Home Berita Olah Raga John Herdman Hadapi Ujian Besar di FIFA ASEAN Cup 2026

John Herdman Hadapi Ujian Besar di FIFA ASEAN Cup 2026

Sumbawanews.com,- Menjelang FIFA ASEAN Cup 2026, masa depan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia menjadi sorotan tajam setelah kegagalan tim meraih tiket semifinal Piala AFF 2026. Tim Garuda finis di posisi ketiga Grup A dengan tujuh poin, setelah kalah 0-3 dari Vietnam pada 3 Agustus 2026 dan bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada 7 Agustus 2026. Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung dari 24 September hingga 4 Oktober 2026 menjadi kesempatan terakhir Herdman membuktikan arah perubahan timnas, sekaligus ujian bagi keputusan federasi.

Legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menegaskan bahwa evaluasi terhadap pelatih adalah proses wajib setiap selesai turnamen, baik sukses maupun gagal. “Setiap pelatih harus menyampaikan laporan, dan federasi yang mengevaluasi,” ujarnya dalam podcast Ruang Bola pada 30 Agustus 2026. Kurniawan memilih tidak mengambil sikap apakah Herdman harus bertahan atau diganti, menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada PSSI sesuai aturan dan kontrak yang berlaku. “Kalaupun harus diberhentikan, ya harus ikut prosedur kontraknya,” tegasnya.

Namun, Kurniawan tetap optimistis. Ia menilai skuad Timnas Indonesia saat ini memiliki kekuatan besar berkat keberadaan pemain diaspora yang berkarier di liga-liga top Eropa, termasuk Italia, Jerman, dan Prancis. Prediksi pengamat senior Bung Ropan memperkuat optimisme itu: Timnas berpotensi diperkuat hingga 16 pemain naturalisasi dan diaspora di turnamen ini. FIFA ASEAN Cup 2026 yang masuk kalender resmi Matchday FIFA membuka ruang lebih luas bagi Herdman untuk memanggil pemain-pemain berbasis luar negeri, memungkinkan komposisi terbaik diturunkan.

Timnas Indonesia akan berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Dengan target memperbaiki catatan buruk di Piala AFF 2026, turnamen ini bukan sekadar ajang persahabatan, tapi momentum strategis untuk menunjukkan kemajuan menuju Piala Asia dan Piala Dunia 2030. Bagi Herdman, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa visi jangka panjangnya bisa berbuah hasil nyata di panggung regional.

Previous articleAfrika Selatan Kembali Gugat Israel di Mahkamah Internasional
Next articleJangan Sembarangan Curhat ke Chatbot AI, Data Bisa Disimpan dan Dipakai Latih Model