Sumbawanews.com,- Jelang laga Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Irak, pelatih timnas Irak, Graham Arnold, melontarkan candaan yang langsung viral: “Mungkin kami harus mainkan tiga kiper.”
Candaan itu bukan sekadar lelucon semata. Ia lahir dari kekaguman sekaligus keputusasaan menghadapi Kylian Mbappe, bintang Prancis yang sedang berada di puncak form terbaiknya. Dalam laga pembuka Grup I, Mbappe mencetak dua gol ke gawang Senegal, sekaligus menggeser Olivier Giroud sebagai top skor sepanjang masa Timnas Prancis dengan 58 gol. Lebih dari itu, ia juga melampaui legenda Brasil, Pele, dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia—kini mengoleksi 14 gol di putaran final, hanya selisih satu gol dari Ronaldo Nazario, dan tinggal dua gol lagi dari rekor milik Lionel Messi dan Miroslav Klose.
Arnold, pelatih asal Australia yang menangani Irak sejak 2024, menyampaikan candaannya dalam konferensi pers menjelang laga di Jakarta, Senin (22/6). “Saya sempat bertanya, apakah kami boleh memainkan tiga kiper? Tapi mereka bilang tidak boleh,” katanya sambil tertawa, merujuk pada aturan FIFA yang hanya mengizinkan satu penjaga gawang di lapangan.
Candaan itu mengungkap betapa sulitnya menghentikan Mbappe—pemain yang kini tak hanya menjadi ancaman fisik, tapi juga simbol kegilaan sepak bola modern. Di usia 27 tahun, ia akan menjalani laga ke-100 bersama Timnas Prancis dalam pertandingan ini. “Selalu menyenangkan bermain untuk tim nasional. Tidak ada yang lebih besar daripada itu. Angka 100 di Piala Dunia? Itu bersejarah,” ujar Mbappe, yang tak menampik tekanan besar yang ia bawa.
Irak, yang kalah 0-3 dari Senegal di laga pembuka, jelas bukan tim yang diharapkan mampu menahan laju Les Bleus. Tapi Arnold tak ingin hanya menjadi penonton. “Kami tahu kami tidak bisa menang dengan cara biasa. Tapi kami bisa membuat mereka kesulitan. Bahkan jika hanya untuk 90 menit,” ujarnya serius, sebelum kembali tertawa.
Dalam tim Irak, nama-nama seperti Ali Faez dan Ahmed Yasin menjadi harapan bertahan, meski statistik menunjukkan mereka belum pernah menghentikan pemain secepat Mbappe dalam sejarah kompetisi. Tapi Arnold percaya, semangat dan kekompakan bisa mengalahkan keunggulan individu—meski harus dengan strategi yang terdengar nyaris mustahil.
Laga antara Prancis dan Irak akan berlangsung dini hari WIB, Selasa (23/6), di Stadion Utama Jakarta. Sementara dunia menunggu apakah Mbappe akan menyamai rekor Klose, pelatih Irak tetap berseloroh: “Kalau nanti dia cetak gol ketiga, mungkin kami akan mainkan empat kiper.”
Dan mungkin, hanya dalam dunia sepak bola, candaan semacam itu bisa jadi puisi kekaguman yang paling tulus.















