Sumbawanews.com,- Pada final Liga Champions 2019 di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Rhian Brewster duduk di bangku cadangan saat Liverpool mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 untuk meraih gelar. Ia tidak bermain satu menit pun di kompetisi Eropa musim itu, namun tetap menerima medali juara. Begitu pula Ross Turnbull, kiper pelapis Chelsea yang tidak pernah turun di Liga Champions 2011/2012, tapi ikut merayakan trofi bersama tim setelah The Blues menang atas Bayern Munich. Di musim 2019/2020, Ivan Perisic menjadi bagian dari skuad Bayern Munich yang menaklukkan PSG 1-0 di final Lisbon, meski kontribusinya di sepanjang turnamen tergolong terbatas. Sementara itu, Jeremy Mathieu, bek asal Prancis yang kerap dikritik di Barcelona, justru mengoleksi trofi Liga Champions bersama tim pada era Luis Enrique, meski jarang menjadi pilihan utama.
Brewster, yang pernah bergabung dengan akademi Chelsea sebelum pindah ke Liverpool, hanya mencatat empat penampilan untuk tim utama The Reds dengan total 191 menit bermain. Ia tidak pernah tampil di laga Liga Champions, namun tetap masuk dalam daftar penerima medali juara 2018/2019. Pada 2020, ia dilepas ke Sheffield United dengan nilai transfer 23 juta poundsterling, dan sejak itu, prestasinya sebagai juara Liga Champions sering terlupakan di tengah perjalanan kariernya di Championship.
Turnbull, yang menjadi cadangan Petr Cech di Chelsea, mengaku bahwa kemenangan tim pada 2012 adalah hasil kerja tim besar, terutama karena banyak pemain kunci seperti David Luiz dan Gary Cahill cedera di tengah perjalanan menuju final. Meski tidak bermain, namanya tetap tercatat dalam sejarah klub sebagai bagian dari skuad pemenang.
Ivan Perisic, yang menjadi satu-satunya pemain Kroasia dalam skuad Bayern Munich saat menjuarai Liga Champions 2019/2020, bermain hanya dalam beberapa laga fase gugur. Ia tidak mencetak gol atau memberi assist di final melawan PSG, namun keberadaannya di bangku cadangan dan kontribusi di laga sebelumnya membuatnya berhak atas medali. Di sisi lain, Jeremy Mathieu, yang kerap menjadi sorotan negatif karena performanya di belakang, justru menjadi bagian dari tiga trofi besar bersama Barcelona antara 2014 dan 2016, termasuk gelar Liga Champions 2014/2015, meski ia hanya tampil 11 kali di kompetisi Eropa selama periode itu.
Meski nama-nama seperti Gianluigi Buffon, Ronaldo Nazario, dan Zlatan Ibrahimovic belum pernah memenangkan Liga Champions, justru para pemain seperti Brewster, Turnbull, Perisic, dan Mathieu—yang jarang menjadi pusat perhatian—menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kompetisi ini. Mereka bukan bintang, tapi tetap ikut mengangkat Si Kuping Besar.















