Home Berita Olah Raga Irak Catat Sejarah Paling Suram di Piala Dunia 2026

Irak Catat Sejarah Paling Suram di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Timnas Irak menutup partisipasinya di Piala Dunia 2026 dengan rekor paling memalukan dalam sejarah keikutsertaannya — tanpa satu poin pun, cuma mencetak satu gol, dan kebobolan sebanyak 12 kali. Dari tiga laga di Grup I, Singa Mesopotamia takluk telak 1-4 dari Norwegia, 0-3 dari Prancis, dan 0-5 dari Senegal, menjadi satu-satunya tim di turnamen 48 negara yang mencatatkan selisih gol -11.

Keberhasilan Irak lolos ke putaran final setelah menaklukkan Indonesia dan Uni Emirat Arab di fase kualifikasi, lalu mengalahkan Bolivia di play-off interkontinental, sempat menimbulkan harapan. Namun di kancah dunia, tim yang dipimpin pelatih Graham Arnold tak mampu menahan tekanan lawan-lawan elit. Erling Haaland mencetak gol pertama dalam kemenangan Norwegia, Kylian Mbappé membawa Prancis unggul 2-0 sebelum laga berakhir 3-0, sementara Senegal menutup penampilan Irak dengan kekalahan terberat sepanjang sejarah Piala Dunia mereka.

Dengan nol poin, nol kemenangan, dan selisih gol terburuk di antara semua tim yang gagal meraih angka — lebih buruk daripada Tunisia (-10) dan Uzbekistan (-9) — Irak resmi dinobatkan sebagai tim paling lemah di Piala Dunia 2026. Ini menjadi partisipasi kedua mereka sejak debut di Meksiko 1986, dan kali ini, mereka tidak mampu mengulang kejayaan saat meraih gelar Piala Asia 2007.

Kemenangan atas Bolivia yang membawa mereka ke Canada menjadi satu-satunya sorotan positif dalam perjalanan panjang mereka. Namun di Toronto, pada 26 Juni 2026, saat skuad Irak berdiri di tengah lapangan dan mengapresiasi pendukungnya setelah kekalahan 0-5 dari Senegal, yang terlihat bukan kebanggaan, tapi kehancuran total.

Dengan kekalahan itu, Irak menutup babak paling kelam dalam sejarah sepak bola internasional mereka — sebuah perjalanan yang dimulai dengan mimpi, tapi berakhir dengan duka.

Previous articleBMKG Waspadai Bibit Siklon 96W, Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua
Next articleAlexander Isak Pamer Bendera Eritrea di Sepatu, Simbol Akar yang Tak Terlupakan