Sumbawanews.com,- Pelatih tim putri U-16 Malaysia, Fairuz Montana Zainal Abidin, mengenang masa keemasannya sebagai pemain di Selangor FC bersama legenda sepak bola Indonesia, Bambang Pamungkas, yang membela klub itu dari 2005 hingga 2007. Saat itu, Fairuz yang masih pemain junior berkesempatan bermain di tim senior Selangor antara 2002/2003 hingga 2006/2007, berbagi lapangan dengan Bepe—sapaan akrab Bambang Pamungkas—yang membawa klub itu meraih gelar Liga Malaysia, Piala Malaysia, dan Piala FA Malaysia. Usai memimpin timnya meraih peringkat ketiga di Srikandi Merdeka Cup 2026, Fairuz mengungkapkan rasa syukur atas pengalaman berharga itu.
“Bepe pernah bermain bersama saya, saat itu saya masih muda dan berstatus pemain junior. Tapi saya bersyukur bisa bermain dengan semua pemain bintang,” ujar Fairuz kepada CNN Indonesia, Minggu (23/8). Ia menggambarkan Bambang sebagai sosok yang rendah hati, memberi contoh nyata tentang profesionalisme dan kerendahan hati di tengah gemerlap dunia sepak bola. “Saya belajar banyak dari pengalaman saat Bepe datang ke Selangor. Semua pemain bintang ada di sana, dan saya bersyukur, alhamdulillah, saya berada di tim yang hebat.”
Fairuz juga menyebut nama Elie Aiboy, rekan senegara Bambang yang juga memperkuat Selangor pada periode yang sama. Menurutnya, keduanya bukan sekadar pemain asing biasa, tapi legenda yang mampu mengisi stadion hingga penuh sesak. “Stadion selalu penuh saat mereka main. Pemain Indonesia yang datang ke Malaysia tidak bisa sembarangan. Bepe dan Elie punya aura tersendiri. Mereka agak berbeda,” katanya. Ia menekankan, meski ada banyak pemain asing lain sebelum atau sesudahnya, tidak ada yang mampu menciptakan atmosfer seperti yang dibawa oleh Bambang dan Elie. “Karena mereka orang baik. Orang yang ramah. Tidak sombong. Saya benar-benar belajar banyak dari mereka.”
Kisah Fairuz bukan sekadar nostalgia, tapi bukti betapa jejak legenda sepak bola Indonesia masih mengalir di tanah Malaysia, menginspirasi generasi baru di balik garis pelatih.















