sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Menhan RI Prabowo Subianto, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono., S.E. M.M., Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021). Dalam rapat yang berlangsung secara tertutup tersebut, Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan dan TNI akan membahas tentang RKA dan RKP Kemhan/TNI tahun anggaran 2022.
Jakarta-Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) memperkirakan produksi air minum dalam kemasan (AMDK) nasional di tahun 2020 mencapai 29 miliar liter. Sementara, sebanyak 69% dari pangsa pasar AMDK itu adalah galon atau sekitar 20 miliar miliar liter. Jika satu galon itu isinya 20 liter, berarti industri AMDK membutuhkan 1 miliar galon kosong per tahun.
“Kalau dikalikan dengan berat satu galon yang 770 gram, itu berarti kita perlu 770 ribu ton plastik kalau tidak kita pakai ulang,” ujar Ketua Umum (Aspadin), Rachmat Hidayat, pada acara Tadarus Teknologi bertema “Darurat Sampah Plastik Mengancam Negeri” yang dipandu Wakil Sekjen PBNU, Imam Pituduh di NU Channel.
Menurut Rachmat, jika dibandingnya dengan kemasan air minum botol kecil yang beratnya 19 gram, dibutuhkan sekitar 40 miliar botol kecil untuk memenuhi para konsumen AMDK galon. “Sekarang bayangkan, dengan kita pakai galon guna ulang sejak tahun 1984, kita telah menghemat pemakaian plastik sebanyak sekian sekian miliar ton plastik,” tuturnya.
Artinya, kata Rachmat, bisa dibayangkan beban lingkungan kalau 770 ribu ton plastik per tahun itu hanya dijadikan atau “dibuang sebagai sampah”. Mendapat data itu, Imam Pituduh terperangah seraya mengatakan betapa dahsyatnya polusi lingkungan yang disebabkan sampah plastik jika galon guna ulang tidak diproduksi.
Rachmat menyampaikan situasi makro, menurut data dari Kemenperin, KLHK, InSWA (Indonesia Solid Waste Association), dan Inaplas, sebanyak 69% kemasan plastik itu tidak terkelola secara total, 24% manageable atau dibuang ke landfill, dan 7% didaur ulang.
“Jadi PR kita itu adalah yang 69%. Sekarang bayangkan PR kita itu kalau kita tambahi lagi 770 ribu ton per tahun tanpa galon guna ulang. Jadi, kita harus bersama-sama memperjuangkan agar galon guna ulang ini tetap ada di Indonesia. Orang di negara maju pun tidak pernah menghilangkan pemakaian galon guna ulang ini,” ucap Rachmat.
Menurut dia, produk galon guna ulang AMDK ini adalah juga perwujudan komitmen industri terhadap lingkungan hidup, meskipun ongkosnya berat karena harus punya supplay chain bolak-balik. “Jadi industri yang mau masuk ke galon guna ulang ini komitmen sekali. Tapi niatnya memang lebih menyelamatkan lingkungan, dan secara ongkos kita lebih mengurangi pembelian bahan baku virgin,” tukasnya.
Meski demikian, dia juga tidak memungkiri bahwa kemasan air minum sekali pakai juga masih dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, konsumen yang berada di luar rumah misalnya, yang tiba-tiba membutuhkan air minum dan terpaksa harus membelinya. “Jadi, memang sudah ada segmennya. Kemasan yang sekali pakai ini memang tidak bisa dihindari, tapi dia harus memenuhi kaidah 3R, yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle,” tukasnya.
Jika kemasan air minum itu tidak bisa direuse, Rachmat mengatakan industri harus beralih ke reduce. Sebagai gambaran, Rachmat menuturkan bahwa sekitar 10-15 tahun lalu, satu botol kecil kemasan air minum itu ukurannya 600 mililiter dengan berat sekitar 25 gram plastiknya. “Tapi sekarang kita sudah ada yang 14 gram. Berarti, kita menurunkan 40 persen. Jadi bukan malah menaikkan volume kemasannya,” katanya.
Untuk recycle, menurut Rachmat, diperlukan peran bersama antar industri dengan kelompok masyarakat seperti pemulung, pendaur ulang, bank sampah, dengan membuat kerjasama strategis. “Jadi, botol-botol bekas itu dikumpulkan kembali, kemudian diolah menjadi berbagai macam produk hasil daur ulangnya sehingga terjadi sirkular ekonomi,” ucapnya.
Imam Pituduh menyampaikan dalam hidup ini banyak aspek yang harus dijaga. Pertama, bagaimana menjaga kesehatan. Kedua, harus menjaga lingkungan. Ketiga, juga harus menjaga ekonomi supaya bisa tumbuh, berkembang dan hidup maju. “Nah, tiga hal ini menjadi hal yang utama dalam kehidupan kita yang perlu kita kaji dan telisik secara bersama. Karena, manusia diciptakan di muka bumi ini tugaskan jelas, yaitu untuk memelihara alam semesta,” ujarnya.
Dia mengatakan sampah plastik merupakan polusi yang luar biasa bagi lingkungan. “Bayangkan kalau stiap hari sampah plastik itu menggunung, hal ini akan mejadi permasalahan besar dalam kehidupan kita. Apalagi kalau sampah plastik itu tidak bisa kita musnahkan dalam waktu sekejab,” katanya.
(Merauke). Kepala Staf Korem (Kasrem) 174 Merauke Kolonel Inf Hamim Tohari mewakili Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko menghadiri acara Penyerahan Buku Masyarakat Pancasila oleh Bapak Albertus Magnus Putut Prabantoro Alumni Lemhanas PPSA XXI, bertempat di Titik 0 Km PLBN Sota, Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Senin (31/5/2021).
Kegiatan penyerahan buku tersebut diikuti 35 orang dan juga di hadiri Perwakilan Lantamal Xl Merauke, Lanud J.A. Dimara, Kapolsek Sota dan para Kepala Suku Masyarakat Sota, dalam rangka hari lahirnya Pancasila ke-76 yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.
Dalam sambutannya Bapak Albertus Magnus Putut Prabantoro menyampaikan amanat Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo yang merupakan salah satu senior alumni, kepada saya untuk menyampaikan Buku Masyarakat Pancasila. “Hal ini bertujuan agar kita memahami bahwa Pancasila itu adalah pedoman dalam kehidupan bernegara, selanjutnya mengucapkan terima kasih atas sambutan selama di Merauke,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kasrem 174/ATW Kolonel Inf Hamim Tohari mengucapkan selamat datang kepada Bapak Albertus Magnus Putut Prabantoro. “Semoga niat Bapak bermanfaat bagi kita semua, semoga masyarakat dan kita semua dapat lebih memahami apa itu Pancasila,” ujarnya.
“Masyarakat di Merauke sangat paham dengan kehidupan ber-Pancasila dengan wilayah yang luas dan masyarakat dari berbagai etnis hidup damai, saling bergotongroyong dan menjunjung tinggi toleransi,” ungkap Kasrem.
Usai acara sambutan dilaksanakan penyerahan Buku Masyarakat Pancasila secara simbolis dari Bapak Albertus Magnus Putut Prabantoro kepada Danrem yang diwakili Kasrem 174/ATW, perwakilan Lantamal XI Merauke, Lanud J.A Dimara, Danramil Sota, Kapolsek Sota, Kepala PLBN Sota, Kadistrik Sota dan Tokoh Masyarakat serta Kepala Suku. Selama pelaksanaan kegiatan tetap mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19. (Bdr)
Yogyakarta-Danone Specialized Nutrition Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) bekerjasama dengan Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta mengembangkan Taman Kehati Eroniti di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolaborasi ini merupakan upaya penyelamatan berbagai spesies tumbuhan asli lokal yang terancam kelestariannya dan bisa mengakibatkan kepunahan. Selain menjaga jenis-jenis langka tetap lestari, Taman Kehati Eroniti juga berfungsi sebagai penyedia nutrisi dan cadangan pangan bagi ekosistem sekitarnya.
Presiden Jokowi beberapa tahun lalu juga pernah menanam pohon di area ini untuk pelestarian keragaman hayati dan hingga kini pohon yg ditanam Jokowi masih hidup dan tumbuh dengan baik.
Peresmian Taman Kehati Eroniti dilakukan akhir pekan lalu secara virtual dihadiri Kepala Pabrik Sarihusada Yogyakarta Factory, Arif Sosiawan, Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial, KLHK, Ir. Asep Sugiharta, M.Sc, Kepala Dinas LHK DIY, Ir. Kuncoro Cahyo Aji, M.Si dan, Rektor Instiper Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng, juga Lurah Karangasem Kapanewon Ponjong, Gunung Kidul, Maryanto sebagai penerima manfaat.
Indonesia merupakan salah satu negara mega biodiversity yang kaya dengan sumber daya alam hayati baik flora maupun fauna, peringkat kedua dunia setelah Brazil. Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup di muka bumi dan peranan ekologisnya, yang meliputi keanekaragaman ekosistem, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman genetik. Keanekaragaman tersebut diwadahi dalam Taman Kehati yang menjadi satu kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan khususnya bagi kelestarian tumbuhan maupun satwa di dalamnya.
Kepala Pabrik Sarihusada Yogyakarta Factory, Arif Sosiawan mengatakan bahwa sebagai bagian dari Danone Specialized Nutrition di Indonesia, Sarihusada juga mewujudkan misi Danone, “One Planet, One Health” yang percaya bahwa kesehatan planet dan manusia saling berhubungan. “Ketika bumi kita sehat, ia bisa menjadi tempat yang lebih baik bagi kehidupan untuk ditinggali. Maka dari itu, kami berkomitmen untuk membangun upaya yang dapat melestarikan planet yang sehat salah satunya dengan pelestarian Taman Kehati ini, sambil mendorong penerapan kebiasaan makan, pemenuhan nutrisi dan minum yang lebih sehat”, Kata Arif.
Sementara itu kaitannya dengan Pembangunan Nasional, Direktur Bina Pengelolaan ekosistem Esensial, KLHK, Ir. Asep Sugiharta, M.Sc “Sifatnya yang renewable menjadi keunggulan keanekaragaman hayati untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sumber daya yang penting bagi pembangunan nasional. Taman Keanekaragaman Hayati merupakan salah satu alternatif efektif untuk memulihkan ekosistem, meningkatkan keanekaragaman hayati lokal, dan mendukung konservasi flora dan fauna di luar kawasan hutan. Khusus di Gunung Sewu, Kabupaten Gunung Kidul yang berkarakter Karst, tentunya Taman Kehati ini memiliki keunikan tersendiri dalam penanganannya”, katanya.
Sejatinya, sejak awal 2020, Danone SN bersama dengan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta sudah mulai merawat dan mengembangkan program Taman Kehati Eroniti di Kawasan Karst yang terletak di Desa Karangasem, Kapanewon (Kecamatan) Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul. Berdasarkan penetapan kawasan konservasi bersama dengan warga, pemerintah desa dan Dinas Lingkungan dan Kehutanan Kabupaten Kabupaten Gunung Kidul, maka ditetapkan area taman Kehati merupakan tanah milik desa dengan luas 10 Hektar.
Dalam paparan tentang kehati, Dekan Dekan Fakultas Kehutanan INSTIPER, Ir. Sugeng Wahyudiono MP menjelaskan bahwa nama Eroniti diambil dari salah satu dari 10 nama gunung yang mengelilingi kawasan Gunung Kidul. Gunung Eroniti memiliki arti yaitu melihat perjuangan, Eroniti berasal dari bahasa jawa yaitu “iron” berarti perjuangan dan “niti” berarti melihat. Sehingga Eroniti dapat diartikan melihat perjuangan masyarakat desa untuk membangun kawasan wisata, hutan rakyat, serta berbagai goa yang berada di Kelurahan Karangasem.
“Taman Kehati Eroniti dibangun dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Selain menjadi tempat penelitian dan edukasi tentang keanekargaman hayati, di Taman Kehati ini masyarakat juga diberi kesempatan berpartisipasi ikut mengembangkan taman kehati, membangun obyek wisata berupa goa maupun wisata berbasis eco-wisata”. Jelasnya.
Head of Climate And Water Stewardship Danone Indonesia, Ratih Anggraeni menjelaskan beberapa data dasar menarik dari Gunung Kidul. “Bersama Instiper sebagai mitra strategis pengembangan Taman Kehati Eroniti, kami mengawali studi analisa dan perhitungan indeks keragaman hayati dan didapatkan indeks keberagaman 1,15 yang termasuk rendah di Taman Kehati Eroniti sebagai baseline data.
“Data dasar ini yang menjadi acuan kami untuk secara spesifik mendorong potensi Flora Fauna endemik Gunung Kidul untuk dilestarikan disini. Setelah intervensi kami lakukan, pada 2021 Indeks keberagaman naik menjadi 1,5, data tersebut menunjukan bahwa masih besar peluang pengembangan keanekaragaman hayati di Ekosistem ini, dan prosesnya membutuhkan waktu dan konsistensi semua pihak”, kata Ratih.
“Terdapat 23 jenis Flora yang ditemukan di kawasan taman kehati, memiliki fase yang lengkap mulai dari semai, sapihan, tiang dan pohon. Selain itu juga ada dua jenis burung langka yaitu Walet Linchi dan Cekakak Jawa yang dilindungi UU No. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, PP No 7 tahun 1999 tentang tentang pengawetan tumbuhan dan satwa”, tambahnya.
Keanekaragaman hayati berkontribusi besar terhadap keseimbangan alam dan kesejahateraan manusia. Terlebih lagi Taman Kehati Eroniti yang berada di lahan karst seluas 10 ha. Ekosistem karst merupakan tangki besar penyimpan air tawar serta berbagai biota gua yang dapat berfungsi sebagai sistem pendukung penyedia cadangan pangan.
Lebih dari itu, ekosistem karst jika dijaga kelestariannya akan mampu memberikan manfaat ekonomi kepada warga desa dengan pendekatan ekowisata. Sehingga pendapatan warga bisa meningkat dan alam tetap terjaga.
Pada skala Nasional, Danone Specialized Nutrition Indonesia juga telah mendorong pengembangan Taman Kehati Telaga Inspirasi yang merupakan kolaborasi dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) pada awal tahun lalu.
“Di tingkat global, Danone juga berkomitmen untuk terlibat aktif dalam koalisi lintas sektor internasional pada keanekaragaman hayati OP2B (OP2B -One Planet Business for Biodiversity) melalui Livelihood Fund for Family Farming, bersama 18 kelompok usaha glogal yang lain, kami mendorong pertanian regenerative, kehati untuk ketahanan pangan dan pemulihan ekosistem”, tutup Arif Sosiawan.
JAKARTA – Publik sempat dihebohkan terkait beredarnya dokumen milik Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang berencana membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI seharga sekitar Rp 1.760 Triliun. Nama PT Teknologi Militer Indonesia (TMI), sebuah perusahaan bentukan Yayasan Pengembangan Potensi Sunber Daya Pertahanan Kemhan turut disebut-sebut.
Melalui keterangan tertulisnya, Selasa (01/06) Sekretaris perusahaan PT. Teknologi Militer Indonesia (TMI) Wicaksono Aji menepis khabar terkait adanya rencana kerja sama atau kontrak bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam proyek pembelian Alutsista senilai Rp1,760 triliun.
Dana tersebut diambil dari pinjaman luar negeri dengan bunga yang sangat rendah, yang nantinya bakal dicicil hingga 25 tahun. Perpres tentang pemenuhan kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) itu, tengah dipersiapkan.
“Perlu diketahui bahwa tidak ada satu kontrak-pun dari Kementerian Pertahanan kepada PT. TMI. PT. TMI tidak ditugaskan untuk mengelola pembelian atau pengadaan Alpalhankam oleh Kementerian Pertahanan,” kata Wicaksono dalam keterangan persnya, Selasa (01/06).
Wicaksono menjelaskan, perusahaannya dibentuk oleh Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan, yang dulunya adalah Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP), di bawah Kementerian Pertahanan.
Kemudian perusahaan tersebut adalah wadah dari para ahli-ahli alutista berteknologi canggih, ahli elektronika, dan teknokrat anak bangsa yang mempelajari alih teknologi (ToT) dalam proses pencarian alutsista terbaik.
“Peran kami adalah menganalisa dan memberi masukan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, baik itu pemerintah, pendidikan, ataupun swasta dalam hal ToT,” bebernya.
Sementara itu visi dalam PT. TMI kata dia adalah mewujudkan ToT yang berbobot, yang benar-benar berkualitas, mulai dari segi teknologi maupun teknis.
“Kehadiran kami adalah untuk menjawab permasalahan ToT yang selama ini belum maksimal, yang kerap kali disebabkan oleh beberapa prinsipal yang belum sepenuhnya mau memberikan transfer teknologinya kepada Indonesia,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono (HBK) pun angkat bicara terkait masalah ini.
Pria yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo ini menegaskan, bergulirnya nama PT. TMI justru merupakan serangan balik dari para broker dan makelar Alutsista yang selama ini menikmati keuntungan berlimpah.
“Kalau boleh saya berpendapat, bergulirnya nama PT. TMI ini adalah serangan balik dari para broker, agen, makelar, dan pemburu2 rente dari proyek pembelian Alutsista yg selama ini menikmati keuntungan melimpah, dan sekarang mereka tidak bisa lagi bermain-main seperti itu karena Menhan Prabowo dalam pengadaan Alutsista langsung mencari dan membelinya ke pabrikan2 khususnya di luar negeri, sehingga memotong peran broker atau makelar Alutsista yang selama ini menguasai pembelian Alutsista negara kita,” tegas HBK, Selasa (01/06).
Para broker dan makelar Alutsista ini seperti kebakaran jenggot lantaran kebijakan Menhan Prabowo telah mengamputasi peran serta keuntungan besar yang selama ini mereka nikmati.
Disisi lain, papar HBK, dengan langkah dan kebijakan Menhan ini, kwalitas dan harga Alutsista yang kita butuhkan, dapat lebih dipertanggung-jawabkan kepada rakyat Indonesia.
Ia mengibaratkan para broker, makelar dan pemburu rente ini seperti orang-orang yang biasa suntik morfin atau narkoba, dan terus narkobanya hilang, maka mereka jadi pada sakau sekarang.
“Saya sangat percaya bahwa semua langkah, tindakan dan upaya yg dilakukan Menhan Prabowo, tidak semata-mata inisiatif apalagi ambisi pribadinya sendiri. Beliau adalah pembantu Presiden Jokowi yang sangat loyal, jadi semua apa yang beliau lakukan pasti karena menjalankan instruksi dan arahan Presiden Jokowi,” tegasnya.
“Menhan tidak ada darah penghianat, saya sangat yakin dia tidak ada niat untuk cari makan apalagi mengeruk keuntungan di persoalan Alutsista ini. Keberadaan dan keterlibatannya di pemerintahan ini, semata-mata untuk membangun pertahanan yang kuat untuk rakyat dan tumpah darah Indonesia. Menurut saya inti persoalannya disitu, tidak di yang lain2,” ujar HBK.
HBK menguraikan, kebijakan Menhan Prabowo dilakukan agar sistem pertahanan Indonesia benar-benar kuat, akuntabel, dan dapat dipertanggung-jawabkan kepada rakyat Indonesia.
Sebab, selama ini proses ToT atau transfer of technology dalam pembelian Alutsista ini juga dirasa belum maksimal.
“Kita ingin ada ToT yang berbobot, yang berkesinambungan dan yang benar2 berkualitas. Jangan lagi ToT-nya cuma ngecat dan ngelas saja. Jadi semangat yang dibangun pemerintah saat ini adalah bagaimana indhan maju dengan biaya yang efisien, mandiri, agar kita tidak didikte lagi. Kita beli barang tapi ToT nya tidak maksimal. Nach, apabila ToT-nya bisa berjalan baik, ujungnya di pemeliharaan dan perawatan (harwat) alutsista, kita bisa lebih hemat. Setiap service, yang juga tidak kalah mahalnya, kita tidak usah membawa ke negara asalnya. Kita mampu merawat dan memperbaikinya sendiri, ” katanya.
HBK menekankan, Kemhan dibawah kepemimpinan Prabowo adalah pengguna anggaran yang menghendaki pengadaaan alutsista terbaik dengan harga yang semurah-murahnya.
“Intinya kita nggak mau lagi pengelolaan anggaran Kemhan saat ini tidak optimal, apalagi sampai tidak tepat sasaran. Boleh dan wajar dong apabila kemudian ada PT. TMI ikut berperan dalam ngecek harga, mengecek kualitas barang, dan memikirkan ToT-nya untuk perbaikan Alutsista kita kedepan. Karena Kemhan kini di bawah Prabowo ingin agar pembelian alutsista itu mulai mengarah G to G. Government to Government dan tidak lagi tergantung dengan agen, broker juga makelar,” paparnya.
Untuk mengetahui harga yang sebenarnya, kita harus bertanya langsung kepada produsennya sehingga harga yang didapatkan Kemhan tidak dimark-up besar-besaran.
“Sebenarnya kami sudah prediksi ini, bahwa mereka, para mafia yang selama ini mempermainkan harga dan mendapatkan keuntungan yang melimpah akan teriak-teriak dan tidak terima kebijakan ini dijalankan. Padahal kenyataannya, PT. TMI sendiri sampai dengan saat ini, tidak ada mendapatkan kontrak dari Kemhan sama sekali, dan dalam pertemuan saya dengan mereka, mereka sangat terbuka dan mempersilahkan untuk diperiksa atau diinvestigasi. Masalahnya sekarang, jika kemudian PT. TMI tidak mendapatkan kontrak, dan bukan sebagai pengelola barang yang rp. 1.760 T itu lalu dimana salahnya,” urai HBK.
“Spirit PT. TMI dalam membantu Kemhan RI adalah ingin ada harga terbaik untuk pengadaan alutsista terbaik, sesuai direktif Presiden Jokowi untuk masterplan pertahanan kita sampai di 2040. Mereka jauh dari pemikiran mencari keuntungan pribadi atau golongan dalam keterlibatannya. Mereka adalah revolusioner-revolusioner baru yang memimpikan perubahan yang signifikan dalam kekuatan pertahanan kita” pungkasnya.
(Paloh). Pentingnya membangun kebersamaan dan budaya gotong-royong dalam masyarakat untuk mendukung berbagai kegiatan pembangunan dan memperkokoh persatuan di wilayah binaan serta dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila, personel Kipan A Yonif 645/Gty melaksanakan karya bhakti pembersihan halaman tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Semangat Baru di Desa Merbau, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Selasa (1/6/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Plh. Dankipan A Yonif 645/Gty Letda Inf Sutrisno menerangkan, selain dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila juga melaksanakan pembinaan Teritorial, dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat gotong royong, menjalin silaturahmi dan rasa kebersamaan bersama masyarakat Desa Merbau.
Menurut Letda Inf Sutrisno, lingkungan tempat belajar anak-anak tersebut ditumbuhi rerumputan yang sudah memanjang, sehingga membuat personel Kipan A Yonif 645/Gty berinisiatif membersihkannya dengan melakukan koordinasi kepada Kepala Desa untuk bersama masyarakat membersihkannya.
“Secara bersama-sama, para personel Kipan A Yonif 645/Gty bahu-membahu membersihkan halaman PAUD Semangat Baru, dengan terjaganya keindahan dan kebersihannya maka akan membuat nyaman bagi anak-anak yang belajar,” ucapnya.
Sementara itu secara terpisah, Danyonif 645/Gty Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto, S.E. dalam keterangan menyampaikan rasa bangga dan mendukung terhadap kegiatan yang dilakukan personel Kipan A, karena telah membantu masyarakat dan mendedikasikannya dalam kegiatan karya bhakti.
“Dengan adanya partisipasi dan kegiatan yang positif tersebut, tentunya akan membangun komunikasi dan hubungan yang baik antara masyarakat dengan personel Kipan A, sehingga kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin erat,” terangnya.
“Semoga dengan bersihnya lingkungan ini, bisa membuat anak-anak bertambah semangat dalam belajarnya,” tutup Danyon.
Dalam pelaksanaan karya bhakti tersebut juga turut hadir Kepala Desa Merbau Bapak Mulyadi (54 th) dengan semangat ikut serta membantu membersihkan halaman PAUD. ” Saya senang sekali bisa gotong royong bersama Bapak TNI, saya juga berterimakasih atas bantuan Bapak TNI telah peduli dengan lingkungan kampung kami, semoga kita kedepan selalu kompak,” ucapnya. (Bdr)
(Sambas). Komandan Kodim 1208/Sambas Letkol Inf Setyo Budiyono, S.H., M.Tr.(Han) usai mengikuti upacara memperingati Hari Lahir Pancasila menerima kunjungan silaturahmi Ketua HMI Cabang Sambas beserta jajarannya di Makodim 1208/Sambas Jl. Tabrani Desa Lumbang, Kec. Sambas, Selasa (1/6/2021).
Silaturahmi yang dilakukan bertujuan untuk memperat tali silaturahmi antara Kodim Sambas dan para mahasiswa, sehingga dapat menjalin komunikasi dalam hal wawasan kebangsaan.
Dalam bincang-bincang bersama mahasiswa, Dandim menjelaskan peran Kodim 1208/Sambas sebagai bagian dari Satgas Teritorial yang memiliki tanggung jawab wilayah agar tercipta situasi yang kondusif di masyarakat.
Selain itu, Ia juga menjelaskan tentang penanganan PMI yang pulang ke Indonesia sudah sesuai dengan prosedur mulai dari proses pendataan, pengecekan kesehatan (Swab/PCR) sampai dengan proses karantina yang sudah ditentukan.
“Hari Ini saya menerima Ketua HMI Cabang Sambas dan teman-teman mahasiswa dalam rangka silaturahmi yang kebetulan pada hari ini juga sangat spesial karena bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021,” ucap Dandim.
Ditempat yang sama, Ketum HMI Cabang Sambas Pahmi Ardi mengungkapkan rasa terima kasih kepada Dandim Sambas sudah meluangkan waktunya untuk bersilaturahmi dan berbincang-bincang mengenai wawasan kebangsaan. “Momentum ini kami manfaatkan dengan baik karena saran masukan dari Komandan Kodim dapat menjadi perbaikan kami kedepannya terutama dalam menumbuhkan rasa cinta kami terhadap NKRI,” ujarnya.
“Kami sadar sebagai generasi muda harus lebih banyak bertanya dan menerima masukan dari semua kalangan terutama pihak TNI,” ungkap Pahmi. (Bdr)
(Merauke). Tim Post Audit Inspektorat Jenderal Angkatan Darat (Itjenad) melaksanakan kunjungan kerja ke Korem 174 Merauke dalam rangka Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Program Kerja dan Anggaran Korem 174/ATW Merauke beserta Satuan di jajarannya TA. 2020, Senin (31/5/2021).
Kedatangan Tim Post Audit Itjenad yang dipimpin oleh Brigjen TNI Sudi Prihatin (Irter Itum Itjenad) beserta 4 orang Pamen disambut langsung oleh Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko didampingi Kasrem dan Para Kasi Korem serta Dansat dan Kabalak Disjan jajaran Korem 174 di Ruang Transit Makorem.
Selanjutnya Tim Post Audit Itjenad melakukan pemeriksaan administrasi kepada Staf dan Satuan Balakdisjan jajaran Korem 174/ATW Merauke, bertempat di Ruang Data Makorem.
Danrem Brigjen TNI Bangun Nawoko dalam sambutannya kepada rombongan Tim Wasrik Post Audit Itjenad menyampaikan selamat datang dan ucapan terimakasih atas pelaksanaan kegiatan Wasrik, karena hal ini dapat memberikan masukan berharga dan sangat penting terkait tertib administrasi.
Disampaikan oleh Danrem bahwa Satker Korem 174/ATW Merauke pernah mendapatkan penghargaan IKPA (Indikator Kinerja Pelaksana Anggaran) terbaik untuk Pagu Anggaran di atas Rp 75 Milyar TA. 2020 dari 93 Mitra Kerja Tingkat Kanwil Provinsi Papua.
Kemudian sesuai hasil penilaian IKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Merauke, Satker Korem 174/ATW mendapatkan penilaian terbaik di wilayah Merauke TW 1 TA. 2021.
“Di tahun ini Satker Korem 174/ATW diusulkan mengikuti penilaian tingkat Angkatan Darat menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) TA. 2021,” kata Danrem.
Sementara itu, Ketua Tim Wasrik Brigjen TNI Sudi Prihatin (Irter Itum Itjenad) Ketua Tim Wasrik Post Audit Itjenad berharap agar dalam pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan ini tidak ada temuan terkait administrasi, apalagi Korem sudah mendapatkan penghargaan peringkat terbaik tentang IKPA.
“Selanjutnya akan dilaksanakan pemeriksaan sesuai dengan bidang masing-masing oleh Tim Itjenad dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” jelasnya. (Bdr)
(Sanggau). Dalam rangka melestarikan kebersihan lingkungan, personel Yonif 642/Kapuas melaksanakan pembersihan di sekitar Pasar Sentral Sanggau, Kec. Kapuas, Kab. Sanggau, Kalbar, Selasa (1/6/2021).
Komandan Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa, di Mako Yonif 642 Kab. Sintang, Kalbar, mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut, tiga personel Kipan B Yonif 642 yang dipimpin Serda Muh. Syarif bersama dengan warga sekitar melaksanakan pembersihan di sekitar Pasar Sentral Sanggau.
“Dengan adanya lingkungan yang bersih dan nyaman, maka akan terciptanya lingkungan yang sehat dan tidak mudah terserang berbagai penyakit. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga tali silaturahmi dengan warga sekitar,” ujar Letkol Inf Alim Mustofa.
Di tempat terpisah, sebanyak 10 personel Kompi Markas Yonif 642/Kapuas dipimpin oleh Serka Mukti, membagikan vitamin kepada petugas dan pelintas di Pos Penyekatan Wilayah Sintang, Sekadau, Kalbar.
Menurut Letkol Inf Alim Mustofa, pembagian vitamin tersebut guna membantu petugas dan masyarakat dalam memelihara kesehatannya. “Kegiatan ini diharapkan mampu membantu para petugas dan masyarakat yang melintas di Pos Penyekatan Sintang dalam memelihara dan menjaga kesehatan serta imunitas tubuh,” pungkasnya.(Bdr)
Belu NTT – Pos Lakmars Satgas Pengamanan Perbatasan RI – RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY kini melanjutkan program semeninsasi terhadap rumah tidak layak huni milik Robinson (52 tahun) warga Dusun Mebupor Desa Lakmars Kecamatan Lamaknen Selatan Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/6/2021).
Menurut keterangan Danpos Lakmars Serka Serka Nictesen adi Putra Duru mulai kemarin pihaknya sudah mengumpulkan material seperti puluhan sak semen dan pasir sebanyak satu dam truk di rumah yang bersangkutan.
“Hari ini mulai pengerjaan pelesteran bagian tembok dan pemasangan jendela, setelah ini selesai baru dilanjutkan dibagian lantai,” terangnya.
Danpos Lakmars juga memperkirakan semenisasi dan perehaban rumah akan dikerjakan sekitar satu minggu kedepan dan dilanjutkan dengan pengecatan tembok sehingga hasilnya maksimal dan siap untuk digunakan.
Sedangkan ditempat terpisah, Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas disela-sela kesibukannya di Mako Satgas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat memberikan apresiasi atas pelaksanaan program semenisasi di pos-pos secara bertahap dan bergilir disesuaikan dengan kondisi kegiatan pos masing-masing.
“Tekad awal keberangkatan Satgas 742/SWY dari home base NTB selain menjaga keamanan wilayah perbatasan, juga akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat khususnya wilayah sektor timur Kabupaten Belu dengan tanpa diminta pun kami siap membantu,” jelasnya.
Program tersebut, lanjut Bayu Sigit, bagian dari mengembalikan semangat gotong royong ditengah-tengah masyarakat yang sudah memudar karena sifat indivualisme sehingga hubungan silaturahmi, semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat dapat dirajut kembali seperti sediakala.
“Ini harapan kami sehingga secara perlahan dan pasti, masyarakat akan kembali menemukan manfaat dari gotong royong itu sendiri,” tutupnya,
Sementara pimilik rumah Robinson mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada Dansatgas, Danpos dan jajarannya yang telah membantunya dalam perehaban rumah yang berukuran 8 x 6 meter terutama di bagian lantai dan pelesteran tembok sehingga layak untuk ditempati.
“Terimakasih bapak Tentara, semoga lancar dan sukses dalam melaksanakan tugas,” pungkas bapak 5 anak itu penuh harap.
Sumbawanews.com,- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah telah bergerak sigap dalam koordinasi multi-pihak untuk menangani dampak gempa bumi yang mengguncang Palu, Sulawesi...
Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, pada Kamis, 18 Juni 2026, terkait pengajuan status Justice...
Sumbawanews.com,- Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan vonis bersalah terhadap PT Acset Indonusa Tbk terkait kasus korupsi proyek Tol Jakarta-Cikampek II...
Sumbawanews.com,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp762,3 miliar untuk tahun 2027, menyusul pagu indikatif awal sebesar Rp1,23 triliun yang telah ditetapkan...