Sumbawanews.com,- Lamine Yamal, pemain berusia 19 tahun dari Timnas Spanyol, menjadi satu-satunya remaja dalam sejarah sepak bola yang meraih trofi Piala Dunia dan Piala Eropa. Pemain Barcelona itu membantu La Furia Roja menjuarai Piala Eropa 2024 saat berusia 17 tahun, lalu kembali menjadi pilar kunci saat Spanyol menaklukkan Argentina 1-0 di final Piala Dunia 2026. Dalam laga penentuan itu, Yamal tampil selama 120 menit, membantu timnya meraih kemenangan lewat gol Ferran Torres di menit ke-97.
Yamal sudah menunjukkan bakat luar biasa sejak usia sangat muda. Ia debut bersama Barcelona pada 30 April 2023, saat belum genap 16 tahun, dan segera dipanggil ke tim nasional pada usia 16 tahun. Kurang dari setahun setelah debut internasional, ia sudah menjadi bagian dari tim juara Piala Eropa 2024, dengan catatan satu gol dan empat assist di turnamen tersebut. Prestasinya kian melambung saat Piala Dunia 2026, di mana ia menjadi salah satu pemain muda paling menentukan di sepanjang turnamen.
Dalam sebuah momen simbolis, Yamal kembali bertemu Lionel Messi di final Piala Dunia 2026—dua belas tahun setelah Messi pernah memandikannya dalam program UNICEF saat ia masih anak-anak. Kini, keduanya berdiri di sisi berlawanan: Messi sebagai legenda yang gagal mempertahankan gelar bersama Argentina, dan Yamal sebagai generasi baru yang mengukir sejarah.
Dengan dua trofi besar di usia belia, Yamal bukan hanya menjadi simbol kebangkitan sepak bola Spanyol, tetapi juga bukti bahwa bakat murni, ketekunan, dan dukungan sistematis bisa melahirkan legenda di usia yang masih sangat muda.















