Home Berita Olah Raga Jerman Tersingkir, Havertz: Kami Tak Main Buruk

Jerman Tersingkir, Havertz: Kami Tak Main Buruk

Sumbawanews.com,- Timnas Jerman resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah dalam adu penalti 2-3 dari Paraguay di babak 32 besar, Selasa (30/6/2026), di Stadion Boston. Meski gagal melangkah lebih jauh, Kai Havertz membela timnya dengan tegas: performa Die Mannschaft tidak buruk.

Dalam laga yang berlangsung sengit, Paraguay unggul lebih dulu lewat gol Julio Enciso pada babak pertama. Jerman menyamakan kedudukan pada menit ke-52 lewat sepakan Havertz sendiri. Kedua tim bertahan ketat hingga akhir babak tambahan, dengan peluang emas Jerman dianulir wasit setelah VAR memutuskan Jonathan Tah mencetak gol dalam posisi offside.

Dalam adu penalti, tiga eksekutor Jerman—Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah—gagal mengubah bola menjadi gol. Sementara Paraguay sukses mengeksekusi empat dari lima penalti, dengan Mauro Magalhaes, Gustavo Gómez, Matías Galarza, dan José Canale menjadi pahlawan. Joshua Kimmich, Jamal Musiala, dan Nadiem Amiri menjadi satu-satunya pemain Jerman yang sukses menuntaskan tugasnya.

“Saya tidak berpikir kami bermain buruk. Kami bermain sepakbola yang bagus. Tapi selalu ada sesuatu yang kurang—dan hari ini, itu yang membuat kami kalah,” ujar Havertz, seperti dikutip Reuters.

Pemain berusia 26 tahun itu menekankan bahwa kekalahan ini bukan soal kualitas permainan, melainkan ketajaman dan ketenangan di momen krusial. “Kami semua adalah profesional. Sekarang, kami harus mengevaluasi diri sendiri—apa yang bisa diperbaiki, apa yang harus diubah. Ini bagian dari perjalanan.”

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Jerman, yang tampil dominan di fase grup dengan dua kemenangan dan satu kekalahan, lalu langsung tersingkir di babak gugur pertama. Sementara itu, Paraguay merayakan kemenangan historisnya dengan gelombang kegembiraan di tanah air, bahkan presiden negara itu mengumumkan libur nasional sebagai bentuk penghargaan.

Havertz dan rekan-rekannya kini kembali ke klub masing-masing, membawa beban kekecewaan—tapi juga keyakinan bahwa mereka belum kehilangan jati diri sebagai salah satu kekuatan sepakbola dunia.

Previous articleParaguay Kalahkan Jerman, Presiden Tetapkan Libur Nasional
Next articleRobi Darwis Resmi Bergabung dengan Arema FC Setelah Dilepas Persib