Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menghadapi tiga kendala signifikan menjelang laga pembuka Piala AFF 2026, meski tim belum menjalani latihan resmi. Ketiga masalah itu meliputi absennya Justin Hubner karena ditahan klub Fortuna Sittard, cedera pada Mauro Zijlstra dan Yakob Sayuri, serta ketidakmampuan Luke Vickery untuk bergabung akibat penolakan klub Macarthur FC. Selain itu, catatan buruk tim di laga pembuka lima edisi terakhir Piala AFF—hanya dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan—menambah tekanan menjelang turnamen yang berlangsung pada Juli 2026.
Hubner, bek muda berusia 22 tahun yang diandalkan di lini belakang, tidak mendapat izin dari Fortuna Sittard untuk bergabung dengan skuad Garuda karena klub asal Belanda itu masih membutuhkannya dalam persiapan musim 2026-2027. Kondisi ini memperburuk posisi Indonesia, mengingat Piala AFF tidak termasuk dalam jadwal FIFA, sehingga klub memiliki hak penuh untuk menahan pemain. Di lini depan, kehilangan Mauro Zijlstra akibat cedera menjadi pukulan berat, mengingat striker itu menjadi salah satu opsi utama untuk memecah pertahanan lawan. Sementara itu, Yakob Sayuri juga absen karena cedera, mengurangi pilihan kecepatan di sayap.
Situasi tidak membaik dengan ketidakhadiran Luke Vickery, yang meski masuk dalam daftar sementara, tidak dilepaskan oleh Macarthur FC. Hal ini memaksa Herdman untuk segera mencari alternatif, sementara waktu persiapan semakin sempit. Di luar persoalan pemain, catatan historis tim juga menjadi beban psikologis: dalam lima laga pembuka Piala AFF terakhir, Indonesia hanya mampu menang dua kali, dengan kekalahan telak dari Thailand pada 2016 dan Singapura pada 2018 menjadi gambaran konsistensi buruk di awal turnamen. Dengan semua tantangan ini, Herdman harus segera menyusun strategi baru tanpa mengandalkan pemain inti yang tak bisa tampil.















