Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia tampil dominan dalam babak pertama final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Dengan penguasaan bola mencapai 68 persen, skuad Garuda mengendalikan ritme permainan melalui sirkulasi bola yang presisi, memaksa Thailand bertahan dan jarang mampu membangun serangan terstruktur. Meski menghasilkan tujuh tembakan—dua di antaranya mengarah tepat ke gawang—Indonesia belum mampu memecah kebuntuan, sehingga skor tetap imbang 0-0 hingga jeda.
Dominasi Indonesia terlihat jelas dari statistik pertandingan: tujuh tembakan versus lima milik Thailand, dengan dua tembakan tepat sasaran dibandingkan satu milik tim tamu. Indonesia juga unggul dalam sepak pojok (2-1) dan mendapat 11 tendangan bebas, sementara Thailand hanya mendapat tiga. Thailand tercatat melakukan 11 pelanggaran, hampir empat kali lipat dari tiga pelanggaran yang dilakukan Indonesia, menunjukkan betapa kerasnya tekanan yang diberikan Garuda di setiap duel.
Luke Vickery menjadi ancaman konstan di sisi kiri, dengan tembakan melengkungnya di menit awal yang berhasil dihalau kiper Thailand, Anuin Saranon. Mitchell Baker, sebagai ujung tombak, juga mengancam lewat tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa penyelamatan spektakuler. Kehadiran Baker membuat lini belakang Thailand enggan maju, sementara Calvin Verdonk aktif membantu serangan dari posisi bek sayap, termasuk saat memberikan umpan yang memicu duel udara Justin Hubner.
Formasi 3-4-2-1 yang diterapkan pelatih John Herdman berjalan efektif. Tiga bek—Kevin Diks, Justin Hubner, dan Elkan Baggott—menjadi fondasi kokoh, sementara Thom Haye dan Joey Pelupessy mengatur permainan di tengah. Vickery dan Ragnar Oratmangoen memberi lebar, dan Verdonk bersama Ole Romeny mendukung Baker dari belakang. Struktur ini memungkinkan Indonesia membangun serangan dari belakang dengan nyaman, membuat Thailand hampir selalu bereaksi, bukan inisiatif.
Meski tak mencetak gol, tekanan berkelanjutan dan intensitas tinggi membuat laga tetap menegangkan. Pertahanan Thailand terlihat rapat, tetapi semakin terpojok oleh konsistensi serangan Indonesia. Babak kedua akan menjadi ujian seberapa mampu Garuda mengubah dominasi menjadi gol.















