Home Berita Olah Raga Indra Sjafri: Masalah Sepak Bola Indonesia Bukan Talenta, Tapi Taktik

Indra Sjafri: Masalah Sepak Bola Indonesia Bukan Talenta, Tapi Taktik

Sumbawanews.com,- Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, mengungkap fakta pahit yang hingga kini menghambat kemajuan sepak bola nasional: bukan kurangnya bakat, melainkan ketidaktahuan akan taktik permainan. Meski pemain-pemain seperti Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman berhasil dibina dan menunjukkan kepiawaian teknis, mereka masih sering kehilangan arah dalam pengambilan keputusan di lapangan.

“Jujur, pemahaman taktikal itulah yang paling lemah. Mereka bisa dribbling, bisa passing, tapi tidak tahu kapan harus melakukannya, untuk apa, dan dalam konteks apa,” ujar Indra dalam wawancara di kanal YouTube VINDES, Jumat, 26 Juni 2026.

Pernyataan ini muncul di tengah persiapan Timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2026, yang akan digelar mulai 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Di bawah arahan pelatih baru John Herdman, skuad Garuda kini tengah menjalani pemusatan latihan dengan 23 pemain terpilih, siap menghadapi tantangan di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.

Meski perjalanan Timnas Indonesia sempat menanjak di era Shin Tae-yong — dengan capaian menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan tampil di Piala Asia — kegagalan di putaran keempat kualifikasi, serta kekalahan dari Arab Saudi dan Irak, menunjukkan celah besar dalam konsistensi strategis. Setelah Shin digantikan Patrick Kluivert, dan kini Herdman, perubahan pelatih tak selalu diikuti perbaikan sistem.

Indra, yang dikenal sebagai arsitek pembinaan pemain muda dari berbagai daerah, menekankan bahwa bakat tidak cukup tanpa pemahaman permainan. “Banyak anak-anak punya skill luar biasa, tapi mereka bermain seperti individu, bukan tim. Taktik bukan soal formasi, tapi soal kesadaran: kapan menyerang, kapan bertahan, kapan mempertahankan bola, kapan melepaskannya.”

Ia meyakini masalah ini bisa diperbaiki — asalkan ada komitmen jangka panjang dalam pembinaan. “Makanya itu gunanya pelatih. Bukan hanya mengajar teknik, tapi membentuk pola pikir. Ini pekerjaan rumah yang belum selesai sejak puluhan tahun lalu.”

Pernyataan Indra mengingatkan pada kenyataan bahwa sepak bola modern bukan lagi soal kecepatan atau kekuatan fisik semata, melainkan kecerdasan taktis. Di tengah geliat tim-tim Asia seperti Jepang dan Korea Selatan yang mampu bersaing di level dunia berkat pendekatan sistematis, Indonesia masih terjebak dalam siklus mencari bakat tanpa membangun fondasi berpikir sepak bola yang matang.

Dengan pelatih baru yang membawa pengalaman internasional, harapan memang terbuka. Tapi seperti yang diingatkan Indra Sjafri: tanpa perubahan cara berpikir, seberapa banyak pun talenta yang lahir, mereka akan tetap bermain di atas lapangan tanpa peta.

Previous articleUskup Agung Gereja Inggris Janji Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Next articleRusia Klaim Gagalkan Serangan Drone Ukraina Terbesar dalam Semalam