Home Berita Olah Raga Malaysia Terancam Tanpa Hidalgo dan Lowry Hadapi Indonesia di ASEAN Cup 2026

Malaysia Terancam Tanpa Hidalgo dan Lowry Hadapi Indonesia di ASEAN Cup 2026

Sumbawanews.com,- Hingga 14 September 2026, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) masih menunggu keputusan resmi FIFA mengenai kelayakan dua pemain naturalisasi, Manuel Hidalgo dan Shane Lowry, untuk tampil di Piala ASEAN 2026. Kedua pemain dari Johor Darul Ta’zim (JDT) belum mendapat persetujuan, sehingga kemungkinan besar akan absen saat Malaysia menghadapi Timnas Indonesia di Grup A turnamen yang berlangsung di Indonesia.

FAM mengonfirmasi bahwa hanya dua dari empat pemain JDT yang sedang ditinjau FIFA yang telah dinyatakan memenuhi syarat: Bergson da Silva, sebagai pemain naturalisasi, dan Brad Tapp, sebagai pemain keturunan. Keduanya telah resmi diperbolehkan membela Timnas Malaysia dalam ajang tersebut. Namun, proses verifikasi terhadap Hidalgo dan Lowry masih berlangsung, dengan FIFA belum menyelesaikan pemeriksaan dokumen dan persyaratan kebangsaan sesuai regulasi global.

Dalam rilis resminya, FAM menyatakan bahwa mereka terus berkoordinasi aktif dengan FIFA, mengirimkan seluruh dokumen pendukung yang diminta. Keputusan akhir mengenai kelayakan Hidalgo dan Lowry akan diumumkan setelah FIFA menyelesaikan proses verifikasi. FAM juga menegaskan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan segera setelah ada konfirmasi resmi dari badan sepak bola dunia.

Dengan status yang belum pasti, kehadiran Hidalgo dan Lowry tetap menjadi tanda tanya besar menjelang laga krusial melawan Indonesia. Malaysia, yang tergabung di Grup A bersama Indonesia, Singapura, dan Bangladesh, sangat mengandalkan kekuatan pemain naturalisasi untuk memperkuat lini serang. Kehilangan salah satu atau keduanya berpotensi mengubah strategi pelatih dan dinamika tim dalam perjuangan meraih poin penuh di laga pembuka.

Previous articleZelensky Bekukan Aset Mantan Jubir, Tuduh Sebarkan Propaganda Rusia
Next articlePresiden McKinley Tewas Ditembak di Pameran Umum pada 14 September 1901