Home Berita Olah Raga Singapura Tahan Imbang Vietnam, Indonesia Bertaruh Hidup-Mati di Stadion Jalan Besar

Singapura Tahan Imbang Vietnam, Indonesia Bertaruh Hidup-Mati di Stadion Jalan Besar

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia menghadapi laga hidup-mati melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam WIB, pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026. Tuan rumah hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke semifinal, sementara Indonesia harus menang mutlak setelah kalah 0-3 dari Vietnam di laga sebelumnya. Singapura saat ini berada di posisi kedua dengan tujuh poin, sejajar dengan Vietnam, dan menjadi satu-satunya tim di grup yang belum kebobolan dalam dua laga terakhir.

Singapura menunjukkan ketahanan defensif luar biasa sepanjang fase grup. Mereka menang 2-1 atas Kamboja, menang 2-0 atas Timor Leste, dan menahan imbang Vietnam 0-0. Hanya satu gol yang bersarang di gawang mereka sejauh ini—ketika menghadapi Kamboja. Kiper Mohamad Izwan, 36 tahun, menjadi tulang punggung pertahanan dengan dua clean sheet berturut-turut, termasuk tiga penyelamatan krusial saat menghadapi Vietnam di Hanoi.

Di depannya, duet bek tengah Hariss Harun dan Jacob Mahler menjadi benteng utama. Hariss, kapten sekaligus pemain dengan 152 caps dan 11 gol untuk tim nasional, mengendalikan lini belakang dengan pengalaman luar biasa. Sementara Mahler, 26 tahun, berpostur 1,84 meter dan memiliki latar belakang keturunan Denmark, makin menunjukkan kematangan taktis, bahkan mampu bermain sebagai gelandang bertahan. Keduanya akan menghadapi tantangan berat menghentikan serangan Indonesia, terutama Mitchell Baker.

Di sisi sayap, Lionel Tan dan Ryhan Stewart menjadi ancaman sekaligus penghalang. Tan, di kanan, dikenal disiplin dan mampu membatasi pergerakan penyerang lawan—seperti yang terlihat saat ia mengunci Nguyen Dinh Bac di Hanoi. Di kiri, Stewart—naturalisasi asal Lion City Sailors—menjadi kunci ketat dalam laga kontra Vietnam, membuat Hen Do Hoang kesulitan berkembang. Stewart yang lincah dan multifungsi berpotensi berduel langsung dengan Eliano Reijnders, memaksa pelatih Timnas Indonesia merancang variasi serangan yang cerdas untuk menembus pertahanan sayap yang sangat rapat.

Dengan poros belakang yang solid, kiper yang stabil, dan full-back yang tak kenal kompromi, Singapura siap bertahan mati-matian. Indonesia, di sisi lain, harus menemukan cara memecah benteng itu—karena hanya kemenangan yang bisa menyelamatkan mimpi mereka di Piala AFF 2026.

Previous articlePersija Jakarta Raih Podium Ketiga Piala Presiden 2026 Usai Kalahkan Arema FC 3-1
Next articleMan City Siap Belanja Pemain Berpengalaman, Maresca: Ada Hal yang Harus Dilakukan