Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia tersingkir dari fase grup Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir, Jumat (7/8). Hasil itu mengakhiri harapan tim asuhan John Herdman untuk melangkah ke semifinal, sekaligus memperburuk tekanan terhadap pelatih baru yang baru menangani tim selama beberapa bulan. Kegagalan ini menjadi pukulan telak setelah sebelumnya Indonesia menang atas Kamboja dan Timor Leste, tetapi kalah telak 0-3 dari Vietnam dalam laga krusial sebelumnya.
Dalam laga penentuan melawan Singapura, Indonesia sempat unggul lewat gol Ragnar Oratmangoen, namun keunggulan itu tak bertahan lama. Ilhan Fandi menyamakan kedudukan bagi Singapura, dan meski Indonesia berupaya keras, Herdman tak mampu meracik solusi taktis yang efektif di babak kedua. Skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, mengakhiri mimpi Indonesia untuk meraih gelar Piala AFF.
Kekalahan 0-3 dari Vietnam sebelumnya menjadi indikator jelas bahwa tim masih kesulitan menghadapi lawan dengan level teknis dan intensitas tinggi. Kegagalan melawan Singapura, yang hanya butuh hasil imbang untuk lolos, memperlihatkan kelemahan mental dan ketidakmampuan mengelola tekanan dalam pertandingan hidup-mati. Kini, dengan hanya sekitar 1,5 bulan menjelang FIFA ASEAN Cup, Herdman dihadapkan pada tantangan besar: memahami karakter pemain Indonesia secara mendalam dan merancang strategi yang mampu bersaing di level Asia Tenggara—dan pada akhirnya, di kancah Asia.
Kegagalan ini bukan sekadar kekalahan di turnamen regional, tapi juga ujian nyata terhadap visi Herdman untuk menjadikan Timnas Indonesia sebagai kekuatan yang disegani di Asia.















