Home Berita Olah Raga Pele, Harta Karun Nasional yang Tak Pernah Berlabuh ke Eropa

Pele, Harta Karun Nasional yang Tak Pernah Berlabuh ke Eropa

Sumbawanews.com,- Pada 1 Oktober 1977, legenda sepak bola Brasil, Pele, mengakhiri karier profesionalnya dalam laga persahabatan antara New York Cosmos dan Santos di Giants Stadium, dihadapan lebih dari 80 ribu penonton. Pemain yang mencetak lebih dari 1.000 gol sepanjang kariernya itu hanya pernah memakai seragam dua klub: Santos, tempat ia dibesarkan, dan New York Cosmos, tempat ia mengucapkan selamat tinggal. Meski era 1950–1970-an menjadi masa keemasan sepak bola Eropa dengan klub-klub raksasa seperti Real Madrid, AC Milan, Barcelona, dan Ajax bersaing merekrut bintang terbaik, Pele tak pernah bergabung dengan satu pun tim Eropa.

Alasannya bukan sekadar soal tawaran finansial atau performa, tapi campuran kompleks antara kebijakan negara, ikatan kontrak, dan kepentingan pribadi. Pada masa pemerintahan Presiden Janio Quadros, Pele secara resmi ditetapkan sebagai “harta karun nasional” Brasil, sehingga dilarang keras dijual ke luar negeri. Selain itu, sistem kontrak di Brasil saat itu memberikan klub hak penuh atas pemain—tidak ada kebebasan berpindah seperti yang dikenal hari ini. Santos, yang membesarkan Pele sejak remaja, tidak pernah melepaskannya, bahkan ketika klub-klub top Eropa berusaha merekrutnya.

Pada 1958, Inter Milan hampir membawa Pele ke Milan, namun tekanan besar dari para suporter Santos memaksa kesepakatan dibatalkan. Real Madrid dan Manchester United juga pernah dilirik sebagai tujuan potensial, sementara Valencia sempat mencapai kesepakatan dengan Santos untuk memboyongnya ke Spanyol—tapi keberhasilan Pele mencetak tiga gol (hattrick) di semifinal Piala Dunia 1958 melawan Prancis membuat klub asal Brasil enggan melepaskannya.

Meski sempat pensiun pada 1974, Pele kembali merumput pada 1975 setelah menandatangani kontrak dengan New York Cosmos. Tujuannya jelas: mempopulerkan sepak bola di Amerika Serikat. Di usia yang sudah tak lagi muda, ia tetap tampil gemilang, mencatatkan lebih dari 35 gol dalam 64 penampilan, dan membawa Cosmos meraih gelar Soccer Bowl Championship pada 1977—sekaligus menjadi puncak karier terakhirnya di lapangan.

Previous articleIndonesia Terpuruk ke Peringkat 20 di Asian Games 2026, Medali Masih Belum Ada yang Emas
Next articleDewa United Tetap Rendah Hati di Puncak Klasemen Super League 2026-2027