Sumbawanews.com,- Menjelang FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia harus bersiap menghadapi tantangan serius dari Malaysia dan Vietnam, yang gencar memperkuat skuad lewat proses naturalisasi pemain. Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengungkapkan, kedua negara itu menunjukkan keseriusan luar biasa dalam membangun tim juara, meski Indonesia berstatus tuan rumah. Malaysia baru saja meresmikan empat naturalisasi baru—Bergson da Silva, Manuel Hidalgo, Shane Lowry, dan Brad Tapp—sementara Vietnam telah memperkuat timnya dengan Patrik Le Giang, Do Hoang Hen, Nguyen Tai Loc, dan Nguyen Xuan Son, serta sedang menyelesaikan proses naturalisasi striker asal Nigeria, Michael Olaha, yang kini bermain untuk Cong An HCMC di Liga Vietnam. Olaha, yang pernah membela Song Lam Nghe An pada 2016/2017 dan sempat berkarier di Liga Israel, telah resmi mengantongi paspor Vietnam, memperkuat ambisi Negeri Seribu Pagoda untuk mempertahankan gelar.
Erick Thohir menegaskan, status tuan rumah tidak menjamin kemudahan meraih trofi. Ia menekankan bahwa semua tim peserta, termasuk Malaysia dan Vietnam, telah mempersiapkan diri secara matang untuk merebut gelar. Meski Timnas Indonesia memiliki keunggulan dengan sejumlah pemain yang berkompetisi di Eropa, persaingan di turnamen perdana FIFA ini diprediksi akan sangat ketat. Persiapan teknis, taktis, dan manajerial menjadi kunci utama jika Garuda ingin mengangkat trofi di depan pendukung sendiri. Di sisi lain, dampak persiapan turnamen mulai terasa di level klub—Stadion Utama Gelora Bung Karno telah disterilkan untuk kebutuhan ASEAN Cup 2026, memaksa Persija Jakarta harus mencari kandang alternatif saat menjamu Java United di pekan ketiga Liga Super 2026/2027.















