Home Berita Warek II UNSA Harap Tuntunan Moral Kearifan Lokal Dapat Dijadikan Bahan Ajar...

Warek II UNSA Harap Tuntunan Moral Kearifan Lokal Dapat Dijadikan Bahan Ajar di Sekolah

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Wakil Rektor II Universitas Samawa (UNSA) Muhammad Yamin berharap tuntunan moral yang tersirat dalam kearifan local sumbawa dapat dijadikan salah satu bahan Pelajaran di sekolah. Agar generasi muda sumbawa tidak mengalami degradasi nilai.

Baca Juga: Dekranasda: Kre Alang Perlu Dilestarikan

Dicontohkan seperti nilai dari motif dan corak dari Kre Alang. “Kemarin kita riset tentang kre alang. Motif, corak, nilai filosofis Kre Alang cukup mendalam menterjemahkan hubungan antara hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan alam. Semuanya tergambar,” jelas dia.

Sehingga dari nilai-nilai filosifis kre alang tersebut dapat dijadikan bahan Pelajaran di sekolah. “Insya Allah bekerjsama dengan Amman untuk membuat muatan local yang berkaitan dengan kearifan local yang bisa dijadikan tuntunan moral,” ucap Abe sapaannya.

Dengan adanya nilai kearifan local, maka dapat menjadi sandingan mata Pelajaran agama sebagai Pelajaran tuntuan moral. “Dulu kan di SD ada Pelajaran Moral seperti PMP, Pelajaran tentang budi pekerti, disamping agama. Sekarang kan agama saja,” ungkap dia.

Ia menilai, saat ini terjadi degradasi nilai pada generasi muda, khususnya di sumbawa. Sehingga mengangkat filosofis dan nilai Kre Alang bisa menjadi salah satu alternatif untuk jadi bahan ajar. (Using)

Previous articleWaka III DPRD Sumbawa Apresiasi Buku Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907
Next articleKerap Transaksi Dirumahnya, Polres Sumbawa Ringkus Pengedar dan Amankan 5 Poket Sabu
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.