Sumbawanews.com,- Liverpool ditahan imbang 0-0 oleh Fulham di Anfield pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (12/9/2026), dalam pertandingan yang penuh dominasi tapi minim efektivitas. Tuan rumah menguasai bola 56 persen dan melepaskan 14 percobaan tembakan, namun hanya dua yang mengarah ke gawang. Sementara Fulham, meski hanya menguasai 44 persen penguasaan bola, lebih efisien dengan empat tembakan tepat sasaran dari 10 upaya. Kiper Alisson menyelamatkan timnya dengan empat penyelamatan krusial, memastikan cleansheet, tapi justru menjadi suara paling keras dalam kritik terhadap performa serangan timnya.
Alisson menilai kualitas serangan Liverpool buruk dan terlalu buntu, meski unggul dalam tekanan. Ia mengakui timnya tidak tampil maksimal akibat jadwal padat, setelah baru saja menang 2-1 atas Atletico Madrid di Liga Champions tengah pekan lalu. “Kami tidak bermain dengan baik secara kolektif. Banyak hal yang kami coba gagal kami wujudkan,” ujar kiper asal Brasil itu, dikutip dari BBC. Ia menyoroti kegagalan tim dalam menjaga tekanan konsisten, terutama di babak pertama, serta kelelahan yang membuat serangan kehilangan ketajaman.
Fulham, meski bertahan, terbukti mampu memanfaatkan peluang dengan baik dan mengancam lewat serangan balik. Alisson menekankan bahwa timnya harus lebih cerdas dalam mengelola energi dan mentalitas, terutama menghadapi jadwal sibuk yang mengharuskan mereka bertanding lagi pada Selasa mendatang. “Kami harus tampil lebih baik. Kami tidak menciptakan peluang sebanyak yang diharapkan — itulah masalah utamanya,” tegasnya.
Hasil ini memperpanjang tren buruk Liverpool dalam mencetak gol di kandang sendiri, sekaligus memperkuat catatan Fulham sebagai tim yang sulit dikalahkan meski menjadi tamu. Dengan poin yang sama, kedua tim kini berada di tengah klasemen, sementara tekanan semakin meningkat bagi pelatih dan pemain Liverpool untuk memperbaiki produktivitas serangan dalam beberapa laga mendatang.















