Home Blog Page 2468

Meski Kasus Terus Naik, Wagub Tegaskan Covid-19 di NTB Masih Terkendali

MATARAM-ESPE Syndicate kembali menggelar diskusi mingguan virtual. Kali ini mengangkat tema “Menggagas Pondok Isolasi Mandiri dan Gerakan Vaksinasi. Peran Organisasi Keagamaan Melawan Covid-19”.

Diskusi digelar pada Kamis (29/7/2021) sore dan berlangsung hingga petang. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menjadi pembicara utama. Hadir pula para tokoh lintas agama, akademisi, tenaga medis, dan para pemangku kepentingan dari beragam profesi.

Memberikan sambutan sebagai pembuka diskusi, Founder ESPE Syndicate Sirra Prayuna mengatakan, pihaknya memang menggagas diskusi ini sebagai bagian dari upaya memastikan sigeritas pemerintah daerah dengan para pemangku kepentingan yang ada di tengah situasi Covid-19 NTB yang terus naik.

“Pemerintah menyiapkan skema PPKM yang sebetulnya masih cukup baik. Namun, bagi sebagian masyarakat ini belum memiliki dampak,” kata Sirra.

Saat ini kata dia, perhatian ada pada sektor kesehatan dan ekonomi. Namun, tidak semua warga NTB saat ini merupakan kelas menengan sehingga manakala mereka terpapar Covid-19, banyak di antara mereka yang tidak bisa menjalankan isolasi mandiri secara memadai. Karena mereka yang terinfeksi Covid-19 butuh alat, butuh obat. Butuh asupan yang baik. Termasuk multivitamin.

“Karena itu, kita melihat di sini pentingnya peran organsiasi kemasyarakatan. Sehingga diskusi ini ingin sama-sama mencba memnggagas “Jihad Kemanusiaan” untuk membantu masyarakat terutama dalam hal menyiapkan fasilitas isolasi,” katanya.

Ahmad, Direktur Publik Institut yang memandu diskusi kemudian mempersilakan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan pemaparan. Orang nomor dua di NTB ini menegaskan, Covid-19 di NTB dalam keadaan terkendali.

“Kondisi NTB masih aman. Tapi dalam arti, kini kita berada pada titik waspada,” katanya.

Wagub menjelaskan, keterisian tempat tidur ruang perawatan intensif pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit di Kota Mataram kini sudah mencapai 81 persen. Sementara kondisi lebih buruk lagi ada di Lombok Barat. Seluruh rumah sakit di Lobar ruang ICU pasien Covid-19 kini sudah terisi 90 persen.

Sementara untuk angka kematian, delapan daerah berada pada zona merah. Kondisi paling buruk ada di Lombok Tengah. Dengan angka kematian 5,3 persen dari seluruh penderita Covid-19 di daerah tersebut.

Wagub menjelaskan, di tengah kondisi seperti ini, NTB sedang tidak punya pilihan. NTB harus memutuskan untuk hidup aman tapi tetap produktif. Karena itu, mutlak bagi seluruh masyarakat di NTB untuk hidup dengan mengedepankan protokol kesehtan.

“Tidak ada pilihan lain. Kalau kita tidak menjalankan prokes, kita kolaps. Kita tidak bisa memilih,” tandas Wagub.

Memang kata dia, kondisi Covid-19 di saat NTB terkendali. Namun harus diakui, akhir-akhir ini jumlah kasus memang terus melonjak. Kemarin, kasus harian di NTB kembali di atas 200 orang.

Di sisi lain kata Wagub, angka kesembuhan di NTB juga terus menurun. Jika sebelumya angka kesembuhan di NTB berada di atas 90 persen. Maka kini kondisi angka kesembuhan berada pada posisi 85,6 persen.

*Lonjakan Kasus*

Wagub menjelaskan, lonjakan kasus di NTB mengalami kenaikan yang sangat tinggi setelah perayaan Hari Raya Idul Adha. Padahal saat bersamaan, Kota Mataram sedang menjalani PPKM Darurat. Sementara kabupaten/kota yang lain di NTB menjalani PPKM Mikro.

Belakangan kata Wagub, kondisi kian menkhawatirkan. Sebab, kebutuhan oksigen yang terus naik. Sementara pasokan juga memerlukan waktu untuk memenuhi seluruh permintaan. Kabar gembiranya, kemarin, NTB sudah mendapat bantuan 19 ton oksigen.

Ditegaskannya, penanganan Covid-19 ini akan terlalu berat jika diserahkan sepenuhnya pada pemerintah sendiri. Karena itu, Wagub menegaskan, seluruh komponen di NTB butuh kerja sama.

“Kita harus gotong royong. Gotong royong tegakkan prokes di seluruh lini kehidupan. Sepele. Tapi banyak orang yang anggap enteng,” tandasnya.

Mengandalkan penanganan pandemi Covid-19 hanya dari sisi kuratif belaka, sudah pasti kata Wagub tak akan mampu mengatasi persoalan. Sebab, seluruh sumber daya yang dimiliki pemerintah pasti ada batasnya. Dia mencontohkan. Untuk menyiapkan satu orang tenaga kesehatan saja butuh puluhan tahun.

Karena itu, pilihan terbaik yang dimiliki NTB saat ini adalah mengedepankan tindakan preventif. NTB punya peluang besar dalam hal tindakan preventif ini. Kuncinya kata Wagub, asal kita semua mau menjalankannya.

Itu sebabnya, dia menegaskan pentingnya peran masyarakat yang sangat besar. Dan inilah yang kini menjadi PR besar. Bagaimana meyakinkan masyarakat agar bersatu sehingga dalam seluruh aktivitas yang dijalani, bisa semuanya mematuhi protkol kesehatan.

Diakuinya, selama ini, masih ada fokus yang terbelah pada hal-hal yang tidak esensial. Karena itu, saatnya kini fokus dikembalikan pada upaya-upaya untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Mereka yang abai harus sadar sepenuhnya, bahwa mereka bisa menjadi pembunuh bagi orang lain.

Ditekankannya, upaya pemerintah sebetulnya nggak kurang-kurang. Yang kurang saat ini di NTB hanyalah kegotong royongan untuk menegakkan protokol kesehatan. Namun begitu, Wagub mengingatkan agar jangan lagi ada saling menyalahkan.

“Dari pada saling menyalahkan, mengapa kita tidak disiplin bersama-sama menegakkan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, terkait capaian vaksinasi, untuk NTB sebetulnya sudah sangat baik. Di seluruh NTB total sudah 593.323 orang telah menerima suntikan dosis pertama. Sementara 226.025 orang sudah menerima suntikan kedua. Angka ini memang masih jauh dari jumlah warga NTB yang harus divaksinasi yang jumlahnya mencapai 3,6 juta orang.

Karena itu, kata Wagub, NTB butuh peran tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mendorong mayarakat agar mau divaksin. Wagub bersyukur, saat ini, animo masyarakat untuk divaksin sebetulnya sudah baik.

“Kita di NTB, berapa vaksin yang datang, segitu vaksin yang habis,” ungkapnya.

Masalahnya, ketersediaan vaksin memang terbatas. Pemprov NTB sendiri bukannya berpangku tangan. Permintaan agar kuota vaksin untuk NTB ditambah terus dilayangkan ke pemerintah pusat.

Sejauh ini, pemerintah pusat menyampaikan bahwa penambahan itu akan tergantung pada keseriusan kasus Covid-19 di suatu daerah terlebih dahulu. Sehingga saat ini, daerah dengan kondisi kasus yang lebih serius masih didahulukan.

“Karena itu, di tengah keterbatasan vaksin, kuncinya saat ini adalah pentingnya protokol kesehatan,” katanya.

Inilah cara penanganan pandemi yang mudah dan murah. Tapi, memang, hal yang murah dan mudah tersebut rupanya tidak mudah pula kita lakukan. “Sekali lagi, ini PR besar kita di NTB,” tandasnya.

*Ormas Siap Bersinergi*

Terkait isolasi terpadu ini, Ketua PW NWDI NTB TGH Mahally Fikri menegaskan, NWDI memiliki komitmen tinggi bersama-sama pemerintah untuk bisa mengendalikan Covid-19 ini. Ketua Umum Dewan Tanfidz PB NWDI TGB HM Zainul Majdi telah mengeluarkan perintah untuk hal tersebut.

“Covid-19 ini sangat luar biasa bahayanya. Harus serius untuk ditangani. Karena kalau tidak, ini tidak akan menguntungkan kita semua,” kata Anggota DPRD NTB ini.

Karena itu, saat ini butuh persepsi yang sama dari kita semua. Agar semua pihak bisa ambil bagian. Dan PW NWDI siap untuk ambil bagian tersebut.

Karena itu, manakala NWDI diminta ambil peran untuk menyiapkan ruang isolasi terpadu, TGH Mahally menyebut ide tersebut sangat bagus. Pondok Pesantren bisa menjadi lokasi isolasi secara terpusat.

Diakui Mahalli, memang di waktu awal, masyarakat sangat percaya dengan Covid-19 ini. Sehingga tahun lalu misalnya masyarakat patuh untuk tidak tarawih berjamaah. Tidak menjalankan Salat Jumat berjamaah dalam kurun waktu yang panjang. Namun, belakangan, hal tersebut menjadi sulit untuk kita jalankan kembali.

“Entah karena apa. Apakah karena ada sesuatu yang salah atau bagaimana. Jadi kesannya seperti saat ini masyarakat nggak percaya lagi,” katanya.

Disebutnya, beredarnya hoax yang sangat banyak bisa jadi menjadi salah satu andil. Informasi tersebut menyesatkan dan tidak bertanggung jawab. Karena itu, pihaknya sangat setuju kalau tokoh agama dan tokoh masyarakat harus berada di garis depan untuk kembali meyakinkan masyarakat. Betapa Covid-19 ini bahaya sekali.

Terkait vaksinasi, NWDI sudah turun sosialisasi ke masyarakat. Cuma memang pihaknya memahami, vaksin kini memang lagi kurang di NTB. Dia memberi contoh di Pondok Pesantren miliknya, Al Kamal, vaksinasi belum bisa dilakukan. Sebanyak 70 persen guru belum divaksin hingga saat ini.

Sementara itu, akademisi UIN Mataram DR Jamaluddin mengatakan, saat ini masih banyak hal yang belum sampai secara menyeluruh pada masyarakat. Misalnya terkait bagaimana masyarakat belum percaya betul tentang penanganan jenazah pasien Covid-19. Yang sampai ke masyarakat justru jenazah tidak dimandikan dengan baik. Sehingga manakala ada jenazah yang sudah ditangani dengan prosedur Covid-19 oleh petugas kesehatan, masyarakat ada yang ramai-ramai ingin membuka peti jenasah.

“Ini butuh penjelasan sampai ke masyarakat bawah,” katanya.

Sementara itu, Ida Made Santi Adnya, Ketua PHDI NTB menegaskan, pihaknya siap dukung program pemerintah untuk tangani Covid-19. “Kita memang saat ini harus memulai kolaborasi semua pihak,” katanya.

Terkait dengan fasiltias isolasi secara terpusat, dia meyampaikan gagasan untuk memanfaatkan lahan-lahan yang dimiliki pure-pure besar di NTB. Lahan-lahan itu berada pada posisi yang strategis. Memiliki akses dan bisa dijangkau. Ada jaringan listrik pula. Hanya saja, di atasnya butuh dibangun tempat semi permanen. Yang tentu bisa dibangun oleh pemerintah untuk menjadi pusat isolasi.

Lahan ini juga berada di daerah yang sangat alami. Memiliki udara yang sangat bersih. Sehingga sangat bagus untuk meningkatkan imun. Tapi untuk mewujudkan ini. Kata dia, tentu butuh komunikasi antara pemerintah dengan Parisade dan juga Kramapure.

MENGAPA UNIT PEMBANGKIT ENERGI TERBAHARUKAN MILIK PLN DIPRETELI DAN ONDERDILNYA DINJUAL SECARA KETEGAN?

Oleh : Salamuddin Daeng

Aset unit geotermal milik PLN akan disubholdingkan lalu diserahkan kepada Pertamina Geotermal energi (PGE). Sementara PGE sendiri telah di subholdingkan dipisah dari Induknya pertamina. Dengan demikian PGE dan unit pembangkit geotermal milik PLN selanjutnya akan di IPO, yakni dijual melalui pasar modal, untuk dimiliki sebagian sahamnya oleh swasta.

Padahal unit pembangkit geotermal PLN amatlah penting dan strategis bagi PLN. Mengapa? Alasan paling utama adalah adanya kebutuhan PLN dalam meningkatkan bauran energinya, dan memulihkan nama baik PLN di mata publik nasional dan internasional terkait isue lingkungan hidup.

PLN tentu tidak mau dianggap gagal dalam meningkatkan bauran energi. Berbagai upaya dilakukan melalui pembangunan Pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga matahari, pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSA) dan termasuk pembangkit listrik tenaga geotermal (PLTG). Namun upaya ini akan sia sia jika seluruh pembangkit energi terbaharukan ini malah dipreteli dan diserahkan kepada swasta melalui IPO..

Padahal serangan berbagai pihak kepada PLN makin bertubi tubi. Serangan datang karena PLN dianggap berkontribusi besar pada pencemaran lingkungan. Bahkan PLN dianggap tidak atau kurang mendukung komitmen presiden Jokowi terhadap perjanjian perubahan iklim COP 21 Paris.

Bahkan desakan terhadap PLN untuk menutup pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara PLN. Desakan itu datang dari organisasi lingkungan dan tekanan dari elite politik sendiri. Bahkan Pembangkit listrik utama sumber pemasukan bagi PLN yakni pembangkit PLTU 9-10 Suralaya di obok obok oleh berbagai pihak. Alasannya PLN memproduksi listrik dari batubara yang ditenggarai sebagai sumber pencemaran nomor satu saat ini.

Padahal sebagian besar listrik yang dibeli PLN dari swasta berbahan bakar batubara. PLN harus membeli karena aturan yang berlaku demikian. PLN wajib membeli listrik yang dihasilkan swasta. Namun pembangkit batubara swasta tidak pernah diobok obok apalagi oleh pemerintah. Sementara pembangkit PLN terus di preteli. Apakah karena sebagian besar pembangkit batubara di Indonesia dimiliki oleh bandar bandar kelas kakap, oligarki papan atas di negeri ini?

Sekarang unit pembangkit terbaharukan yakni PLTG milik PLN dipreteli, akan diserahkan kepada pihak lain. Maka hilanglah kesempatan PLN untuk meningkatkan kapasitas menyongsong agenda perubahan iklim. Kondisi ini akan menyulitkan keuangan PLN dimasa depan. PLN akan semakin sulit mendapatkan sumber sumber pembiayaan yang murah yang kita tau akan ada dari isue perubahan iklan.

Jika PLN gagal dalam mencapai target penurunan emisi, maka sudah pasti akan disapu oleh kesempatan perubahan iklim COP 26 yang akan berlangsung tahun ini di Glasgow. Padahal menurut sri Mulyani menteri keuangan kesepakatan perubahan Ikim COP 26 akan jauh lebih mematikan perekonomian dibandingkan covid 19. Sementara ujung tombak pemerintah untuk meraih target penurunan emisi adalah PLN. Semua orang tau era ke depan adalah era electricity, digitalisasi dan zero emisi. Last Oil.

Danrem 162/Wira Bhakti : Saya Datang Untuk Memompa Semangat

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menegaskan kunjungan kerja yang dilakukan kepada seluruh Kodim termasuk Kodim 1607/Sumbawa, untuk memompa semangat jajaran TNI dalam memberi pelayanan terhadap penanganan Covid-19. Sebab, seluruh elemen bangsa telah menyatakan perang melawan covid-19.

“Kami mendapat perintah dari panglima TNI, agar jajaran TNI untuk meningkatkan pelayanan khusus PPKM terkait penanganan covid-19. Terkait dengan peningkatan pelayanan ini, sesuai dengan perintah dari bapak presiden, terkait PPKM mikro khusus untuk wilayah Sumbawa dan kabupaten lain. Sedangkan khusus untuk kota mataram dilaksanakan PPKM darurat,” kata dia saat mengglar silaturrahim dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa, Rabu (28/07).

Ditegaskan, jajaran TNI mendapat perintah agar lebih maksimal membantu pemerintah daerah untuk menyelamatkan masyarakat dalam penanganan covid-19. Dengan bersinergi bersama seluruh stekholder di daerah, baik Polri, Pengadilan, Rumah Sakit, LSM termasuk wartawan.

“Terkait hal tersebut, kami diperintahkan Pangdam untuk meningkatkan kinerja jajaran TNI, khususnya Korem 162/Wira Bhakti, agar lebih maksimal membantu pemerintah daerah untuk menyelamatkan masyarakat dengan bersinergi dengan stekholder yang ada. Baik Polri, pengadilan, rumah sakit, LSM, wartawan,” jelasnya.

Disebutkan, perlunya dibangun sinergi dan kebersamaan dalam penanganan covid-19, karena negara telah menyatakan perang dalam melawan covid-19. “Penanganan covid ini, sekarang kita bukan yang biasa-biasa. Tapi kita sudah menyatakan perang melawan covid. Karena dari yang paling tinggi di negara kita, DPR-MPR, pemerintah, menteri-menteri, sampai unsur-unsur paling bawah, hingga desa-desa,” jelasnya.

Ia mengisahkan, pada zaman sahabat Rasullullah, wabah yang sama pernah melanda. Kemudian yang maha kuasa kembali menurunkanNya pada tahun 2019, dan belum diketahui sampai kapan. Dan wabah-wabah tersebut, musti dimaknai sebagai cobaan.

“Ceritanya, zaman Saidina Ummar, ada wabah seperti covid ini pernah turun zaman dulu. Ini bukan barang baru sebetulnya. Cuma diturunkan lagi sekarang oleh yang maha kuasa. Ini cobaan, apakah jadi tobat, atau malah tomat. Tobatnya seperti apa, turut sama pemerintah, nurut sama aturan, nurut sama umaroh, nurut sama kyai-kyai, uztad. Jangan nurut sama hoax,” katanya.

Ditegaskan, saaat ini, seluruh elemen masyarakat dan bangsa harus bahu-membahu dalam berjuang untuk melawan covid-19. “Sekarang kita sama-sama berjuang. Tentara, polisi, dokter, pemerintah daerah, semua berjuang. Jadi sekarang kita pahlawan bersama, dalam perang melawan covid,” tuturnya.

Selain bupati Sumbawa, hadir dalam kesempatan tersebut antara lain perwakilan Polres Sumbawa, Kejaksaan negeri Sumbawa, pengadilan negeri Sumbawa dan Rumah Sakit Manambai Abdulkadir. (Using)

Kemenkumham Salurkan 46 Ribu Paket Sembako Senilai Rp 700 juta

Jakarta, sumbawanews.com – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berupaya membantu masyarakat dengan menyalurkan lebih dari 46 ribu paket secara nasional. Bantuan tersebut diberikan serentak kepada masyarakat di seluruh Indonesia, agar dapat bertahan hidup di tengah pandemi yang belum menunjukkan tanda-tanda usai.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan, kebijakan pemerintah dengan membuat PPKM Level 4 bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kebijakan yang sedianya berakhir pada 25 Juli 2021 lalu ini, kini resmi diperpanjang hingga 2 Agustus 2021 mendatang.
Pemerintah sadar, kebijakan ini akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi sosial masyarakat, dan berdampak pada ketidakmampuan masyarakat yang kesulitan dalam mencari nafkah. “Insan Pengayoman melalui program pemberian bantuan sosial “Kumham Peduli, Kumham Berbagi”, mencoba turut berempati kepada masyarakat dan ASN Kemenkumham yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Yasonna saat memberikan bantuan sosial secara simbolis, Kamis (29/07) pagi.
Melalui program bantuan sosial yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal, tercatat Kemenkumham memberikan total bantuan sosial sebanyak 46.614 paket dan dana sosial sebesar 700 juta rupiah. Paket tersebut diberikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 43.558 kepala keluarga yang terdampak langsung pandemi Covid-19, serta kepada 3.056 orang ASN Kemenkumham yang terpapar Covid-19. Sedangkan dana sosial diberikan kepada tujuh Kantor Wilayah Kemenkumham yang saat ini menerapkan PPKM Level 4, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Adapun paket bantuan sosial Kumham Peduli Kumham Berbagi per orang diberikan dalam bentuk beras, minyak goreng, gula, mie instan, sarden, dan susu. “Kegiatan kita pada hari ini adalah bagian dari kepedulian kepada masyarakat dan saudara kita sesama pegawai yang terpapar Covid-19. Ini merupakan bentuk kepedulian, jiwa sosial, rasa welas asih serta semangat untuk berbagi,” kata Yasonna di lapangan upacara Kemenkumham.
Kegiatan ini, kata Yasonna, selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada para menteri untuk melakukan langkah-langkah maksimal dengan memberikan dukungan, yang salah satunya berupa pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan usaha mikro.“Bantuan sosial tersebut tidak hanya menyentuh kepada masyarakat yang berada di wilayah perkotaan, namun juga kepada saudara-saudara kita yang berada di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain,” ucap Yasonna.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat membantu meringankan beban mereka yang secara langsung terdampak pandemi Covid-19,” kata Laoly. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Insan Pengayoman yang telah peduli, mampu berbagi atas dasar keikhlasan dan kesadaran,” tutupnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Andap Budhi Revianto mengatakan selain terkonsentrasi di Kemenkumham dan wilayah Jabodetabek untuk unit pusat, kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini juga dilaksanakan secara serentak di Kantor Wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, semua pihak termasuk masyarakat harus mau bekerja sama, bergotong royong untuk menghadapi ujian yang berat ini. Kerja keras pemerintah Insya Allah bisa berhasil, jika disertai dengan dukungan dan kesadaran dari masyarakat. Pesankami kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, jangan cemas, selalu berpikir positif yang disertai optimisme, selalu patuhi protokol kesehatan, dan mengikuti vaksinasi,”tutupnya. (Using)

Bhabinkamtibmas Polsek Sumbawa Salurkan Bantuan Sembako Kepada Warga Isolasi Mandiri

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Bhabinkamtibmas Kelurahan Bugis Kecamatan Sumbawa Bripka I Nyoman Sugandi, bersama pihak kelurahan Bugis memberikan bantuan sembako dan himbauan kepada sejumlah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19 di wilayah Kelurahan Bugis, Rabu (28/07/2021) pagi.

Bhabinkamtibmas kelurahan Bugis menuturkan, Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian agar warga yang sedang menjalani isolasi mandiri tidak kekurangan stok makanan selama masa karantina. “bantuan sembako ini untuk meringankan beban warga yang sedang melakukan isolasi mandiri sehingga tidak perlu terlalu khawatir karena kekurangan makanan.” ujar Bhabinkamtibmas.

Ditempat terpisah Kasi Humas Polres Sumbawa Akp Sumardi S.Sos., mengatakan, Selain membantu menyalurkan bantuan bagi pasien atau masyarakat yang terdampak Covid-19, Bhabinkamtibmas juga berperan sebagai pendeteksi atau tracer Covid-19. “Dalam penyaluran bantuan tersebut, Bhabinkamtibmas bersama pihak kelurahan menghimbau dan meminta warga yang menerima bantuan agar tetap melakukan isolasi dengan benar dan sampai dinyatakan sembuh, “selama isolasi tidak keluar rumah atau melakukan aktivitas di luar rumah, guna mencegah penyebaran yang lebih luas” ucapnya.

Kasi Humas juga berpesan kepada petugas dilapangan agar tetap menghimbau warga sekitar untuk tetap waspada serta senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, juga menghimbaumbau warga disekitarnya untuk tetap senantiasa dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

“Selalu patuhi protokol kesehatan, terutama 5M seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas diluar rumah, Semoga wabah pandemi Covid-19 di Indonesia segera berakhir, sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti semula,” pesan Kasi Humas. (Using)

Komnas Anak Jangan Ikut Menyebarkan Hoaks BPA

Jakarta – Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyesalkan keterlibatan beberapa figur publik yang terjebak dalam upaya penyebaran informasi yang sudah dikategorikan sebagai hoaks atau berita bohong seperti isu bahaya BPA dalam kemasan pangan.

Agus mengingatkan bahwa di tengah pandemi yang menyebakan krisis berlapis mulai krisis kesehatan hingga sosial ekonomi sekarang ini, sangat tidak patut jika ikut menambah kesulitan dan kebingungan masyarakat melalui penyebaran informasi hoaks. “Selama puluhan tahun kemasan galon guna ulang telah dipergunakan oleh masyarakat luas dan terbukti aman sebagaimana dinyatakan oleh BPOM dan Kemenperin,” jelas Agus.

Kementerian Kominfo sudah sejak tahun awal tahun ini mengkategorikan informasi bahaya BPA dalam kemasan galon polikarbonat (PC) dalam kategori Hoaks jenis Disinformasi. Namun beberapa kelompok mencoba terus mendorong isu ini dan diduga untuk kepentingan agenda bisnis pihak tertentu.

Saat ini ada dua jenis kemasan air yang diperbolehkan beredar dipasaran pleh BPOM dan Kemenperin, yaitu kemasan plastik PET dan PC. Kedua kemasan itu dinyatakan aman berdasarkan pengawasan dan penelitian rutin BPOM. Penelitian BPOM terakhir di bulan April 2021 menunjukkan kadar BPA dalam kemasan galon PC jauh dibawah ambang batas aman yang ditetapkan BPOM maupun badan pengawasan pangan Eropa.

“Seharusnya, seluruh figur publik dan tokoh masyarakat menghormati kewenangan dan kemampuan BPOM dalam mengawasi keamanan pangan karena didukung oleh ahli dan laboratorium yang kredibel,” kata Agus. Jangan menyesatkan masyarakat dengan informasi yang hanya berdasarkan hoaks, tegas Agus.

Baru baru ini LSM Komnas Anak bersama LSM JPKL mengedarkan informasi tentang bahaya BPA dalam galon PC. Hal ini bertentangan dengan penelitian dan pernyataan BPOM dan Kemenperin. Agus Pambagio menyayangkan figur seperti Arist Sirait ikut menyebarkan berita yang dikategorikan sebagai hoaks oleh Kominfo.

Ketua Asosiasi di Bidang Pengawasan dan Perlindungan terhadap Para Pengusaha Depot Air Minum (Asdamindo) yang menaungi ribuan pengusaha kecil pemilik depot isi ulang menduga ada motif persaingan bisnis yang diusung oleh pihak pihak yang mendiskreditkan galon PC yang juga digunakan oleh ribuan depot air minum isi ulang di Indonesia. “Selama ini anggota kami menggunakan galon PC dan tidak pernah ada masalah atau keluhan kesehatan yang disampaikan okeh konsumen kami,” kata Erik Garnadi, Ketua Asdamindo.

“Nyatanya, belum ada satu pun bayi yang sakit karena minum air kemasan galon guna ulang. Apalagi BPOM juga sudah mengeluarkan izin untuk peredarannya,” ujar Erik Garnadi. Erik berharap aparat berwenang segera menindak para penyebar isu hoaks bahaya BPA dalam galon guna ulang.

Danrem 174 Merauke Ajak Elemen Masyarakat Merauke Jalin Kedamaian Di Tanah Animha

(Merauke). Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko dalam kegiatan dialog dan ramah tamah dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda serta Forkopimda Kabupaten Merauke menyampaikan terimakasih kepada Forkopimda dan elemen masyarakat atas komitmen  bersama untuk menjaga kedamaian di Tanah Animha artinya manusia sejati (sebutan secara adat Kabupaten Merauke).

 

Hal tersebut diungkapkan Danrem saat kegiatan dialog bertempat di Gedung Serbaguna Lanud J.A. Dimara, jalan Garuda Spadem, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (28/07/2021).

 

Lebih lanjut Danrem menyampaikan bahwa sesuai dengan Motto Korem 174 Animti Waninggap (ATW) yang artinya saudara yang baik, maka melalui forum inilah saya mengajak untuk menjaga kedamaian di Tanah Animha.

 

“Karena sesungguhnya selama ini kami dalam bertugas di wilayah Papua mempunyai tekad untuk selalu berbuat terbaik dalam membantu dan menghargai serta menghormati orang asli Papua demi kedamaian dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, salah satu tokoh sentral Kabupaten Merauke Drs. Johanes Gluba Gebze (mantan Bupati Merauke) menyampaikan bahwa sesuai Motto Kabupaten Merauke Izakod Bekai Izakod Kai yang artinya satu hati satu tujuan, agar kita sama-sama menikmati anugrah Tuhan bersama-sama di tempat ini, dan di Negara ini sudah punya Ikrar yang mana sudah tercantum dalam alinea ke 4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. “Doa saya selaku orang tua mari kita saling membantu antar sesama,” ucapnya.

 

“Saya juga berpesan agar setiap permasalahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Merauke ini agar segera diselesaikan dengan baik dan perlu penanganan sungguh-sungguh, agar kita dapat hidup dengan rukun, apalagi saat ini masih terjadi pandemi Covid-19, kitapun harus dapat atasi dengan baik,” pintanya.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Danlanud J.A. Dimara Merauke, para Kepala Seksi Korem 174 Merauke, Dandim 1707/Merauke dan Bapak Imam Santoso (Kakorwil Binda Papua Selatan). Selama kegiatan  tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. (Penrem 174 Merauke).

Danrem 162/Wira Bhakti : Saya Datang Untuk Memompa Semangat

 

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menegaskan kunjungan kerja yang dilakukan kepada seluruh Kodim termasuk Kodim 1607/Sumbawa, untuk memompa semangat jajaran TNI dalam memberi pelayanan terhadap penanganan Covid-19. Sebab, seluruh elemen bangsa telah menyatakan perang melawan covid-19.

“Kami mendapat perintah dari panglima TNI, agar jajaran TNI untuk meningkatkan pelayanan khusus PPKM terkait penanganan covid-19. Terkait dengan peningkatan pelayanan ini, sesuai dengan perintah dari bapak presiden, terkait PPKM mikro khusus untuk wilayah Sumbawa dan kabupaten lain. Sedangkan khusus untuk kota mataram dilaksanakan PPKM darurat,” kata dia saat mengglar silaturrahim dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa, Rabu (28/07).

Ditegaskan, jajaran TNI mendapat perintah agar lebih maksimal membantu pemerintah daerah untuk menyelamatkan masyarakat dalam penanganan covid-19. Dengan bersinergi bersama seluruh stekholder di daerah, baik Polri, Pengadilan, Rumah Sakit, LSM termasuk wartawan.

“Terkait hal tersebut, kami diperintahkan Pangdam untuk meningkatkan kinerja jajaran TNI, khususnya Korem 162/Wira Bhakti, agar lebih maksimal membantu pemerintah daerah untuk menyelamatkan masyarakat dengan bersinergi dengan stekholder yang ada. Baik Polri, pengadilan, rumah sakit, LSM, wartawan,” jelasnya.

Disebutkan, perlunya dibangun sinergi dan kebersamaan dalam penanganan covid-19, karena negara telah menyatakan perang dalam melawan covid-19. “Penanganan covid ini, sekarang kita bukan yang biasa-biasa. Tapi kita sudah menyatakan perang melawan covid. Karena dari yang paling tinggi di negara kita, DPR-MPR, pemerintah, menteri-menteri, sampai unsur-unsur paling bawah, hingga desa-desa,” jelasnya.

Ia mengisahkan, pada zaman sahabat Rasullullah, wabah yang sama pernah melanda. Kemudian yang maha kuasa kembali menurunkanNya pada tahun 2019, dan belum diketahui sampai kapan. Dan wabah-wabah tersebut, musti dimaknai sebagai cobaan.

“Ceritanya, zaman Saidina Ummar, ada wabah seperti covid ini pernah turun zaman dulu. Ini bukan barang baru sebetulnya. Cuma diturunkan lagi sekarang oleh yang maha kuasa. Ini cobaan, apakah jadi tobat, atau malah tomat. Tobatnya seperti apa, turut sama pemerintah, nurut sama aturan, nurut sama umaroh, nurut sama kyai-kyai, uztad. Jangan nurut sama hoax,” katanya.

Ditegaskan, saaat ini, seluruh elemen masyarakat dan bangsa harus bahu-membahu dalam berjuang untuk melawan covid-19. “Sekarang kita sama-sama berjuang. Tentara, polisi, dokter, pemerintah daerah, semua berjuang. Jadi sekarang kita pahlawan bersama, dalam perang melawan covid,” tuturnya.

Selain bupati Sumbawa, hadir dalam kesempatan tersebut antara lain perwakilan Polres Sumbawa, Kejaksaan negeri Sumbawa, pengadilan negeri Sumbawa dan Rumah Sakit Manambai Abdulkadir. (Using)

Bupati Sumbawa Tegaskan Telah Disiapkan Skenario Terburuk Hadapi Covid-19

 

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Dalam penganan covid-19, Kabupaten Sumbawa telah melakukan berbagai persiapan seperti penambahan ruang perawatan dan ketersediaan oksigen, selain menindaklanjuti instruksi Kemendagri dan Surat Edaran Gubernur NTB. Termasuk menyiapkan berbagai scenario, bahkan jika harus menghadapi situasi terburuk.

“Selamat datang pak danrem di Kabupaten Sumbawa dalam rangka kunjungan kerja. Dalam penanganan covid-19 di sumbawa ini, kami telah menindaklanjuti instruksi kemendagri, maupun surat edaran gubernur NTB dengan Surat Edaran Bupati Sumbawa tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro, tanggal 8 juli 2021,” kata H.Mahmud Abdullah, Bupati Sumbawa saat menyambut kedatangan Danrem 162/Wira Bhakti dalam kunjungan kerja dan silaturrahim dengan Forkopimda di Kabupaten Sumbawa, Rabu (28/07).

Diungkapkan, sebagai bentuk persiapan yang telah dilakukan, sebagian desa di Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Selain itu, juga telah dilakukan upaya penambahan ruang perawatan di rumah sakit, termasuk mempersiapkan hotel.

“Sebagian desa sudah menyiapkan isolasi terpusat. Bahkan kami dengan koordinasi dengan pak dandim dan pak kapolres, kami sudah menyiapkan hotel andaikan situasi. Kami siapkan hotel, diberikan arahan oleh beliau oleh pak dandim. Andaikan ini terus meningkat maka kami akan ambil hotel. Dan pihak hotel sudah menginformasikan ke kita, ada sekitar 40 kamar yang bisa kita pakai. Dan memang di rumah sakit, kita sudah buat tambahan ruangan. Ada bekas bangunan-bangunan yang dulu untuk menambah kamar. Tempat tidur sudah kami tambahkan di APBD dan selebihnya kami pinjam di puskesmas-puskesmas,” jelasnya.

Sehingga, jika terjadi situasi buruk dalam pandemic covid-19, Kabupaten Sumbawa telah melakukan persiapan. “Insya Allah, andaikan terjadi tsunamipun kami sudah siap untuk menangani itu. Dan untuk ketersediaan oksigen, di RSMA sudah ada tim untuk menangani persediaan oksigen dan obat-obatan. Syukur alhamdulillah, ini bisa kita atasi semua,” ucapnya.

Dikatakan, sejak berlakukan PPKM Mikro, umumnya masyarakat Kabupaten Sumbawa telah menerapkan protokol kesehatan. Dan masih ditemukan beberapa keramaian di desa-desa yang tidak menrapkan protokol kesehatan, sehingga harus dilakukan tindakan tegas berupa pembubaran.

“Yang masih menjadi kendala kita sekarang itu di masyarakat, terutama di desa-desa. karena masih ada kerumunan-kerumuman, masih ada acara-acara. Tapi kami dengan pak dandim, pak kapolres, kami terus berkoordinasi. Dan saya sudah perintahkan camat untuk berkoordinasi dengan Muspika, jika ada kerumunan yang tidak menaati prokes, ya sudah, bubarkan,” tegasnya.

Ia membeberkan, Kabupaten Sumbawa saat ini terkendala dengan ketersediaan vaksin. Sementara disatu sisi, animo dan permintaan masyarakat untuk divaksin sangat tinggi, dan tidak berimbang dengan ketersediaan vaksin untuk Kabupaten Sumbawa.

“Terkait vaksinasi pak danrem, mohon juga disampaikan ke atas pak. Sekarang ini kita masih sekitar 14 persen. Masyarakat kami berkeinginan, sudah sadari pentingnya vaksin. Cuma terkendala kami dengan vaksinya,” katanya.

Disebutkan, saat ini diketahui sedikitnya tiga orang ASN yang bekerja di Setda Sumbawa, telah terpapar covid-19. “Teman-teman di kantor ada juga yang terpapar sekarang ini, ada 3 orang tadi saya cek. Makanya kantor bupati agak sepi sekarang,” ujarnya. (Using)

Panglima TNI Cek Penerapan Aplikasi Silacak Dan Inarisk Di Puskesmas Halim Perdanakusuma Jaktim

Sumbawanews.com,- Usai mengecek tenaga tracer di Kel. Maguwoharjo Kapanewon Depokdan Puskesmas Berbah, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setibanya di Jakarta, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., langsung melakukan pengecekan Tenaga Tracer Covid-19 (Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas) yang melaksanakan penerapan aplikasi Silacak (Tracer Digital) di Puskesmas Halim I, Kel. Halim Perdanakusuma, Kec. Makassar, Jakarta Timur, Rabu (28/7/2021).

Kedatangan Panglima TNI di Puskesmas Halim I disambut oleh Kepala Puskesmas Halim I Ibu dr. Aminah Fitria, Kepala Puskesmas Makassar Ibu dr. Viena dan Lurah Halim Perdanakusumah Bapak Eric Dasya R. dan mendapatkan penjelasan terkait pelaksanaan tugas penanganan Covid-19 di Puskesmas.

Di sela-sela peninjauannya, Panglima TNI berdialog dengan salah satu dokter puskesmas terkait berapa persen warga yang sudah melakukan vaksinasi. “Kalau untuk Halim sudah mencapai 61 persen”, jawab dokter. “Itu sudah bagus 61 berarti tinggal 9% herd immunity,” kata Panglima TNI.

Sementara kepada salah satu anggota Babinsa yang bertugas, Panglima TNI juga menanyakan prosedur penanganan kasus tiga orang yang positif Covid-19 di Puskesmas Halim I. Apa sudah di antigen, PCR, pelacakan kontak erat, berapa yang sudah dilakukan tracing kontak erat dan berapa lama isolasi mandiri.

“Tiga orang tersebut sudah di PCR dan hasilnya positif. Mereka akan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” jelas Babinsa kepada Panglima TNI.

Panglima TNI menyampaikan bahwa jika ada warga yang terkonfirmasi Covid-19 harus segera dilakukan tracing kontak erat kepada 15 orang terdekat dan melaksanakan swab antigen, kemudian lakukan isolasi mandiri selama 5 hari. Setelah itu melakukan swab PCR, jika masih positif kembali melaksanakan isolasi, kalau ada warga tidak mau diswab PCR, harus melaksanakan isolasi selama 14 hari.

“Prosedurnya betul dilakukan isolasi mandiri 14 hari, setelah 14 hari dilaksanakan tes PCR ulang. Tapi sebetulnya kalau positif begini, dokter-dokter sudah tahu kalau dia OTG ringan, sedang atau berat,” ujarnya.

Turut serta mendampingi Panglima TNI diantaranya  Asops Panglima TNI Mayjen TNI Syafruddin,S.E., M.M., M,Tr.(Han), Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS, M.H., Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr.(Han) dan Pangkoopsau I Marsda TNI Ir. Tedy Rizalihadi S., M.M.

Berita Terkini

Peringati HUT Ke-60, IKKT Pragati Wira Anggini Gelar Seminar Kesehatan dan Doa Bersama Lintas...

Jakarta, sumbawanews.com - Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-60, IKKT Pragati Wira Anggini (PWA) menyelenggarakan Seminar Kesehatan dan Doa Bersama Lintas Agama...

DPO Narkoba Malaysia Dikejar Bareskrim

Sumbawanews.com,- Bareskrim Polri menetapkan dua warga negara Malaysia sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus penyelundupan narkoba skala besar dari Malaysia ke Indonesia. Keduanya,...

Jaringan Cendekiawan Muda Kecam Pembubaran Diskusi Menteri di UGM

Sumbawanews.com,- Kampus harus tetap menjadi ruang aman bagi dialektika intelektual—begitu tegas pernyataan Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) menanggapi pembubaran paksa diskusi bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa...

AS dan Iran Capai Gencatan Senjata Sementara, Selat Hormuz Dibuka Kembali

Sumbawanews.com,- Washington — Amerika Serikat dan Iran secara resmi mengumumkan gencatan senjata sementara setelah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) berisi 14 poin kesepahaman untuk...

Berita Utama