Sumbawanews.com,- Java United FC tumbang 0-3 dari Persipura Jayapura dalam laga uji coba yang berlangsung di Stadion Kebo Giro, Boyolali, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kekalahan ini menjadi hasil negatif pertama bagi Kepodang Emas dalam empat pertandingan persiapan pramusim 2026-2027, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Semen Padang FC, menang 1-0 atas Persis Solo, dan menang 2-0 atas Madura United FC. Laga ini menjadi ujian strategis menjelang pembukaan Super League, di mana Java United akan menjalani laga kandang perdana melawan Garudayaksa pada 6 September 2026 di Stadion Jatidiri, Semarang.
Pelatih kepala Fabio Lefundes mengakui kekecewaan atas hasil tersebut, tetapi menegaskan bahwa fokus utama bukan pada skor, melainkan pada evaluasi kesiapan seluruh pemain menjelang kompetisi resmi. “Tentu hasil yang tidak menyenangkan, namun pertandingan uji coba bukan soal hasil. Semua pemain diturunkan, dan saya memang tidak ingin ada pemain yang cedera karena kompetisi sudah dekat,” ujar Lefundes, seperti dikutip dari laman ileague. Ia menambahkan, tim telah mengumpulkan banyak catatan teknis terkait performa dan kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum laga resmi dimulai.
Java United FC, yang sebelumnya dikenal sebagai Malut United FC, resmi bertransformasi pada Kongres Biasa PSSI 2026 dengan perubahan nama, logo, dan perpindahan markas dari Ternate ke Semarang. Kini, Stadion Jatidiri menjadi basis baru tim yang dipimpin Lefundes, mantan pelatih Borneo FC yang membawa tim tersebut menjadi runner-up Super League musim lalu. Dengan David da Silva telah meninggalkan klub, tim kini fokus membangun identitas baru di bawah asuhan pelatih asal Brasil itu.
Laga melawan Persipura Jayapura menjadi indikator awal tantangan yang dihadapi Java United dalam menghadapi tim-tim kuat dari timur Indonesia. Meski kalah, pelatih tetap optimistis bahwa proses evaluasi dan adaptasi akan membawa tim ke level yang lebih siap saat pekan pertama Super League tiba.















