Sumbawanews.com,- Zeph Thomas, pemain asal St Kitts & Nevis berusia 36 tahun, telah memperkuat 39 klub berbeda dalam karier sepakbolanya selama 18 tahun, menjadikannya salah satu sosok paling unik dalam sejarah sepakbola non-liga. Dari Inggris hingga Kanada dan Amerika Serikat, ia menjalani karier sebagai penyerang sayap di klub-klub tier rendah, termasuk Rotherham United, Rossington Main, Mickleover Sports, Frickley Athletic, Thunder Bay Chill, Cowdenbeath, Boston United, Harrogate Town, Scarborough Athletic, Stafford Rangers, Leek Town, Ilkeston Town, Matlock Town, Goole, Glossop North End, Stocksbridge Park Steels, Brighouse Town, Emley, Harrogate Railway Athletic, Sheffield, Shaw Lane, Belper Town, Parkgate, Campion, Eccleshill United, Selby Town, Ossett United, dan Dearne & District. Empat di antaranya ia bela lebih dari sekali, dengan Brighouse Town menjadi klub non-liga yang paling lama ia tempati—dari 2020 hingga 2023. Karier yang penuh perjalanan ini sempat terhenti pada 2013 akibat cedera pangkal paha, saat ia hampir memutuskan pensiun dan bahkan mempertimbangkan bekerja di pusat panggilan atau bergabung dengan militer, sebelum akhirnya mendapat kesempatan melanjutkan karier di Thunder Bay Chill, Kanada. Ia pernah bertanding melawan Jamie Vardy saat sama-sama bermain di kasta kesembilan Inggris, dan bahkan merasakan atmosfer Piala FA bersama Dearne & District. “Jika saya dapat bayaran lebih baik, saya akan pergi,” ujarnya jujur, mengakui bahwa keputusan pindah-pindah klub sering didorong oleh faktor finansial. Kini, sebagai pelatih U-12 Derby County, ia menasihati para pemain muda: “Teruslah lakukan apa yang sedang kalian jalani, karena uang pasti akan datang dengan sendirinya.” Kisahnya yang tak lazim telah menarik perhatian media internasional, termasuk BBC, sebagai simbol ketahanan, adaptasi, dan cinta pada permainan di luar panggung utama.















