Sumbawanews.com,- Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan meminta pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, segera meninggalkan pola eksperimen taktis setelah kegagalan di Piala AFF 2026, dan memaksimalkan kedalaman skuad yang kini jauh lebih kuat menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Timnas Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Jalan Besar Stadium, Kallang, pada 7 Agustus 2026—gol Indonesia dicetak Ragnar Oratmangoen pada menit ke-46, sementara Ilhan Fandi menyamakan kedudukan untuk Singapura pada menit ke-65. Dengan finis di peringkat tiga grup, skuad yang dihuni 12 naturalisasi itu gagal melaju ke semifinal, menjadi bahan kritik tajam dari kalangan pengamat.
Ropan menekankan bahwa situasi kini berbeda: Timnas Indonesia berpotensi diperkuat hingga 16 pemain naturalisasi menjelang FIFA ASEAN Cup 2026, yang akan berlangsung dari 24 September hingga 4 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Si Jalak Harupat. “Jangan membuat mistake lagi dalam penerapan taktik. Kedalaman skuad itu mewah, tapi Herdman tidak boleh mencoba-coba lagi. Harus full dengan kekuatan,” ujarnya dalam video YouTube pribadi. Ia menyarankan tiga formasi utama yang bisa diandalkan—3-4-3, 4-2-3-1, dan 4-3-3—namun menegaskan bahwa soal utama bukan hanya formasi, melainkan kemampuan Herdman membaca permainan dan menyiapkan solusi cepat saat strategi awal gagal.
Banyak opsi cadangan tersedia, termasuk Nathan Tjoe-A-On, Dean James, Ivar Jenner, Sandy Walsh, hingga Ragnar Oratmangoen yang bisa menjadi pengubah permainan. “Kalau Plan A gagal, Plan B banyak. Di bangku cadangan ada banyak pemain bagus,” kata Ropan. Ia juga mengingatkan agar Timnas tidak meremehkan lawan, meski unggul secara kualitas. Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh—semua tim yang harus dihadapi dengan fokus penuh. Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) pun telah mengumumkan 28 pemain yang akan dibawa ke Indonesia, menandakan seriusnya persaingan di ajang ini.















