Home Berita Olah Raga Ilhan Fandi Berambisi Kembalikan Kejayaan Singapura Lawan Indonesia

Ilhan Fandi Berambisi Kembalikan Kejayaan Singapura Lawan Indonesia

Sumbawanews.com,- Pemain bintang Timnas Singapura, Ilhan Fandi, siap memperjuangkan kemenangan dalam laga krusial melawan Timnas Indonesia pada Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB, di Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura. Pertandingan ini menjadi penentu nasib kedua tim di Grup A Piala AFF 2026, di mana Singapura berada di posisi kedua dengan tujuh poin, menyamai Vietnam, sementara Indonesia berada di urutan ketiga dengan enam poin. Ilhan menegaskan, kemenangan bukan sekadar target, tapi keharusan untuk menghidupkan kembali masa kejayaan The Lions di ajang sepak bola Asia Tenggara.

Singapura pernah meraih empat gelar Piala AFF — pada 1998, 2004, 2006, dan 2012 — dan kini berusaha mendekati rekor Thailand yang memegang gelar terbanyak. Ilhan menyadari betapa besar harapan masyarakat dan fans terhadap timnas, terutama setelah kemenangan 2-0 atas Timor Leste dan kemenangan 2-0 atas Kamboja dalam laga sebelumnya. “Saya tahu betapa berartinya turnamen ini bagi masyarakat Singapura dan tim nasional Singapura karena kami telah tampil baik pada edisi-edisi sebelumnya,” ujarnya, mengutip pernyataan resmi dari situs ASEAN United.

Di balik ambisinya, Ilhan menemukan inspirasi dari sosok ayahnya, legenda sepak bola Singapura, Fandi Ahmad. Pemain yang mencatat 55 gol dari 102 penampilan untuk tim nasional di era 1980–1990 itu selalu menanamkan empat nilai inti dalam keluarganya: disiplin, dedikasi, tekad, dan pengorbanan. “Saya dan saudara-saudara saya selalu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam keseharian kami,” kata Ilhan, menggambarkan bagaimana warisan sang ayah menjadi fondasi mentalnya di atas lapangan.

Dengan dukungan suporter di kandang dan semangat turun-temurun, Timnas Singapura siap menghadapi tantangan terberat di fase grup: mengalahkan Indonesia, tim yang juga berjuang keras untuk tetap bertahan di puncak klasemen. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa — ini adalah pertarungan antara sejarah, kebanggaan, dan mimpi yang masih hidup.

Previous articleReal Madrid Batalkan Rencana Beli Enzo Fernández, Pilih Bernardo Silva dan Buru Rodri
Next articlePersib Bandung Satu Langkah Menuju Sejarah Baru di Final Piala Presiden 2026