Sumbawanews.com,- Pada face-off jelang UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, 15 Agustus 2026, Ian Garry membawa istri dan putranya menyaksikan langsung pertemuan dengan lawan masa depannya, Islam Makhachev. Setelah saling bersalaman di luar arena tanpa percakapan, Makhachev langsung pergi meninggalkan lokasi. Putra Garry, yang mengidolakan petarung asal Dagestan itu, menangis karena tak sempat berpose atau berinteraksi dengannya. Rekaman momen emosional itu terekam kamera Will Harris dalam serial YouTube *Anatomy of Fighter*.
Makhachev merespons insiden itu dengan sikap bijak. Ia mengaku tidak melihat anak Garry saat itu, tapi berjanji akan menemui sang anak secara khusus. “Ya, tentu saja kami akan menemuinya. Saya tidak melihatnya di sana, tapi saya akan membuatnya bahagia,” ujar juara bertahan kelas welter UFC itu.
Pertarungan ini menjadi laga pertama antara Garry dan Makhachev untuk merebut sabuk juara kelas welter. Garry, yang berambisi merebut gelar dari sang jawara, akan menghadapi tantangan berat. Makhachev kini mencatatkan 16 kemenangan beruntun—menyamai rekor legenda UFC Anderson Silva—dan menjadi petarung pertama dalam sejarah yang meraih gelar di dua kelas berbeda: ringan dan welter. Ia merebut sabuk welter setelah mengalahkan Jack Della Maddalena.
Dengan reputasi tak terkalahkan dan kehadiran yang tenang namun mematikan, Makhachev tetap menjadi favorit mutlak. Namun, semangat Garry yang penuh tekad dan dukungan keluarga menjadikan pertarungan ini lebih dari sekadar pertandingan—ia adalah momen yang menggabungkan impian, emosi, dan legenda yang sedang berjalan.















