Sumbawanews.com,- Timnas Argentina menghadapi ancaman sanksi dari FIFA menjelang laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB di MetLife Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat. Ancaman ini muncul setelah sejumlah pemain Argentina, termasuk Giovanni Lo Celso, membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas adalah milik Argentina” di tengah lapangan, setelah mendapatkannya dari suporter. Tindakan tersebut dianggap melanggar aturan FIFA yang melarang aktivitas bernuansa politik atau provokatif di area pertandingan. Kepulauan Falkland—yang disebut Las Malvinas oleh Argentina—memang menjadi sengketa wilayah antara Argentina dan Britania Raya sejak puluhan tahun silam.
FIFA sebelumnya pernah menjatuhkan sanksi serupa kepada Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) pada 2014, saat pemain timnas membentangkan spanduk serupa sebelum laga persahabatan melawan Slovenia. Saat itu, AFA dikenai denda 30.000 Franc Swiss atau sekitar Rp667 juta. Kini, dengan insiden yang terulang di panggung final Piala Dunia, kemungkinan hukuman lebih berat tengah dipertimbangkan oleh otoritas sepakbola dunia. Meski pertandingan final masih berlangsung, kejadian ini telah menambah ketegangan di balik layar, mengingat sensitivitas politik yang menyelimuti simbol-simbol nasional di kancah internasional.
Laga final antara Argentina dan Spanyol sendiri menjadi momen puncak turnamen, setelah Argentina lolos ke babak terakhir lewat kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris di semifinal, dengan gol penentu diciptakan Lautaro Martinez di menit ke-90+2. Sementara itu, Spanyol melaju ke final setelah mengalahkan lawan-lawannya dengan performa konsisten sepanjang turnamen. Kedua tim siap bertemu dalam laga yang tak hanya menentukan gelar juara, tetapi juga menguji batas antara semangat kebangsaan dan aturan olahraga.















