Sumbawanews.com,- Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong memberikan respons resmi setelah dihukum oleh Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) dengan sanksi berupa penangguhan hingga 10 tahun dan kemungkinan pengusiran permanen dari dunia sepak bola Korea. Keputusan itu diumumkan pada awal Juli 2026, menyusul sejumlah kontroversi yang melibatkan dirinya selama menangani Ulsan HD, termasuk dugaan tindakan tidak pantas terhadap pemain dan aktivitas golf saat tim menjalani laga tandang. Meski sanksi tersebut berlaku di wilayah Korea Selatan, Shin tetap menjalankan tugasnya di Indonesia sebagai pelatih kepala Persija Jakarta sejak Juni lalu, dengan kontrak tiga tahun.
Dalam wawancara eksklusif dengan media Korea Selatan, Channel A, Shin mengaku memiliki sejumlah keberatan terhadap keputusan yang dijatuhkan kepadanya dan ingin mengungkapkan fakta dari sudut pandangnya. Namun, ia memilih untuk tidak membuka seluruh detail demi melindungi orang-orang yang pernah bekerja bersamanya. “Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil, dan saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik tidak baik,” ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa dirinya memilih menanggung beban ini sendiri, meski belum menutup kemungkinan untuk mengajukan banding atas hukuman tersebut.
Sanksi yang dijatuhkan KFA meliputi larangan berpartisipasi dalam semua kompetisi sepak bola di Korea Selatan, termasuk pelatihan, manajemen, dan kegiatan terkait sepak bola profesional. Namun, tidak ada indikasi bahwa sanksi ini memengaruhi posisinya di Indonesia, karena keputusan tersebut bersifat territorial dan tidak memiliki otoritas di luar wilayah Korea Selatan. Persija Jakarta hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait sanksi ini, dan Shin tetap menjalani latihan harian bersama skuad Macan Kemayoran menjelang Piala Presiden 2026.
Dengan posisinya yang stabil di Indonesia, Shin Tae-yong kini fokus pada persiapan tim menjelang laga-laga penting, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari otoritas sepak bola Korea Selatan.















