles — Delapan awak tewas dalam kecelakaan mengerikan pesawat pengebom B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat, yang jatuh dan meledak tak...
Sumbawanews.com,- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Indonesia berpotensi menjadi episentrum peradaban Islam modern di masa depan. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri wisuda ratusan...
Sumbawanews.com,- Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6), memicu kekhawatiran akan terulangnya bencana likuefaksi—fenomena tanah berubah menjadi seperti...
Sumbawanews.com,- Kabar guncang menghantam dunia game: Microsoft Xbox dikabarkan akan menutup atau melepas tiga studio pengembang game ikonik—Ninja Theory, Double Fine, dan Compulsion Games—dalam...