Sumbawanews.com,- Argentina menang 3-2 atas Cape Verde dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Jumat (3/7/2026), namun penghargaan Man of the Match yang diberikan kepada Lionel Messi menuai protes keras dari para pakar sepak bola. Meski Messi mencetak gol pembuka, performanya dinilai tak se dominan laga-laga sebelumnya, sementara pemain Cape Verde, Sidney Lopes Cabral, mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti yang menjadi kandidat gol terbaik turnamen.
Kemenangan Argentina harus ditebus dengan perjuangan berat melawan debutan yang tampil penuh semangat. Deroy Duarte menyamakan kedudukan, Lautaro Martínez kembali membawa tim tamu unggul di awal perpanjangan waktu, namun Cabral menyamakan kedudukan dengan sepakan melengkung yang membuat kiper Emiliano Martinez tak berkutik. Gol bunuh diri Diney Borges akhirnya memutuskan hasil, mengantarkan La Albiceleste ke babak 16 besar menghadapi Mesir.
Kritik tajam datang dari dua narasumber talkSPORT, Adrian Durham dan Stuart Pearce. Mereka secara terbuka menyatakan bahwa penghargaan seharusnya jatuh ke tangan Cabral. “Seharusnya Sidney Cabral,” tegas Pearce. “Tim Cape Verde tampil luar biasa. Bagaimana mungkin Messi dipilih sebagai pemain terbaik, padahal lawan mereka menunjukkan jiwa juara?” Durham menambahkan, “Cabral mencetak gol seumur hidup. Dia adalah King of the Match menurut kami.”
FIFA tetap memberikan penghargaan Man of the Match kepada Messi sebagai bagian dari kesepakatan sponsor, namun keputusan itu justru memperkuat perdebatan di kalangan pengamat dan fans. Performa Cabral yang konsisten, keberanian menghadapi bintang-bintang besar, dan gol indahnya menjadi bukti bahwa keunggulan tak selalu diukur dari nama, tapi dari dampak nyata di lapangan.















