Sumbawanews.com,- Persija Jakarta dikalahkan Persib Bandung 1-2 pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa, 4 Agustus 2026. Pelatih Shin Tae-yong mengakui timnya baru berada di level 30 hingga 40 persen dari potensi maksimal, dengan banyak pemain muda dan sejumlah inti absen menjadi faktor utama. Meski gagal melangkah ke final, Shin tetap memberi apresiasi kepada para pemain yang berjuang habis-habisan dan menghormati performa lawan.
Shin menilai laga ini tetap menunjukkan kemajuan dalam organisasi permainan, meski hasil akhir menjadi kekecewaan. Persib unggul lewat gol Mariano Peralta dan satu gol lainnya, sementara Persija membalas lewat satu gol tunggal. Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan, kekalahan ini bukan akhir, melainkan bagian dari proses pembangunan tim menjelang Super League 2026 yang akan dimulai pada 4 September mendatang.
Ia menekankan bahwa fokus utama bukan pada hasil semifinal, melainkan peningkatan kondisi fisik, kesiapan skuad utama, dan kedalaman tim. Shin juga menolak mempermasalahkan keputusan wasit, meski ada sejumlah momen kontroversial, dan memuji semangat juang kedua tim yang tetap menyajikan pertandingan ketat meski tanpa penonton.
“Saya sangat berterima kasih karena kedua tim sudah bekerja keras bersama,” ujar Shin dalam konferensi pers usai laga. Ia meyakini pengalaman menghadapi Persib akan menjadi bahan evaluasi krusial untuk mematangkan Persija sebelum kompetisi resmi bergulir. Dengan waktu sekitar sebulan, Shin berjanji timnya akan tampil jauh lebih berkembang saat membuka musim Super League 2026.















