Sumbawanews.com,- Liverpool tidak mendaftarkan Federico Chiesa dan Wataru Endo dalam skuad resmi Liga Champions 2026/2027, memilih fokus pada pemain muda untuk memenuhi regulasi pemain homegrown. Klub asal Merseyside itu mengumumkan 25 nama pemain yang akan bertanding di kompetisi Eropa, namun kedua pemain tersebut justru tidak masuk daftar, meski keduanya masih berstatus anggota tim utama. Sebagai gantinya, Liverpool memasukkan pemain muda seperti Giovanni Leoni, Conor Bradley, dan Hugo Ekitike—yang tengah pulih dari cedera—ke dalam skuad, sekaligus memenuhi syarat minimal delapan pemain binaan lokal.
Keputusan ini terkait perbedaan aturan antara Liga Inggris dan Liga Champions. Di Liga Champions, pemain di bawah 21 tahun hanya bisa bermain tanpa didaftarkan jika telah berada di akademi klub selama minimal dua tahun. Karena itu, Trey Nyoni dan Rio Ngumoha tetap bisa tampil meski tidak terdaftar, sementara Jeremy Jacquet dan Giovanni Leoni wajib didaftarkan meski di Liga Inggris mereka tidak perlu. Selain itu, UEFA mewajibkan setiap tim mendaftarkan delapan pemain homegrown: empat dari akademi klub sendiri selama tiga tahun sebelum usia 21, dan empat lagi dari akademi negara asal klub. Untuk memenuhi syarat ini, Liverpool mendaftarkan Luke Chambers, Isaac Mabaya, James McConnell, Conor Bradley, Joe Gomez, Jeremie Frimpong, Freddie Woodman, dan Vitezslav Jaros.
Dalam skuad resmi Liga Champions 2026/2027, Liverpool menurunkan Alisson Becker, Giorgi Mamardashvili, Freddie Woodman, dan Vitezslav Jaros sebagai kiper. Di lini belakang, Ronald Araujo, Virgil van Dijk, Kostas Tsimikas, Milos Kerkez, dan Jeremey Jacquet menjadi pilihan utama, didukung oleh empat pemain homegrown: Conor Bradley, Joe Gomez, Jeremie Frimpong, dan Isaac Mabaya. Di tengah, Ryan Gravenberch, Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz, Alexis Mac Allister, dan James McConnell menjadi tulang punggung. Di depan, Bradley Barcola, Hugo Ekitike, Cody Gakpo, Alexander Isak, dan Victor Munoz menjadi lini serang yang diandalkan.
Chiesa dan Endo, yang tidak tampil dalam dua laga awal musim ini, menjadi korban kebijakan strategis Liverpool yang lebih mengutamakan kepatuhan regulasi daripada kebutuhan jangka pendek. Meski tidak masuk skuad Champions, keduanya tetap bisa bermain di Liga Inggris dan kompetisi domestik lainnya.















