Home Berita Olah Raga Messi, Legenda yang Menulis Sejarah di Setiap Piala Dunia

Messi, Legenda yang Menulis Sejarah di Setiap Piala Dunia

Sumbawanews.com,- Lionel Messi bukan sekadar pencetak gol. Di usia 39 tahun, ia menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah Piala Dunia yang tampil di enam edisi berbeda—dari 2006 hingga 2026—mengukir kisah ketahanan, konsistensi, dan kejeniusan yang tak tergantikan. Di luar rekor 18 golnya yang menjadikannya top skor sepanjang masa, lebih dari sebelas pencapaian langka telah menjadikannya sosok yang tak hanya dihormati, tapi hampir dianggap sebagai entitas legendaris di panggung sepak bola global.

Pada laga fase grup Piala Dunia 2026 melawan Austria, gol ke-18 Messi memecahkan rekor Miroslav Klose yang bertahan selama 12 tahun. Namun, angka itu hanyalah puncak gunung es. Ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam turnamen berbeda, sebuah pencapaian yang menggabungkan keahlian teknis, kecerdasan taktis, dan ketahanan fisik yang luar biasa. Tidak ada pemain lain yang mampu bertahan di level tertinggi selama dua dekade, terutama ketika usia rata-rata pemain internasional mulai menurun drastis di usia 30-an.

Messi juga satu-satunya pemain yang mencetak gol di Piala Dunia selama 20 tahun—dari 2006 hingga 2026—menjadi bukti bahwa ia bukan hanya pemain yang bermain di momen-momen besar, tapi yang menciptakan momen itu sendiri. Ia menjadi kapten pertama yang mengantarkan Argentina menang di empat edisi berturut-turut sejak 2014, dan satu-satunya yang mencatatkan assist di lima turnamen berbeda, menunjukkan peran multifasetnya sebagai pengatur serangan, penyelesaian akhir, dan pemimpin lapangan.

Dalam sejarah Piala Dunia, hanya Messi yang pernah menjadi pemain termuda yang mencetak gol di babak penyisihan (2006, usia 18 tahun) sekaligus pemain tertua yang mencetak gol di fase grup (2026, usia 39 tahun). Ia juga satu-satunya yang mencatatkan 100 penampilan di turnamen ini, melewati rekor sebelumnya milik Cristiano Ronaldo. Dengan 39 gol dan 21 assist dalam 100 pertandingan, ia adalah satu-satunya pemain yang mencatatkan lebih dari 60 kontribusi langsung dalam sejarah Piala Dunia.

Messi juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam empat pertandingan berbeda di fase grup Piala Dunia 2026, sebuah prestasi yang belum pernah dicapai oleh siapa pun sejak turnamen ini dimulai pada 1930. Ia menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol dalam dua final Piala Dunia—2014 dan 2022—dan kini menjadi satu-satunya yang mencetak gol di semifinal, final, dan babak penyisihan dalam tiga edisi berbeda.

Tak hanya itu, ia menjadi satu-satunya pemain yang mampu memimpin timnya menang dalam 14 pertandingan berurutan di Piala Dunia, sebuah streak yang dimulai dari 2022 hingga 2026. Ia juga satu-satunya yang pernah menjadi kapten timnas yang mencetak gol dan memberikan assist dalam tiga pertandingan berbeda di satu edisi turnamen—dilakukan dua kali: di 2014 dan 2022.

Dalam hal kontribusi non-gol, Messi menjadi pemain paling sering mendapat penghargaan Man of the Match di Piala Dunia sepanjang sejarah—14 kali—melebihi semua pemain lain yang pernah tampil. Ia juga satu-satunya yang pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen dua kali: 2014 dan 2022, meski hanya menang satu gelar juara.

Yang paling menakjubkan: Messi adalah satu-satunya pemain yang pernah tampil di Piala Dunia di bawah lima pelatih berbeda—Marcelo Bielsa, Diego Maradona, Alejandro Sabella, Lionel Scaloni, dan kini, dalam edisi 2026, tetap menjadi tulang punggung di bawah Scaloni yang kini memimpin tim dengan gaya yang sepenuhnya dibangun di sekitar kecerdasan Messi.

Di tengah era yang serba cepat dan transisi generasi yang tak kenal ampun, Messi tetap berdiri—tenang, tak tergoyahkan, dan terus menulis ulang sejarah. Ia bukan hanya legenda. Ia adalah arsip hidup dari Piala Dunia, yang setiap golnya bukan sekadar angka, tapi babak baru dalam buku sejarah sepak bola.

Previous articleBernardo Tavares Jadi Magnet Ricky Pratama Bergabung ke Persebaya
Next articleEnam Tim Gagal Melangkah ke 32 Besar Piala Dunia 2026