Sumbawanews.com,- Manchester City resmi menghentikan pembicaraan dengan Barcelona terkait perekrutan Rodri dan beralih fokus ke Ayyoub Bouaddi, gelandang muda Maroko berusia 18 tahun dari Lille. Keputusan ini diambil setelah tawaran awal Barcelona senilai 40 juta poundsterling (sekitar Rp964 miliar) dinilai terlalu rendah oleh pihak City. Rodri, yang masih memiliki satu tahun sisa kontrak, dijadwalkan kembali berlatih bersama tim pada Jumat mendatang setelah libur pasca-Piala Dunia, namun klub tidak lagi berupaya membelinya dari Blaugrana.
Di sisi lain, negosiasi antara City dan Lille untuk merekrut Bouaddi masih berlangsung. Kesepakatan pribadi dengan pemain muda itu telah dicapai sejak beberapa waktu lalu, meski kedua klub belum menemukan kesepakatan akhir mengenai biaya transfer. Bouaddi mencuri perhatian dunia saat tampil gemilang di Piala Dunia 2026, khususnya saat berhasil membatasi permainan lini tengah Brasil pada laga pembuka timnas Maroko. Namun, kehebatannya tidak terbatas di lapangan hijau.
Pemain yang dijuluki “gelandang matematikawan” oleh media Eropa ini meraih ijazah baccalauréat jurusan sains dengan predikat *mention très bien* pada usia 16 tahun—satu tahun lebih cepat dari rekan-rekannya. Ia bahkan pernah melompati satu tingkat kelas di sekolah dasar. Kini, sambil menjalani karier profesional di Lille, Bouaddi aktif menempuh kuliah S1 matematika secara daring. Prestasi akademiknya juga diakui di tingkat nasional: pada 2023, di usia 15 tahun, ia memenangkan kompetisi pidato antar-akademi sepak bola se-Prancis dan menerima penghargaan langsung dari Presiden Prancis di Istana Elysee.
Jika transfer terealisasi, Bouaddi akan menjadi salah satu rekrutan termuda City musim ini. Lille mematok harga sebesar 130 juta euro untuk melepaskan pemain yang masih terikat kontrak hingga 2029. Selain Bouaddi, City juga terus memantau gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, yang menjadi opsi cadangan jika ada perubahan strategi di lini tengah. Chelsea menetapkan harga transfer Fernandez di angka 120 juta poundsterling (sekitar Rp2,88 triliun), dengan hubungan kerja yang kuat antara Fernandez dan pelatih baru City, Enzo Maresca, yang pernah sama-sama berada di Stamford Bridge.















