Sumbawanews.com,- Marc Marquez mengakui Sirkuit Mandalika menjadi tantangan terbesar dalam sisa musim MotoGP 2026, bahkan menyebutnya sebagai sirkuit dengan catatan terburuk dalam karir balapnya. Pembalap Ducati itu mengungkapkan kegelisahannya setelah meraih kemenangan di MotoGP Aragon, di mana ia memenangi balapan keempatnya musim ini setelah sebelumnya menang di Hungaria, Jerman, dan Ceko. Marquez mengaku setiap kali tampil di Indonesia, ia selalu menghadapi kenangan buruk—mulai dari cedera hingga gagal finis.
Sejak debut di Mandalika pada 2022, Marquez belum pernah menyelesaikan balapan di sana. Ia absen pada 2022 akibat gegar otak setelah kecelakaan saat sesi pemanasan. Pada 2023, ia kembali gagal finis setelah terjatuh, lalu pada 2024, masalah teknis menghentikan lajunya. Nasib buruk berlanjut pada 2025, ketika ia mengalami patah tulang bahu akibat insiden dengan Marco Bezzecchi. Kegagalan beruntun di sirkuit Indonesia itu membuatnya secara khusus memandang balapan di Mandalika sebagai momen paling berisiko.
Meski demikian, Marquez kini datang dengan momentum kuat. Kemenangan di Aragon memperkuat posisinya di klasemen, dengan 237 poin dan hanya tertinggal 19 angka dari pemimpin klasemen, Jorge Martin. Dengan sisa balapan di San Marino, Austria, dan Jepang sebelum tiba di Mandalika, Marquez berencana fokus satu balapan demi satu balapan, tanpa mengabaikan tantangan terberat yang menanti di akhir rangkaian.
Pertarungan gelar juara dunia semakin sengit, dan bagaimana Marquez menghadapi “sirkuit sial” di Indonesia akan menjadi salah satu momen penentu musim ini.















