Sumbawanews.com,- Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Kamis dini hari (16/7/2026), memicu kemarahan dua legenda sepak bola Italia. Argentina menang 2-1 setelah comeback, namun performa fisik tim Tango, terutama pelanggaran keras oleh Leandro Paredes terhadap Elliot Anderson, menjadi sorotan tajam di studio televisi Italia.
Marco Tardelli, mantan pemain Juventus dan Inter Milan, menyatakan kekecewaannya atas keputusan wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, yang hanya memberi kartu kuning atas tindakan menyikut Paredes di menit awal laga. “Pertandingan baru dimulai, dan Paredes sudah melakukan pelanggaran berat tanpa alasan. Memalukan,” ujar Tardelli. Ia menambahkan, wasit gagal menjaga integritas pertandingan dan mempertanyakan kelayakan petugas asal Amerika mengawal laga selevel ini.
Paulo Roberto Falcao, ikon Roma, lebih keras lagi. Ia menilai tindakan Paredes bukan sekadar pelanggaran, melainkan tindak kekerasan yang seharusnya berujung kartu merah. “Seseorang melayangkan pukulan, dan wasit tidak memberikan kartu merah. Ini penyerangan, bukan pelanggaran biasa. Saya belum pernah melihat hal seperti ini di sepak bola,” tegas Falcao. Ia memperingatkan bahwa jika perilaku semacam ini dibiarkan, pertandingan tidak akan lagi berlangsung dalam format sebelas lawan sebelas.
Kedua legenda itu menyampaikan kritiknya dalam siaran langsung Rai 1, menyusul babak pertama yang penuh ketegangan dan kontroversi. Reaksi mereka mencerminkan kekhawatiran luas di kalangan pecinta sepak bola Italia terhadap semakin memburuknya disiplin di lapangan dalam ajang bergengsi ini.















