Sumbawanews.com,- Spanyol akan menghadapi Argentina dalam final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB, dengan Lamine Yamal menjadi sosok yang berpeluang mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia. Pemain berusia 19 tahun asal Barcelona itu menjadi harapan utama timnas Spanyol, meski statistik golnya masih sederhana—hanya satu gol tanpa assist sepanjang turnamen. Namun, kontribusinya di lapangan jauh melampaui angka, dengan kemampuan dribel dan pembukaan ruang yang menjadi kunci permainan tim.
Yamal sendiri menegaskan bahwa ia tidak bermain demi individualitas, melainkan demi kemenangan tim. “Saya tidak masuk lapangan hanya untuk mencetak gol. Yang terpenting adalah kemenangan,” ujarnya. Optimisme itu sejalan dengan catatan impresifnya: ia belum pernah kalah dalam 27 pertandingan kompetitif bersama Spanyol dan menang dalam semua 12 laga sebagai starter di turnamen besar. Jika mencetak gol di final, ia akan menjadi remaja ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak gol di laga puncak, menyusul Pele dan Kylian Mbappe. Jika Spanyol menang, ia juga akan menjadi remaja keempat yang menjadi starter dan mengangkat trofi Piala Dunia, menyamai Pele, Mbappe, dan Giuseppe Bergomi.
Rodri, salah satu pemain inti Spanyol, menyarankan Yamal untuk lebih tenang dan melepaskan tekanan diri. “Dia perlu sedikit lebih tenang, menghilangkan kecemasan karena terkadang merasa harus membuktikan diri,” kata Rodri. Dengan 22 dribel sukses dari 49 upaya—hanya kalah dari Lionel Messi yang mencatatkan 25 dribel sukses—Yamal tetap menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan, bahkan saat belum mencetak gol. Final ini bukan sekadar laga untuk trofi, tapi momen penentu bagaimana dunia akan mengingat nama Lamine Yamal selamanya.















